Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Bertemu Asyia


__ADS_3

Setelah pulang dari aqiqah tuan muda Andhra,Arief dan Dinar langsung menuju rutan untuk membesuk Aldo.


Asyia kini berusia tiga bulan, kesehatannya pun semakin membaik , hingga ia bisa di bawa ke rutan untuk menemui Aldo.


Dinar menggendong Asyia, sesekali ia mengajak Asyia berbicara .


"Sayang, kamu mau kemana nih? mau lihat ayah Ya? " tanya Dinar sambil menimang Asyia.


"Eh "Asyia seolah menjawab pertanyaan Dinar, ia pun terlihat senang.


"Hm, sekarang kamu sudah bisa menjawab pertanyaan bibi Ya," Dinar.


Hm eh, Asyia menyahut kembali , Arief tersenyum melihat reaksi Asyia, baru kali ini bayi tersebut di bawa jalan -jalan, jadi Asyia saat itu merasa senang.


Selain lucu dan menggemaskan, Asyia merupakan bayi yang cerdas.


Ia selalu merespon jika ada yang mengajaknya bicara.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di lapas.


Arief menggendong Asyia, membawanya menuju sel di mana Aldo berada.


***


Aldo duduk termenung di suatu sisi ruang tahanan, jantung nya berdetak kencang tak sabar untuk melihat putri tercinta.


Di dalam fotonya Asyia terlihat begitu menggemaskan.


Dari kejauhan Aldo melihat Arief menggendong seorang bayi.


Dengan tongkatnya ia berdiri, melangkah mendekati jeruji besi yang menjadi sekat dari ruangangan tersebut.


Seketika air matanya mengaliri melihat bayi mungil yang menggunakan bandana di kepalanya hingga membuat Asyia semakin lucu.


Air mata Aldo langsung berderai ketika melihat Asyia kini di hadapanya.


"Asyia!" ucap Aldo lirih, dengan suara serak parau yang menahan tangis.


Bayi tersebut melihat kearah Aldo yang menggenggam erat tangannya.


"Asyia sayang, Hiks hiks hiks."Aldo menangis meraih tangan mungil Asyia kemudian menciumnya.


Air mata Aldo membasahi telapak tangan mungil tersebut.


"Asyia sayang," hanya itu yang mampu terucap dari bibir Aldo. Tubuh pun Aldo berguncang hebat beberapa menit ia habiskan untuk menangis.


Sementara Asyia terus menatap Aldo yang menangis menciumi tangannya.


"Maafkan Ayah Sayang, hiks hiks hiks, Ayah ngak bisa jagain kamu, tapi Ayah janji setelah ayah keluar Ayah akan berusaha membesarkan kamu, hiks hiks hiks, semoga kamu jadi anak yang baik dan bisa menerima keadaan Ayah yang seperti ini hiks hiks, "


Arief meneteskan air matanya melihat keadaan Aldo.


Setelah puas menangis dan menyesali keadaannya Aldo menghapus air matanya.


"Bang, aku ingin menciumnya dan menggendongnya. tapi tak bisa, "ucap Aldo dengan menyesal, ia pun kembali menangis.


Arief tak kalah haru.


Ia pun menepuk pundak Aldo.

__ADS_1


"Kamu pegang saja Asyia Aldo , meski kamu tak bisa menciumnya dan memeluknya, "ucap Arief dengan begitu sedih.


Aldo pun menggangguk pelan.


Aldo mengangkat tubuh Asyia merasakan menggendong tubuh tersebut.


"Asiya sayang maaf ya! karna Ayah kamu jadi seperti ini, tapi Ayah menyayangi mu Nak, suatu saat kita pasti bersama lagi, hiks hiks , Aldo kembali menangis


Ahk ahk , omel Asyia pada Aldo.


Asyia menatap kearah Aldo netra bayi tersebut selalu mengikuti gerak gerik Aldo.


Aldo menakup kedua telapak tangannya pada bayi tersebut kemudian menciumnya.


"Ayah mencintai mu Nak," ucap Aldo sambil mencium tangan mungil bayi cantik tersebut.


Eh, sahut Asyia matanya terus menatap kearah Aldo.


Asyia yang sejak dari lahir hidup sendiri di tabung kaca selama dua minggu, sepertinya ia punya kepekaan yang tinggi, ia tak akan menangis jika orang yang menggendongnya tulus dengan tulus dan penuh kasih sayang.


Eh eh eh , entah apa maksud Asyia bersuara seperti itu.


Kata-Kata tersebut terus terlontar dari bibir munggil Asyia yang berwarna kemerahan.


Eh eh , ucap Asyia lagi seraya menatap Aldo yang menangis menciumi telapak tangannya.


Asyia bahkan mengoyang goyangkan kakinya, seperti memberi semangat untuk Aldo.


Setelah puas mencurahkan isi hatinya pada Asyia Aldo mengembalikan Asyia pada Arief.


"Aku titip Asyia."Aldo.


***


Tuan Alex tergeletak di atas lantai tak sadarkan diri.


Semua yang ada di sana membantu menopang tubuh tuan Alex dan membawanya menuju rumah sakit terdekat dengan mobilnya.


Kerumunan masa membuat evakuasi tuan Alex terhambat, suasana pendemo pun semakin ricuh, mereka masih berorasi meneriakan tuntutan mereka.


Keadaan benar-benar kacau bahkan petugas polisi pun kesulitan menangani para demonstran.


Mereka menahan mobil yang membawa tuan Alex.


Setelah berunding dengan beberapa pemimpin para demonstran tersebut Akhirnya mereka memberi jalan dan membiarkan mobil tuan Alex melewati kerumunan.


Setelah evakuasi yang berlangsung dramatis tersebut Akhirnya mereka bergerak secara leluasa keluar dari blokade jalan yang menuju jalan raya.


Tuan Alex langsung di bawa ke ruang UGD untuk mendapat pertolongan pertama, setelah melalui serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa jika tuan Alex terkena serangan jantung.


Salah satu dari karyawan tuan Alex menghubungi pihak keluarga nya.


Beberapa saat kemudian telpon nghubungi Nyonya Alex tersaambung.


"Hallo, "sapa Miranda.


"Hallo Nyonya, maaf ada berita buruk yang menimpa tuan Alex," suara sambungan telpon dari seberang.


"Apa ? ada berita buruk apa? " tanya Miranda syok sekaligus khawatir

__ADS_1


"Tuan Alex terkena serangan jantung dadakan. "


Bagai tersambar petir seketika Miranda syok, telponya pun terlepas.


"Papi! " tangis Miranda pecah.


Beberapa saat kemudian Nyonya Miranda menelopon sang putri.


***


Cintya merasa pusing dan berkunang-kunang perutnya terasa sakit akibat selalu muntah.


Entah kenapa hari ini tubuhnya terasa begitu lemah dengan perut yang masih bergejolak


Cintya berlari kecil dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, kemudian ia memuntahkan isi perutnya.


Ini yang ke tiga kalinya ia muntah kepalanya pun terasa pusing.


Setelah itu ia pun berlari menuju kamarnya kembali untuk menganggkat panggilan dari Smart phonenya


Cintya menatap layar smart phone nya dengan mata yang berkunang-kunang.


"Mami!" gumannya.


Cintya pun mengangkat telpon tersebut.


"Hallo ma... ," kata-kata Cintya terputus.


"Cintya! Papi terkena serangan jantung, hiks hiks hiks, " Miranda pun menangis di sambungan telponya.


"Apa? tapi Kenapa Mami?! hiks hiks " Cintya menangis hister.


"Mami tidak tahu Cintya! sekarang kita kerumah sakit! " Miranda.


"Iya Mami! " Cintya pun menutup telponya.


Ia bergegas menuju mobil, meski merasa kurang sehat, Cintya memaksakan dirinya untuk menemui Papinya.


Begitupun Miranda , ia langsung menuju rumah sakit.


Keduanya bertemu di ruang Ugd.


Miranda heran melihat wajah Cintya yang terlihat pucat .


"Cintya apa yang terjadi padamu Nak? " tanya Miranda semakin khawatir.


"Tidak apa apa Mami. Yang terpenting kesehatan Papi." Cintya.


Cintya dan Miranda menghampiri seorang karyawa Alex yang membawa tuan Alex ke rumah sakit.


"Apa yang terjadi pada suamiku? " tanya Miranda.


'Maaf Nyonya ,tuan Alex mengalami serangan jantung ketika melihat para buruh yang berdemo di depan kantor, mereka menuntut hak mereka Nyonya,"ucap karyawan laki-laki tersebut.


"Apa? "Miranda syok", Tapi kenapa para buruh itu sampai berdemo?! tanya Miranda.


"Ini semua juga karna kebijakan baru tuan Nyonya yang mengabaikan nasib mereka , tuan selalu menunda pembayaran gaji dan pengsalon mereka, " papar karyawan tersebut.


Miranda menarik napas panjang, merasakan khawatir.Namun, ia semakin panik ketika Cintya tumbang di samping nya

__ADS_1


Bersambung dulu ya reader , terima kasih atas dukungannya serta memberi saran untuk nama Santi dan Barley.AsyiaAsyiaAsyia


__ADS_2