
Di kampus tampak seorang wanita yang tengah memandangi ponselnya dengan wajah tersenyum sesekali menggenggam erat barang kecil itu lalu memeluknya.
Tampaknya Sisil jatuh cinta pada pandangan pertama oleh Fiky yah mungkin wanita ini hadir di waktu yang tepat saat Fiky sendiri dan terpuruk karena Jee.
Ia melangkah menuju kelas yang tadi di beri tahu Fiky untuk pergi mengajar entah apa yang Sisil fikirkan langkahnya terus membuatnya tidak kuasa menahan diri. Setelah mendekati salah satu ruangan ia mengintip di sela-sela jendela untuk melihat wajah pria itu.
Merasa terganggu dengan pemandangan di jendela itu akhirnya Fiky meminta ijin pada mahasiswa di dalam untuk keluar sebentar.
"Ada apa Sil?" tanya Fiky penasaran.
"Eh Kak Fiky, tidak ada apa-apa kok Kak." jawab Sisil yang tampak salah tingkah di hadapan pria itu.
"Oh aku fikir ada yang tertinggal makanya kau kemari," lanjut Fiky dengan senyumannya.
Sisil yang melihat senyuman itu lagi-lagi meleleh astaga entah sejak kapan wanita itu jadi searogan itu pada seorang pria.
"Apa ada yang perlu kita bicarakan?" tanya Fiky berusaha mempercepat waktu sementara Sisil yang terkaget karena melamun akhirnya buyar.
"Em tidak ada Kak," jawab Sisil.
"Baiklah kalau begitu aku kembali ke dalam kelas dulu yah." Ujar Fiky dengan sopannya.
"Oh iya Kak, semangat!" Sisil menaikkan tanganya lalu mengepal memberi semangat pada Fiky.
Setelah puas bertemu dengan Fiky akhirya Sisil memutuskan untuk pergi dari kampus saat di perjalanan wajahnya berseri-seri seketika fikirannya teringat oleh Jee.
Akhirnya dia memutuskan untuk ke rumah Alfy karena mungkin saat ini Jee akan bisa membantunya lebih dekat dengan Fiky tentunya.
Beberapa lama di perjalanan Sisil bersama supirnya akhirnya tiba di kediaman Syein Biglous tanpa menunggu lama wanita itu segera masuk.
"Loh Sisil." Suara kaget Nyonya Flora melihat wanita itu datang.
"Eh Tante Flo, Kok tante di sini?" tanya Sisil yang terkejut karena ia fikir wanita itu berada di rumahnya.
"Tante sudah tinggal di sini sejak tadi pagi." jelas Nyonya Flora sambil melangkah mengajak Sisil ke sofa.
"Maksudnya tinggal beberapa hari gitu Tante Flo?" Sisil yang masih belum mengerti.
Nyonya Flora tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"Alfy, menyuruh Tante tinggal di sini selamanya Sil," jelas Nyonya Flora dengan tenang.
__ADS_1
"Benarkah Tante Flo? wah seru dong rumah ini pasti sangat ramai," ucap Sisil dengan wajah puasnya.
Sementara mereka bercerita datanglah Nyonya Syein yang ikut bergabung dengan kedua wanita itu.
"Halo Tan," ucap Sisil menyapa Nyonya Syein yang memang sudah saling mengenal saat Jee dan Alfy menikah malam itu.
Mereka bercerita tentang tingkah Alfy dan Jee yang sangat menggemaskan sedangkan sisil hanya mendengarkan dengan penuh antusias dari kedua wanita itu.
Saat ini memang waktunya para wanita tanpa di dampingi oleh suami karena Tuan Reindra Syein bersama dengan sahabatnya yaitu Tuan Indrawan sedang asik bermain golf di belakang rumah mereka.
Obrolah ketiga wanita itu membuat Sisil lupa akan tujuannya adalah bertemu dengan Jee namun sampai saat ini ia belum melihat kehadiran Jee di rumah itu.
Sementara kedua Nyonya itu juga lupa jika kedatangan Sisil tentu untuk mencari Jee karena terlalu asyik membahas pengantin baru itu.
Sedangkan Alfy yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya di kantor memanggil-manggi istrinya untuk bergegas pulang.
"Han!" panggil Alfy sambil menatap ke arah kamar di ruangan itu.
Delon dan Jacobie yang berada di dalam ruangan itu tengah selesai menata berkas yang sudah mereka selesaikan di atas meja masing-masing.
Akhirnya dengan penasaran Alfy berdiri memasuki ruangan itu ia melihat wanita cantiknya sedang tertidur dengan lelapnya wajahnya seketika tersenyum. Entah apa maksud dari senyuman Alfy itu hanya dialah dan Tuhan yang tau saat ini.
Langkahnya kembali ke araha ruang kerja.
Mendengar perintah Alfy mereka berdua segera meninggalkan ruangan itu dengan cepatnya sementara wajah Jacobie begitu terlihat menekuk ketika menatap ke arah Delon, sedangkan Delon tetap terlihat santai tanpa dosa.
Alfy yang sudah memastikan kedua pria itu telah pergi dari ruang kerjanya kini kembali ke dalam ruang istirahat itu mendekat ke arah Jee dengan senyuman hangatnya ia mengelus pipi mulus istrinya.
Matanya terus memandangi wajah cantik itu namun Jee tiba-tiba bergerak merubah posisi tidurnya menjadi telentang dan hal itu tentu sukses melihatkan tubuhnya yang sangat berisi di bagian tertentu.
Mata Alfy terbelalak memandangi tubuh istrinya yang sangat membuat seluruh aliran darah di tubuhnya seperti berlarian ke sana kemari.
Wajah Alfy memerah menahan hasratnya pelan ia mendekati istrinya mulai menge*up bagian-bagian senstif Jee mendapatkan perlakuan itu tanpa sadar wanita itu mengeluarkan suara lirihnya.
Dan perlahan ia membuka matanya merasa ada yang aneh tampaknya Jee saat itu tidur tidak senyenyak biasanya sampai bisa terbangun dengan sentuhan Alfy.
"Han, ada apa?" tanya Jee yang tidak di jawab dengan Alfy justru dengan cepat Alfy me*umat bibir istrinya.
Jee yang tampak terkejut mendapat perlakuan itu hanya bisa melayani suaminya dengan nyawanya yang rasanya belum begitu terkumpul semua.
Setelah beberapa lama mereka selesai dan bergegas membersihkan diri di kamar mandi setelah Jee selesai Alfy mengajaknya untuk segera pulang karena khawatir istrinya kelelahan.
__ADS_1
Haduh Alfy kau selalu mengkhawatirkan istrimu kelelahan tapi justru sebenarnya dirimu lah yang membuat Jee selalu kelelahan dengan permintaan mu yang tanpa mengenal waktu itu.
"Ayo kita pulang, Han." ajak Alfy pada Jee.
Wanita itu kini hanya menurut dan mengikuti langkah suaminya keluar gedung itu sepanjang perjalanan di gedung semua karyawan lagi-lagi menatap Jee dengan pandangan ingin memiliki.
Alfy yang melihat semua tatapan itu merasa tidak nyaman akhirnya ia merangkul pinggang istrinya dengan erat lalu bergegas pergi dari ruangan itu.
Para pekerja yang tadi sibuk menatap Jee tersenyum melihat tingkah Tuannya yang seperti anak kecil takut kehilangan mainannya saat mendapat tatapan dari temannya.
Kini mereka berdua menaiki mobil lalu melaju ke arah rumah sepanjang perjalanan Alfy tidak pernah melepaska rangkulannya pada Jee. Wanita itu juga merasa nyaman dengan sikap posesif suaminya yang terlihat sangat menyayangi Jee.
"Kau lelah yah?" tanya Alfy.
"Sepertinya," jawab Jee dengan lemas menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.
"Yas sudah nanti sampai rumah kita langsung istirahat," ucap Alfy.
Setelah beberapa lama mereka melewati macetnya Kota itu akirnya kini sampai di rumah dan mobil itu dengan cepatnya terparkir sempurna.
Semua para pelayan menyambut kedatangan mereka begitu juga dengan kedua Nyonya di ikuti oleh Sisil yang tersenyum di depan rumah.
"Sisil," ucap Jee terkejut melihat sahabatnya ada di hadapannya.
"Wah Nyonya besar sekarang tampaknya begitu sibuk yah," ejek Sisil sambil memeluk akrab Jee.
"Halo Kak," sapa Sisil pada Alfy.
Pria itu membalas sapaan Sisil dengan senyuman tumben Alfy bisa tersenyum pada orang lain biasanya ia hanya menatap tanpa ekspresi entah sejak kapan ia merubah prinsip hidupnya yang begitu menakutkan menjadi setenang itu.
"Kau duduk duluyah, aku akan segera kembali mau membantu Alfy bersihin diri dulu," ucap Jee menyuruh Sisil untuk kembali ke ruang tengah.
Jee yang bersama Alfy menaiki anak tangga dengan posisi Alfy yang merangkul istrinya ke kamar mendapat pandangan kagum dari Sisil.
"Mereka begitu mesra yah Tan?" tanya Sisil pada kedua Nyonya di sampingnya.
"Iya itulah pemandangan yang setiap hari kami lihat," jelas Nyonya Syein dengan tersenyum.
Sisil yang masih terus memandangi pasangan yang kini sudah menghilang masuk ke kamar akhirnya terkejut saat mendengar Nyonya Flora membuyarkan lamunannya.
"Sisil kapan menikah?" tanya Nyonya Flora.
__ADS_1
"Eh Tante Flow apaan sih," ucap Sisil yang kaget bukan main.
Halo readers selamat membaca yah jangan bosan menunggu certia selanjutnya semoga kalian suka. Dukung terus author yah dengan like, komen, vote, dan rating kalian sangat author harapkan. Terimakasih sudah setia menunggu Assalamualaikum Wr. Wb