Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Memberi Pengertian


__ADS_3

Santi keluar dari kamarnya dan melihat Alesha yang terlihat ketakutan menaiki anak tangga. Ia pun menghampiri karna takut Alesha terjatuh.


"Alesha hati-hati Nak! " seru Santi.


Santi berlari kecil menghampiri putrinya yang berusia tiga tahun tersebut. Sementara Andhra mengejar Alesha karna juga khawatir Alesha jatuh berguling di anak tangga.


"Mommy! Alesha takut," tuturnya dengan tangisan, bibir dan tubuhnya pun gemetar.


Santi memeluk Alesha.


"Ada apa Nak? " tanya Santi seraya mengusap punggung Alesha yang terlihat begitu ketakutan.


" Hiks hiks Mommy ada nenek sirih jahat. Dia sudah sihir kakak, agar kakak peluk dia. Hiks hiks, "tangis Alesha.


Santi binggung dengan penuturan Alesha.


"Nenek sihir?dimana Nak?" tanya Santi.


Hiks hiks, Alesha terlihat trauma, ia memeluk Santi dengan tubuh yang gemetar.


Andhra datang menghampiri Santi.


"Kak, Adik kenapa? kenapa adik kamu seperti ketakutan?" tanya Santi.


"Oh Alesha takut sama Oma. Habisnya wajah oma luka-luka dan memar jadi dia takut."


Ehm, begitu.


"Sudah sayang. Itu oma dedek bukan nenek sihir," jelas Santi pada Alesha ia berusaha menenangkan putrinya tersebut.


"Ngak Esha takut Mommy! Oma Esha cantik-cantik. Apa lagi Oma Hanna. Hiks hiks."


Alesha masih menangis, Santi pun memeluknya semakin erat.


"Tapi sayang dia itu Oma dedek juga. Oma yang melahirkan Daddy. Jadi Dedek ngak boleh takut, kasihan Oma dia pasti sedih kalau dedek sepert itu, "bujuk Santi.


"Ngak Mommy! Esha ngak mau! Esha takut! hiks hiks hiks . Dede mau telpon Daddy suruh usir saja nenek sihir itu dari rumah ini. Nanti dia buat jahat sama mommy, Daddy dan Kak Andhra, hiks hiks hiks."


"Ngak usah gitu sayang, Oma mau tinggal di mana lagi. Cuma kita keluarganya," ucap Santi.


"Kalau gitu kita saja pindah ke rumah Oma Hanna atau Oma Asti, hiks hiks hiks ," tangis Alesha.

__ADS_1


"Ayo kita ke kamar, kamu tenang dulu."


Santi berusaha membujuk dan menenangkan Alesha. Ia pun membawa Alesha ke kamar mereka.


Sementara Andini menamgis tergugu di sudut ruangan. Ia mendengar semua penuturan Alesha.


"Hiks hiks hiks, Apa aku seburuk itu di mata darah daging ku sendiri hiks, sampai ia begitu ketakutan melihat ku, bahkan ia menganggap ku seperti nenek sihir yang akan berbuat jahat pada keluarganya." Andini menangis pilu dengan derai air mata yang tak mengalir deras.


***


Barley baru saja tiba dari kantornya. Meski selalu sibuk tapi ia tak pernah pulang terlambat. Baginya keluarga adalah prioritasnya. Jika urusan pekerjaan bisa di gantikan oleh asistennya , tetapi tidak tugasnya sebagai kepala keluarga. Tak akan ada yang bisa mengantikan


"Assalamualikum, "ucap Barley ketika memasuki rumah mereka.


Barley langsung masuk karna tak ada yang menyambut Kedatangannya.Biasanya Andhra dan Alesha selalu menyambut kehadirannya dengan suka cita.


"Andhra! Alesha Daddy pulang! "seru Barley


Berley melihat Andini yang menangis di pojokan ruangan, ia pun menghampirinya.


"Mommy, kenapa mommy menangis? "tanya Barley.


"Hiks hiks, mommy ingin pindah dari sini saja. Biarkan saja mommy tinggal di panti jompo, Hiks hiks," tuturnya dengan sedih.


"Mommy kenapa bicara seperti itu ? Apa ada yang menyakiti Mommy," tanya Barley sambil mengusap air mata Andini.


"Mommy tahu Barley jika kehadiran mommy di rumah ini hanya akan menyusahkan kau dan keluarga mu. Mommy sekarang hanya jadi wanita tua yang tak berdaya, tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan putri mu sampai ketakutan melihat Mommy, hiks ,hiks."


Barley memeluk Andini.


"Sudah mommy. Jangan hiraukan Alesha, dia masih kecil. Lagi pula dia belum pernah melihat mommy setelah lumpuh. Tentu sangat berbeda dengan mommy yang pertama kali di lihatnya. Apalagi keadaan mommy seperti ini," papar Barley seraya mengusap punggung Andini.


"Tak apa Barley. Bawa saja mommy ke panti sosial. Agar mommy tak lagi menyusahkan mu, hiks hiks hiks."


Andini kembali menangis pilu. Kini ia merasa seperti barang rongsokan yang hanya membuat sampah di rumah ini.


"Mommy, apa pun yang akan terjadi mommy akan tinggal bersama ku, Masalah Alesha itu hanya masalah waktu. Anak kecil sepertinya memang akan merasa takut melihat orang yang tak ia kenal. Tapi tenang saja aku akan memberinya pengertian. Nanti juga dia akan terbiasa dengan kehadiran mommy. "


Andini menghapus air matanya.


"Bawa saja mommy ke kamar Barley. Mommy ingin sendiri saja. "

__ADS_1


"Iya Mommy. "


Barley mendorong kursi roda tersebut menuju kamar Andini.


Sesampainya di sana ia langsung mengangkat tubuh Andini ke atas tempat tidurnya.


"Mommy istirahat saja.Aku ada di rumah ini, mommy boleh memanggil ku kapan saja jika mommy butuh sesuatu," ucap Barley sambil menarik selimut menutupi kaki Andini.


Barley mendaratkan kecupan di kening Andini.Ia pun keluar dari kamar tersebut.


Berley langsung menuju kamarnya dan melihat Alesha yang sedang memeluk Santi erat.


"Alesha kenapa sayang? " tanya Barley.


"Hiks Daddy! Alesha takut !ada nenek sihir di rumah kita," tangis Alesha yang langsung menghambur memeluk Barley.


"Cup cup Sayang anak Daddy. Dia bukan nenek sihir Nak. Beliau Oma Alesha," bujuk Barley.


"Ngak Alesha takut. Alesha mau pindah saja ke rumah Oma Asti atau Oma Hanna! hiks hiks. "


"Ngak usah gitu Sayang. Daddy harus berbakti pada mommy Daddy. Karna Daddy sayang sama Oma, seperti Alesha sayang pada mommy Alesha. Kalau Alesha punya anak, trus anak Alesha usir mommy Alesha, pasti Alesha sedih kan? begitu pun Daddy. "


Alesha berhenti menangis. Ia memikirkan kata-kata Barley.


"Ia sedih. Mommy ngak boleh di usir, " sahutnya dengan bibir munggilnya yang mengkerucut.


"Nah begitu pun Daddy. Daddy pasti merasa sedih kalau Alesha usir mommy Daddy. " Barley.


Alesha terdiam menatap wajah Barley yang terlihat sedih.


"Iya Daddy. Ngak jadi usir nenek sihir itu.Eh maksudnya ngak jadi usir Oma, " sahut Alesha dengan tawa kecil karna keliru menyebut oma-nya


"Nah gitu baru anak Daddy. "


"Daddy Sayang Alesha, " ucap Barley sambil mencium pipi putrinya.


"Alesha juga sayang Daddy," sahut Alesha seraya membalas ciuman Barley.


Santi tersenyum melihat kedua anak itu. Barley memang kepala keluarga yang baik menurutnya. Ia bisa memberi pengertian kepada Alesha sesuai kemampuan Alesha berfikir.


Bersambung. Moga bisa up lagi ya reader. semoga lancar dalam menjalankan ibadah puasanya.

__ADS_1


Assalam mualaikum.


__ADS_2