Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Kerjasama


__ADS_3

Sebelum baca biasakan vote atau kasih rate dulu yuk sebagai wujud dukungan kalian pada author pada novel ini terimakasih. Selamat membaca yah!


Di sebuah ruangan yang terlihat gelas tampak seorang wanita sedang menggoyang-goyangkan gelas di tangannya yang berisi wine. Matanya penuh tatapan yang penuh arti bibirnya tersenyum menyeringai sekali ia menaikkan sebelah alisnya tampak wanita itu tengah menemukan suatu ide.


"Halo Nona Friska," ucap salah seorang wanita yang terdengar sedikit gugup menerima telefon itu.


"Besok saatnya." Dengan menekan suaranya agar terlihat tegas kini rahang wanita itu tampak bergerak menekan kedua rahangnya.


"Baik Nona." jawab wanita itu dengan sedikit gugup.


Kini wanita itu tampak berkeliling di kamarnya beberapa kali membuka lemari bajunya ia memastikan pakaian yang menurutnya paling seksi.


"Bang, apa ini sudah seksi?" tanya wanita itu dengan sambil melakukan panggilan video dengan pria di seberang sana.


"Wah kau sudah tumbuh begitu dewasa sekarang." puji pria itu tampak kagum melihat wanita yang ia lihat saat ini tampak dewasa dari yang dulu sangat kecil.


"Jadi oke dong aku pakai ini?" tanya Zeyra tersenyum.


Sementara Alfy yang mendapat pesan singkat dari Jac merasa kesal lagi-lagi ia harus keluar malam untuk bertemu seseorang.


"Istriku aku akan keluar sebentar bertemu seseorang." ucap Alfy yang tampak ragu.


"Apa kau tidak mau membawaku?" tanya Jee yang mulai cemberut.


"Nantiyah lain kali ini tidak begitu lama kok hanya bertemu satu orang saja kata Jac mau meminta maaf." jelas Alfy yang memang tidak tahu apa-apa.


"Pulanglah lebih cepat." Dengan menahan air matanya Jee merelakan kepergian suaminya.


"Baiklah kau istirahat saja." Sambil mengecup kening istrinya perlahan lalu melangkah keluar kamar.


Kini Jee memandangi punggu suaminya yang semakin hilang dan menutup pintu kamar itu sukses membuat Jee menangis histeris di dalam kamar.


"Pah, ada apa dengan Jee yah?" Nyonya Syein tampak khawatir mendengar suara yang berasal dari lantai atas itu.


"Ayo Mah kita lihat." Tuan Reindra yang berlari kecil memegang tangan istrinya begitu tampak khawatir.


Dengan segera mereka membuka pintu kamar itu kedua orang tua itu terkejut melihat Jee yang terduduk menangis sambil menjambak rambutnya kasar.


"Sayang, ada apa?" tanya Nyonya Syein sambil memeluk wanita itu.


"Jee tidak bisa jika Alfy pergi Mah." jawab Jee sambil terus menangis.


"Jadi kau menangis gara-gara Alfy meninggalkanmu?" tanya Tuan Reindra penasaran.

__ADS_1


"Ehem." jawab Jee lembut sambil menyeka air matanya.


Tuan Reindra dan Nyonya Syein tertawa dan menghela nafas kasarnya hampir saja menantu kesayangannya ini membuat kedua mertuanya serempak terkena serangan jantung seketika. Mereka fikir ada yang terjadi sampai sehisteris itu suara tangisannya ternyata hanya karena suaminya yang pergi.


"Nanti lain kali Papah akan suruh Alfy membawamu." Tuan Reindra yang berusaha menghibur menantunya itu.


"Benarkah Pah?" tanya Jee yang kesenangan.


"Iya sudah kau jangan bersedih lagi yah." jawab Tuan Reindra tersenyum mengusap kepala wanita itu.


Sementara Alfy yang sudah melajukan mobilnya menuju sebuah hotel merasa tidak ragu sama sekali kali ini karena memang Nona Friska menyusun rencana yang sangat mantap.


Sesampainya di hotel bintang lima Alfy dengan segera menemui seseorang yang di utus oleh Nona Friska untuk menyambut Alfy.


"Silahkan ikuti saya Tuan." Mempersilahkan Alfy sambil melangkah lebih dulu memberi petunjuk.


Alfy yang hanya melangkah sesekali menatap orang yang ada di hadapannya merasa ada yang ganjal ia berfikir jika memang salah satu utusan masyarakat pegunungunan rasanya aneh memiliki orang pesuruh sebagus ini dari segi manapun hampir setara dengan pasukan Jacobie.


Hal yang mustahil jika orang pedesaan memiliki pasukan juga mau mereka gaji pakai apa memangnya untuk makan saja mereka sudah sangat bersyukur jika bisa mendapatkannya.


"Silahkan masuk Tuan." perintah pria itu.


"Terimakasih." ucap Alfy tersenyum.


"Kau siapa?" tanya Alfy terkejut.


"Silahkan duduk Tuan Alfy." Mempersilahkan pria di hadapannya untuk duduk.


Tidak banyak bicara Alfy kali ini hanya duduk sambil mulai mengumpulkan niatnya untuk berbicara dengan nada santai tanpa emosi.


"Bagaimana bisa kau yang ada di sini?" tanya Alfy yang berusaha terlihat tenang.


"Minum dulu Tuan." ucap wanita itu yang lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan Alfy.


Melihat Alfy yang masih duduk dengan tegak Zeyra perlahan mendekat ke arah Alfy memajukan tubuh atasnya ke hadapan Alfy.


Sebenarnya Zeyra merasa sangat jijik dengan tingkahnya saat itu namun untuk membantu seseorang ia harus rela melakukannya demi kebaikan.


"Jaga sikapmu!" teriak Alfy yang mendadak berdiri terlihat wajahnya penuh amarah.


"Tuan jangan takut." ucap Zeyra yang berusaha meraih kerah baju Alfy.


Dengan cepat Alfy menepis tangan wanita itu dan melangkah ke arah pintu namun terkejutnya ia ketika ingin membuka pintu ternyata sudah terkunci. Mungkin pria yang mengantarnya tadi sudah melakukan itu tanpa Alfy sadari.

__ADS_1


"Jika kau berani mendekat aku akan melenyapkanmu saat ini juga." Dengan mata elang Alfy mengancam wanita itu.


"Saya mohon Tuan jangan lakukan itu." Dengan wajah ketakutan berusaha terlihat tenang Zeyra meraih lengan Alfy.


Seketika tingkah Alfy berubah yang tadinya terlihat sangat berwibawa berubah menjadi pria yang berparas seperti seorang pembunuh. Melihat itu Zeyra bergetar hebat ketakutan dengan segera ia pun menjauh dari pria itu sambil berteriak mencari pertolonga dari luar pintu.


Sementara di kamar yang lain tampak wajah seorang wanita tersenyum ketika mendapat tangkapan layar dari hasil cctv di kamar Zeyra dengan Alfy tadi. Ia ingin membuat repurtasi Alfy jatuh dan tidak mendapat kepercayaan masyarakat lagi.


"Tolong siapa pun di luar sana!" teriak Zeyran dengan wajah penuh keringat karena ketakutan.


Sepertinya Alfy kali ini bukanlah Alfy yang seperti biasanya wajahnya benar-benar menakutkan siapa pun yang melihatnya tentu akan ketakutan seperti Zeyra.


Nona Friska yang merasa sudah mendapatkan pertunjukan yang ia inginkan dengan segera memutuskan sambungan layar itu pada cctv di kamar. Dengan segera ia bergegas keluar hotel itu sambil tersenyum lirih sepanjang jala menuju mobilnya.


Sementara Zeyra yang sudah berhasil lolos dari tatapan mematikan Alfy tampak melangkah berlari tidak beraturan meskipun kali ini ia tidak sepenuhnya salah namun apa salahnya jika wanita itu menyayangi nyawanya.


Alfy yang tampak sudah bisa mengendalikan kemarahannya dengan segera meninggalkan hotel itu lalu melajukan mobilnya ke arah rumah. Wajahnya sudah kembali terlihat tenang lagi tak lama ia sudah sampai di rumahnya dan langsung menuju kamarnya.


Tidak sabaran sekali tiap kali habis meninggalkan rumah selalu saja ingin segera melihat wajah istrinya untuk memastikan bidadarinya masih utuh tanpa kurang satu apapun. Perlahan ia melangkah ke kamar dan mendapati istrinya yang sudah tertidur dengan lelapnya. Tak berapa lama akhirnya Alfy ikut terlelap di samping istrinya dengan merangkul erat pinggang istrinya yang tampak tidur menyamping.


Jam berputar seperti hari biasanya yang tidak terasa telah melewati beberapa jam untuk istirahat dari segala aktifitas. Kini Jee yang baru saja selesai melakukan therapi di halaman rumah bergegas naik ke kamar untuk membangunkan Alfy.


"Suamiku, ayo bangun!" ajak Jee sambil menarik selimut yang masih menutupi tubuh suaminya dengan sempurna.


"Em nanti dulu deh." ucap Alfy yang masih tampak ingin melanjutkan tidurnya.


Merasakan tubuh istrinya berada dekat darinya dengan segera Alfy menenggelamkan wajah istrinya dalam pelukannya. Jee yang merasa sudah terlalu siang dengan segera membuat Alfy terus merasa terganggu agar mau bangun. Lama-kelamaan Alfy pun terbangun dengan wajahnya yang masih terlihat sangat mengantuk rasanya tidak ingin beranjak dari kasur empuk itu namun apa daya pekerjaan sudah menunggunya di kantor.


Pagi itu semua tampak berkumpul sarapan bersama seisi rumah itu ketika sarapan Jac meminta pada pelayan di rumah untuk hari ini tidak menyambungkan siaran televisi dulu.


"Pak, tolong saluran televisi hari ini di matikan duluyah." perintah Jac dengan tegas.


Tanpa berani bertanya yang terjadi sebenarnya pelayan di rumah itu hanya mengangguk tanda mengerti dengan perintah Jacobie.


Ketika sudah sampai di kantor Alfy, Jacobie dan Delon melihat beberapa siaran berita yang menampilkan klip video Alfy sedang hampir berhadapan dekat dengan wanita jika di lihat potongan video itu tampak seperti akan melakukan adegan yang tidak senonoh.


Alfy dan Delon yang memang belum mengerti dengan yang terjadi begitu sangat terkejut melihatnya dengan segera Jac mengajak kedua pria itu ke dalam ruang kerja.


"Maafkan saya Tuan." ucap Jac dengan wajah datarnya.


"Kenapa kau minta maaf Jac?" tanya Alfy heran.


Kini Jac menceritakan tentang rencana Nona Friska yang akan menjatuhkan nama Alfy lagi dan lagi berkat kerja sama Jacobie dengan adiknya itu akhirnya mereka menemukan jalan sekaligus dapat menyelesaikan masalah itu. Yah wanita yang bersama Alfy tadi malam namanya adalah Zeyra Henry ia merupakan adik angkat Jacobie yang secara kebetulan bekerja sebagai sekertaris Nona Friska. Dia tidak ikut dengan Jacobie untuk mengabdikan dirinya pada keluarga Syein Biglous karena tertarik bekerja di Belanda ternyata betapa tidak menyangkanya jika pekerjaannya itu akan membawanya kembali ke tanah air.

__ADS_1


Hai lovers selamat membaca yah semoga kalian senang dan jangan ragu untuk berikan masukan pada author tentu akan author pertimbangkan semua saran dari kalian. Terimakasih yang sudah membaca dan meninggalkan jejak pada novel ini. Assalamualaikum Wr. Wb.


__ADS_2