Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Bantuan Nyonya Flora


__ADS_3

Mobil yang sejak tadi melaju kini telah sampai di kediaman Narendra tanpa menunggu lama Alfy dengan cepat turun dari mobil itu.


Wajahnya tampak bingung melihat rumah yang baru ia lihat entah milik siapa. Jacobie dan Delon yang sudah ikut turun dan mendekat ke depan rumah itu tampak melihat Alfy yang melangkah mendekati seorang wanita dan pria yang tampak sedang berdiri.


Dengan cepat Jacobie mendekat ke arah mereka melihat wanita yang memakai jas putih tentu ia tahu siapa wanita itu.


“Ehem.” Ucap Jacobie membuyarkan ketenangan dari Dokter Adeline dan Narendra.


“Anda siapa?” tanya Narendra tampak bingung.


“Dimana Nona?” tanya Jacobie pada Dokter Adeline tanpa basa basi.


Dokter Adeline yang melihat sikap dingin ketiga pria itu tampak menatap datar padahal ia berharap akan mendapat ucapan terimakasih dari Jacobie. Tapi tampaknya semua tidak ada artinya bagi Jacobie tentu saja itu juga termasuk tanggung jawab Dokter Adeline.


Tanpa menunggu jawaban dari Dokter Adeline atau pria yang asing itu Alfy mendekat ke arah dua wanita yang tampak terdengar tertawa bahagia.


Melihat Alfy yang mendekat Narendra dengan cepat mencegahnya namun kekuatan Narendra tidak mampu menghalangi Alfy untuk segera menghampiri Jee.


“Han,” panggil Alfy dengan suara lirihnya.


Jee yang baru saja terdengar suara tidak asing itu dengan cepat menoleh ke sumber suara wajahnya terkejut mengapa bisa suaminya mengetahui keberadaannya.


Dengan cepat ia pergi dari tempat itu namun sebelum langkahnya menjauh Alfy sudah lebih dulu mengejarnya dan langsung memeluk erat tubuh istrinya dari belakang. Jee yang terus memberontak melepaskan pelukan itu tak kuasa menahan sakit hatinya air matanya terus menetes membasahi pipinya.


“Lepaskan aku!” teriak Jee sambil bergoyang tak karuan.


Alfy yang begitu tampak kuat tidak menggubris suara istrinya sedangkan Oma Rosa yang melihat itu terdiam melongo.


Tampaknya ia sudah mengerti siapa pria itu seketika wajahnya padam karena sadar akan sendiri lagi dan kesepian lagi. Narendra yang menyadari telah tertangkap basah oleh musuhnya hanya bisa berdiam karena jika ia ikut campur tentu akan membuat namanya buruk di hadapan Jee.


Setelah begitu lama Jee terus berusaha keras melepaskan diri akhirnya dirinya tersungkur lemah pandangannya gelap seketika dan tidak sadarkan diri. Alfy yang merasakan telah menjadi acuan tubuh istrinya dengan cepat pun membawa Jee ke dalam mobil.


“Masuklah ke mobil,” perintah Jacobie pada Dokter Adeline.


Mendengar komunikasi antar pria dan Dokter itu sepertinya Narendra mulai mengerti bahwa ia baru saja memanggil Dokter yang salah.

__ADS_1


Sedangkan Dokter Adeline dengan segera mengikuti langkah Jacobie menuju mobil. Wajahnya masih tampak tidak mengerti mengingat Tuan Narendra menyebut Nona Jee sebagai kekasihnya. Apakah mereka memiliki hubungan khusus di belakang Tuan Alfy tapi wanita itu tidak berani berkata apa-apa melihat wajah para pria itu yang


tampak kesal.


Dengan cepat Dokter Adeline memeriksa Nona Jee yang kini terbaring di pangkuan Alfy dengan terlihat begitu lelah.


“Bagaimana keadaannya Dokter?” tanya Alfy.


“Nona sangat lemah Tuan, kita perlu segera sampai di rumah untuk memberikan jus yang saya sediakan untuk Nona Jee,” jawab Dokter Adeline.


“Jac, lajukan!” perintah Alfy dengan cepatnya.


“Baik Tuan,” jawab Jacobie lagi.


Begitu lama mereka di perjalanan mengingat jalanan begitu sangat macet pagi itu Alfy merasa tidak sabaran matanya sesekali memandang ke arah jalan.


Ia sangat khawatir jika istrinya kenapa-nap nantinya. Setelah hampir satu jam lamanya kini mereka tiba di kediaman Syein Biglous semua keluarga tampak menyambutnya dengan wajah khawatir. Alfy yang sudah panik segera berlari ke dalam kamar menggendong tubuh istrinya dengan berlari menaiki


anak tangga.


“Pelan-pelan Fy.” Ucap Nyonya Flora ketakutan jika mereka berdua akan jatuh.


Alfy membaringkan tubuh lemas istrinya yang tampak tidak berdaya itu dengan sangat pelan lalu memperbaiki posisi tidurnya.


Sedangkan Dokter Adeline kini sudah memeriksa keadaan wanita itu sementara Bi Ria sudah berlari kecil membawakan jus yang di minta Dokter Adeline barusan.


Alfy yang berusaha memberikan minyak angin pada penciuman istrinya membuat  Jee yang kini sudah mulai sadarkan diri.


Perlahan ia membuka matanya dan menatap di sekitarnya seketika matanya menatap tajam pria yang ada di sampingnya itu. Dengan cepat Jee membuang wajahnya dari hadapan suaminya melihat sikap Jee Nyonya Flora mendekat.


“Jee, minum jus ini duluyah,” ucap Nyonya Flora lembut.


“Tidak Mi,” jawab Jee membantah.


“Sejak kapan anak Mami melawan yah?” tanya Nyonya Flora berusaha menggombal putrinya.

__ADS_1


Dengan cepat Jee mengambil jus yang ada di tangan Nyonya Flora dan menghabiskannya lalu kembali tidur lagi. Ia sama sekali tidak ingin melihat wajah suaminya yang menyebalkan itu akhirnya dengan inisiatif Nyonya Flora


meminta semuanya untuk keluar.


Alfy yang mendapat kode kedipan mata dari mertuanya merasa enggak pergi meninggalkan Jee. Namun apa daya ia tidak mungkin melawan dan akhirnya ia mengalah.


Di kamar itu kini hanya ada Ibu dan anak yang sedang diam mematung. Dengan pelan Nyonya Flora mengelus lembut rambut putrinya ia ingin membantu memcahkan masalah anaknya dengan suaminya itu.


“Jee, boleh Mami bicara sebentar?” tanya Nyonya Flora


lembut.


“Iya Mi.” Jawab Jee dengan malas.


“Apa sebenarnya yang membuatmu pergi?” tanya Nyonya Flora


basa basi.


Mendengar hal itu Jee mendengus kesal mengapa Mami Flora harus bertanya yang sebenarnya sudah ia ketahui masalahnya.


“Mami sudah tahukan?” tanya Jee to thepoin.


“Lalu kau pergi apa sudah tahu alasannya?” tanya balik Nyonya Flora.


“Tentu Mi,” jawab Jee membela diri.


“Benarkah?” Lagi-lagi Nyonya Flora menguji kesabaran putrinya.


“Mami, dia itu sudah salah Mami tidak boleh membelanya.” Jelas Jee sambil mengambil bantal guling lalu memeluknya dengan kasar.


Perlahan Mami Flora pun menjelaskan pada putrinya bahwa semua kejadian itu murni kesalahpahaman dan tentu itu bukan keinginan Alfy, Jaclah yang bertanggung jawab atas hal itu.


Mereka berdua ingin menjebak Nona Friska dengan kesaksian Zeyra adik angkat Jacobie yang bekerja pada Nona


Friska. Mendengar penjelasan dari Nyonya Flora kini Jee merasa legah namun saat ini hanya tinggal rasa bersalah lagi dan lagi yang ia lakukan pada suaminya saat mendengar Nyonya Flora mengatakan bahwa Alfy sama sekali tidak pulang dan tidur di jalan saat di temukan oleh Jac demi mencarinya.

__ADS_1


Ada perasaan bahagia sedikit terbesit di hati Jee ternyata begitu pentingnya kah dirinya bagi suaminya saat ini. Tidak pernah terfikirkan jika ia memiliki suami yang begitu sangat menyayanginya namun mengapa sampai saat ini Jee masih sering meragukan kesetiaan Alfy padanya.


Selamat membaca untuk ceritanya sampai di sini duluyah nantikan kelanjutannya di episode berikutnya Terimakasih salam hangat dari Marina Monalisa


__ADS_2