Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Pemberian Nama


__ADS_3

Matahari perlahan meninggalkan singgahsananya, besok rencananya akan di ada acara aqiqah dan pemberian nama putra mahkota keluarga tersebut.


Setiap harinya tuan Marco selalu datang bersama Wati istrinya, untuk melihat cucu mereka.


Maklum saja, setelah acara aqiqah cucu tercintanya, tuan Marco harus kembali ke Milan untuk mengurusi perusahaanya. Karna itu ia selalu menyempatkan waktunya untuk melihat dan bermain dengan cucunya , karna setelah pulang ke negara asalnya, tuan Marco tak tahu kapan lagi bisa berkunjung kembali.


Tuan Marco dan tuan Hasta bergiliran menggendong cucu mereka, melihat suami yang tengah sibuk bermain dengan cucunya, Wati berjalan menuju dapur.


Di sela -sela waktunya, Wati menghampiri para asisten rumah tangga yang tenggah sibuk mempersiapkan acara untuk esok hari.


"Hallo semua! " sapa Wati.


Mereka yang tengah sibuk dengan kegitannya masing-masing pun menoleh kearah Wati.


"Mbak Wati!" seru mereka semua, satu persatu menghampiri Wati dan memeluknya.


"Kalian apa kabar semuanya? " tanya Wati.


"Baik!" seru mereka serempak.


"Kamu apa kabar Wati , makin cantik saja." ucap salah satu dari mereka.


"Baik, juga."Wati.


"Wah Wati sudah jadi Nyonya dari tuan Marco, tetapi kamu masih ingat sama kita." cetus salah satu teman Wati.


"Ingat dong, emangnya apa yang berubah dari aku? biasa saja. Roda kehidupan itu seperti roda yang berputar, adakalanya kita di atas, adakalanya kita berada di bawah. Saat berada di bawah kita jangan putus asa, begitupun saat di atas jangan lupa jika semua ini hanya sementara, agar kita tak sombong," ucap Wati.


"Bener Tuh!" salah satu dari mereka.


Mereka tersenyum mendengar penuturan Wati.


Meski sudah jadi Nyonya dari pengusaha bertaraf internasional, namun Wati tak pernah lupa asalnya.


Mereka pun berbincang-bincang sambil menyiapkan kebutuhan komsumsi untuk acara esok hari.


Barley dan Santi juga sudah mempersiapkan nama putra mereka, Setelah memikirkannya selama enam hari. Dan esok hari nama tersebut akan di umumkan di hadapan orang-orang.


***


Mentari bersinar cerah pagi ini.


Suasana suka cita di terjadi di rumah keluarga Hasta Raja Prawira, pada hari ini akan di adakan aqiqah cucu pertama dari keluarga tersebut.


Selain aqiqah hari ini adalah pemberian nama bagi putra mahkota keluarga tersebut.


Tak ada yang tahu nama apa yang di berikan oleh Santi dan Barley untuk putra mereka.


Kedua kakek-kakek tersebut ngotot jika nama mereka harus ada pada nama putra mahkota mereka, itulah yang membuat Barley dan Santi harus berpikir dan memilih nama yang cocok untuk di padu padankan dengan nama belakang dua Daddynya.


***


Santi dan Barley menengenakan pakaian cople bersama dengan sang putra.


Ketiganya semakin terlihat kompak dalam acara tesebut.


Acara kali ini hanya di hadiri seluruh staff karyawan dan keluarga terdekat, semua atas permintaan Santi.

__ADS_1


Ia tak ingin keluarga kecilnya terusik dengan pemberitaan media.


Lagi pula, ia merasa trauma begitu banyak insiden yang hampir mencelakai dirinya.


Anggi dan Chandra ikut meramaikan Suasana, begitu pun Arief yang membawa Dinar dan Asyia.


Sebentar lagi pengguntingan rambut pertama putra mahkota yang akan di lakukan oleh kakek dan neneknya di tambah dengan Arief hingga pas tujuh orang.


Barley menggendong putra mereka menghampiri tujuh orang yang akan menggunting rambu putra mereka.


Sedikit demi sedikit rambut putra mahkota tersebut di potong dan di masukan kedalan tempurung kelapa yang di rias sedemikian rupa . Di sertai ucapan doa-doa untuk keselamatan dan kesejahteraan putra mereka.


Bayi laki-laki tersebut tampak tenang dalam bedongannya.


Setelah acara pengguntingan rambut, kini acara pemberian nama bagi putra mereka.


Seorang ustadz membacakan doa, sebelum itu nama buah hati mereka di tulis dalam selembar kertas.


Di sela-sela doanya ustad menyebut nama bayi tersebut dengan lantang.


'Andhra Radja Pratama Milano Fedirico Prawira '


Sontak saja kedua kakek tersebut senang karna nama belakang mereka tercantum dalam nama sang putra mahkota.


"Dengar Mommy nama belakang ku, "ucap tuan Marco kegirangan.


"Iya Daddy, aku dengar," ucap Wati seraya menyimpul senyumnya.


Tuan Marco yang haus kasih sayang keluarga, kini seolah mendapatkan kebahagiaan berlimpah.


Setelah pemberian nama mereka pun di perboleh kan melihat putra mereka, karna saat itu acara hanya untuk orang-orang terdekat mereka.


Tangannya menyentuh kepala Andhra, kemudian mengusap perutnya.


Santi tersenyum simpul melihat kelakuan Anggi begitupun Chandra.


"Kenapa kau lakukan itu Ayang beb? " tanya Chandra.


'Hm, Kalau aku hamil. Aku pingin punya anak ganteng seperti putra tuan muda,' bisiknya.


"Ehm yah udah yuk! aku hamilin," cetus Chandra dengan nada bercanda.


"Hus ngak boleh Ayang Beb, horom!" cetus nya.


"Ehm Akhirnya loh insayaf juga," Chandra.


"Tapi boleh juga Ayang beb, kita percepat pernikahan kita, gue mau hamil anak perempuan biar nanti kita jodohin putri kita sama putranya tuan muda, he he, kapan lagi dapat mantu sultan. Iya kan?! " Anggi.


"Hm, ngak usah ngehalu Ayang Beb, kita mah beda kasta sama mereka. Jodoh putra mereka pasti seorang wanita yang istimewa, mending ngak usah berharap." Chandra.


"Ehm, Siapa tahu putranya tuan muda jatuh cintong dengan putri kita, iya kan Ayang Beb? uh ngak sabarnya jadi mertua sultan," ucap Anggi sambil menakup kedua tangannya.


"Ehm, kebanyakan ngayal, kawin aja belum,' dengus Chandra, seraya melirik sinis ke arah Anggi.


***


Selesai acara Arief dan Dinar juga menghampiri Barley dan Santi.

__ADS_1


"Selamat ya Tuan atas kelahiran Putranya," ucap Arief.


"Iya Rif, selamat juga atas kehamilan istri kamu," balas Barley.


Dinar yang menggendong Asyia mengahampiri Santi yang tengah menggendong putranya.


"Selamat ya Nyonya, atas kelahiran putranya. Semoga jadi anak yang sholeh dan berbakti pada orang tua," ucap Dinar.


'Terima kasih Dinar ", ucap Santi.


"Hay ! Asyia, apa kabar? " seru Santi sambil menyentuh tangan bayi perempuan berumur tiga bulan tersebut.


"Baik Nyonya, " sahut Dinar mewakili Asyia.


"Nyonya boleh saya cium tuan muda? " tanya Dinar.


Santi tersenyum," Tentu saja!"


Dinar mendekat ke arah putra mereka, ia pun mencium nya.namun, Asyia ternyata bereaksi ia menarik kuat bedong Andhra hingga terlepas.


Ehm Dinar kaget Asyia yang biasanya tenang tersebut ternyata bisa jahil.


Andhra menangis karna kaget, mendengar Andhra menangis, Asyia juga ikut menangis.


Kedua bayi tersebut saling menangis hingga membuat perhatian orang-orang tertuju pada keduanya.


"Asyia, cup cup cup, kenapa Sayang?" tanya Dinar heran karna Asyia biasanya jarang menangis tersebut ,kini nangis begitu nyaring, sama halnya dengan Andhra.


"Putra kita kenapa Mommy ?" tanya Barley.


"Ngak apa-apa, mungkin kaget karna kainnya di tarik oleh Asyia." Santi.


"Asyia nakal ya!godain Andhra," cetus Barley sambil tersenyum.


Arief dan Dinar pun tersenyum, Arief menggendong Asyia dan membujuknya.


Barley meraih putranya dan menggendongnya.


"Uh, cup cup putra Daddy.Kok di godaanin cewek nangis sih? Di godain cewek harusnya senang," cetus Barley menimang putranya.


"Bagaimana mau memimpin tiga perusahaan sekaligus, di godain gitu saja nangis ," Barley.


"Putra Daddy harus jadi kuat, berani dan tangguh," tambahnya lagi.


Setelah bicara begitu pada Putranya Andhra berhenti menangis.


Santi tersenyum, ia kembali meraih putranya.


Duh, jadi laki-laki ngak boleh cengeng yak, Nak, ucap Santi seraya memeluk dan mencium putranya.


Setelah dari acara tersebut Arief dan Dinar memutuskan untuk pulang, rencananya mereka akan menemui Aldo.


Aldo sudah tak sabar ingin bertemu dengan putrinya.


Bersambung guys, tetap setia ya hingga akhir cerita ini, penasaran dong dengan kisah cinta tuan muda Andhra. terima kasih atas dukungannya.


Author punya rekomendasi novel untuk kalian judulnya: ketulusan cinta dara.

__ADS_1




__ADS_2