Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Mengambil Alih


__ADS_3

Kini langkah penyelidikan di mulai dari Delon yang di sebuah kantor Syein Biglous Delon mengumumkan untuk beberapa waktu terakhir ini Alfy belum bisa kembali ke kantor dan saat ini mereka memiliki masalah yang sangat serius yaitu kehilangan bukti yang mereka miliki sekaligus korban dan kini kepercayaan masyarakat pada Alfy bisa saja runtuh jika tidak menemukan jalan keluar dari masalah ini dan tentunya dengan keadaan Alfy yang seperti sekarang ini ia membutuhkan pemimpin yang mampu mengatasi masalah dan bisa saja jika mendapatkan jalan keluar kemungkinan memiliki kesempatan untuk menggantikan posisi Alfy sebagai pengendali perusahaan ini.


Mendengar ucapan dari Delon beberapa pengacara di ruangan itu tampak terkejut mereka berbisik satu sama lain beranggapan bagaimana bisa mereka menggantikan Alfy yang selama ini begitu baik pada mereka bisa membawa mereka masuk di dalam Syein Biglous sudah suatu kehormatan terbesar yang pernah mereka dapatkan tidak mungkin ada fikiran dari mereka yang mau menggantikan kedudukan Alfy. Tiba-tiba saja terihat salah satu tangan yang mengangkat tinggi dan menatap ke arah Delon.


"Tuan jika memang benar permasalahan ini bisa mendapatkan jalan keluarnya apakah benar yang anda janjikan barusan?" tanya pria itu dengan penuh antusiasnya.


"Tentu saja, saat ini masyarakat di luar sana pasti membutuhkan pembela yang benar-benar kerja cepat," jawab Delon dengan wajah datarnya.


Mendengar hal itu semua merasa tidak percaya bagaimana bisa orang kepercayaan Alfy bisa membuat keputusan seperti itu sementara Tuannya masih terbaring di rumah sakit. Yah menurut keterangan yang di berikan Delon kini Alfy Syein sedang kritis di rumah sakit sementara kasus yang mereka tangani sudah bocor ke beberapa pemberitaan dan hal itu bisa membuat perusahaan mereka tidak mendapat kepercayaan dari masyarakat lagi meskipun selama ini Alfy sudah mendapat nama yang begitu baik di mata mereka namun dengan satu kesalahan saja nama itu dengan mudahnya jatuh di hati mereka.


Setelah Delon memberi pengumuman itu kini semua bubar melangkah ruangan masing-masing kini Delon menghubungi Jac.


"Sepertinya aku sudah mendapatkan jalan," ucap Delon tersenyum sinis.


"Secepatnya kita akan menyelesaikan hal ini sebelum Tuan kembali ke kantor," jawab Jac di seberang sana lalu memutuskan percakapan di ponsel itu.


Jac yang menyuruh beberapa orang kepercayaannya untuk mengawasi pergerakan salah seorang pria yang bernama Beny Adijaya seorang sekertaris Tuan Adelio Sailis yang saat ini telah menduduki jabatan Direktur Sailis Group. Sedangkan Delon masih bergelut dengan pekerjaannya yang kini menumpuk di ruangan salah satu kantor Syein Biglous. Setelah beberapa hari dari pertemuan Delon dengan beberapa pengacara di kantor Syein Biglous kini salah satu dari mereka memasuki ruangan Delon.


"Permisi Tuan Delon boleh saya masuk?" tanya Pria itu namanya adalah Nakula Mahesa Biglous.


Nakula yang termasuk keluarga Syein Biglous salah satu pengacara sekaligus sepupu Alfy ia sangat tampan namun tinggi tubuhnya tidak setinggi Alfy dan yang lainnya hanya sekitar 160 saja wajahnya sangat manis memiliki kulit yang tidak terlalu putih ayahnya berasal dari China dan Ibunya keturunan dari Palestina. Yah dapat di bayangkan bagaimana wajah anaknya itu pasti sangatlah manis bukan.

__ADS_1


Delon yang mendengar hal itu menoleh dan tentu saja ia bisa menebak siapa pria itu.


"Yah silahkan masuk Nakula," ucap Delon dengan santainya. Meskipun Delon hanya bawahan Afly tapi tetaplah Delon dan Jac memiliki wewenang tertinggi setelah Alfy di kantor itu.


"Tuan untuk yang beberapa hari lalu anda bicarakan di ruang rapat saya rasa saat ini saya bisa menangani kasus itu," ucap Nakula dengan nada yang begitu tampak yakin.


"Benarkah kau mampu?" tanya Delon berpura-pura terkejut.


"Tentu saja Tuan," ucap Nakula dengan tegasnya.


"Baiklah jika kau mampu dalam minggu ini aku memberikanmu kesempatan untuk mengembalikan nama perusahaan kita," jelas Delon memberikan tantangan pada Nakula.


"Terimakasih Tuan atas kepercayaan anda," jawab Nakula menunduk lalu bergegas pergi.


"Akhirnya anda datang juga Tuan Nakula," ucap Beni menyambut dengan senyuman ramahnya.


"Tentu saja Tuan," jawan Nakula sambil mengulurkan tangan memberi salaman hangat pada lawan di depannya itu.


"Bagaimana kemajuannya sampai saat ini?" tanya Beni dengan penasaran.


"Semua baik-baik saja Tuan namun ada sedikit masalah," ucap Nakula dengan ragu.

__ADS_1


"Apa itu jika saya boleh tahu Tuan?" tanya Beni terkejut.


"Ibu Fidah dan Tuan Adelio menghilang di tempat persembunyian kita," Jelas Nakula yang berusaha berakting panik.


Mendengar hal itu Beni sangat terkejut ia benar-benar takut jika rahasianya akan terbongkar wajahnya memerah padam.


"Tuan bagaimana pun caranya saya tidak ingin tahu anda harus bisa mengatasinya anda tahu kan jika ini berhasil saya akan memberikan sebagian keuntungan yang saya dapatkan," ucap Beni mengancam.


"Tentu Tuan," jawab Nakula dengan sangat mengerti.


Setelah Nakula memberi tahu berita itu ia segera bergegas kelaur ruangan dengan langkah yang cepat sementara Jac dan beberapa orang yang ikut bersamanya sudah mengatur posisi untuk mengikuti pergerakan Nakula. Mobil merah pengacara muda itu mengarah laju menuju sebuah lokasi yang tidak begitu jauh dari kantor Beny dengan masuk ke salah satu rumah yang lumayan besar tampaknya sudah bisa memberikan jalan untuk Jac mendapatkan keberadaan Ibu Fidah dan Tuan Adelio. Melihat hal itu Jac segera menghubungi Delon memberitahu semua perkembangan dan saat ini mereka berdua tampaknya tidak perlu bekerja keras karena semua akan mudah terungkap dengan sendirinya hanya menunggu dalam satu minggu ini saja.


Mendengar hal itu Delon tampak tersenyum sinis ternyata begitu mudahnya mengeluarkan sifat asli pengkhianat tanpa susah payah bekerja keras keberuntungan akan datang ke hadapannya dengan sendirinya. Setelah beberapa hari berjalan kini tiba waktunya Nakula membawa Ibu Fidah dan Tuan Adelio ke hadapan publik yah di depan gedung Syein Biglous tepatnya beberapa wartawan sudah menunggu moment itu sesuai yang di janjikan oleh Nakula, ia akan membawa bukti yang selama ini membuat nama besar Syein Biglous jatuh di hati masyarakat.


"Tuan apakah benar ini adalah korban yang selama ini lepas dari keamanan Tuan Alfy?" tanya salah satu wartawan pada Nakula.


"Iya benar Nyonya ini dan Tuan Adelio Sailis adalah korban dari Tuan Beni Adijaya seorang sekertaris dari Tuan Adelio yang memilik perusahaan Sailis Group," Dengan bangganya Nakula menceritakan identitas Adelio Sailis Group dan berkhianat pada Tuan Beni Adijaya.


"Lalu bagaimana mereka bisa berada dengan anda Tuan Nakula?" tanya penasaran salah satu wartawan dari sekian banyaknya.


"Yah beginilah kemampuan saya medapatkannya dengan segala tenaga kerja keras saya," jawab Nakula tersenyum memuji dirinya sendiri.

__ADS_1


Mendengar hal itu para wartawan tersenyum bangga padanya dan sesekali melempar pujian pada Nakula sementara Adelio dan Ibu Fidah yang merupakan Neneknya hanya berdiam diri karena mereka memang tidak mengetahui apa yang terjadi tiba-tiba saja kini berada di tangan Nakula karena yang Ibu Fidah ketahui sebelumnya ia melaporkan kasus cucunya pada Tuan Alfy namun di mana pria tampan itu saat ini sama sekali tidak terlihat.


Wah sepertinya akan semakin menarik cerita di episode berikutnya kira-kira apa yang terjadi yah apakah nama Alfy sebagai pria tampan pelindung masyarakat akan tergantikan oleh Tuan Nakula yang memiliki wajah yang juga sangat tampan atau akan ada hal lebih mengejutkan. Nantikan terus kelanjutan ceritanya yah jangan lupa dukung terus author untuk berkarya. Jika berkenan silahkan like dan koment di setiap episodenya yah Terimakasih Assalamalaikum Wr. Wb.


__ADS_2