Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Kabur


__ADS_3

Pagi itu tampak wanita dan pria yang sedang membawa koper menuju bandara dengan wajah penuh semangat.


Zeyra yang baru saja mematikan ponselnya dengan legah ia menarik nafas dan melangkah menaiki jet pribadi yang sudah tersedia di bandara itu.


Wajahnya tampak mengamati pesawat jet itu merasa seperti familiar namun di mana ia pernah melihatnya dengan segera ia menggelengkan kepalanya untuk menetralisir rasa penasarannya itu.


"Ada apa Zey?" tanya Nakula.


"Ah tidak ada." jawab Zeyra dengan cepat.


Menggandeng tangan wanita itu menaiki anak tangga, Zeyra yang melihat perlakuan Nakula padanya membuat hatinya benar-benar bahagia pagi itu.


Wajahnya tampak berseri-seri tidak pernah ia bayangkan hidupnya akan berakhir sebahagia ini dengan pria yang sangat ia cintai.


Setelah memastikan persiapan akhirnya pilot pun mulai menerbangkan pesawat jet itu yah tentu Zeyra mengenal jet yang ia naiki.


Itu adalah fasilitas yang Nona Friska berikan pada Nakula untuk keperluan kelancaran balas dendamnya bukan.


Kini kedua orang yang saling menggenggam erat menikmati perjalanan di atas awan begitu tampak tertawa bahagianya.


Sementara di ruang persidangan Nona Friska yang sudah hadir dengan beberapa saksi lainnya yang Alfy hadirkan sudah siap menunggu kedatang hakim ketua.


Namun ada satu kursi kosong yang dari tadi belum terisi.


"Dimana dia?" tanya Alfy.


"Maaf Tuan, saya menghubunginya tidak bisa dan barusan saya menyuruh seseorang untuk periksa apartemennya ia juga tidak ada disana," ucap Jacobie yang merasa bersalah saat itu.


Di sisi lain ia juga merasa khawatir dengan adiknya tidak biasanya Zeyra membuatnya cemas setengah mati seperti ini.


"Si*l," ucap Alfy yang tampak menjambak rambutnya dengan kasar.


Jacobie hanya diam menunduk ini semua salahnya jika benar-benar terjadi hal yang tidak ia inginkan karena telah bekerja sama dengan Zeyra untuk membantu Alfy dan justru hal ini akan membuat Alfy dalam masalah.


Lama kemudian tampaklah hakim ketua yang sejak tadi di tunggu kedatangannya setelah persidangan resmi di buka masalah demi masalah pun di bahas.


Semua kasus hari itu berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana Alfy jika seluruh kepemilikan Nona Friska ia pastikan akan menjadi miliki masyarakat yang sekian lamanya sudah di rugikan oleh Nona Friska.


Selain menjalani hukuman ternyata Nona Friska juga mendapat denda yang sangat besar karena merugikan para masyarakat yang memiliki hak atas tanah.


Karena telah di selidiki jika tanah itu sudah bersertifikat palsu atas nama Nona Friska entah bagaimana caranya wanita itu mendapatkan surat palsu.


Dengan peraturan yang mengambil hak orang lain dan mengatasnamakannya akan mendapat hukuman beserta denda.


Masyarakat yang mendengar begitu antusias wajah mereka semua terlihat begitu gembira dan lagi-lagi Tuan Alfy Syein mendapat penghargaan di hati mereka sebagai pahlawannya.


Terakhir mengenai kasus Alfy yang menyeret kembali Nona Friska mulai di pertimbangakan setelah melihat berita yang menunjukkan bahwa Nona Friska berusaha memanipulasi kepercayaan masyarakat yang memiliki tanah untuk melukai Alfy.

__ADS_1


Melihat semua bukti dan saksi Nona Friska benar adanya di nyatakan bersalah. tetapi saat melihat laporan Alfy berikutnya hakim ketua dan beberapa jajaran di depan mempertimbangkan video yang ia lihat.


Dimana rekaman itu memperlihatkan Alfy masuk dengan suka rela ke dalam kamar dan di video itu jelas terlihat tidak ada keterlibatan Nona Friska.


Alfy yang merasa sangat paham situasinya saat ini tentu sebagai pengacara ia harus konsisten, kasus apapun itu jika tidak memiliki saksi untuk memperkuat bukti tentu tidak ada artinya.


Akhirnya ia tidak bisa berkata apa-apa saat itu sedangkan Jac yang ingin melayangkan tangannya sebagai saksi di larang oleh Alfy karena jelas itu tidak akan membantu sama sekali.


Setelah Nona Friska mendengar hal itu dengan cepat ia meminta pada hakim untuk mengajukan keberatan.


"Ya mulia saya keberatan kali ini nama saya di laporkan," ucap Nona Friska yang mengambil kesempatan itu.


Dengan seksama ketua hakim mendengarkan tuntutan wanita itu setelah mempertimbangkan akhirnya Alfy di putuskan untuk mendapat kesempatan selama sebulan agar mencari bukti begitu juga dengan Nona Friska.


Semua orang terkejut mendengar hal itu baru kali ini Alfy Syein mendapat laporan tuntutan pencemaran nama baik.


Setelah lama kemudian persidangan akhirnya di tutup dengan wajah penuh amarah Alfy melangkah ke luar ruangan itu.


Sedangkan Jee yang baru saja istirahat dari kelasnya sudah di datangi oleh Mira, Dara, dan Sisil mereka melangkah bersama menuju kantin.


Sesampai di kantin perut Jee benar-benar keroncongan ia segera memesan makanan dengan porsi yang membuat para sahabatnya terkejut.


"Jee, kau mau makan dengan siapa kami tidak suka makanan ini?" tanya Dara yang melihat sate satu porsi, udang yang di goreng gurih.


Semua tampak menggiurkan bagi Jee tapi tidak dengan ketiga sahabatnya itu sebenarnya Jee tidak pernah suka dengan sate tapi mungkin ini bawaan bayi.


Setelah beberapa lama mereka makan akhirnya semua sudah selesai saat sedang duduk menikmati minuman jus tiba-tiba di seberang meja mereka tampak heboh.


"Eh coba liat deh inikan pengacara pahlawan itu." ucap salah seorang mahasiswi dengan teman satu mejanya.


"Mana...mana," teman yang lainnya lagi ikut berkumpul.


Mereka memang tampak mengagumi sosok Alfy yang saat ini tidak tahu jika istrinya berada dekat dengan mereka.


Jee yang terus mendengar dengan seksama tersenyum berfikir ternyata suaminya begitu menarik sampai banyak yang mengaguminya.


"Ih nggak nyangka yah ko dia ternyata murah juga," ucap wanita yang lainnya.


Mendengar sebutan itu mendadak telinga Jee memerah panas penasaran dengan ucapan itu dengan cepat ia mendekat ke meja itu.


"Jee..." teriak Sisil yang tidak di perdulikan oleh Jee.


"Jee, kau mau kemana?" tanya Dara lagi namun di acuhkannya.


Dengan segera Jee membelah kerumunan di meja itu lalu melihat berita yang sudah beredar di segala penjuru sosmed.


Menyiarkan seorang pengacara yang berjiwa pahlawan bagi banyak masyarakat kali ini terlihat aksi tidak senonoh di balik sikap yang berwibawanya itu.

__ADS_1


Melihat kejadian itu mata Jee kini berkaca-kaca merasa dadanya begitu sakit tidak menyangka suaminya begitu tega padanya.


Akhirnya Delon yang saat itu sedang menikmati kopi di ruang khusus merokok tidak menyadari kepergian Jee yang begitu mendadak.


Sisil, Dara, dan Mira tampak panik mencari keberadaan Delon setelah Jee sudah berlari akhirnya merea bertemu Delon.


"Delon, Jee pergi." ucap Dara dengan cepat.


Mendengar laporan itu seketika Delon berloncat dari kursinya.


"Pergi kemana?" tanyanya panik.


"Kami tidak tahu." jawab Sisil yang tak kalah paniknya.


Saat Delon hendak berlari tiba-tiba ponselnya berdering.


"Halo Tuan," jawab Delon dengan gugup.


"Pastikan Jee berada di awasanmu jangan sampai lengah dan jangan biarkan ia menyentuh ponselnya," jelas Alfy yang tampak sudah bisa membaca situasi ini.


Mendengar ucapan Alfy tubuh Delon seketika bergetar dengan hebatnya ternyata ini yang membuat Nona mudanya pergi namun apa sebenarnya ia tidak begitu tahu.


"Maaf Tuan." Suara Delon tampak ketakutan.


Begitu melihat ekspresi Delon, ketiga wanita di sampingnya tampak saling melempar pandangan satu sama lain ia begitu antusias mendengar berita dari Delon.


"Maaf atas apa Delon?" tanya Alfy yang tidak sabaran.


"Nona Jee pergi Tuan," jawab Delon dengan ragunya.


Alfy yang mendengar langsung terkeju bukan kepalang.


"Pergi kemana?" teriak Alfy yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi.


"Saya tidak tahu Tuan Nona tadi seketika berlari," jelas Delon.


Alfy yang mendengar kecerobohan Delon merasa benar-benar ingin memeng*al kepala pria itu sekarang juga.


"Cepat cari!" Suara Alfy tampak membuat gendang telinga Delon yang hampir pecah.


"Baik Tuan." jawab Delon dengan cepat.


Suara sambungan pun terputus wajah Alfy sudah bercampur aduk marah dan khawatir terlebih lagi istrinya saat ini sedang mengandung. Fisik Jee akan semakin lemah begitu juga dengan sakitnya yang belum terlalu sembuh bagaimana Alfy bisa berfikir tenang saat ini.


Hai readers semangat membaca yah jangan tegang semua pasti akan baik-baik saja, author tidak akan mengecewakan kalian kok. Nantikan terus episode selanjutnya yah jangan lupa untuk like, komen dan berikan vote terbaik kalian.


Terimakasih. Assalamualaikum Wr. Wb

__ADS_1


__ADS_2