
Di kediaman Syein Biglous semua wajah panik menunggu kedatangan Dokter pribadi keluarga itu karena sampai saat ini darah di hidung wanita cantik yang berada di dalam pelukan Alfy masih terus mengalir sementara Alfy masih berusaha terus membersihkan darah itu sesekali ia menutupnya dengan kain. Setelah menunggu Dokter cukup lama kini kehadiran pria di depan pintu itu sukses membuat semuanya berdiri dengan cepat lalu mempersilahkan Dokter itu untuk memeriksa keadaan Jee. Dengan teliti Dokter memeriksa satu persatu untuk memastikan benar keadaan wanita cantik itu wajahnya mulai menekuk seperti mendapatkan sesuatu yang terlihat dari raut wajah pria itu. Dan tentu saja ekspresi Dokter itu membuat semuanya semakin penasaran melihat itu Alfy memejamkan mata berusaha tidak melihat ekspresi Dokter karena yang ia lihat seperti akan ada berita buruk meinmpa istrinya.
"Maaf Tuan Alfy apakah dalam beberapa hari ini istri anda mengalam gejala lemas atau mungkin terlihat memiliki berat badan yang semakin menurun?" tanya Dokter untuk memastikan hasil periksanya.
"Kalau lemas iya Dokter tubuhnya sering kali merasa lemas sesekali tidak bisa melakukan aktifitas," jelas Alfy yang berusaha mengingat tentang berat badan dan ia baru mengingat saat percakapannya dengan Jee di dalam kamar rumah sakit kemarin.
Flashback on
Alfy yang masih berbaring di kamar sambil memainkan ponselnya menunggu Jee berganti pakaian sambil mempersiapkan barang untuk besok di bawa pulang.
"Suamiku rasanya aku semakin kurus bukan?" tanya Jee sambil mendekati suaminya melihatkan lingkaran celana yang melingkar di pinggangnya tampak longgar.
"Perutmu membesar mengapa bisa celanamu semakin longgar istriku?" Dengan wajah bingungnya mencermati istrinya yah tentu saja longgar kan perutnya yang sedikit membesar belum sampai di pinggang saat ini.
"Nanti kau harus makan lebih banya yah," ucap Alfy yang dengan cepat mengecup perut istrinya yang tampak terlihat bersih.
"Padahal aku makan semakin banyak aku fikir akan gemuk ternyata malah kurus," tambah Jee sambil cemberut mengkhawatirkan tubuhnya yang sudah semakin sulit ia rawat belakangan ini.
"Sudahlah aku tetap mencintaimu istriku bagaimana pun tubuhmu kau tetap terlihat cantik di mataku," Sambil memainkan matanya pada istrinya Alfy sukses menggombal Jee sampai wanita di hadapannya terlihat memerah pipinya.
"Sudahlah jangan menggombalku dengan gombalan yang kau ucapkan pada wanita lain," ucap Jee dengan wajah kesalnya.
Mendengar ucapan Jee kini wajah Alfy merasa kesal selama ini istrinya berfikir jika ia sudah sering berhubungan dengan banyak wanita yah itulah arti dari ucapan Jee barusan padahal Alfy tidak pernah bersikap manis pada wanita manapun meskipun memang banyak wanita yang berganti-gantian mendekatinya tapi tidak ada satu pun yang bisa singgah di hatinya dengan sempurna menduduki kursi utama di hati Alfy seperti Jee saat ini.
Flashback off
Setelah mengingat semua Alfy dengan cepat menyampaikan pada Dokter.
__ADS_1
"Dokter saya ingat iya belakangan ini berat badan istri saya sepertinya turun karena pakaiannya jadi longgar saat ia pakai," jelas Alfy dengan wajah penuh antusiasnya.
"Begini Tuan menurut hasil pemeriksaan saya Nona Jee menderita kanker sel darah putih hal ini yang menghambat darah putih dalam melawan infeksi atau biasa di sebut dengan Leukimia," ucap Dokter dengan sedikit bernada prihatin.
"Apa Leukimia Dokter?" tanya Tuan Indrawan berusahan mencari kebenaran pada ucapan Dokter.
"Iya Tuan pendarahan yang di keluarkan oleh Nona saat ini memang sulit di hentikan tidak seperti mimisan pada umumnya," tambah Dokter dengan wajah prihatinnya.
Mendengar keterangan Dokter semuanya tampak syok terlebih Alfy yang saat ini diam mematung tanpa bisa mengeluarkan satu kata pun.
"Apa yang harus kami lakukan Dokter?" tanya Tuan Reindra dengan wajah khawatirnya yang hampir saja penyakitnya kambuh seketika saat mendengar keadaan menantu kesayangannya.
"Untuk saat ini Nona Jee sebaiknya di rawat dulu melihat mimisan yang masih belum berhenti dan lebih baiknya jika di rawat di rumah sakit Tuan," jelas Dokter yang berusaha mempertimbangkan.
"Baik Dokter lakukan yang terbaik," ucap Alfy yang baru saja mengeluarkan kata-kata.
Selama di perjalanan Alfy hanya memeluk erat istrinya sambil terus membersihkan hidungnya yang terus mengalir darah itu. Nyonya Syein dan Nyonya Flora hanya terdiam sambil sesekali memegang erat bahu Alfy untuk memberikan kekuatan pada pria yang sudah entah berapa kalinya menyeka air matanya yang sukses membasahi wajah istrinya di dalam pangkuannya saat ini. Sedangkan Jee yang masih dalam keadaan belum sadar hanya berbarig di pangkuan suaminya wajahnya terlihat sangat pucat namun cantiknya tidak bisa pudar.
"Kau harus kuat sayang," ucap Alfy sambil terus menatap sendu ke wajah istrinya.
"Fy jika kau ingin istrimu kuat sebaiknya kau juga harus lebih kuat jangan memberinya kesedihan," tambah Nyonya Flora berusaha membuat pria itu menyembunyikan kesedihannya untuk istrinya.
"Iya Nak, Jee akan lemah jika melihatmu menangis seperti ini kasihan dia dan calon anak kalian," ucap Nyonya Syein sambil memeluk tubuh Alfy yang tampak rapuh.
"Harusnya aku saja yang mendapat penyakit ini Mah," ucap Alfy yang tampak tidak bisa menerima kenyataan.
"Tidak sayang Tuhan tahu yang terbaik untuk kita," bantah Nyonya Syein sambil mengelus pelan rambut pria itu.
__ADS_1
Sementara di mobil yang satunya terdapat Tuan Indrawan dan Tuan Reindra yang di antar oleh Jac tampak menunjukkan wajah penuh khawatir juga.
"Bagaimana selanjutnya yah Reind?" tanya Tuan Indrawan yang bingung harus berbuat apa.
"Kita akan lakukan apapun Ndra," jawab tuan Reindra dengan penuh keyakinan pada sahabatnya itu.
"Aku takut jika harus kehilangan putri satu-satunya dalam hidupku," Sambil menyeka air mata yang kini sudah tidak bisa tertahankan lagi untuk segera menetes.
"Tidak Ndra aku yakin Jee akan sembuh dia anak yang penuh semangat," Sambil merangkul pundak sahabatnya itu Tuan Reindra berusaha memberi kekuatan pada Tuan Indrawan.
Setelah beberapa menit kemudia tibalah ketiga mobil itu yang bersama Dokter langsung menuju ruang pribadi keluarga Syein lagi-lagi kedatangan mereka mencuri perhatian para pengunjung yang ada di rumah sakit itu karena baru saja keluar dari rumah sakit kini mereka berjumpa lagi dan beberapa pengawal yang selalu sukses mencuri perhatian mereka.
"Lihatlah keluarga mereka tanpa henti ada saja masalah yang datang," ucap salah satu pengunjung di rumah sakit itu.
"Iya kasihan sekali padahal mereka orang baik tapi ada saja yang menimpanya," jawab salah seorang ibu-ibu yang sedang berkumpul di ruang tunggu yang tidak jauh dari ruangan pribadi Syein Biglous.
"Semoga mereka selalu mendapat pertolongan," Mengucapkan dengan sangat tulus dari hatinya Ibu itu tampak mengagumi kelaurga Syein Biglous.
Dengan cepat Jee langsung mendapatkan perawatan yang intensif oleh Dokter yang tidak hanya satu namun ada tiga Dokter yang menangani dan itu hanya sementara karena Tuan Reindra sendiri akan mendatangkan Dokter dari Jerman khusus untuk merawat menantunya itu. Melihat usaha Tuan Reindra lagi-lagi sukses membuat Tuan Indrawan terharu.
"Kau sangat menyayangi anakku?" tanpa sadar ucapan itu keluar dari mulut Tuan Indrawan.
Mendengar itu Tuan Reindra tersenyum dan berkata, "Tentu saja Jee bukan hanya sebagai menantu tapi dia adalah putriku juga."
"Terimakasih Reindra kau benar-benar sahabatku," ucap Tuan Indrawan menangis terharu.
Lagi-lagi mereka berpelukan di depan ruangan itu semua pengunjung dan petugas yang ada di rumah sakit tersenyum melihat kehangatan kedua pria itu mereka memang sudah tidak asing di mata masyarakat sama baiknya dan ramahnya pada setiap orang. Dan Tuan Indrawan memang pria terpandang juga di Kota itu selain kekayannya saat ini ia adalah keluarga yang turun temurun selalu rajin melakukan bantuan pada masyarakat yang tidak mampu sampai akhirnya keluarga mereka terkenal keluarga dermawan.
__ADS_1
Untuk ceritanya di episode ini sampai di sini dulu yah semoga kalian senang dengan jalan cerita yang author tulis selamat membaca. Dan terimakasih juga yang sudah meninggalkan like maupun komen di kolom tiap episode author sangat berterimakasih karena komentar dan like para readers bisa memotivasi semangat author untuk terus berkarya. Assalamualaikum Wr. Wb.