Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Happy Ending


__ADS_3

Hari pernikahan pun berakhir kini semua para tamu undangan sudah kembali ke rumah masing-masing. Jac yang terlihat malu-malu menatap suster Syanin seketika terlihat wajah gugupnya yang berkeringat.


"Kau menertawakanku?" Suara beratnya menghentikan senyuman sang istri yang tampak manis.


Suster Syanin hanya menganggukkan kepalanya seraya mengusap keringat yang membanjiri dahi suaminya. Jac tidak kuasa melihat tatapan manis istrinya, tangannya segera meraih tangan suster Syanin dan melangkah ke arah kamar yang sudah tersedia.


Di perjalanan Delon tampak mengutak-ngatik ponselnya, Alfy dan yang lainnya merasa penasaran ada apa dengan wajah pria itu tersenyum sendiri dengan mata yang terus menatap ponselnya.


"Kau berhubungan dengan siapa?" Zeyra bertanya dengan penasarannya.


"Ini aku mencarikan video hot Abangmu itu."


Delon dengan santainya menjawab tak sadar semua orang yang berada di mobil menatap bingung apa tujuannya mengirim video itu ini kan malam pertama mereka tidak seharusnya mereka mengotori mata sucinya.


"Apa-apaan sih? kau ini gila yah." pekik Zeyra yang ingin menarik ponsel suaminya namun Delon lebih cepat menepis tangan wanita itu.


"Kau mau Abangmu hanya duduk dengan menatap istrinya sepanjang malam semenatara tubuhnya bergemetar keringat dingin begitu? ayolah jangan mempermalukannya dengan istrinya itu setidaknya Syanin berfikir jika suaminya memiliki kejantanan."


Zeyra merasa ucapan suaminya sangat di luar fikirannya bagaimana mungkin ia sedetail itu ikut campur tentang rumah tangga orang lain


"Sudahlah, kurasa suamimu benar. Jac sama sekali tidak akan bergerak jika tidak dalam keadaan terpaksa." Alfy menyahut dengan wajah datarnya.


Sebenarnya ada tawa lucu tapi wajahnya seperti biasa lucu atau pun tidak semua akan sama jika di lihat. Beruntung saja ia memiliki wajah yang tampan, Jee mencubit pinggang suaminya.


"Aw...sakit Sayang."


"Kau mengapa jadi ikut-ikutan tidak waras sepertinya? wajarlah malam pertama semua tidak akan sama setidaknya ia tidak berselingkuh di awal pernikahan karena tidak bisa menahan keinginannya." ketus Jee yang membungkam mulut suaminya karena tersadar apa yang pernah ia lakukan dulu bersama Diandra.


Perjalanan terdengar hening tidak ada satu pun yang berbicara karena menyadari suasana di mobil saat ini sudah mulai memanas. Jee yang tampak menekuk wajahnya perlahan di peluk oleh Alfy dan membisikkan permintaan maaf yang di iringi kec*pan beberapa kali.


"Sudah hentikan!" pekik Jee yang menjauhkan tubuhnya dari Alfy.


"Tidak, aku tidak akan hentikan sebelum kau memaafkanku."


Mendengar bantahan Alfy ia merasa kesal akhirnya Jee memaafkan suaminya dari pada harus menerima serangan bibir terus.


***

__ADS_1


Jac yang mulai duduk di pinggir kasur menunggu suster Syanin membersihkan tubuhnya terlihat menatap beberapa kali pintu kamar mandi. Ia menunggu kehadiran istrinya dengan terus menggoyangkan kakinya menahan gugupnya.


Matanya menatap layar ponselnya yang baru saja berdering. "Apa ini?"


Rasa penuh penasaran akhirnya menuntun tangan pria itu untuk mendownload video yang di kirim oleh Delon. Matanya terkejut ketika video terputar dengan adegan yang sangat intim, suara desahan wanita dan pria begitu terdengar jelas.


Delon mengirim video dengan permulaan yang sudah panas, suster Syanin yang berada di depan kamar mandi melongo tak percaya mendengar suara desahan itu. Ia melihat suaminya yang segera meletakkan ponselnya di atas meja dengan gugupnya.


"Apa itu salah satu film koleksi favoritmu?" suster Syanin yang bertanya penuh rasa tidak percaya.


"Bu-bukan, itu...itu hanya video yang di kirim Delon." jelasnya terbata-bata.


Suster Syanin kaget untuk yang kesekian kalinya mendengar nama Delon di sebut apa maksud pria itu mengirim hal menjijikkan seperti itu.


Jac yang kesal dengan ulah adik iparnya memilih untuk mematikan ponselnya, matanya kembali terfokus oleh suster Syanin yang mengenakan piyama begitu cantik. Ada Jac junior yang terasa sudah bangun di bawah sana entah sejak kapan. Yang jelas rasanya Jac tidak lagi bisa menahan akhirnya malam itu Jac junior mendapatkan pasangannya dengan perjalanan yang begitu rumit.


Suster Syanin yang baru saja ingin mematikan lampu kamar di tarik oleh sang suaminya dan segera menindih tubuh mungil itu. Suster Syanin hanya bisa mengikuti permainan Jac meskipun keduanya masih sama-sama kaku dalam hal malam pertama.


Beberapa lama adegan awal mereka lewati sampai akhirnya tiba Jac junior ingin menerobos lorong surga itu. Suster Syanin terlihat kesakitan, matanya mulai berkaca-kaca karena tidak bisa menahan sesuatu yang menyobek kepemilikannya.


Jac sudah mulai menguasai tubuh suster Syanin, tak heran kali ini mereka melakukannya sedikit kesulitan dengan Jac junior yang sangat besar sementara suster Syanin yang masih perawan. Beberapa kali hentakan masih belum berhasil, Jac memberi kesempatan istrinya mengambil nafas. Dan hentakan kasar kembali terjadi hingga berhasil menembus kepemilikan suster Syanin kali ini.


 


***


Pagi cerah kini terlihat menyambut pengantin baru dengan bahagianya, keduanya masih terlelap dalam tidur panjangnya. Sementara di kediaman Syein Biglous, Alfy yang tampak sibuk mempersiapkan baju istrinya yang sedang mandi kini tersenyum-senyum tanpa sadar.


"Ada apa, Sayang?" tanya Jee yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Aku tidak sabar untuk melihat wajah anak kita." jawabnya seraya melangkah ke arah Jee dan mengec*p perut buncit yang terbalut handuk.


"Kau sudah siap?" tanya Jee.


Alfy hanya mengangguk dan menuntuk istrinya menuju ruang ganti, di sana tampak baju setelan yang sudah ia siapkan. Jee tidak perlu bergerak karena Alfy sendiri yang akan memakaikannya kali ini. Setelah mereka bersiap kini keduanya pun turun untuk ikut sarapan.


"Kalian kok pada rapi?" Jee menatap satu persatu anggota keluarganya.

__ADS_1


"Tentu saja, kita semua akan menyaksikan hasil USG cucu kita, Sayang." jelas Tuan Reindra yang bersemangat.


Jee yang tertawa menggelengkan kepalanya, lagi-lagi mereka selalu heboh jika berkaitan dengan kandungannya. Sesi sarapan pun selesai kini mereka mulai menuju mobil masing-masing untuk ke rumah sakit, Alfy terus meminta supir untuk lebih melajukan kendaraannya.


Wajahnya terlihat tidak sarapan menantikan sang buat hati di layar nanti. Begitu juga dengan keluarga yang berada di mobil satunya wajah mereka terus menebar senyuman paling bahagia.


"Ada apa, Pah?" tanya Nyonya Syein yang melihat Tuan Reindra memegang ponselnya.


Tanpa menjawab ia segera menelfon Alfy. "Apa yang kau lakukan mengapa selaju itu mobil kalian, pelankan atau Papah akan mengambil Jee ke mobil ini." ancamnya yang membuat Alfy kesal.


"Pak, pelankan!" pintahnya terdengar kasar.


"Baik Tuan."


 


Sesampainya di rumah sakit kembali pengunjung rumah sakit menatap keluarga besar itu dengan penasaran, kira-kira kali ini siapa lagi yang menjadi korban. Tapi dari ekspresi wajah mereka tidak ada yang sedih justru sebaliknya jika bisa terlihat semua mungkin gigi dari samping kiri dan kanan akan terlihat jelas karena terlalu senangnya.


Sesampainya di ruang pemeriksaan Dokter merasa bingung melihat mereka yang ramai-ramai masuk ke ruangan tanpa ada yang mau menunggu di luar. Tapi mau bagaimana lagi semua hak ada di tangan mereka, Dokter hanyalah pemeran pembantu di kehidupan keluarga itu.


Beberapa kali geseran tangan Dokter dengan tatapan yang mengarah ke layar, wajahnya tersenyum lebar.


"Nyonya, anda bisa melihat di sana ada tiga janin yang sedang berkumpul?"


Semua yang mendengar ucapan Dokter menyebut tiga tak percaya. "Tiga, Dok?"


Alfy kembali bertanya meyakinkan pendengarannya jika tidak salah. Nyonya Syein dan Nyonya Flora lebih paham dengan melihat layar di depan mereka.


"Wah cucu kita kembar tiga." seru Nyonya Flora yang memeluk Nyonya Syein. Tuan Reindra dan Tuan Indrawan juga ikut memeluk dua wanita itu.


"Hey, apa yang kau lakukan?" Tuan Reindra menepuk pundak sahabatnya ketika salah memeluk istrinya.


"Haha tertukar, maafkan aku." jawab Tuan Indrawan yang sukses menekuk wajah Tuan Reindra.


Alfy pun ikut memeluk istrinya dan mendaratkan bibir beberapa kali di kening mulus itu.


Akhirnya ia memiliki anak dan sekaligus tiga sungguh kebahagiaan yang luar biasa Tuhan berikan pada keluarga mereka. Kini semuanya berpelukan saling memberi ucapan selamat dengan hadirnya tiga malaikat kecil di keluarga itu. Satu untuk Tuan Reindra dan istrinya, satu untuk Tuan Indrawan dan istrinyaa, dan satu lagi untuk Alfy dan Jee.

__ADS_1


Akhirnya karya pertama author selesai juga terimakasih yah buat para readers sudah setia menunggu update karya author. Dan jangan buru-buru ninggalin novel ini yah masih banyak pengumuman dan kelanjutan yang lebih menarik kedepannya. Terimakasih semua atas dukungan kalian yah


__ADS_2