Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Membaik


__ADS_3

Beberapa hari menjalani perawatan dari Dokter Adeline kini kesehatan Jee sudah tampak terlihat wajahnya yang tidak begitu pucat memberikan rasa ketenangan bagi keluarga termasuk Alfy suaminya yang dari hari pertama mengetahui keadaan istrinya selalu khawatir tanpa henti. Melihat perkembangan pasiennya Dokter Adeline merasa sedikit legah setidaknya ada harapan untuk Nona Jee bisa sembuh.


"Tuan Alfy saat ini keadaan Nona Jee semakin membaik kita bisa merawatnya di rumah mungkin?" tanya Dokter Adelin meminta persetujuan Alfy.


"Jika memang Dokter yakin kami percayakan kesembuhan Jee pada anda Dok," jawab Alfy dengan wajah sedikit segar dari hari sebelumnya.


"Yasudah Dokter bisa beri tahu kami apa saja yang perlu kami persiapkan untuk perlengkapan Jee," sambung Tuan Reindra dengan penuh antusiasnya.


"Baik Tuan nanti saya berikan catatannya," jawab Dokter Adeline dengan tenangnya.


Mendengar hal itu semua semakin legah karena Jee bisa kembali ke rumah lagi bersama dengan yang lain sementara suster Syanin yang berada di ruangan saat mendengar hal itu ada rasa bahagia dan rasa sedih juga karena jika mereka semua sudah kembali ke rumah mungkin ia tidak akan bisa melihat Jacobie lagi. Tapi bagaimanapun juga ia harus merasa senang karena Nona Jee sudah bisa pulang dengan keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.


Kini semua bersiap untuk kembali ke rumah begitu juga dengan Jee yang sudah di naikkan ke kursi roda untuk menuju mobil di ikuti sekeluarga dan juga Dokter Adeline. Sementara suster Syanin yang masih berdiri di ruangan itu hanya menatap dari kejauhan kepergian mereka sampai akhirnya ia tersadar untuk bergegas membereskan kamar itu lalu kembali bekerja.


Di gedung Syein Biglous tampak Delon dan Jac yang sedang berbicara serius dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Nona Friska Brain pemilik perusahaan Fragflow. Mereka sedang berdebat karena wanita itu merasa keberatan jika berkas kontrak miliknya di buka oleh sembarang orang apalagi Delon dan Jac yang hanya bawahan Alfy tidak memiliki hak atas itu menurutnya. Merasa kewalahan menghadapi wanita yang ucapannya sama sekali sulit untuk di putus akhirnya Jac dan Delon meminta waktu sebentar untuk berdiskusi.


"Sepertinya kasus kita saat ini sulit karena berhadapan dengan wanita yang seperti burung berkicau membuat telingaku panas," ucap Delon pada Jac.


"Kau benar jika saja ia mengajakku untuk berkelahi mungkin aku jauh lebih sanggup dari pada menghadapi setiap celotehannya tanpa bisa berhenti," balas Jacobie dengan wajah melasnya.


"Apa kita hubungi Tuan Alfy saja?" tanya Delon dengan ragu.


"Tunggu sebaiknya aku tanya keadaan Nona Jee pada Adeline dulu," cegah Jacobie dan segera meraih ponsel di saku jas miliknya.


Melihat hal itu lagi-lagi Delon menjadi semakin penasaran tentang kedekatan mereka bagaimana bisa Jac secepat itu akrab dengan seorang wanita baru kali ini ia melihatnya selama bertahun-tahun mereka bekerja dengan Syein Biglous.


"Adeline bagaimana keadaan Nona Jee?" tanya Jac dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Nona Jee sudah membaik saat ini kami sedang perjalanan ke rumah karena saya akan merawatnya di rumah." jawab Dokter Adeline dengan lembutnya.


"Baiklah kalau begitu terimakasih yah," ucap Jac dengan nada bicara yang tak kalah santai dari Adeline sambil memutus sambungan ponselnya.


"Wah...wah sepertinya ada yang semakin dekat," ejek Delon pada Jac sambil tertawa kecil.


"Kau hanya salah faham kami tidak ada maksud apa-apa," jelas Jac yang memang merasa biasa saja tanpa ia sadari tingkahnya mulai berubah.


"Yah terserah kau sajalah," Dengan wajah pasrahnya malas berdebat dengan Jac kini Delon kembali duduk di sofa ruangan mereka.


Setelah mendapat kabar jika Nona Jee sudah membaik kini Delon dan Jac mempertimbangkan langkah yang harus mereka ambil dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menghubungi Alfy terlebih dahulu.


"Ada apa Jac?" tanya Alfy penasaran.


"Maaf Tuan apakah anda bisa ke kantor saat ini?" Dengan suara bergetar Jac merasa berat meminta Tuannya ke kantor di situasi seperti ini.


Dan hal itu membuat semuanya terkejut Jee dan Nyonya Syein merasa kaget mendengar nada bicara Alfy yang tidak bisa di kendalikan lagi. Dengan cepat Alfy memutuskan sambungan itu lalu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku jas miliknya.


"Ada apa?" tanya Jee dengan suara pelan dan memegang lengan suaminya.


"Tidak ada apa-apa istriku," jawab Alfy yang berusaha mengendalikan emosinya.


"Ada hal penting di kantoryah?" tanya Jee lagi dengan nada bicara penuh hati-hati.


"Iya tapi kau tidak perlu memikirkannya." jawab Alfy tersenyum yang terlihat sedikit memaksa.


"Aku sudah baik-baik saja suamiku kau bisa kembali bekerja," Berusaha membujuk Alfy.

__ADS_1


"Tidak, aku ingin menjagamu sampai kau sembuh." Melawan ucapan istrinya Alfy tetap bersikeras ingin bersama Jee.


"Apa kau tidak percaya dengan Mama Fy?" sambung Nyonya Syein lagi.


"Bukan begitu Mah aku hanya-" (Ucapan Alfy terpotong ketika Jee berusaha meyakinkan suaminya lagi).


"Aku sudah tidak apa-apa suamiku kan ada Dokter Adeline juga," Ucap Jee sambil menampilkan senyuman terindahnya yang selalu tidak bisa membuat Alfy melawannya.


"Yasudah baiklah setelah aku mengantarmu aku segera ke kantor," ucap Alfy yang mengalah dari perlawanan kedua wanita itu.


Akhirnya setelah beberapa menit kini ketiga mobil itu sampai di kediaman Syein Biglous semua pelayan tampak antusias menyambut kedatangan Nona mudanya dan kamar pun sudah mereka siapkan dengan berbagai alat medis yang akan Jee butuhkan selama masa pengobatan itu. Sementara Alfy yang sudah mengantarkan Jee ke dalam kamar dengan segera bergegas menuju kantor sedangkan Bi Rian sedang mengantar Dokter Adeline menuju kamar tamu yang akan ia tinggali selama merawat Nona Jee.


Setelah melajukan kendaraan kali ini Alfy menyetir mobil sendirian karena merasa sangat terburu-buru dan seketika ia sampai di kantor semua karyawan yang ada di kantor itu segera menunduk hormat pada Alfy. Dengan langkah cepat ia menuju ruangan yang sudah di hadiri oleh Delon, Jac, dan Nona Friska tentunya. Melihat kedatangan Alfy sontak membuat wajah Nona Friska terkejut dan dengan tanpa sadar wanita itu berdiri dan diam mematung.


"Silahkan duduk Nona!" ucap Alfy mempersilahkan wanita itu namun tampaknya Nona Friska sedang tidak sadarkan diri.


"Nona Friska." ucap Delon sambil membuyarkan lamunan wanita itu.


"Iya ada Tuan?" tanya Friska yang tampak bingung.


"Anda bisa duduk kembali sekarang." jelas Delon tersenyum kecil.


"Oh baik terimakasih." jawab Friska dengan segera mendaratkan bokongnya pada sofa empuk itu.


Namun sejak kedatangan Alfy di ruangan itu wanita yang tadinya sangat sulit berhenti bicara seketika menjadi anggun diam tanpa kata dan selalu menatap wajah pria tampan di hadapannya itu dengan tatapan penuh arti namun entah apa arti dari tatapan itu Alfy, Delon, dan Jac sama sekali tidak mengerti hanya Friska lah yang tahu makna tatapannya itu. Tiap kali ia berbicara dengan Alfy sesekali ia menggerakkan tubuhnya lebih mencondongkan bagian tubuh atasnya melihat hal itu Delon dan Jac merasa ada yang aneh dengan tingkah wanita itu, namun Alfy yang mulai menyadari kelakuan Friska berusaha tidak menatapnya dan hanya berbicara dengan memalingkan tatapannya. Menyadari gerak gerik Friska yang tampak aneh dengan segera Alfy meminta ijin untuk melihat berkas kontrak miliknya. Tanpa berfikir panjang Friska dengan senang hati memberikan berkas yang sejak tadi berada di pangkuannya itu menyodorkan kepada Alfy sesekali mengelus rok yang ia kenakan dengan sangat minim itu.


Tingkah Friska kali ini sukses membuat Jacobie dan Delon saling melempar tatapan bagaimana bisa wanita yang tadi sangat sulit mereka kendalikan dengan mudahnya bertingkah lemah lembut seperti itu pada Tuan mudanya. Begitu mudahnya ketika Alfy menghadapi wanita itu sangat jauh berbeda saat Friska bersama Delon dan Jacobie berbicara tadi sebelum kedatangan Alfy.

__ADS_1


Wah sepertinya akan ada cerita baru di episode berikutnya nih untuk kalian para readers jangan bosan menunggu update berikutnya yah. Terimakasih kalian telah mendukung author dengan memberikan like dan komen tiap episode ini semoga dengan dukungan kalian author bisa semakin mendapat semangat untuk terus berkarya. Assalamualaikum Wr. Wb.


__ADS_2