Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Terlantar


__ADS_3

Di suatu bar tampak seorang wanita yang berpenampilan sangat seksi dan bermakeup begitu mencolok sedang mendorong seorang pria ke depan pintu.


"Pergi kamu! dasar pria tidak berguna menang tampang doang." ucap wanita itu.


Namanya adalah Dira Melinda biasa di panggil Mami Dira, dia adalah pemilik bar sekaligus yang memegang perdagangan laki-laki dan perempuan.


Saat Jacobie menaruh Nakula di depan bar dengan senang hati Mami Dira mengambilnya karena wajahnya di lihat sangat tampan.


Tentu akan banyak pelanggannya yang berebut mendapatkan harga tinggi demi bisa bersama Nakula.


Flashback on


Suatu malam setelah seminggu Mami Dira mengumumkan jika ia memiliki barang bagus pada pelanggannya yaitu wanita-wanita yang mencari kepuasan di luar.


Ia memasang foto Nakula di grup chat semua yang menerima foto pria tampan itu tampak begitu antusias. Mereka bersaing dengan sistem lelang.


Mami Dira memasang dari harga enam puluh juta, semua memasang harga dengan kelipatan-kelipatan sepuluh. Satu persatu menambahkan harga sampai akhirnya angka terakhir adalah seratus juta, cukup lama di grup seketika sepi.


Tidak ada yang menambah harga lagi, dan baru saja Mami Dira ingin memberi keputusan pada pelanggannya tiba-tiba ada pesan masuk.


"Saya ambil seratus dua puluh juta, Mi," isi pesan grup.


"Nyonya Melly serius?" tanya Mami Dira.


"Memangnya kapan saya bercanda?" jawab Nyonya Melly ketus.


"Cih dasar jika kau bukan orang kaya aku tentu tidak akan sudih bicara dengan wanita sombong sepertimu." gumam Mami Dira.


"Jadi bagaimana, kapan saya bisa bertemu dengannya?" tanya Nyonya Melly.


"Malam ini Nyonya." jawab Mami Dira.


Wajah Melly tersenyum penuh keinginan ia memang wanita yang haus akan sentuhan pria, karena suaminya sudah tidak pernah memberikannya lagi kepuasan birahinya.


"Pelayan." panggil Nyonya Melly.


"Iya Nyonya." jawab ketiga pelayan di rumah itu.


"Persiapkan diri saya, malam ini saya akan berkencan." ucap Nyonya Melly dengan bangganya.


Ketiga pelayan itu hanya saling melempar tatapan heran bagaimana bisa wanita terhormat sepertinya dengan bangganya berkata seperti itu.


Tidakkah dirinya malu atas perlakuannya yang sangat memalukan itu pada orang bawahannya.


"Kalian tuli yah?" suara Nyonya Melly tampak terdengar kesal.


"Baik Nyonya." jawab bersamaan ketiga pelayan itu.


Kini mereka berlari cepat mempersiapkan segala peralatan dari perawatan tubuh, wajah, dan minuman herbal untuk memunculkan aroma tubuh yang wangi dari dalam.


Hal itu biasanya mereka lakukan ketika Tuan Farhan memintanya, namun entah sudah berapa tahun mereka tidak melakukan, karena memang Tuan Farhan pernah memergoki Nyonya Melly berbicara dengan temannya di telefon.


Ia menghina kemampuan suaminya di atas ranjang dan hinaan itu terus teringat di fikiran suaminya sebab itulah sampai saat ini ia tidak lagi ingin menyentuh istrinya.


Setelah beberapa menit selesai persiapan kini ketiga pelayan kembali melangkah mendekat ke arah Nyonya Melly.


"Sudah siap Nyonya." ucap salah satu pelayan.


Dengan wajah datarnya Nyonya Melly melangkah ke sebuah ruangan yang memang khusus untuk spa dan lain-lainnya.


Setengah hari ia habiskan untuk perawatan tubuh selama masa pemijatan tubuh wanita itu terus membayangkan foto pria yang nanti malam akan bersamanya.


Yah Mami Dira mengirimkan foto Nakula yang tidak mengenakan pakaian dan terlihat jelas tubuh sispeknya yang membuat Nyonya Melly terus terhipnotis.


Sesekali ia memejamkan matanya seperti sudah terbawa hawa napsunya saat mendapat pijatan lembut dari pelayannya.


Tunggu malam ini yah sayang aku akan menghiburmu dengan baik begitu juga dengan dirimu harus melakukan yang terbaik untukku. Aku sudah membayarmu mahal buatlah aku tidak bisa melupakan malam ini denganmu.

__ADS_1


Akhirnya setelah cukup lama Nyonya Melly terus membayangkan wajah Nakula ia pun tertidur dengan lelapnya.


Tidak terasa malam pun sudah tiba kini Nakula sudah di antar menuju kediaman Nyonya Melly di kawal dengan bodyguard dari bar.


Sesampainya di rumah mewah itu ia merasa ragu untuk melangkah masuk namun baru saja ia ingin memutar balik tubuhnya, tiba-tiba sudah ada kedua tangan lembut yang melingkar sempurna di pinggang Nakula.


"Sayang, kau tidak ingin bertemu denganku?" tanya Nyonya Melly.


Nakula yang terkejut menoleh pada wajah wanita itu jika di lihat memang tidak begitu tua umurnya sudah empat puluhan ke atas.


Nakula bisa memastikan itu namun memang kulitnya sangat terawat dan cantik jadi membuatnya tampak awet muda.


Dengan lembut Nyonya Melly membawanya ke dalam kamar, Nakula yang mendapat perlakuan darinya hanya menurut.


Jika pengalam tentu Nakula sudah memiliki banyak pengalama dengan banyak wanita sebelum dengan Zeyra jadi ia tentu tidak kaku.


Tapi kali ini adalah pengalaman pertamanya melayani wanita yang sudah berumur dan lebih agresif dari banyak wanita yang ia temui di luar sana.


Tanpa terasa kini mereka berdua sudah berbaring di atas kasur yang ukurannya memang sangat luas tampaknya itu bukan kasur yang di jual kebanyakan tempat tetapi kasur yang sudah di pesan ukurannya terlebih dulu.


"Sayang layani aku malam ini, aku sudah membelimu mahal." ucap Nyonya Melly yang sudah bergerak menggeliat di atas tubuh Nakula.


Mendapat perlakuan dari Nyonya Melly, Nakula enggan menyia-nyiakan kesempatan itu akhirnya dengan cepat ia memainkan semua kemampuannya dengan menelusuri tubuh wanita itu.


Hasratnya begitu sangat menginginkan untuk melakukan hubungan namun Nakula tampak merasa ada yang berbeda pada dirinya.


Baru saja ia ingin menyentuh barangnya, Nyonya Melly sudah meraih tangan pria itu dan mengarahkannya pada kedua benda padat milik Nyonya Melly.


Kini Nyonya Melly terus mendesah dengan puasnya ia menikmati setiap sentuhan-sentuhan manja yang di berikan Nakula.


Sampai akhirnya cukup lama mereka bermain-main dan kini tiba waktunya Nyonya Melly yang membuka seluruh lembaran kain milik Nakula.


Ia mulai menelusuri satu persatu tubuh Nakula seketika wajahnya terkejut saat bergerak ke arah bawah matanya menatap heran.


"Apa ini?" tanya Nyonya Melly menunjuk senjata Nakula.


Hasratnya sudah sangat menginginkannya namun entah apa yang terjadi benda miliknya tak kunjung bangun dan Nyonya Melly yang menggerak-gerakkan merasa kecewa.


"Kau pria cacat yah?" tanya nyonya Melly.


Nakula yang mendengarnya merasa tidak percaya apa yang ia alami saat ini bagaimana mungkin benda miliknya tidak bisa seperti biasanya yang mudah bangun saat bersama wanita.


Perasaannya benar-benar tersiksa karena malam itu Nakula sudah sangat menginginkannya tapi ia tidak bisa melakukan itu.


Nyonya Melly yang begitu kesal dengan segera menarik Nakula keluar dari kamarnya mendorongnya.


"Pergi kau! dasar pria tidak berguna cacat." teriak Nyonya Melly.


Seorang wanita berlari ketika mendengar keributan di lantai bawah yah wanita cantik yang masih muda.


"Tante, ada apa kok ribut-ribut?" tanya gadis itu.


Namanya adalah Wenda, dia adalah keponakan kesayangan Tuan Farhan suami dari Nyonya Melly.


Nyonya Melly yang enggan menjawab segera berlari masuk ke kamarnya sedangkan Wenda yang terkejut melihat Nakula.


"Nakula." ucap Wenda terkejut.


"Wenda." balas Nakula dengan menunjuk wanita di atas tangga.


Akhirnya dengan kesal Nyonya Melly marah-marah pada Mami Dira di telefon ia menceritakan semua yang baru saja terjadi.


Mami Dira begitu terkejut mendengar semua yang di katakan Nyonya Melly dan pastinya ia harus mengembalikan semua uang yang sudah di terimanya.


Bodyguard yang bersama Nakula baru saja mendapat telefone dari Mami Dira untuk segera membawa Nakula pulang.


Belum sempat Nakula berbicara pada Wenda ia sudah lebih dulu di tarik dengan pria yang bertubuh besar-besar dan menyeramkan itu.

__ADS_1


Sesampainya di bar Nakula mendapat tamparan keras dari Mami Dira.


"Mengapa kau tidak mengatakan padaku jika kau cacat dasar pria tak berguna." ucap Mami Dira yang tampak kesal.


Dengan cepat ia melempar Nakula keluar dari tempat itu lalu masuk kembali ke dalam bar.


Flashback off


Sementara di rumah Syein Biglous Jacobie yang terlihat tampak patah hati enggan pergi ke kantor ia memilih bekerja di ruang kerja rumah utama.


Di dalam ruangan itu terus gelisah membayangkan wajah suster Syanin yang tertawa dengan seorang pria di rumah sakit.


Matanya merasa redup seperti tidak ada semangat dadanya sangat sakit namun ia masih tidak bisa bicara apa-apa pada suster Syanin.


"Apa ini yang namanya cinta?" gumam Jacobie sambil memegang dada bidangnya.


Ia kembali membayangkan wajah Dokter Adeline ketika memeluknya rasanya sangat ingat tidak ada getaran apapun di dadanya.


Jacobie terus membandingkan kedua wanita itu saat bersamanya memang benar-benar berbeda. Sampai akhirnya Jacobie memutuskan untuk mencari tahu di google.


"Dada sesak ketika melihat seorang wanita bersama pria." isi pencarian di google.


Tiba-tiba muncul halaman pertama yang mengatakan, "Pertanda anda tidak laku dan di acuhkan dengan wanita karena anda pria yang tidak paham tentang wanita dan ada yang lebih pintar dari anda, jadi anda termasuk pria bodoh."


"Ah...apa-apaan sih ini mengapa mengataiku bodoh dan tidak laku." ucap Jacobie kesal dan meletakkan kasar ponselnya.


Setelah Jacobie cukup lama berfikir kata-kata dari google memang ada benarnya.


"Apa selama ini aku tidak paham tentang wanita kecil itu yah," gumam Jacobie dengan terus menyandarkan kepala di kursi kerjanya.


Sedangkan Alfy yang sudah memastikan Jee telah tertidur lelap kini megnecup pelan kening istrinya dan perlahan menurunkan kakinya menuju ruang kerja.


Ia memutuskan untuk kerja dari rumah karena di kantor juga masih ada beberapa pengacara yang bisa ia perintah untuk mewakilinya.


Setibanya Alfy di ruang kerja ia heran melihat tingkah Jacobie yang tidak biasanya melamun seperti itu, Jacobie adalah pria yang selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin tanpa membuang-buangnya utuk hal tidak berguna.


"Hey." ucap Alfy yang memegang pundak Jacobie.


"Bodoh." ucap Jacobie yang keceplosan karena terkejut.


Alfy yang berdiri di sampingnya mendadak mengerutkan alis merasa marah dan bingung mendengar ucapan Jacobie padanya.


"Kau sudah bosan hidup Jac?" tanya Alfy dingin.


"Ma...af Tuan, saya terkejut." ucap Jacobie yang dengan segera terbangun dari duduknya lalu berdiri menunduk.


"Jadi itu yang ada di dalam fikiranmu, aku bodoh?" tanya Alfy lagi mengintimidasi dengan tatapan tajamnya.


Jacobie yang merasa gugup tidak bisa menjawab hanya menunduk lalu menggelengkan kepalanya dengan berani ia harus membela dirinya.


"Maafkan saya Tuan, bukan anda yang saya maksud." ucap Jacobie.


"Ah sudahlah terserah kau saja, bekerjalah yang benar." Alfy yang berucap masa modoh dan segera duduk di kursi kerjanya.


Jacobie yang merasa terlepaskan akhirnya bisa menghela nafas dengan legah kini ia aman tapi kenapa rasanya akhir-akhir ini ia sering sekali menjadi pria yang latah.


Dan itu semua berawal saat mendengar suara Nyonya muda dan Tuan mudanya melalui ponsel saat berhubungan.


Lagi-lagi Jacobie mengingat percakapan mereka dan menatap dalam ke arah Alfy ada muncul perasaan penasarannya.


"Benarkan yang di katakan Nyonya muda jika Tuan muda sangat kuat? apa aku juga nanti bisa sekuat Tuan yah?" gumam Jacobie yang tanpa sadar sudah mendapat tatapan dari Alfy.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Alfy melihat tingkah Jacobie.


"Ti...idak Tuan." jawab Jacobie segera kembali duduk dan menatap layar laptopnya.


Halo semuanya masih semangat menunggu kelanjutan ceritanya tidak? semoga kalian masih tetap semangat yah biar author juga bisa semangat terus hehehe. Selamat membaca yah readersku sayang

__ADS_1


__ADS_2