Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Bersama


__ADS_3

Jacobie yang merasa sudah tidak ada waktu lagi untuk menunggu Zeyra akhirnya melajukan mobilnya tanpa bicara lagi.


Zeyra yang merasa sudah aman untuk beranjak dari toko perlengkapan bayi dengan segera memanggil taksi.


Sementara Nakula yang sudah menunggunya di sebuah cafe merasa begitu tidak sabaran.


“Terimakasih pak,” ucap Zeyra sambil memberikan uang.


“Sama-sama Nona.” ucap supir.


Kini Zeyra yang sudah berada tepat di depan toko perlengkapan bayi merasa begitu gugup.


Jantungnya berdetak tidak beraturan, darah di tubuhnya terasa mengalir begitu deras.


Perlahan Zeyra memasuki cafe itu wajahnya begitu sangat pucat.


“Zey,” panggil Nakula dengan melambaikan tangannya.


Wajah pria itu terlihat bahagia dengan sangat manisnya.


Zeyra yang melihatnya pun mendekat ke arah meja Nakula.


“Ayo silahkan duduk.” pintah Nakula dengan menarik kursi untuk mempersilahkannya duduk.


“Kau masih sama seperti dulu.” ucap Nakula dengan memandangi wajah Zeyra penuh ketakjuban.


“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Zeyra dengan wajah dinginnya.


“Come on Beib, i miss you.” ucap Nakula terdengar lirih.


Nakula memang sampai saat ini belum mengetahui kehamilan Zeyra.


Dan Zeyra juga enggak memberi tahu pada pria itu.


“Bicaralah yang ingin kau bicarakan, waktuku tidak lama lagi.” ucap Zeyra dengan ketusnya.


“Aku mencintaimu Zey, aku ingin kita kembali lagi.” Nakula berbicara dengan begitu penuh ketulusan.


Zeyra yang merasa hatinya seperti terisi kembali merasa gelisah.


Tidak Zey, kau tidak boleh membuka hatimu kembali untuknya. Dia tidak sungguh-sungguh mencintaimu. Tolong sadarlah Zeyra jangan jadi wanita bodoh.


Zeyra terus memaksa hatinya untuk menolak kehadiran Nakula namun apa daya hatinya begitu merindukan pria di hadapannya itu.


“Apa hanya ini yang ingin kau bicarakan?” tanya Zeyra.


“Aku mohon kembalilah padaku.” ucap Nakula yang kini sudah duduk berlutut di hadapan Zeyra yang duduk.


“Apa yang kau lakukan? berdirilah!” pintah Zeyra yang terkejut.


Semua orang yang berada di cafe itu sangat terkejut begitu terharu melihat ketulusan Nakula.


Andai mereka tahu bejatnya Nakula mungkin mereka tidak akan merasa iba padanya.


“Ku mohon Zey, bersamaku kembali.” bujuk Nakula dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Zeyra yang sudah cukup lama diam mematung akhirnya mulai luluh kembali.


Air matanya menetes tanpa henti perlahan kedua tangannya menggenggam kedua bahu Nakula.


Zeyra mengarahkan tubuh Nakula untuk berdiri dan kembali duduk di kursi.

__ADS_1


Namun tanpa sadar dengan cepat Nakula memeluk erat tubuh Zeyra.


“Aku menginginkanmu,” ucap Nakula berbisik di telinga Zeyra sambil memeluknya.


Zeyra yang begitu merindukan sosok Nakula pun membalas pelukannya.


Kini mereka sudah berbicara dengan baik tanpa ada kekesalan di wajah mereka.


Nakula yang sejak tadi sudah memikirkan cara untuk membawa Zeyra kembali bersamanya mulai merangkai kata-katanya.


Tangannya perlahan menggenggam tangan mungil Zeyra di atas meja.


“Maukah kau tinggal bersamaku?” tanya Nakula.


Zeyra yang merasa tidak bisa menolaknya kini hanya mengangguk dan setuju.


Sedangkan Nakula yang merasa tidak percaya begitu terlihat senang.


“Benarkah? kau akan tinggal bersamaku lagi baby?” ucap Nakula dengan semangatnya.


“Ehem.” jawab Zeyra dengan tersenyum.


Tanpa sabar menunggu Nakula dengan depan meraih tangan Zeyra lalu mengajaknya keluar cafe.


Kini mereka berdua pergi mengendarai mobil Nakula dan melaju ke arah apartemen.


Sedangkan di sebuah ruangan kamar tampak seorang pria sedang sibuk membaca buku.


Fiki pradana seorang Dosen muda yang tampan.


“Tring...tring.” suara ponsel Fiky terdengar membuyarkan konsentrasinya.


“Em...ini Kak Fiky kan?” Dara yang tampak ragu berbicara.


“Iya, ini siapa yah?” tanya Fiky dengan penasarannya.


“Aku Dara Kak, Jee menyuruhku untuk menghubungi Kakak.” jelas Dara dengan berusaha memberanikan diri.


“Oh iya Dara, Jee sudah bicara semuanya kamu bisa siap kapan?” tanya Fiky tanpa basa basi.


“Kalau mulai besok gimana Kak?” tanya Dara.


“Besok yah, oke bisa kita ketemu di mana atau?” Fiky yang menggantungkan pertanyaannya.


“Di rumah aja Kak,” ucap Dara tampak gugup.


Entah apa yang wanita itu fikirkan yang jelas perasaannya sangat canggung bicara pada Fiky.


Sedangkan Fiky yang tidak begitu merespon kecanggungan Dara hanya mengangguk setuju saja.


Di sebuah apartemen Nakula yang sudah tiba bersama Zeyra segera masuk ke dalam apartemen Nakula.


“Ini milikmu?” tanya Zeyra yang merasa itu adalah tempat yang cuku bagus.


“Yah tentu saja.” jawab Nakula dengan santainya.


Belum sempat Zeyra duduk d sofa, Nakula sudah jauh lebih dulu memeluk tubuh Zeyra.


Wajahnya terlihat begitu penuh keinginan dengan sentuhan tubuh Zeyra.


Mendapat sentuhan begitu lembut Zeyra merasa kenikmatan yang begitu ia rindukan.

__ADS_1


Sosok pria yang satu-satunya pertama kali membuat pengalaman tidak terlupakan oleh Zeyra.


Bagaimana pun bencinya Zeyra terhadap Nakula, tetapi pria itu adalah pria pertama kali yang membuatnya menyerahkan segalanya yang ia miliki.


Dan tentu hal itu tidak akan bisa ia lupakan begitu saja.


Terlebih lagi keadaan Zeyra yang sedang hamil begitu menginginkan Nakula sebagai sosok pria yang memiliki anak di dalam kandungannya.


“Cukup!” ucap Zeyra yang memalingkan wajahnya saat Nakula mulai melum*t bibir mungilnya.


“Come on Beib,” Suara nafas Nakula mulai terdengar memburu di telinga Zeyra.


Tangannya sudah dengan lihai menelusuri seluruh area sensitif milik Zeyra.


Tanpa bisa menahan akhirnya Zeyra sudah mulai mengeluarkan suara yang memberi kode pada Nakula bahwa tubuhnya merespon dengan baik.


Cukup lama mereka beradu sampai akhirnya Zeyra benar-benar terjatuh dalam buaian Nakula yang begitu pandai memanjakannya.


-Di kediaman Syein Biglous-


Delon yang sejak tadi mencari Zeyra terlihat bingung karena tidak ada jawaban dari Zeyra ketika ia beberapa kali mengetuk pintu kamarnya.


Kemana wanita jelek itu yah apa dia pergi ke luar? tapi kemana biasanya dia meminta aku untuk mengantarnya. Apa ada sesuatu yang terjadi padanya? Ah tidak, tidak ini hanya fikiran burujku saja. Ayolah Delon mengapa kau begitu berlebihan padanya.


Delon yang terus memikirkan Zeyra begitu merasa kehilangan.


Entah sejak kapan perasaan nyaman itu hadir yang jelas setiap hari mereka begitu terlihat bahagia.


Akhirnya dengan kesal Delon menuju mobilnya dan melajukan ke kantor untuk bekerja.


Selama perjalanan Delon terus memikirkan Zeyra yang pergi entah kemana.


Sedangkan Zeyra yang saat ini sedang asyik melakukan hubungan pada Nakula merasa ada yang berbeda.


“Mengapa rasanya tidak seperti awalnya lagi yah?” gumam Zeyra yang merasa ada yang hilang.


Tiba-tiba wajah Delon terlintas di fikirannya melihatnya senyumannya yang begitu manis.


“Astaga Zey apa yang kau fikirkan bagaimana bisa kau membayangkan wajah pria lain saat bersama Nakula,” ucap Zeyra yang begitu kesal pada dirinya sendiri.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Nakula yang tampak menatap Zeyra dengan tatapan kesal.


Tanpa Zeyra sadari sejak tadi Nakula sudah memperhatikannya saat Zeyra terdiam mematung tanpa merespon perlakuan Nakula padanya.


“Apa? tidak aku tidak melakukan apa pun.” bantah Zeyra yang terlihat gugup.


“Benarkah?” tanya Nakula.


“Ehem.” jawab Zeyra singkat.


Kini permainan mereka pun selesai dengan akhir yang tidak begitu baik.


Wajah Nakula tampak kesal saat Zeyra tidak menikmati permainan mereka.


Ada rasa kecewa namun ada juga rasa heran ketika melihat tubuh Zeyra yang sudah tidak se langsing dulu lagi.


Hai readers ku sayang ceritanya sampai di sini duluyah. Maafkan author yah cuman update sedikit saja karena memang keadaan author lagi kurang baik.


Semoga kalian tetap bisa bersabar menunggu kabar bahagianya dan sedihnya cerita ini yah.


Selamat membaca readers ku sayang salam hangat untuk kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2