Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Berakhir Tragis


__ADS_3

Dengan cepat Jee mengalihkan pembicaraan mereka. “Ah...aku sangat lapar.” Ucap Jee.


“Apa kau mau makan di restoran biasanya?” tanya Alfy.


“Apa tidak bisa kita makan di tempat lain?” tanya Jee.


“Kalau begitu makan di rumah saja.” Jawab Alfy yang tidak menggubris ucapan istrinya.


Jee merasa bosan jika terus makan di rumah atau di restoran yang di kelola oleh Ayahnya Sisil. Tapi jika tidak di restoran itu tentu Alfy mengajaknya makan di rumah.


“Baiklah ayo kita makan di restoran.” Ajak Jee.


***


Di kediaman Syein kini Delon dan Jac yang baru saja tiba segera menghadap Tuan Reindra Syein dan Nyonya Syein yang tengah duduk bersama Tuan Indrawan dan Nyonya Flora.


“Permisi Tuan,” ucap Jac.


“Ada apa, Jac?” tanya Tuan Reindra.


Akhirnya Jac yang sebagai wali dari Zeyra membicarakan bahwa Delon yang baru saja melamar Zeyra akan melangsungkan pernikahan jika keluarga Syein mengijinkannya. Tuan Reindra yang mendengar turut bahagia, tentu ia mengijinkan Delon menikah.


Bagaimana bisa mereka melarang seseorang untuk memiliki keluarga, dan melihat Jac yang sudah merestui hubungan adiknya lantas apa yang membuat keluarga Syein menolaknya. Semua yang mendengar turut bahagia begitu pun dengan Delon yang legah karena mendapatkan ijin.


Tanpa sengaja Nakula mendengarnya merasa begitu terkejut, dalam hati ia bertanya-tanya bagaimana dengan keadaan Zeyra yang tengah mengandung darah dagingnya.


“Zey ingin menikah?” gumam Nakula yang terkejut tidak percaya.


Tangannya memegang dada yang terasa sesak saat mendengarnya perlahan ia melangkah kembali ke kamarnya. Rasa tidak percaya namun ia sadar Zeyra wanita baik sangat pantas jika ia mendapatkan pria seperti Delon.


Keluarga di luar tengah sibuk membicarakan tentang pernikahan Zeyra dan Delon namun Delon yang menyadari ketidak hadiran Zeyra segera meminta untuk keluarga jangan mempersiapkan apa-apa dulu.


“Maaf Tuan, saya fikir tentang pernikahan saya akan bicarakan terlebih dulu pada Zey.” Ucap Delon.


“Baiklah kalau begitu, lebih baik jika kau membawa Zeyra kemari.” Ucap Tuan Reindra.


“Pah, jangan.” Sahut Nyonya Syein yang memberi kesadaran pada Tuan Reindra tentang keberadaan Nakula.

__ADS_1


“Maaf Paman, tidak apa-apa jika Zeyra kemari saya akan keluar dulu selama dia di sini.” Nakula yang menyahut seketika membuat semuanya terkejut.


“Bukan begitu Nakula.” Bantah Tuan Reindra yang bingung harus mengatakan apa.


“Saya mengerti Paman, alangkah baiknya jika kalian membicarakan bersama.” Lanjut Nakula sambil tersenyum dan keluar dari rumah itu.


Kini Nakula beranjak pergi menjauh dari kediaman utama menuju rumah sakit, karena belakangan ini ada rasa aneh di beberapa bagian tubuhnya, gejala yang pernah Wenda rasakan mulai Nakula alami. Kecemasannya kini terus menghantui fikirannya selama perjalanan ia terus terfikirkan dengan penyakit yang di derita Wenda dan tentang pernikahan Zeyra.


Ingin sekali ia meminta maaf pada Zeyra, tetapi ketika perlakuannya pada Zeyra melintas di fikirannya rasanya sangat tidak pantas jika Nakula kembali ke hadapan Zeyra dan meminta maaf.


“Bodoh...bodoh...bodoh.” umpat kesal Nakula sambil memukul setir mobilnya.


“Kau pantas bahagia Zey, kau wanita yang baik sangat sulit untukku mendapatkan wanita sepertimu.” Ucap Nakula sambil menyetir dan tanpa sadar ia melajukan mobilnya tanpa bisa ia kendalikan.


“Tiiiiiiittttt....tiiiiiiiit.” suara klakson mobil yang terus menglakson namun sayangnya Nakula sudah tidak sempat mengendalikan stir


mobilnya.


Dan terjadilah kecelakaan yang di sebabkan oleh Nakula yang menerobos trotoar dan membuat mobilnya terguling hingga beberapa kali. Setelah mobil terguling mobil truk yang berada di depannya kembali menabrak hingga mobil Nakula terjun ke lautan yang tepat berada di pinggir Kota itu.


Zeyra, kau wanita yang baik sangat pantas jika kau mendapatkan pria yang baik. Dan bukan pria sepertiku. Andai waktu bisa terulang aku tidak akan memperlakukanmu dengan tidak baik. Aku sungguh mencintaimu Zey, biarkan kali ini namamu yang terkahir dan selamanya mengisi hatiku dan ku bawa pergi. Izinkan aku menanamkan nama mu di hatiku Zey. Aku mencintaimu Zeyra...aku mencintaimu Zeyraku. Ma-afkan a-ku Zey-ra.


***


Zeyra yang berada di rumah tanpa sengaja menusuk tangannya dengan jarum saat ingin menjahit kancing bajunya yang lepas.


“Aw...” ucapnya.


“Ada apa Zey?” tanya suster Syanin yang berlari menghampirinya di ruang tengah.


“Tidak apa-apa, ini hanya terkena jarum saja.” Jawab Zeyra.


“Lain kali hati-hati yah.” Ucap suster Syanin.


Zeyra yang berusaha tersenyum, namun mengapa ada rasa yang menusuk dadanya hingga terasa sesak, dan seketika wajah Nakula terlintas di fikirannya. Meskipun Zeyra sudah tidak memiliki rasa dengan Nakula, pria itu


adalah Ayah dari anak yang ada di dalam kandungannya.

__ADS_1


“Apa yang terjadi dengannya?” gumam Zeyra.


“Tidak...aku tidak boleh memikirkan pria itu lagi, saat ini aku hanya boleh memikirkan pria tampan itu hehehe.” Ucap Zeyra dalam hati ketika mengingat wajah Delon.


Pemberitaan sudah sangat ramai tentang kecelakaan mobil yang terjun ke laut di pinggir Kota meskipun tidak begitu dalam karena di pinggiran. Sebuah alat berat sudah mampu mengambil mobil yang rusak dan terlihat di


dalamnya seorang pria yang sudah tidak sadarkan diri.


Saat di periksa pria itu sudah tidak bernyawa lagi karena darah yang bercucuran sudah sangat banyak. Begitu juga dengan proses yang membutuhkan waktu untuk memanggil alat berat dan proses pengambilan mobil membuat korban tidak sempat di selamatkan.


Sedangkan di restoran Alfy dan Jee yang tengah ribuk karena semua wanita tampak memperhatikan Alfy sampai ada beberapa wanita yang berani mendekati Alfy saat Jee sedang ke toilet.


“Brakkk..” suara hentakan meja yang di pukul keras oleh Jee.


“Kalian mau mati yah?” teriak Jee dengan mengancam para wanita.


Sedangkan Alfy hanya terkaget melihat reaksi Jee yang sangat brutal berbeda sekali dari biasanya yang selalu manja dan lembut. Entah ada apa dengan istrinya akhir-akhir ini sangat berbeda apa pengaruh penyakit yang sudah


hilang dari tubuhnya membawa sebagian ketakutan Jee juga pergi.


Semua wanita yang merasa takut segera pergi meninggalkan Alfy dengan berlari sambil berbisik membicarakan Jee.


“Sayang, mengapa kau begitu senang menggoda wanita?” tanya Jee yang tampak kesal dengan Alfy.


“Mereka yang memaksaku sayang.” Jawab Alfy dengan santai.


“Kau pasti yang menggoda mereka kan?” tanya Jee mengintimidasi suaminya.


“Ayolah, suamimu ini memang tampan jadi jangan begitu menyudutkanku.” Goda Alfy sambil tertawa.


“Sejak kapan kau seberani itu, sayang?” tanya Alfy yang tampak penasaran.


“Entahlah.” Jee yang acuh dengan suaminya.


“Sepertinya benar, jika wanita akan bisa berubah menjadi macan jika itu menyangkut kecemburuan hehehe.” Gumam Alfy sambil menahan tawanya melihat wajah istrinya cemberut.


Jee yang sudah tidak merasa napsu lagi makan segera mengajak suaminya untuk pulang, kali ini bukan ALfy lagi yang menggandeng tangannya namun Jee lah yang menggandeng tangan suaminya menuju mobil. Selama perjalan Alfy terus menatap wajah istrinya yang cemberut sepertinya kali ini Jee benar-benar cemburu tingkat dewa.

__ADS_1


Sepersekian menit tibalah mobil mereka di kediaman dan turun memasuki rumah, betapa terkejutnya Alfy dan Jee saat melihat Nyonya Syein yang menangis histeris dalam pelukan Tuan Reindraa.


“Ini tidak mungkin, Pah. Mamah sangat menyayanginya mengapa belum lama kita bersamanya di rumah ini Nakula sudah meninggalkan kita.” Suara Nyonya Syein terus terdengar sambil menangis.


__ADS_2