
Setelah keadaan bayi mereka membaik suster segera memindahkan bayi tersebut ke ruang perawatan Santi.
Sambutan suka cita hadir menyambut bayi perempuan tersebut.
"Selamat pagi Nyonya. Bayi perempuan anda, sudah bisa anda susui, " ucap suster tersebut sambil menyodorkan bayinya ke arah Santi.
"Terima kasih suster, "ucap Santi menyambut bayi tersebut.
Sesaat kemudian dirinya sudah di kelilingi para oma dan opa yang ingin rebutan lagi menggendong cucu mereka.
Barley memeluk Santi dari belakang Sementara ia menyandarkan tubuhnya pada tubuh kekar suaminya.
"Lihat lah Sayang, wajahnya seperti kak Andhra baru lahir ya? " Santi.
"Hm, dia cantik seperti mu, " ucap Barley. Ia pun mencium pipi Santi dengan penuh kasih sayang.
Andhra mendengar obrolan mereka.
"Benarkah Mommy, apa wajah Andhra seperti ini waktu bayi? " tanya Andhra sambil mengusap kepala adiknya.
"Iya Nak, wajahnya persis kak Andhra."
Andhra tersenyum ia pun mengciumi adiknya.
Bayi tersebut tetap tenang, tidur dengan nyeyak, meski di cium-cium oleh Andhra.
Tuan Marco menghampiri mereka.
"Mana cucu ku, tuan putriku?" tuan Marco meraih putrinya tersebut dari tangan Santi.
"Oalah wajah mu mirip seperti Opa ya. Barley ,Santi, Bagaimana kalau putrimu saja yang ikut dengan Daddy ke Milan, " cetus tuan Marco
"Ngak mau! Opa ngak boleh bawa adek Andhra ke mana-mana!" Andhra langsung bereaksi.Ia pun berdiri.
Sementara Santi dan Barley hanya tersenyum karna ia tahu jika tuan Marco hanya bercanda.
"Kenapa Andhra?Andhra juga ngak maukan ikut Opa ke Milan. Jadi Opa bawa adek saja. "
"Ngak mau! pokoknya ngak ada yang boleh bawa adik Andhra!" teriaknya lagi dengan wajah yang memerah.
"Ehm cup. Santi boleh ya Daddy bawa anak kalian?" tanya Tuan Marco lagi sengaja memanasi Andhra.
"Boleh Daddy. Jadi kami hanya merawat Andhra saja. " Barley.
"Asik, ayo Oma kita bawa dede terbang ke Milan." Tuan Marco pun bergerak menjauh.
Andhra turun dari tempat tidur dan langsung menghampiri tuan Marco.
"Opa balikan Dede Andhra! Opa ngak boleh bawa Dede Andhra!" sekuat tenaga Andhra menarik kemeja tuan Marco.
Tuan Hasta menghampiri Andhra.
"Andhra sama Opa saja! biar dedek di bawa sama Opa Milan. Katanya daddy dan Mommy cuma boleh sayang Andhra. "
"Ngak mau! Andhra juga sayang sama dedek. Andhra sudah janji sama mommy akan menyayangi dan menjaga dedek Andhra!"
Tuan Hasta tersenyum. "Jadi Andhra benar-benar sayang sama dedeknya? kalau mommy ngurusin dedek, Andhra di asuh sama kak Rina mau? "tanya tuan Hasta.
"Hm, Andhra kan sudah besar, sudah jadi kakak! harus ngalah sama adek! " ucap Andhra.
Mendengar penuturan putra mereka yang tersebut Santi dan Barley saling melempar senyum.
__ADS_1
Putra mereka yang manja kini telah menjadi dewasa dalam waktu sehari.
"Wah cucu Opa pintar sekali. Memang harus gitu jadi kakak. " Tuan Hasta.
"Opa Milan, dedek Andhra jangan di bawa ya. Karna kak Andhra sudah jadi anak pinter, "ucap tuan Hasta sambil mengusap kepala Andhra.
Tuan Marco pun mengembalikan bayinya kepada Santi.
"Ini Opa tak jadi bawa dedek Andhra. "
Andhra naik ke atas tempat tidur Santi.Ia pun mengusap kepala bayi tersebut dan menciumnya.
Barley mengusap kepala Andhra.
"Sepertinya Kakak bisa di andalkan untuk menjaga dedek ya. "
Barley pun mencium pucuk kepala putranya.
Mereka tersenyum melihat Andhra yang terlihat posesif pada adiknya.
***
Malam harinya.
Bayi mereka tidur di antara Santi dan Andhra.
Ketika bayi tersebut menangis, Andhra tersadar lebih dahulu. Ia pun membangunkan Santi yang terlelap.
"Mommy bangun mommy! Dedek bangun ! " Santi pun menerjabkan matanya.
Eak eak eak. Suara tangis bayi mereka.
"Ehm, Kak tolong bangunkan Daddy. Dede minta susu ya," pinta Santi dengan suara yang lirih.
"Iya Mommy. " Andhra pun terjun dari atas tempat tidur kemudian menghampiri Barley yang tidur di sofa.
Ia menghampiri Barley.
"Daddy! Daddy! bangun Daddy! " Andhra menggoyang-goyangkan tubuh Barley.
"Ehm ada apa Nak? " tanya Barley.
Eak eak Suara tangis bayi terdengar.
"Daddy! Dede minta susu. " Andhra.
"Ehm iya." Barley segera bangkit kemudian membuatkan susu untuk putri mereka.
Susu formula pun sudah siap. Barley mendekat kearah bayinya dan menggendong bayi mereka kemudian memegangkan botol susunya.
Santi tersenyum sambil memeluk paha Barley yang berselonjor di sampingnya.
"Tidurlah Sayang, kau harus banyak beristirahat, " ucap Barley sambil mengusap kepala istrinya.
"Iya Mommy, biar Andhra dan Daddy yang akan menjaga dedek," ucap Andhra.
"Ehm, beruntungnya Mommy punya pangeran seperti Kak Andhra dan Daddy," ucap Santi sambil mengusap kepala Andhra.
Santi pun kembali memejamkan matanya terasa berat.
Sepanjang malam Barley yang mengaja putri mereka.
__ADS_1
***
Pagi harinya Santi terbangun semua sudah siap. Tuan putri mereka pun sudah mandi.
Sarapan dan obat untuk ia minum sudah tersedia di atas nakas.
Suami dan putranya pun sudah terlihat tampan dan segar seperti habis mandi.
"Selamat pagi Mommy !" Keduanya menyambut Santi dengan senyum bahagia.
"Ehm senangnya melihat Kak Andhra pagi-pagi sudah terlihat tampan," ucap Santi.
"Iya Mommy. Andhra juga sudah menyiapkan obat untuk mommy. "
"Hm, anak mommy manis sekali, "ucap Santi lirih.
Santi pun melirik ke arah Barley.
"Suami mommy juga manis, "ucap Santi sambil melirik kearah Barley. Barleymengedipkan matanya dengan mesra.
Barley mendekat kearah Santi kemudian menyuapinya bubur untuk sarapan.
Setelah menyuapi Santi, ia pun menggendong Santi menuju kamar mandi.
Dengan hati-hati Barley membawa istrinya dan memandikan Santi.
Santi tersentuh melihat Barley yang begitu telaten mengurusi dirinya. Ia pun mendaratkan kecupan pada pipi Barley ketika sang suami yang tengah mengeringkan lutut dan kakinya dengan handuk.
Barley tersenyum melihat Santi kemudian ia membalas dengan mencium pipi istrinya, Sembari memakaikan jubah mandi ke tubuhnya.
Barley kembali menggangkat tubuh Santi menuju kamar.
Ketika mereka kembali ia melihat Andhra tengah mememegang botol susu adiknya.
"Wah Kak Andhra pintar sekali," ucap Santi meski dengan suara yang lirih.
"Iya Mommy tadinya adik nangis, jadi Andhra binggung. Andhra beri susu saja. "
"Pintarnya anak mommy."
"Mommy! mommy istirahat saja, biar Andhra yang menjaga dedek," ucap Andhra dengan semangat.
"Terima kasih kak Andhra Terima kasih Daddy. " Santi.
"Sama-sama mommy." Andhra.
Setelah memakaikan pakaiannya. Santi kembali berbaring karna kepalanya yang masih terasa berat.
Ia pun terpejam untuk beberapa saat lamanya.
Ketika ia tersadar, ia pun melihat Andhra yang terlelap sambil memeluk adiknya.
Begitupun Barley yang terlelap dengan posisi duduk dan kepala terletak di atas tempat tidurnya.
Santi merentangkan tangan menyentuh kepala suaminya kemudian mengusapnya.
"Terima kasih Sayang, " ucap Santi sambil menitikan air mata haru.
Pandangannya pun beralih ke arah Andhra.
"Kak Andhra sekarang lebih pintar dan dewasa. Terima kasih ya Tuhan,karna kau telah anugrahkan kepada ku suami dan anak yang menyayangi ku,"ucap Santi sambil menghapus titik air mata bahagianya.
__ADS_1
Bersambung.
Mohon maaf author baru bisa up satu bab. terima kasih atas dukungannya dan sambutan baik para reader semua. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan karya ini.