
Andhra dan Asyia masuk ke dalam rungan pesawat mencari nomor kursi yang tertera di boarding pass mereka.
Saat itu kebetulan kursi mereka bersebelahan, dan Andhra mendapat jatah kursi di samping jendela.
"Andhra boleh aku duduk di samping jendela?"tanya Asyia.
"Ehm.ya silahkan." Andhra berdiri menyingkir beberapa saat dan membiarkan Asyia untuk duduk di kursinya.
Asyia pun langsung duduk dan melihat ke arah luar jendela pesawat.
"Waw akhirnya aku bisa melihat pemandangan dari atas pesawat."Asyia.
Andhra tersenyum "Kau baru kali ini ya naik pesawat?"
"Iya. Aku sebenarnya takut. Tapi penasaran juga.Ternyata seru juga ya."
Asyia terus mengamati pemandangan dari luar jendela. Sementara Andhra mengamati sekitar pesawat. baru kali ini ia naik pesawat komersil kelas ekonomi.
Tapi rasanya tak jauh berbeda ketika melakukan penerbangan dengan jet pribadi milik kakeknya.Karna ada seseorang yang selalu membuatnya tersenyum.
Asyia menatap takjud pemandangan dari pesawat ,ketika pesawat akan take off.
Ia pun sempat mengabadi pemandanga yang bisa ia rekam lewat jendela melalui kamera handphonenya.
Sementara Andhra memasang headset dan mendengarkan lagu agar lebih menikmati perjalanan.
Ketika pesawat berada di ketinggian tertentu Asyia merasa mulai merasa pusing.
Kepalanya pun ia sandarkan kebelakang.
"Asyia kamu kenapa?"tanya Andhra.
"Aku kok lemas ya?" guman Asyia seraya menarik napas panjang.
Andhra menarik masker oksigen yang ada di belakang atas tempat duduk penumpang.
"Pakai ini, mungkin saat ini kita berada di ketinggi tertentu, dan semakin tinggi posisi pesawat terbang , maka tekanan udaranya di sekitarnya pun akan semakin tinggi, begitupun oksigennya akan semakin tipis." Andhra.
"Hm," Asyia pun mengenakan masker tersebut.
Keadaanya pun kembali sedia kala.Namun, matanya terasa ngantuk.
Asyia menutup matanya. Andhra kaget, ia mengira Asyia pingsan.
"Asyia, kamu kenapa?"tanya Andhra sedikit panik.
Asyia membuka kelopak matanya sedikit.
"Ehm, aku ngantuk banget. Mungkin reaksi dari obat yang ku minum sebelum berangkat."
"Ya sudah sadarkan saja kepala mu di bahu ku." Andhra.
Tanpa basa-basi Asyia menyandarkan kepalanya di pundak Andhra masih menggunakan masker oksigennya.
__ADS_1
***
Selama tiga jam lebih tak banyak yang mereka lakukan keduanya pun sempat terlelap di atas pesawat terbang.
Andhra tersadar ketika pesawat telah leanding, ia pun melepaskan masker oksigen di wajah Asyia yang masih terlelap.
"Asyia bangun. Kita sudah tiba di bandara." Andhra menepuk pipi Asyia.
Asyia pun membuka matanya.
"Kita sudah sampai ya?" Asyia.
"Iya. Regangkan otot otot mu, kau tidur dalam keadaan miring selama berjam-jam. Sebentar lagi kita akan turun."
"Ehm, iya." Asyia pun meregangkan otot-otonya. Begitupun Andhra, punggungnya terasa sakit karna menahan tubuh Asyia yang berjam-jam bersandar pada tubuh sebelah kanannya.
Setibanya di bandara international Don Muaeng yang berada di kota Bangkok.
Mereka di jemput oleh duta KBRI dengan menggunakan mini bis.
Ternyata tak hanya mereka berdua saja orang indonesia, ada juga beberapa siswa indonesia lainya dari beberapa jenjang pendidikan.
Dan ini adalah pertama kalinya sekolah mereka mengirim duta untuk mengikuti even bergengsi tahunan tersebut.
Sebelum diantar ke wisma yang kan mereka tempati selama pelaksanaan lomba.
Mereka akan di sambut secara resmi di gedung KBRI.
Sesampainya di gedung. pejabat-pejabat dari keduatan Indonesia menyambut mereka dengan bangga. Pasalnya tak setiap sekolah bisa mengirim siswa mereka untuk mengikuti ajang bergensi tersebut. ada standar nilai tertentu yang baik dari siswa mupun akreditasi sekolah itu sendiri.
Siapa yang tak ingin bersekolah dengan.fasiltas super mewah dan modern. Namun, tak membayar sepeser pun. Para orang tua yang merasa memiliki anak berprestasi berbondong bondong mendaftar sekolah putra putri mereka di sekolah tersebut, Jadi Andhra dan Asyia adalah yang terbaik dari siswa-siswa yang terbaik.
Setelah acara penyambutan, mereka di jamu oleh staf KBRI untuk makan siang bersama.
Andhra dan Asyia menuju meja prasmanan.
Berbagai hidangan khas nusantara tersedia di sana.
Asyia dan Andhra semakin dekat, apa-apa saja mereka lakukan bersama. Keduanya pun merasa nyaman untuk saling open minded dengan Berbagi pengalaman dan saling memberi masukan serta memberi semangat.
"Asyia kamu mau makan apa?"tanya Andhra ketika mereka menuju meja prasmanan.
Asyia pun melihat kearah meja prasmanan.
Aneka hidangan mulai dari sate madura, gado-gado, soto makasar dan sebagainya ada di sana.
"Aku mau makan nasi sama soto saja deh. " Asyia.
"Kamu mau makan apa? tanya Asyia lagi.
"Apa saja, Dah yuk kita ambil nasi. Andhra.
Keduanya pun mengambil nasi, setelah itu menuju stan soto makasar.
__ADS_1
Masing-masing sudah memegang piring, nasi sedangkan untuk dapat soto mereka juga harus memegang mangkok.
"Gimana mau ambil sotonya nih, satu tngan sudah penggang piring mau ngaut sotonya ngak bisa pegang mangkok lagi, dan sendok " keluh Asyia.
Seorang pria yang melihat dua anak itu pun menawarkan bantuan kepada mereka.
"Bisa di bantu Dek?" tanya pria yang berusia sekitar tiga puluh tahunan tersebut.
"Ehm ia Bang. Saya mau minta tolong mengaut sotonya, tapi setengah mangkok saja!"Asyia.
"Ok, adek manis," sanjung pria tersebut.
"Saya juga bang! mau sotonya, tapi setengah hati saja, " cetus Andhra seraya tersenyum.
"Hah. Kok setengah hati?" tanya Asyia spontan.
"Iya karna kan setengahnya lagi hati aku ada di kamu," sahut Andhra lagi sambil tertawa kecil
" Cie-cie, so sweet banget. Masih kecil pintar nge modus dia."Sahut pria yang membantu mereka yang ikut baper.
Asyia langsung tersipu. Ia pun memukul mukul bahu Andhra pelan.
"Ihs."
"Kalian pacaran ya?" tanya abang yang membatu mereka sambil menyodorkan mangkok sotonya.
"Ngak kok kita cuma teman doang," tutur Asyia jengah meski hatinya berbunga-bunga.
Asyia pun tak mampu menyembunyikan rona wajahnya yang kemerahan.
"Nih soto yang setengah hati,"ujar abang tersebut kepada Andhra.
Andhra meraih mangkok dengan tersenyum." Makasih Bang."
"Sama-sama, hati-hati jaga hati ya, jangan sampai setengahnya lagi di ambil orang loh, " cetus abang tersebut kepada Andhra.
Andhra hanya tersenym.
"Eh Dek beruntung loh kamu punya pacar seperti dia, udah super ganteng, romantis lagi," kata pria tersebut pada Asyia.
"Ngak kok Bang kami ngak pacaran." Asyia. Ia pun pergi meninggalkan stand tersebut.
Asyia mencari meja kosong untuk tempat mereka makan.
Mereka pun makan berdua. Saling berhadap.
Asyia terus menundukan wajahnya yang merona di hadapan Andra.
Sementara Andhra tersenyum karna berhasil menggoda Asyia.
Asyia makan dengan wajah yang tertunduk.Ia tak berani menatap Wajah Andhra yang tersenyum menggodanya.
Bersambung dulu reader, in shaa Allah uthor up. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk baca karya ini, karna pasti nya semakin mendekati hari raya tentunya para reader juga semakin sibuk.
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankanya. Selamat beraktifitas semoga di beri kelancaran dalam beraktifitas untuk kita semua.
Assalammualaikum.wr.wb.🙏'''''''