Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Kejadian Di Ruang Operasi


__ADS_3

Alfy yang mulai menyandarkan wajahnya di leher jenjang Jee membuat suasana semakin berbeda, bulu kuduk wanita itu seketika merasa merinding merasakan hembusan nafas suaminya yang berada di lehernya.


“Sayang minggirlah.” pintah Jee sambil menggeser tubuhnya.


“Emm diam saja aku ingin seperti ini.” bantah Alfy sambil terus menutup matanya ia begitu menikamti suasana perjalanan dengan perlakuan manjanya. Sampai akhirnya Jee merasa bosan selama perjalanan ia memilih berbicara dengan supir di depan tentang Kota itu. Alfy yang tersadar dari tidurnya seketika berdehem.


“Ada apa, Sayang?” tanya Jee bingung.


“Kau beraninya berbicara dengan pria itu, kau ingin ku buat tidak bisa berjalan lagiyah?” tanya Alfy setengah mengancam di telinga Jee.


Jee yang terkejut mendengar ucapan suaminya hanya bisa melongo tidak percaya. “Astaga apa-apaan sih dia ini aku kan hanya berbicara memangnya aku sudah berbuat salah apa?” gumam Jee dengan herannya.


Dari spion mobil Alfy terlihat menatap tajam ke arah supir yang duduk di depan, seolah mengatakan kau mau matiyah berani-beraninya bicara dengan istriku. pria itu menyadari saat mendapat tatapan mengerikkan ia akhirnya memilih bungkam dan melajukan mobilnya. “Astaga ada apa dengan pria di belakang ini memangnya aku salah apa?” gumamnya sambil terus menatap fokus ke arah jalan.


Sampai tiba waktunya mereka masuk di bandara, Jee yang menatap kebali pemandangan di luar merasa berat meninggalkan Kota secepat ini. Rasanya masih sangat ingin berada di tempat itu sayangnya karena suaminya yang  konyol ini membuatnya harus merelakan waktu berlalu begitu cepatnya.


Sementara Jac yang baru saja menjemput Zeyra dan Delon atas perintah Tuan Reindra melajukan mobilnya dengan penuh semangat. Meskipun ia sedang kesal dengan suster Syanin tapi jika untuk bertemu tentu tidak akan bisa mengendalikan rasa senangnya. Perjalanan tanpa terasa begitu cepat ia tempuh.


“Abang,” ucap Zeyra yang menyambut kedatangan pria itu dengan wajah penuh semangatnya.


Matanya beberapa kali terus menatap ke arah dalam rumah yang sudah sepi, “Em aku ke kamar kecil sebentar yah.” ucapnya dengan melangkah masuk tanpa menunggu jawaban dari sang adik.


Di dalam Jac yang terus mentap ke beberapa sudut rumah seperti sedang mencari seseorang. Delon yang melihat tatapan pria itu hanya menggelengkan kepala tentu ia sangat mengerti tujuan Jac masuk.


“Mantan calon istrimu sudah tidak bersama kami lagi,” ucapnya yang sukses membuat jantung Jac terkejut.

__ADS_1


“Memangnya siapa yang mencari dia. lalu kemana perginya apa dia tidak ikut dengan kalian?” tanya Jac terlihat tidak bisa menyembunyikan penasarannya.


“Cih tadi sok jual mahal tapi penasaran juga kan? Makanya kalau suka jangan gengsi keburu di embat Dokter di rumah sakit loh ganteng-ganteng lagi.” Delon yang terus memanas-manasi Jac.


Wajah pria itu terlihat semakin merah menahan amarahnya sekaligus rasa kecewa karena tidak bisa mleihat gadis mungil itu lagi.


“Katakan dimana dia?” tanya Jac sedikit menekan intonasi bicaranya.


“Waow kau marah denganku atau dengan siapa?” tanya Delon yang semakin menertawainya. “Dia sudah kembali ke rumah sakit bekerja karena Zidan juga sudah cukup besarkan.” jelasnya lagi dan kini meninggalkan Jac seorang diri di dalam rumah yang masih terus berdiri mematung.


Merasa tidak kuat menahan kekesalannya Jac segera berjalan dengan langkah yang begitu cepat dan melajukan mobilnya. Zeyra yang berdiri di depan rumah tidak ia hiraukan bersama Zidan. Delon yang baru saja menghampiri Zeyra hanya tertawa menatap kepergian pria itu.


“Apa yang terjadi?” tanya Zeyra panik.


“Tidak ada yang perlu di khawatirkan dia hanya perlu sedikit di kompori hehehe.” jawab Delon yang semakin membuat Zeyra kebingungan.


Pria itu sangat tahu jika suster kesayangannya selalu memberi perhatian pada pasien yang ada di rumah sakit. Seketika langkah Jac terhenti saat melihat dua orang yang sedang duduk di taman rumah sakit tampak tertawa ceria.


“Apa-apaan dia jadi pria itu yang menyebabkan ia menolak pernikahan itu?” ucap Jac dalam hati sambil menatap kesal ke arah suster Syanin dan pria yang berprofesi sebagai dokter. Jac yang terus berusaha mendekatkan langkahnya sambil mengumpat di balik tembok terkejut ketika mendengar suara wanita memanggilnya.


“Jac!” teriak wanita itu, mendengar namanya di panggil Jac langsung segera membalikkan tubuh ke arah sumber suara.


“Adeline.” jawabnya dengan wajah syok tanpa menunggu lama pria itu membungkam mulut Dokter Adeline dan membawanya mengumpat.


Suster Syanin yang mencari-cari suara itu menatap ke segala tempat namun sosok yang ia cari tak kunjung terlihat.

__ADS_1


“Sepertinya aku hanya berhalusinasi saja, tidak mungkin dia kemari memangnya ada kepentingan apa dan tidak mungkin jika kedatangannya untuk mencariku. Ah sudahlah Syanin kau tidak boleh berharap lagi padanya.” ucapnya dalam hati sambil diam mematung.


“Suster Syanin, anda baik-baik saja?” tanya Dokter dengan ramahnya.


“Ah iya, iya Dokter saya baik-baik saja.” jawabnya terbata-bata.


Kini Dokter Adeline yang berada di dekapan Jac merasakan jantungnya berdegup kencang kembali perasaan yang lama ia tahan-tahan kini mulai dekat kembali pada rumahnya.


“Jac, sudah lama aku menanti momen seperti ini.” ucapnya dalam hati sambil memandang wajah pria yang terus menatap ke arah suster Syanin.


Setelah Jac memastikan aman, ia segera melepaskan dekapannya dan melangkah meninggalkan Dokter Adelin yang masih diam mematung. Belum sempat ia melangkah jauh, tangan Dokter Adeline sudah lebih dulu kembali menarik tangan pria itu.


“Kau mencariku, kan?” tanyanya dengan menatap nanar kedua mata pria di hadapannya.


Tanpa sadar ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka. Terlihat saling berpandangan suster Syanin yang tidak tahan melihat pemandangan itu merasa sangat kesal. Ia pun bergegas menepi untuk mengendalikan kesedihannya.


“suster Syanin, anda baik-baik saja?” tanya Dokter pria itu namanya adalah Dokter Fahri yang selama selalu di temani suster Syanin sebelum ia bekerja di luar bersama Zeyra.


“Iya Dokter, saya baik-baik saja.” jawabnya yang sambil mengusap kasar kedua pipinya yang basah.


Jac yang berhasil meninggalkan Dokter Adeline kini melihat suster Syanin tengah pergi bersama Dokter pria itu, matanya begitu kesal perlahan langkahnya mengikuti dari belakang. Suster Syanin merasakan ada sosok yang mengikuti mereka, langkahnya pun terhenti dan menatap ke arah belakang tidak ada apa pun selain para pengunjung rumah sakit yang berlalu lalang.


“Ayo sus.” ajak Dokter Fahri sambil meraih bahu suster Syanin. Jac yang melihat semakin panas dengan cepat ia masuk ke ruangan yang di tuju suster Syanin dan Dokter Fahri.


“Maaf Tuan, anda tidak boleh masuk.” ucap seorang suster yang berada di depan pintu ruangan operasi itu. Jac yang tidak bisa mengendalikan diri menerobos masuk tanpa menghiraukan teriakan suster yang terus mengejarnya.

__ADS_1


“Braakkk.” Terdengar suara pintu terbuka keras seketika mata seisi ruangan itu menatap kaget ke arah Jac.


__ADS_2