Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Kekecewaan Sisil


__ADS_3

“Bu-kan, saya benar-benar tidak sengaja.” Pria itu berbohong.


Sebenarnya ia yang melihat Jee dari dalam mobil sejak di lampu merah tadi sudah megincar untuk bertemu langsung, namun entah apa yang ada di dalam fikirannya berani sekali membangunkan singa yang tertidur sepertinya.


“Iya tidak apa-apa lain kali hati-hati, dan kau juga sudah ku katakan jangan laju-laju.” bentak Jee pada suaminya.


“Dia memangilku Kau.” ucap Alfy dalam batinnya


“Ayo pergi.” ajak Jee yang mendorong Alfy masuk ke mobil.


Sementara Alfy yang terus menatap tajam ke arah pria itu merasa seperti ada yang aneh. Kepergian Jee dan Alfy menyisakan perasaan penasaran pada orang yang masih berdiri di samping mobilnya dengan wajah tersenyum kecil.


Setelah lama perjalanan kini Jee sampai juga di kampusnya dan langsung di sambut oleh kedua sahabatnya Mira dan Sisil tanpa Dara. Alfy yang baru saja memutar mobilnya keluar kampus kini melihat mobil yang tidak asing di matanya. Dan yah mobil itu yang baru saja menyerempet mobil baru istrinya. Mata Alfy begitu menatap taman pria itu saat berpapasan.


“Sepertinya pria itu Kakaknya gadis manis tadi mengapa di dunia selalu tidak adil setiap wanita cantik jika tidak memiliki Ayah yang galak pasti Kakak yang kejam.” gumam Pria itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


“Eh Sil, aku ada info kalo Kak Fiky dan Dara itu belum pacaran loh.” ucap Jee yang sudah tiba di kampus dan baru teringat setelah malam pernikahan Zeyra dan Delon saat bertemu kedua sahabatnya.


Sisil yang mendengar berita bahagia itu tampak gembira sambil meloncat sesekali dan memeluk tubuh Jee. Belum lama ia kesenangan kini sudah tampak Fiky yang datang bersama dengan Dara mereka tampak tersenyum ceria.


“Kalian dari tadi yah?” tanya Dara yang tersenyum.


“Baru saja kok.” jawab Jee.


Sisil yang tidak menjawab karena terlalu senangnya kini sudah merangkul tangan Fiky tanpa meminta persetujuan dan dengan sengaja tasnya mendorong tubuh Dara agar menjauh dari Fiky.


“Apaan sih, Sil?” tanya Dara yang tampak kesal melihat tingkah sahabatnya.


“Kak nanti makan di kantin bareng yuk.” ajak Sisil yang enggan menjawab Dara.


“Ta-pi Sil-“ (ucapan Fiky terpotong saat melihat Dara yang sudah lari pergi menjauh dari mereka).

__ADS_1


Dengan cepat Fiky segera menyusul Dara namun lagi-lagi tangannya di tahan oleh Sisil untuk tetap bersama mereka.


“Sisil, aku mohon jangan membuat kami jadi salah paham.” ucap Fiky yang melepas tangan Sisil dan mengejar Dara.


Jee dan Mira yang mendengar ucapan Fiky tampak melongo tidak percaya, jika benar pendengaran mereka itu tandanya Fiky dan Dara sudah memiliki hubungan. Sisil yang merasa kecewa karena di tolak kini tampak diam mematung. Matanya sudah berkaca-kaca menahan air mata yang ingin jatuh.


“Jee, itu tandanya mereka sudah pacaran, kan?” tanya Mira.


“Aku juga tidak tahu, terkahir mereka bilang belum.” jelas Jee yang tampak tersenyum bodoh mengartikan ucapan yang ia ingat-ingat tandanya akan terjadi.


“Heeeeemm.” Suara Sisil yang menahan tangisnya dengan menutup mulutnya ketika mendengar ucapan Jee.


“Aduh Sil, maafin aku.” Jee yang mulai panik.


Kini Jee dan Mira berusaha menenangkan Sisil karena sebentar lagi perkuliahan akan di mulai tidak mungkin mereka berdua meninggalkan Sisil sendirian. Setelah banyaknya rayuan maut yang keluar dari mulut dua wanita itu tidak butuh waktu lama Sisil pun sudah mulai berhenti menangis. Mira yang sama dengan kelas Sisil kini mengajaknya untuk ke kelas.


Sedangkan Jee yang baru saja ingin masuk ke kelas tiba-tiba, “Aw.” rintihnya.


“Kamu." ucap Jee sambil menunjuk wajah pria itu.


Dengan cepat ia mengulurkan tangannya mengajak kenalan Jee di depan kelas, namun sayangnya belum sempat ia mengatakan apa-apa Fiky sudah lebih dulu menghampiri mereka.


“Ayo masuk, Jee.” ajak Fiky.


“Oke Kak.” sahut Jee tersenyum dan meninggalkan pria itu yang masih mengulurkan tangannya dengan terus menatap Jee sampai ke kursi.


Fiky yang melihat pria itu tampak tersenyum sinis tentu ia tahu apa maksud uluran tangan itu yah tanda awal pendekatan tentunya.


“Rupanya kau belum tahu siapa yang kau ajak berkenalan yah?” gumam Fiky tertawa mengejek.


Fiky yang merasa baru pertama kali melihat pria itu kini menebak jika dia adalah mahasiswa pindahan yang baru di bicarakan di ruang dosen tadi.

__ADS_1


“Kau anak  baru perkenalkan dirimu.” pintah Fiky.


“Cih ku fikir dia juga mahasiswa tadi ternyata Dosen.” gerutu pria itu dengan tatapan datarnya melangkah maju.


Semua mata tertuju padanya, wajahnya yang begitu tampan benar-benar membuat seisi ruangan seperti terpancar cahaya ilahi. Sedangkan Jee yang merasa semua kebetulan seperti sangat aneh dari mereka yang bertemu di jalan kemudian bertemu di pintu dan ternyata mereka satu kelas. Sungguh hal yang luar biasa dan sangat jarang terjadi.


Pria itu berdiri dengan tegapnya memperkenalkan diri, namanya Ravindra Theo mahasiswa pindahan dari Bali. Setelah merasa sudah cukup perkenalan dirinya kini ia di persilahkan Fiky untuk kembali duduk. Fiky yang tersenyum melihat tatapan Ravindra pada Jee tampak tidak heran lagi karena sebelumnya ia juga sudah merasakan hal itu bahkan jauh lebih dalam.


Beruntungnya saat ini Fiky sudah menemukan tambatan hatinya yang mampu menutup pintu hati Fiky untuk Jee sedikit demi sedikit. Perkuliahan mereka lewati seperti biasanya dan Jee yang selesai kuliah kini sudah di jemput oleh suami kesayangannya itu.


Hari-hari terlewati begitu baik seperti biasanya, begitu pun dengan rutinitas Delon yang mengantarkan istrinya untuk periksa kandungan. Sejauh ini kandungan Zeyra baik-baik saja wajah legah di kedua pasangan itu sangat terlihat.


***


“Wen, kamu tumben sarapan pagi-pagi, mau kemana?” tanya Tuan Rusli yang melihat putrinya yang sudah sangat rapi.


“Wenda mau cari pekerjaan, Yah.” jawab Wenda sambil terus menyendok makanan ke mulutnya.


Tuan Rusli yang mendengarnya hanya tersenyum karena Wenda tidak akan ia biarkan bekerja di perusahaan lain selain miliknya. Perlahan pria itu melangkah mendekat pada Wenda dan mengelus rambut putrinya.


“Kau tidak perlu mencari kerja sayang, Ayah sudah memiliki tempat untukmu di perusahaan.” jelas Tuan Rusli.


Wenda yang terkejut mendengar ucapan Tuan Rusli seketika terhenti aktifitas makannya.


“Ayah, biarkan Wenda mandiri dulu yah, Wenda ingin berusaha sendiri.” ucap Wenda yang memasang wajah sedihnya.


Tuan Rusli yang tidak tega melihat kini hanya mendengus kesal sambil berusaha keras menganggukkan kepalanya. Wenda yang melihatnya hanya tersenyum dan segera memeluk tubuh pria itu.


“Terimakasih Ayah.” ucap Wenda.


Kini ia pergi dengan mobil pribadi yang sudah di belikan Tuan Rusli untuknya, di perjalanan wanita itu merasa sangat senang hidupnya yang akan ia mulai saat ini tentu sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Wenda yang selalu menjadi wanita hypers*x kini telah berubah sejak ia di rehabilitasi di luar negeri. Tentu semua karena keterlibatan Ibu tirinya yang begitu sangat perduli dengannya.

__ADS_1


__ADS_2