Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Impian Menua Bersama


__ADS_3

Kini Nyonya Syein ingin beranjak ke ruangan yang di katakan suster Syanin. Sudah cukup lama ia tidak kembali ke rumah dan Jacobie tidak ada memberikan kabar tentang adiknya.


 “Sus, Zeyra di mana?” tanya Nyonya Syein yang penasaran.


“Di ruangan sebelah Tuan Fiky, Nyonya.” Jawab suster Syanin dengan polosnya.


Dengan cepat Nyonya Syein ikut ke ruangan Zeyra bersama suster Syanin ia penasaran sakit apa yang Zeyra derita.


Sesampainya di ruangan rawat Zeyra, kebetulan saat Nyonya Syein berada di ruangan itu Dokter sedang memeriksa keadaannya. Mau tidak mau semua akhirnya terungkap tanpa Zeyra perlu menjelaskan lagi.


“Dok, bagaimana keadaannya?” tanya Nyonya Syein.


“Nona Zeyra baik Nyonya, kandungannya juga sejauh ini sehat.” Jelas Dokter dengan santainya.


Nyonya Syein yang terkejut mendengar Dokter mengatakan kandungan tidak percaya seperti ada yang salah dengan pendengarannya.


“Kandungan Dok?” tanya Nyonya Syein terkejut.


“Iya Nyonya, kandungan.” Ucap Dokter.


“Zeyra hamil Dok?” tanya Nyonya Syein yang membuat Zeyra merasa tidak enak.


“Iya Nyonya.” Dokter menjawab dengan yakinnya.


Mengetahui hal itu Nyonya Syein seketika terdiam sepertinya bukan waktu yang tepat untuk bertanya sekarang. Nyonya Syein menunggu kepergian Dokter dan melanjutkan pertanyaannya pada Zeyra.


“Kamu hamil dengan siapa?” tanya Nyonya Syein dengan nada bicara yang sangat hati-hati.


Zeyra hanya tertunduk malu untuk mengakuinya bagaimana bisa ia menceritakan hal yang memalukan itu pada Nyonya Syein.


Mau di taruh mana wajahnya itu terlebih lagi ia akan membuat Jacobie lebih malu tentunya. Cukup lama Zeyra terdiam tanpa kata ia bingung harus berkata apa sampai akhirnya Nyonya Syein menyuruhnya untuk istirahat.


“Yasudah kau istirahat saja, jika tidak ingin membahasnya tidak papa.” Nyonya Syein tersenyum pada Zeyra.


Dengan cepat Zeyra merebahkan tubuhnya dan kembali tidur dengan suasana hati yang tidak tenang.


Setelah cukup lama Nyonya Syein berada di ruangan Zeyra akhirnya ia kembali ke ruangan Jee wajahnya bahagia ketika melihat Alfy dan Jee sudah berpelukan tampak raut bahagia di wajah Alfy saat ini.


“Sayang, kita semua pulang duluyah.” Ucap Nyonya Syein bersama kedua orang tua Jee.


“Iya Mah, hati-hati yah.” Jawab Jee sembari tersenyum.


Setelah kepergian keluarga kini Alfy dan Jee tinggal berdua di ruangan itu, Alfy tidak pernah beranjak sedikitpun dari kursinya.


“Han, apa kau tidak ingin membersihkan tubuhmu?” tanya Jee yang melihat raut kusut suaminya.


“Aku bau yah?” tanya Alfy.


 


Jee yang mendengar hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


“Sejak kapan suamiku memiliki bau badan sih.” Suara Jee megusap lembut wajah suaminya.


Dengan cepat tangan Jee di genggam oleh Alfy di wajahnya lalu mengecup tangan istrinya cukup lama ia memejamkan matanya.


Mengingat kejadian saat Jee hampir saja meninggalkannya sendirian tak terasa air matanya kembali menetes. Jee yang merasa tangannya basah segera memegang wajah suaminya. Ia menatap dengan dalam lalu mengusap air mata Alfy perlahan, Alfy yang mendapatkan perlakuan itu dengan cepat memeluk istrinya.


Kini pecah suara tangis yang sejak tadi Alfy tahan di pelukan istrinya.


“Jangan tinggalkan aku lagi yah, kumohon!” ucap Alfy.


“Aku tidak akan mungkin meninggalkanmu percayalah, Han.” Jee berusaha menenangkan suaminya.

__ADS_1


Kini keadaan Jee sudah tampak lebih baik dari sebelumnya tanpa sedikitpun Alfy mau beranjak jauh darinya.


Hari-hari ia lewati hanya di ruangan berbaring di temani oleh suaminya yang setia bersamanya akhirnya terdengar suara ketukan pintu.


Dengan pelan pintu pun terbukan yang menunjukkan beberapa orang tampak hadir dengan wajah tersenyum. Jee melihat mereka juga ikut tersenyum sahabatnya datang dengan lengkap tanpa ada yang kurang satu pun.


Setelah tiba di dekat Jee satu persatu Dara, Mira, dan Sisil memeluknya bergantian. Sedangkan Meykel, Refan, dan Rian hanya bersalaman dengan Jee.


Alfy yang merasa tidak enak memberi batas pada mereka akhirnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


“Han, aku mandi duluyah? Kalian lanjut aja.” Ucap Alfy dengan lembut.


Semua mendengar tampak bengong melongo sedangkan Alfy pergi dengan meninggalkan senyuman di wajahnya.


Setelah Dara memastikan Alfy masuk ke dalam kamar mandi mereka tampak heboh.


“Jee, itu benar Alfy kan?” tanya Sisil.


“Iya benar dong, memangnya siapa kalo bukan Alfy coba?” Jee yang tertawa melihat ekspresi para sahabatnya.


“Kenapa kayak ada yang beda gitu yah nggak sih?” sambung Meykel.


“Iya dia memang lebih mudah tersenyum sekarang entah kenapa.” Jelas Jee masa bodoh.


Para sahabatnya benar-benar salut dengan perubahan Alfy karena yang mereka lihat saat pernikahan ekspresi Alfy benar-benar seperti ingin memakan mereka.


Terlebih lagi banyak gosip yang menyebarkan bahwa pengacara muda tampan itu sifatnya sangatlah angkuh.


“Wah sepertinya kau bisa merubahnya sangat jauh Jee.” Ucap Meykel bercanda.


“Dia itu memang sangat baik kok aslinya, hanya saja wajahnya sedikit kaku hehehe.” Suara Jee yang mengejek suaminya.


Alfy yang penasaran dengan obrolan mereka ternyata sekarang memanjat closet di kamar mandi dan memasang telinganya di ventilasi.


Pria itu tampak penasaran yang mereka bicarakan Alfy takut jika salah satu pria bersama Jee menggombalnya. Hanya kran airlah yang ia jalankan namun sudah beberapa menit di dalam belum juga mandi.


Jee yang merasa kepergian suaminya sudah cukup lama tampak penasaran menoleh ke arah kamar mandi. Namun belum juga terlihat kehadiran suaminya lalu ia melanjutkan lagi obrolan dengan para sahabatnya.


“Jee, setelah ini kuliahmu bagaiamana?” tanya Rian.


“Bagaimana apanya?” Jee bertanya balik.


“Apa kau masih ingin lanjutkan?” tanya Rian.


“Tentu saja aku ingin memiliki pendidikan juga pastinya seperti kalian dan seperti suamiku.” Jelas Jee dengan santainya.


Padahal Jee berasal dari keluarga yang mampu bahkan sangat mampu namun wanita itu tampak keras kepala menyangkut pendidikan.


Jee sangat paham pendidikan itu begitu penting untuk seorang wanita mendidik anaknya kelas. Wanita bukan hanya bertugas di dapur namun mendidik keseharian anak sangat besar perannya. Jika wanita tidak memiliki pendidikan bagaimana ia akan mengajarkan anaknya tentang pelajaran.


Pendidikan tinggi tidak akan rugi jika hanya akan di pakai wanita yang selalu menghadap di dapur setiap harinya.


Selain untuk anak, Jee ingin meneruskan kecerdasannya agar bisa berguna bagi banyak orang nantinya. Alfy yang sangat memahami jalan fikiran istrinya sangat mendukungnya.


“Wah kalian memang pasangan yang cocok yah sama-sama pinar dan cantik ganteng juga.” Tambah Dara dengan kagum.


“Bisa ajasih mujinya.” celoteh Jee.


Setelah Alfy mendengarkan cukup lama percakapan istrinya dengan sahabatnya akhirnya ia memutuskan untuk segera mandi.


“Brakkkk.....” suara Alfy terjatuh dari kloset karena licin.


“Aw....” Alfy menejerit kesakitan sambil mengusap bokongnya yang terbentur ke lantai.

__ADS_1


Semua yang mendengar terkejut menatap ke arah kamar mandi Jee yang panik mencoba berteriak-teriak.


“Han.....han...” kau tidak papa?” tanya Jee dengan berteriak.


“I....ya aku tidak papa.” Jawab Alfy sambil menahan rasa sakitnya.


“Ada apa yah Jee?” tanya Sisil yang tampak penasaran.


“Entahlah.” Jawab Jee sambil menaikkan pundaknya.


Astaga Alfy apa yang kau lakukan rasakan karena kecurigaannmu kau sampai terjatuh kan apa lagi sih yang membuatmu takut. Istrimu sudah jelas mencintaimu mengapa cemburu susah sekali untuk kau buang.


“Ah sial...mengapa sakit sekali.” Alfy yang tampak kesal sambil terus menyabuni tubuhnya.


Beberapa menit kemudian Alfy sudah selesai mandi dan mengganti pakaian lalu keluar melangkah mendekat mereka yang sejak tadi menunggu kedatangannya.


“Kau lama sekali Han?” tanya Jee dengan terus menatapnya.


“Maafkan aku.” Jawab Alfy singkat.


Ia berusaha menahan tangannya untuk memegang bokongnya yang masih sakit akibat benturan tadi.


“Oia Kak, kami mau pamit pulang duluyah.” Ucap Sisil sambil tersenyum pada Alfy.


“Kami titip Jee yah Kak,” lanjut Dara lagi.


“Hati-hati yah Jee.” Meykel yang mengejeknya entah apa maksudnya.


“Hati-hati, memangnya aku mau ngapain Jee?” tanya Alfy yang dengan ketus.


“Tidak, maksudnya Jee hati-hati jika bergerak dia masih begitu lemas.” Jelas Meykel yang tertawa.


Namun Alfy menatapnya dengan tajam Jee yang menyadari tatapan suaminya segera menarik tangan Alfy.


“Ada apa dengan matamu, Han?” tanya Jee.


“Tidak apa-apa.” jawab Alfy singkat.


Alfy yang terus menatap kepergian para sahabat istrinya dengan tatapan membingungkan jika di lihat oleh Jee. Akfhirnya kini tinggallah mereka berdua saja di ruangan itu. Jee merasa sangat bosan sudah cukup lama ia


berbaring tanpa kemana-mana.


“Han, aku bosa kita pulang aja yuk.” Ucap Jee tidak masuk akalnya.


“Bagaimana kau bilang pulang, keadaanmu masih lemah.” Suara Alfy dengan cepat menjadi tinggi.


Jee yang terkejut segera menundukkan kepala merasa takut pada Alfy menyadari sikapnya yang salah dengan cepat Alfy menghela nafasnya lalu tersenyum pada Jee kembali.


“Kita jalan-jalan di taman rumah sakit ajayah.” Ajak Alfy yang membuat Jee tersenyum dan mengangguk setuju.


Setelah Alfy memndorong Jee dengan kursi roda kini mereka menuju taman yang tampak ramai memperlihatkan tanaman yang hijau membuat mata segar.


Disana mereka melihat sepasang suami istri tengah asyik bermain dengan anaknya. Jee yang melihatnya kembali teringat dengan anak yang gugur dari perutnya. Wajahnya kembali murung menyadari raut wajah istrinya tidak enak Alfy dengan segera membalikkan pandangan Jee ke arah yang memperlihatkan sepasang Kakek dan Nenek sedang bersuapan.


Nenek itu tampak memakasi baju pasien sedangkan suaminya terus menyuapi istrinya sambil bercanda. Jee yang melihatnya tersenyum lucu kedua orang itu sangat romantis meskipun sudah tua.


“Nanti kita seperti itukan?” suara Alfy memecahkan tawa Jee.


“Tentu saja,” jawab Jee singkat.


Alfy juga ikut tertawa melihatnya membayangkan kelak ketika sudah menua bersama Jee sangat lucu pastinya.


Hai semuanya ikuti terus kelanjutannya yah author semakin semangat nih liat kalian semangat juga bacanya terimakasih yah atas segala bentuk dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2