Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Garis Dua


__ADS_3

Setelah sarapan Santi kembali ke kamarnya, dan beristirahat hingga terlelap.


Karna sudah mendekati jam makan siang Barley menghubungi Wati, mengingatkannya untuk memasak makan siang untuk sang istri.


"Hallo tuan, "sapa Wati di sambungan telponnya.


"Wati tanyakan pada pada istriku, menu makan siangnya mau makan apa dia, karna aku lihat sepertinya dia sakit."Barley


"Oke tuan, langsung saya kerjakan."Wati.


Wati bergegas menghampiri Santi ke kamarnya.


Saat itu Santi sedang terlelap, mendengar Handel pintu di tekan seseorang Santi pun tersadar.


"Maaf Nyonya mengganggu anda, baru saja tuan menelpon, menanyakan menu makan siang anda, makanan apa yang ingin anda makan untuk makan siang nanti?"tanya Wati.


"Ehm, terserah saja Mbak, yang terpenting jangan terlalu pedas ya," sahut Santi.


"Baik Nyonya, Nyonya mau saya antar langsung ke kamar atau langsung ke meja makan? " tanya Wati.


"Biar saja saya turun sendiri Mbak," sahut Santi.


Ia mencoba untuk turun dari ranjang namun baru saja kakinya terjuntai ia merasakan sakit pada bagian perut.


"Aduh, " ucapnya seraya meringis.


"Ada apa Nyonya?"tanya Wati.


"Tadi pagi saat olah raga saya merasa perut saya terasa keram Mbak,"jawab Santi.


"Ya sudah Nyonya istirahat saja,"ujar Wati menasehati.


"Iya Mbak, tapi kenapa ya, biasanya tidak pernah seperti ini, bahkan saat saya menari perut saya ngak pernah sakit seperti ini," papar Santi.


"Ehm, mungkin anda sedang hamil muda nyonya,"sahut Wati.


Santi syok mendengar penuturan Wati.


"Hamil Mbak?" seketika itu ia menelan saliva untuk membasahi tenggorokannya yang terasa mengering tiba-tiba.


"Iya Nyonya, sebaiknya anda periksa saja, jika anda hamil, anda harus menghindari perkerjaan berat atau pun olah raga berat"


Santi terdiam beberapa saat, Apa yang harus ku lakukan? ya Tuhan bagaimana jika ternyata aku hamil.


"Mbak Wati bisa tolong beli tespack untuk saya, tapi jangan beri tahu pada siapa pun," pinta Santi.


"Baik Nyonya, tapi sebelum itu anda makan dulu ya, jika terjadi sesuatu pada anda, maka saya akan di persalahkan oleh tuan Barley." Wati.


"Iya Mbak."Santi.


Wati kembali ke dapur untuk menyajikan makan siang Santi, setelah meletakannya mangkok sup ayam dan nasi serta minuman hangat, Wati kembali menuju kamar Santi.


Wati membuka kamar yang tak di kunci tersebut dengan nampan di sebelah tangannya.


"Silahkan makan siang dulu Nyonya," ucap Wati seraya meletakan nampan di atas meja.


"Terima kasih Mbak, "sahut Santi yang langsung menyantap makanannya.


"Saya tinggal dulu Nyonya, akan saya suruh seseorang untuk membeli tespack."


"Iya, tapi ingat jangan beritahu pada siapa pun ya, mbak," ucap Santi memperingatkan


"Baik Nyonya" Wati.

__ADS_1


***


Setelah makan siang Barley kembali teringat pada Santi, ia kembali menelpon Wati.


"Hallo tuan," sapa Wati.


"Bagaimana dengan istri ku? apa dia sudah makan siang?" tanya Barley.


"Sudah Tuan." Wati.


"Bagaimana keadaannya?"tanya Barley.


"Anu Tuan tadi nyonya hanya mengeluhkan sakit pada perutnya akibat olah raga tadi pagi, itu saja Tuan."Wati


"Kalau begitu awasi terus istri ku, jika terjadi sesuatu padanya hubungi aku segera," ucap Barley.


"Baik Tuan." Wati.


Barley menutup telponnya, "Sudah tahu ngak bisa olah raga, masih saja bandel," dengusnya seraya meletakan telpon tersebut di atas meja.


Beberapa saat lamanya keluar, Wati kembali menemui Santi.


"Bagaimana Mbak tespacknya? sudah ada?"tanya Santi lagi.


"Sudah Nyonya, ini," Wati menyodorkan sebuah benda langsung ke Santi.


"Bagaimana cara memakainya Mbak?"tanya Santi.


"Langsung saja saat pipis Nyonya," papar Wati secara singkat.


Tanpa menunggu Santi langsung menuju kamar mandi.


Beberapa saat kemudian, ia kembali menemui Wati seraya memperlihatkan hasil tesnya.


"Garis dua ini artinya apa ya Mbak?"tanya Santi binggung.


"Wah selamat Nyonya anda hamil!" ujar Wati tanpa sadar ia memeluk Santi.


Namun Santi terdiam seketika tubuhnya mematung dalam beberapa saat.


"Hamil Mbak?"tanya nya mempertegas.


"Iya Nyonya, selamat ya, calon pewaris keluarga Hasta Raja Prawira, sebentar lagi lahir di dunia ini," ucap Wati menyemangati.


Melihat Santi yang hanya diam, Wati menjadi penasaran.


"Kenapa Nyonya, sepertinya anda tidak senang dengan kehamilan anda?"tanya Wati seraya melambaikan tangan di depan wajah Santi yang melamun.


"Ehm, ngak kok Mbak, saya hanya binggung saja, harus bahagia atau sebaliknya," guman Santi.


"Ya bahagia dong Nyonya, karna anda beruntung akan melahirkan pewaris dari salah satu sultan di negri ini," papar Wati.


Santi menggigit bibir bagian bawahnya.


"Kalau begitu secepatnya beri tahu tuan muda saja Nyonya, pasti tuan Barley akan senang mendengar berita ini,"tutur Wati.


"Hm, jangan dulu Mbak, tolong rahasiakan kabar ini ya, tunggu waktu yang tepat," cegah Santi.


"Hm, baiklah Nyonya, sebaiknya anda perbanyak istirahat, dan jangan terlalu banyak pikiran, "nasehat wanita berusia 40 tahun tersebut.


"Terima kasih Mbak," ucap Santi seraya menyunggingkan senyum kecutnya.


Santi menatap punggung Wati yang menghilang di balik pintu.

__ADS_1


"Aku harus bagaimana ya?"gumannya seraya kembali duduk di atas tempat tidur.


***


Setelah menui Aldo Amora menghubungi seseorang, "Hallo Dea, kamu di mana?"tanya Amora.


"Aku lagi bekerja, ada apa Amora?" Dea


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada mu, aku akan menemui mu sekarang." Amora.


Amora langsung menuju tempat kerja sahabatnya tersebut.


Di sebuah cafe dan restoran mewah, Amora menemui Dea di ruangan manager.


Amora langsung mendaratkan bokongnya, di sofa emput yang berhadapan langsung dengan Dea.


"Ada apa nih, tumben mencari ku?"tanya Dea.


"Dea, aku ingin menggugurkan kandungan ku yang sudah berusia dua belas minggu, kau pasti tahu tempatnya kan?"Amora langsung menyatakan maksudnya.


Dea menarik nafas panjang," Itu sangat beresiko Amora, bahkan bisa mengancam nyawamu, seperti yang terjadi dengan teman ku, karna aborsi ilegalnya, nyawanya ikut melayang akibat pendarahan, dan aku tak mau itu terjadi pada mu Amora!" Ungkap Dea.


"Lalu bagaimana caranya agar aku bisa membuang janin ini?"tanya nya seraya menangis frustasi.


"Menurutku, kau minta pertanggung jawaban saja dari pria yang menghamili mu,"saran Dea.


Amora menatap Dea sebentar, kemudian menepak meja.


"Tidak! aku tak mau menikahi Aldo! ucapnya kemudian ia langsung keluar dari ruangan kerja Dea dengan menangis.


Amora masuk kemobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi, ia merasa putus asa, untuk menenangkan pikirannya, Amora membawa mobilnya masuk kedalam sebuah Bar, di sana ia minum-minuman beralkohol yang banyak untuk menghilangkan beban pikirannya.


***


Pukul empat sore Barley keluar dari ruangan kantornya dan berencana akan pulang kerumah, saat melewati jalan raya tiba-tiba ia melewati warung sate yang pernah ia singgahi bersama Santi.


Barley singgah untuk membeli sate kegemaran sang istri, entah kenapa perasaannya menjadi ringan untuk membeli sate tersebut.


"Bik, satenya dua porsi ya."Barley


"Oh, tuan, anda suaminya neng Santi? " tanya penjual tersebut.


"Kok tahu Bik?"Barley mengulas senyum manisnya.


"Tahu dong, tuan ganteng yang mau singgah di warung Bibik kan cuma suaminya Neng Santi," papar penjual sate tersebut.


Barely tersenyum kembali, tak biasanya dia bersikaf ramah.


"Jangan-jangan Neng Santi lagi ngidam ya, pingin makan sate bibik?"terka penjual sate tersebut.


"Ngak kok Bik, cuma kayaknya dia kurang sehat saja, biar dia semangat makannya, saya bawa makanan favoritenya saja." Barley.


"Oh so sweat banget tuan, beruntung banget neng Santi punya laki super ganteng, super kaya, perhatian pula," sanjung penjual sate tersebut seraya menyerahkan bungkusan satenya.


"Ah biasa saja Bik, ini uangnya," ucapnya seraya menyodorkan pecahan seratus ribu.


Bibik ingin menyerahkan kembalianya namun Barley keburu pergi.


"Tuan kembaliannya!"


"Ambil saja Bik." Barley.


Bersambung dulu ya reader, terus dukung karya author dengan menekan rate 🌟🌟🌟🌟🌟setiap kali selesai membaca like dan komentarnya biar author semangat up nya

__ADS_1


__ADS_2