Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Panggilan Suamiku


__ADS_3

Dengan wajah kesal pun Alfy mengurungkan niatnya untuk menunggu makanan datang dengan cepat


menarik tangan istrinya menuju mobil Jacobie yang melihat dengan segera pun berlari membuka pintu mobil untuk Tuan dan Nona Mudanya. Kini bisa terlihat jelas wajah Alfy yang sangat kusut seperi baju yang seminggu terperas tanpa di setrika.


Lagi-lagi Jee yang melihat tingkah suaminya hanya menghela nafas kasar mungkin mulai saat ini Jee harus berpenampilan sedikit lebih tua dari biasanya agar bisa menghindari hal-hal yang tidak ia inginkan karena rasanya sudah terlalu lelah untuk menghadapi sifat Alfy yang sangat sulit di padamkan amarahnya.


"Fy berhentilah bersikap aneh," ucap Jee yang memegang lengan kekar suami tampannya itu.


Alfy yang mendengar menoleh seketika lalu memutarkan bola mata indahnya ke arah Jee dan memutar ke atas dan ke pinggir bibir bola matanya lagi. "Mau sampai kapan kau memanggilku dengan sebutan seperti itu?" tanya Alfy dengan membuang wajahnya ke arah luar jendela.


"Astaga kau mengapa membuat sesuatu yang kecil selalu menjadi rumit sih?" gumam Jee dengan kesalnya namun ia berfikir jika selalu melawan dan tidak mencoba untuk mengerti suaminya mungkin masalah sampai ribuan tahun juga akan terus menyambung tanpa henti.


Baiklah kali ini yang mudah harus menjadi tua untuk kedamaian bersama anggap saja saat ini Jee sedang berlatih menjadi Ibu yang menjaga anak berumur 6 bulan belum bisa berbicara hanya memberi kode yang tidak bisa orang artikan dan hanya menangis ketika semua yang ia inginkan tidak bisa di mengerti oleh orang sekitarnya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu aku memanggilmu sayang?" tanya Jee yang tengah berusaha tersenyum meskipun berat.


"Apa sayang bukankah itu terlalu umum," ucap Alfy yang tidak setuju.


"Em aku panggil Beb mungkin?" tanya Jee lagi dengan setengag memikir panggilan berikutnya yang ia akan tawarkan.


"Suamiku," ucap Alfy dengan wajah polos tanpa dosanya mengatakan.


"Yasudah jika tidak mau," jawab Alfy yang mulai ngambek lagi.


"Baiklah suamiku," jawab Jee dengan raut penuh kesabaran yang ekstra untuk memenuhi permintaan suaminya.


Sementara ia berfikir sejenak bagaimana ketika mereka berada di kampus dan Alfy menghampirinya Jee yang begitu masih terlihat muda memanggil dengan sebutan suamiku rasanya terlalu tua di telinganya namun apalah daya mulai saat ini memang Jee harus lebih tua dari biasanya dari segi penampilan sampai kehidupan karena jika tidak ia akan merasa kerepotan mengurus bayi tuanya yang nakal ini. Anggap saja Alfy adalah bayi tua yang saat lahir memang terlalu cepat namun fikirannya belum di lahirkan hanya tubuhnya yang sudah lahir dua puluhan tahun terlebih dulu.

__ADS_1


Alfy yang mendengar Jee memanggilnya dengan sebutan suami tiba-tiba saja menebar senyuman yang sangat riang tanpa sadar senyumannya itu membuat Jee dan Jacobie merasa ketakutan apakah Alfy memiliki sifat kepribadian ganda mengapa bisa ia mengeluarkan senyuman semanis itu dengan waktu sekejap. Lantas apa yang bisa memasuki tubuh yang penuh dengan sifat dingin bisa merubah dengan suasana yang


sangat membawa kedamaian seperti saat ini.


"Istriku aku ingin kita bulan madu yah setelah kasus ini aku selesaikan?" tanya Alfy dengan lembut.


"Apa?" tanya Jee yang masih terheran dengan sifat suaminya itu bulu kuduknya seketika berdiri ia merasa sedikit takut apakah setelah ini Alfy akan berubah lagi sedetik, dua detik, tiga detik oh tidak ia masih tetap lembut.


"Em iya kau atur saja suamiku," ucap Jee dengan pelan.


Jacobie yang mendengar percakapan yang lucu di belakang hanya bisa menahan tawa saja padahal yang ada di dalam hatinya hanya tubuhnya yang tertawa menahan perutnya yang sakit karena geli mendengar percakapan yang lucu itu seperti anak kecil yang sedang bermain boneka barbie saja semua percakapan di atur oleh anak yang memainkannya sungguh pemandangan yang menghibur. Di balik kelucuan itu ia juga merasa legah karena baru kali ini bisa melihat Tuan mudanya seceria ini selama Jacobie mengabdikan diri pada keluarga Syein ia tidak pernah melihat senyum ceria dari wajah Tuannya hanya ekspresi tegang dan menakutkan yang sehari-hari menjadi santapan para bawahan Alfy di rumah maupun di kantor.


Wah semakin lucu saja Tuan Alfy Syein yah, nah disini author akan memberikan sedikit bocoran jika episode berikutnya akan lebih menyenangkan lagi loh tentang bulan madu Alfy dan Jee yang sangat lucu. Ikuti terus cerita ini yah jangan lupa berikan like dan coment kalian untuk mendukung semangat author dalam berkarya. Terimakasih pembaca setia.

__ADS_1


__ADS_2