Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Keputusan


__ADS_3

"Dia ? Dia ibuku." Asyia.


"Hm, memangnya kau berapa banyak ibu?"tanya Andhra.


"Tiga."


"Hah? Maksud mu ayah mu mengawini tiga orang wanita?"tanya Andhra kaget.


"Bukan begitu. Ada ibu yang merawat ku, ada ibu yang menyusui ku ,yakni bibiku dan wanita itu adalah ibu yang telah melahirkan ku," jawab Asyia.


"Hm, kau memang unik Asyia. Sudah telpon ayahmu. Bilang jika kau ikut dengan ku." Andhra.


"Hah ikut dengan mu?! Kemana? " tanya Asyia kaget.


"Sudah ikut saja." Andhra.


Hm. .Asyia mengangguk lirih.


"Kau belum jawab pertanyaanku tuan muda. Apa kau donatur yang membiayai biayai operasi ku?"tanya Asyia.


"Jika iya memangnya kenapa?"tanya Andhra balik.


"Hm apa kau punya uang sebanyak itu? Pasti kau yang memaksa ayahmu," terka Asyia


"Hm, kau meragukan ku ternyata. Itu uang pribadi ku di rekening tabungan ku. Kau tahu Asyia. Sebelum aku lahir kedunia ini kedua Kakek ku sudah membuat rekening untuk ku. Mereka sudah membagi saham saham perusahaan-nya dan mengalihkannya atas nama ku. Jadi kau tak usah khawatir jika aku akan jatuh misikin karna menyumbangkan sejumlah uang untuk operasi mu," utur Andhra seraya tersenyum.


"Hm kau baik sekali."Asyia.


"Tidak juga. Mommy ku permah bilang padaku, kita akan merasa bahagia bila kita bisa membuat orang lain bahagia."


"Aku mendengar sendiri dari paman mu tentang perjuangan dirimu dalam melawan penyakit mu Asyia. Jangan sia-sia kan kesempatan yang datang. Operasi tersebut merupakan salah satu ikhtiar, dan jika ada kesempatan tak baik untuk di tolak." Andhra.


Hm Asyia tertunduk.


Andhra memberani kan dirinya untuk mengangkat dagu Asyia dengan jari telunjuknya,hingga mereka pun saling menatap.


"Ini waktunya bagimu untuk meraih masa depan mu Asyia. Wujudkan cita-cita apa saja yang ingin kau wujudkan. Bukankah kau ingin jadi seorang dokter?"tanya Andhra.


Asyia tersenyum.Iya aku ingin jadi seorang dokter. Aku ingin sekali bisa berlari kencang, bisa bermain basket, voly ,sepak bola dan semuanya. Aku ingin bisa melakukan itu semua," ucap Asyia dengan senyum penuh semangat.

__ADS_1


"Bagus! Begitulah seharusnya." Andhra.


Ehm.


Andhra tersenyum. Sungguh semangat Asyia selalu jadi inspirainya. Entah kenapa ia merasa ada yang istimewa dari gadis vampire tersebut.


Tak berapa lama mereka pun sampai di sebuah komplek perkantoran.


"Ehm untuk apa kita kemari?"tanya Asyia.


"Ada sesuatu yang menunggu kita. Ayo ikut aku." Andhra.


Mereka keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam sebuah gedung perkantoran milik Hasta Raja Prawira.


"Selamat siang tuan muda." Satpam ia pun membuka pintu untuk keduanya.


"Selamat siang." Andhra.


Asyia mengedar pandangannya ia melihat-lihat design interior gedung tersebut.


Saking terlenanya Asyia tak menyadari Andhra telah berjalan jauh kedepan.


Ia pun kembali keluar dari lift.


"Asyia! Sini cepat sedikit." Seru Andhra.


"Ehm iya."


Asyia mempercepat langkahnya.Menghampiri Andhra.


Mereka pun masuk kedalam lift.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di lantai tiga dari gedung tersebut.


Ting! Pintu lift terbuka.


Andhra langsung berjalan menuju sebuah ruangan, begitupun Asyia yang mengikutinya.


Sesampainya di ruang tersebut ternyata ayah, paman dan tuan Barley terlihat sedang mendiskusikan sesuatu.

__ADS_1


"Assalammualaikum. "Asyia.


"Waalaikum sallam."


Asyia pun duduk di samping ayahnya.


Begitupun Andhra yang juga duduk di samping Daddynya.


"Ayah ada apa ini ?"tanya Asyia sedikit berbisik.


"Ehm dengarkan saja. Sebentar lagi juga kamu akan tahu."


"Asyia, Andhra pasti sudah memberi tahu kamu, kenapa kau di bawa ke sini?"tanya Barley.


Asyia menggeleng lirih.


"Asyia kami berniat untuk mendaftar operasi cangkok jantung untuk kamu.Setelah berkompromi dengan ayah dan paman kamu mereka setuju, tinggal menunggu keputusan dari kamu. Maaf ini terlalu tergesah-gesah.Tapi operasi ini butuh prosedur yang cukup panjang, mulai dari mengambilan sample darah, tes urin dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah kamu menderita penyakit lainnya. Dan itu harus di obati terlebih dahulu, agar tak mengakibatkan komplikasi dan bisa menimalisir resiko yang bisa berakibat fatal" Barley.


Ngeri, itulah yang Asyia dengar dari penuturan Barley tersebut.


Tapi hanya ada dua pilihan bagi Asyia saat itu.


Pasrah dengan keadaan dan entah berapa lama ia bertahan atau menjalani operasi sebagai ikhtiar dari pengobatannya. Sebagai anak cerdas Asyia mampu menggambil keputusan dengan cepat.


Operasi atau tak operasi jika saatnya mati ia akan mati. Tapi setidaknya dengan melakukan operasi, ia masih bisa berharap dan tak menyerah begitu saja dengan keadaan.


Mereka semua menunggu jawaban dari Asyia.


"Bismillah, Asyia mau Tuan di operasi,"ucap Asyia dengan tersenyum.


Mereka semua tersenyum mendengar keputusan Asyia.


Aldo memeluk Asyia, dan menciumnya. Asyia memang gadis pemberani dan pantang menyerah. Tak semua orang berani mengambil keputusan dengan resiko yang cukup tinggi tersebut.


Sebagaian orang beranggapan jika operasi adalah momok yang menakutkan hingga memikirkannya saja bisa membuat mereka drop.


Hidup mati memang telah di tentukan oleh Yang maha kuasa, setidaknya mereka telah mengupayakan semaksimal mungkin untuk Asyia, Agar tak jadi penyesalan dalam hidup mereka.


Bersambung dulu ya. Selamat berbuka puasa. Terima kasih atas dukungan dan saranya.

__ADS_1


Assalammualaikum Wr.Wb.


__ADS_2