
Di ruangan rawat Alfy yang masih tertidur lelap dalam pelukan istri mulai merasakan kehadiran suara-suara asing di telinganya. Perlahan ia mengusap beberapa kali matanya menggunakan punggung tangannya dan betapa terkejutnya saat matanya terbuka melihat beberapa orang yang tidak ia kenali dan kamera yang sudah menyorot ke arahnya entah sejak kapan. Dengan cepat Jac maju mendekat ke arah Alfy menunduk tanda permintaan ijin, melihat kehadiran Jac Alfy yang menunjukkan ekspresi bingungnya mulai bisa menenangkan dirinya.
"Maaf Tuan ini adalah Tuan Adelio cucu dari Ibu Fidah," ucap Jacobie dengan sangat pelan takut jika suara kerasnya membuat Jee terbangung dengan masih memeluk erat suaminya wajahnya tampak cantik melihat itu Jac tidak sadar telah mendapat tatapan tajam dari Alfy.
"Apa yang kau lakukan Jac?" tanya Alfy yang mulai terlihat kesal.
"Ah tidak Tuan," jawab Jac yang mendadak gugup.
Ternyata keteguhannya selama ini bisa luntur juga ketika memandang wajah cantik Tuan mudanya padahal selama ini Jac lah satu-satunya pria yang paling bisa mengendalikan diri di dekat Nona mudanya namun kali ini ia benar-benar kecolongan sepertinya karena wajah wanita yang sedang tertidur dengan lelapnya itu sukses menggetarkan hati kecil milik Jac.
"Maaf mengganggu waktu istirahat anda Tuan Alfy," ucap Adelio dengan sangat sopannya dan menampakkan senyuman yang begitu manisnya.
"Tentu saja tidak Tuan Adelilo," jawab Alfy sambil membalas senyumannya dan berusaha melepaskan pelukan sang istri perlahan namun pasti.
Kini Alfy duduk di sandaran kasurnya dan sesekali para wartawan yang berdiri di pintu mengambil foto Alfy dan istrinya bersama Adelio dan Ibu Fidah tentunya.
"Apakah kalian puas dengan gambar yang begitu jauh?" tanya Alfy tersenyum pada wartawan.
Mendengar hal itu mereka tampak terkejut bagaimana bisa seorang Alfy Syein yang terkenal sangat tidak suka dekat dengan media begitu ramahnya pada mereka. Dan terlebih lagi soal pengambilan gambar biasanya beliau tidak pernah mau jika di ambil gambarnya tanpa hal penting tapi apa ini begitu inginnya dia untuk di ekspos wah benar-benar hari keberuntungan para wartawan sepertinya.
"Apakah anda tidak terganggu Tuan?" tanya Jac dengan ragu.
"Tentu saja tidak mereka mengambil moment pentingkan hari ini," ucap Alfy sambil tersenyum ramah sesekali menatap ke arah istrinya yang terbaring menyamping dengan tetap memeluk lengan suaminya wajahnya masih tetap terlihat jelas.
"Tuan Alfy saya minta maaf jika karena kasus saya anda sampai terluka dan menimbulkan banyak masalah," ucap Adelio merasa bersalah.
"Anda tidak perlu merasa bersalah Tuan ketika Ibu Fidah menghadap saya dan saat itu saya menyetujui untuk membantunya tentu semua sudah jadi tanggung jawab saya dan pastinya saya sudah menyanggupi apapun yang akan terjadi pada saya," Jelas Alfy dengan tegasnya.
__ADS_1
"Sebagai ucapan terimakasih saya memberikan dua puluh lima persen keuntungan perusahaan saya pada perusahaan anda Tuan mohon untuk tidak menolaknya," Dengan menyerahkan berkas pada Alfy untuk menandatangani isi surat itu.
"Apa ini Tuan?" tanya Alfy dengan terkejut.
"Ini adalah surat kepemilikan saham yang akan saya berikan pada perusahaan anda Tuan," jawab Adelio tersenyum sementara Ibu Fidah menganggukkan kepalanya ke arah Alfy tanda permohonan untuk bisa menerimanya.
"Mohon maaf Tuan dan Ibu Fidah saya sebagai pengacara anda tidak berhak menerima ini kami hanya menjalankan tugas kami itu saja," ucap Alfy dengan menolak berkas itu.
"Jika anda tidak ingin menerimanya anggap saja ini bantuan saya pada klien-klien anda berikutnya Tuan saya hanya mampu membantu seperti ini pada mereka selebihnya adalah kemampuan anda yang melindungi mereka Tuan," Dengan berusaha membujuk Alfy untuk menerima pemberiannya.
Melihat usaha keras Adelio akhirnya Alfy tersenyum dan mau menerima kini berkas itu sudah di tandatangani oleh Alfy dan Adelio menjelaskan bahwa setiap penjualan di perusahaannya akan membagi keuntungan dan langsung di salurkan ke saham Syein Biglous dengan begitu mereka berharap perusahaan Syein Biglous bisa berkembang dan menguasai dunia sampai akhirnya tidak ada kejahatan lagi yang bisa memusnahkan orang-orang di luar sana. Setelah lama Adelio dan Ibu Fidah berbincang akhirnya rasa penasaran Alfy mulai timbul dan ia sadar sepertinya telah banyak hal yang ia lewatkan selama di rawat.
"Jac apa yang terjadi?" tanya Alfy pada Jac dengan wajah penasaran menatap semua yang ada di ruangan itu.
"Permisi Tuan," Dengan sopan Jac mengambil remot tv di atas meja samping Alfy dan menekan tombol untuk menyalakannya.
Melihat berita yang terjadi di depan gedung Syein Biglous Afly sangat terkejut matanya menatap tajam tak terasa air matanya jatuh merasa tersakiti selama ini ia tidak menyangka bahwa orang di sekitarnya ada yang berani berkhianat dan membuatnya hampir di jatuhkan oleh masyarakat dan untungnya Jac dan Delon sudah lebih dulu mengetahui hal itu.
"Tidak apa-apa Jac yang kau lakukan sudah sangat benar," jawab Alfy tertunduk.
Melihat hal itu Adelio merasa prihatin pada pria di hadapannya itu ternyata begitu berat kehidupan yang Alfy jalani jauh dari pemberitaan tentang keluarganya yang begitu bahagia di penuhi dengan segala kelengkapan kebutuhan. Semua yang Alfy hadapi semata-mata hanya untuk mengabdikan diri pada masyarakat tanpa perduli tentang kehidupannya sendiri dan rumah sakit tempatnya di rawat saat inilah yang menjadi saksi perjuangan keluarga Syein yang berkali-kali mempertaruhkan nyawa demi membela kliennya.
Tidak lama kemudian tanpa di sadari wanita yang di samping Alfy dari tadi tertidur mulai merasa terganggu dengan suara-suara yang terdengarnya sangat dekat. Saat ia bangung dari tidurnya betapa terkejutnya melihat di sekelilingnya sudah banyak sekali orang yang tidak ia kenali dan langsung menatap bingung pada sang suami.
"Ada apa ini?" tanya Jee pada Alfy.
"Tidak ada apa-apa istriku," jawab Alfy tersenyum mengusap rambut istrinya sambil mendaratkan satu kali bibirnya pada kening istrinya.
__ADS_1
Mendapatkan perlakuan seperti itu di hadapan banyak orang Jee merasa malu kini wajahnya memerah lalu dengan cepat ia menunduk.
"Perkenalkan ini istri saya," ucap Alfy merangkul bahu istrinya dan tersenyum pada Ibu Fidah dan Tuan Adelio beserta wartawan yang dari tadi setia berdiri di samping Jac dan Delon.
"Saya klien Tuan Alfy Nona," ucap Adelio sambil menunduk sesekali begitu juga dengan Ibu Fidah.
"Oh iya saya Jee istrinya Alfy," jawab Jee dengan senyuman terpaksa sedikit malu membayangkan wajah bantalnya yang entah sejak kapan sudah tersorot kamera.
Andai saja wanita itu tahu akan ada kamera pastinya ia akan tidur dengan keadaan sangat cantik dan wajah yang terjaga bagaimana sekarang dengan rambutnya yang entah sudah berbentuk apa di atas kepalanya itu karena memang Jee setiap kali tidur tidak bisa diam selalu ingin di usap-usap oleh suaminya yah mungkin memang salah satu dari bawaan bayinya.
Menyadari istri dari Tuan Alfy lagi-lagi membuyarkan fokus Tuan Adelio sesekali ia mencuri pandangan pada Jee saat berbicara pada Alfy. Menyadari hal itu Ibu Fidah dengan segera mencubit pinggang cucunya itu bagaimana bisa ia seberani itu pada istri dari pria yang sudah menyelamatkan nyawanya dan juga kekuasaannya rasanya sangat egois bukan jika dengan beraninya ia mencuri pandangan pada wanita di hadapannya itu.
"Aw Nenek sakit," Teriak Adelio menahan pinggangnya sesekali mengusap kasar.
"Ada apa Tuan?" tanya Alfy yang tampak bingung.
"Oh tidak apa-apa Tuan Alfy," jawab Adelio gelagapan.
"Maaf Tuan Alfy untuk saat ini bagaimana keadaan anda?" tanya Ibu Fidah mencari pembahasan lainnya.
"Kata Dokter hanya menunggu keadaan fisik saya kuat saja Bu setelah itu bisa pulang," jawab Alfy dengan santainya sambil sesekali mengeratkan rangkulannya pada sang istri.
Melihat tingkah Alfy yang begitu hangat wartawan sangat tertegun bagaimana bisa seorang Alfy yang dulunya terkenal cuek pada setiap wanita yang mendekatinya bisa sesayang itu pada istrinya sampai tidak malu jika terlihat orang asing. Dan apa ini yang bisa membuat seorang Alfy Syein bisa berubah menjadi pria yang murah senyum di hadapan media sekalipun. Wah ternyata pernikahannya dengan Nona Jee benar-benar bisa mengubah seratur persen pola hidup pria tampan itu.
Mendengar keadaan Alfy yang sudah tidak perlu di khawatirkan lagi membuat Tuan Adelio dan Ibu Fidah tampak legah setidaknya mereka tidak perlu merasa bersalah yang begitu besar. Setelah cukup lama mereka berbicara akhirnya Adelio dan Ibu Fidah meminta ijin untuk bergegas pergi karena hari itu mungkin akan menjadi hari yang sangat menyibukkan bagi mereka karena harus mengelola perusahaannya yang sudah sejak lama ia tinggalkan dan beberapa warisannya yang sempat di bekukan oleh negara sampai akhirnya Bu Fidah tinggal di sebuah villa peninggalan keluarganya. Dan akhirnya kini mereka bisa berkumpul dan kembali merasakan kebahagiaannya dengan semua fasilitas yang mereka miliki. Mendengar hal itu Alfy merasa kini tugasnya satu telah selesai dan bersiap menghadapi tugas berikutnya lagi yang entah apa lagi yang akan ia hadapi.
Mendengar obrolan mereka Jee sudah mulai mengerti tugas berat suaminya ia sesekali menatap bangga pada Alfy ternyata pria di hadapannya adalah pria tampan berhati malaikat. Dan selama ini Alfy tidak pernah berbagi cerita pada keluarganya karena rasa sayangnya yang begitu besar pada keluarganya membuat pria itu tidak sanggup jika harus di khawatirkan setiap waktu. Tanpa sadar Jee memeluk erat tubuh suaminya ia merasa sangat beruntung mendapatkan suami semulia Alfy. Sementara para wartawan semakin antusia meliput pergerakan Alfy dan Jee di ruangan itu. Adelio dan Ibu Fidah hanya tersenyum lalu beranjak pergi dari ruangan itu di ikuti oleh para wartawan yang sudah berpamitan pada mereka.
__ADS_1
Kini tersusul juga senyuman di wajah Delon dan Jacobie melihat Tuan dan Nona mudanya bahagia rasanya tugas mereka terselesaikan dengan baik tanpa perintah dari Alfy. Perlahan mereka pun juga ikut pergi dari ruangan itu dengan menutup pintu lalu kembali berjaga di di luar ruangan. Hanya ada Alfy dan Jee yang masih berpelukan di ruangan itu di penuhi rasa bahagian sesekali Alfy mengelus perut istrinya yang mulai tampak menonjol kecil itu.
Sepertinya kini Jee sudah mulai bisa mengerti siapa pria di sampingnya itu tanpa harus berfikiran buruk pada Alfy apakah begitu juga dengan para pembaca setia yang sudah mulai bisa menerima pengara tampan itu. Nantikan terus kelanjutan episodenya yah jangan lupa untuk like dan komen setiap episode yang sudah di baca terimakasih. Assalamualaikum Wr. Wb.