Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Bahagia


__ADS_3

Alesha berada di kamarnya. Jantungnya berdebar-debar. Karena saat ini tahu jika Raffa sedang berhadapan langsung dengan kedua orang tuanya.


"Ya Tuhan, tolong satukan cinta kami. Luluhkan lah hati kedua orang tuaku agar bisa menerima Raffa. "


Alesha menggenggam tangannya yang tiba-tiba saja terasa dingin.


Beberapa saat kemudian, sering handphone pun berbunyi.


***


Sementara itu di ruang tamu.


Keadaan terasa menegangkan. Dimana pertama kalinya Raffa menghadapi situasi seperti ini, sendirian pula.


Barley menatap lekat kearah Raffa.


"Emangnya kamu punya apa Raffa, hingga berani melamar Alesha?! " tanya Barley seraya mendongkakkan wajahnya.


Seketika jantung Raffa berdebar dengan kencang.


"Saya..." Kata-kata Raffa terputus karena langsung di sambar Barley.


"Jangan bilang kamu cuma punya cinta ya! Jawaban klasik itu! " Barley.


Raffa tertunduk.


"Saya memang tak memiliki apa-apa Tuan.Saya juga sadar siapa saya. Tapi saya yakin saya bisa membahagiakan Alesha. Apalagi kami memang saling mencintai," tutur Raffa dengan yakin.


"Hah! dengan apa kamu akan membahagiakannya?! " tanya Barley dengan nada merendahkan.


Raffa kembali binggung harus menjawab apa. Sementara wajah Barley terlihat semakin serius menatapnya.


"Saya sudah berencana akan membuka CV saya sendiri Tuan. Memang tak sepadan dengan perusahaan yang Tuan miliki saat ini.Karena hanya itu kemampuan yang saya miliki saat ini. Tapi, saya akan berusaha untuk jadi yang lebih baik lagi. Saya mencintai Alesha. Dan saya akan lakukan apa pun untuknya. " Raffa.


"Ehm, kalau kamu mencintainya kamu pasti rela melepaskan Alesha untuk orang lain, karena sebentar lagi Alesha akan saya jodohkan dengan orang lain. " Barley.


Raffa sedikit kaget karena Barley tak memberi kesempatan untuknya.


"Tapi Tuan, tidakkan Tuan beri kesempatan kepada saya terlebih dahulu untuk membuktikan cinta saya pada Alesha," pinta Raffa dengan sopan.


"Hm, untuk apa?! "ucap Barley dengan ketus seraya membuang wajahnya kearah lain


Raffa semakin down melihat Barley yang tiba-tiba terlihat angkuh, tak seperti Barley yang ia kenal selama ini, tapi ia tak akan menyerah begitu saja..


"Tuan tolong beri kesempatan sekali saja untuk saya membuktikan jika saya mencintai Alesha, saya berjanji akan membahagiakan Alesha Tuan. Saya mohon Tuan. Saya akan lakukan apa saja yang tuan perintahkan, agar saya terlihat layak untuk mendampingi Alesha, " ucap Raffa dengan bersungguh-sungguh.


Asyia dan Andhra menyimak pembicaraan mereka. Tapi mereka tak berani membuka suara.Mereka sedikit iba melihat Raffa.


Raffa semakin gugup ketika Barley menatapnya dengan tatapan tajam.


"Sudahlah Raffa, aku tahu orang seperti apa diri mu! Sebaiknya kau pulang saja dan bawa kedua orang tua mu, jika ingin melamar putri ku. "Barley.

__ADS_1


Mereka semua kaget mendengar penuturan dari Barley.


Raffa yang awalnya sudah pesimis seketika tersenyum. Begitupun Santi, Asyia dan juga Andhra.


"Saya tak salah dengarkan Tuan. Apa itu bearti saya di ijinkan untuk melamar Alesha?! "tanya Raffa sedikit ragu.


"Ya tentu saja, Kau anak baik dan dari keluarga yang baik-baik. Aku lebih mengenalmu dari pada calon Alesha yang sebelumnya. Dan aku lebih setuju jika kau yang mendampingi Alesha." Barley


Alangkah senangnya hati Raffa saat itu.Hampir- hampir ia tak bisa menguasai dirinya. Ingin rasanya ia melonjak karena bahagia.


"Terimakasih kasih Tuan. Saya janji akan menjaga dan melindungi Alesha. Saya tak akan pernah mengecewakan Tuan. "


Bola mata Raffa memerah karena haru. Akhirnya ia dan Alesha bisa melangkah ke arah yang lebih serius lagi.


''Tentu saja Raffa, akan ku patahkan tulang leherku, jika sampai kau mengecewakan ku. " Barley.


"Iya Tuan saya rela di hukum mati jika saya menyia-nyiakan Alesha. "


Raffa tak bisa berkata-kata, ia pun menghampiri Tuan dan Nyonya Barley, kemudian mencium tangan kedua orang tersebut.


Barley dan Santi saling melepas senyum.


"Jadi kapan kau akan membawa orang tua mu? " tanya Barley.


" Insya Allah secepatnya Tuan.Besok mungkin. "


"Ya baiklah, aku akui keberanian mu Raffa. Aku harap kau tak mengingkari janji mu. "


Asyia dan Andhra ikut bahagia mendengarkannya.


"Kalau gitu saya permisi Tuan. Saya tak sabar untuk memberi tahu keluarga saya tentang berita ini. " Raffa.


"Iya silakan saja. " Barley.


"Assalamu'alaikum. "Raffa.


" Waalaikum sallam. " Barley dan Santi.


Raffa pamit undur diri dengan wajah yang merona bahagia.


Sesampainya di depan mobil , ia pun melonjak ke girangan meluapkan kegembiraan nya, " Yes! Terima kasih ya Tuhan, kau buat ini jadi mudah. "


Raffa menatap kamar Alesha, ia pun merogoh saku celananya kemudian meraih smartphonenya dan segera menelpon sang pujaan hati.


Alesha di landa kebimbangan, ia pun mondar-mandir dengan gelisah.


Treet suara smart phonenya yang berbunyi.


Jantungnya semakin berdebar ketika melihat di layar handphonenya tertera nama Raffa. Alesha takut jika Raffa membawa berita buruk, jika hubungan mereka tak di restui.


"Hallo Kak, Assalamu'alaikum. "

__ADS_1


" Waalaikum sallam, Sayang," Sapa Raffa dengan nada bahagia.


Deg..


"Jadi Kak apa Daddy setuju? " tanya Alesha dengan was-was.


"Tentu dong Sayang. Bahkan besok rencana kak Raffa akan bawa kedua orang tua Kak Raffa untuk melamar kamu secara resmi. " Raffa.


"Alhamdulillah, hiks," ucap Alesha sambil menitikan air matanya.


"Sayang kamu nangis? " tanya Raffa karena mendengar suara isak dari sambungan telpon.


"Iya Kak. Alesha menangis bahagia. Akhirnya hubungan kita mendapatkan restu dari kedua keluarga kita. "


"Iya Sayang, kamu lihat di jendela kamar kamu sekarang. Kak Raffa masih berdiri di sini. Kak Raffa jadi kangen sama kamu. "


Alesha segera menghampiri jendela kamarnya seraya melambaikan tangan.


"Alesha juga kangen Kak, semoga saja Tuhan segera mempertemukan kita dalam keadaan yang halal. "


"Aamiin. "


Keduanya pun saling melambaikan tangan penuh haru dan bahagia. Bahkan keduanya sama-sama meneteskan air mata karena terlalu bahagia.


***


Raffa sampai di rumahnya, kehadirannya sudah di tunggu oleh kedua orang tuanya yang juga deg..degan


Raffa masuk dengan wajah yang murung, matanya juga terlihat sembab.


Baru saja ia tiba di muka pintu, ia sudah di sambut dengan pertanyaan oleh Arief. Sementara ibu dan adiknya juga sudah tak sabar mendengar berita dari Raffa.


"Bagaimana Raffa, apa Tuan Barley menerima kamu?! " tanya Arief.


Raffa semakin menundukkan wajahnya hingga terlihat begitu sedih. Keadaannya terasa menegangkan. Raffa diam beberapa saat.


Arief menarik napas panjang seraya menepuk pundak putranya tersebut.


"Sabarlah Nak. Kalau jodoh tak akan kemana." Arief.


"Iya Yah, tapi Alhamdulillah lamaran Raffa di Terima oleh Tuan Barley. Bahkan besok Raffa sudah janji akan membawa keluarga kita untuk melamar Alesha secara resmi. "


"Alhamdulillah! " ucap mereka secara serempak. Dinar dan Nabila langsung menghambur memeluk Raffa.


Mereka ikut berbahagia di atas kebahagiaan Raffa dan Alesha.


Bersambung dulu ya reader.


Love love deh sama kalian yang masih setia menanti kisah selanjutnya. Terimakasih atas doa dan dukungannya, maaf author blm sempat balas semua komentar dari para reader. BTW terimakasih banyak


Assalamu'alaikum wr. wb.

__ADS_1


__ADS_2