
Hari itu pagi yang amat cerah seakan mentari ikut menjadi saksi sesuatu akan terjadi mengingat persidangan akan di laksanan tepat pukul delapan.
Alfy yang masih tertidur lelap merasa ada yang mengganggunya matanya sangat sulit untuk di buka karena semalam terlalu larut malam ia tidur.
"Han...ayo bangun." Tangan Jee sambil terus menggerak-gerakkan tubuh suaminya.
"Nanti duluyah," ucap Alfy yang menawar pada Jee.
"Nanti terlambat katamu akan pergi ke pengadilan hari ini," Dengan terus menggoyangi tubuh suaminya untuk bangun.
Alfy yang merasa ogah-ogahan untuk bangun membuka sedikit mata istrinya yang sepertinya baru selesai terapi dengan Dokter Adeline.
"Cium," ucap lirih Alfy.
"Hah cium, kau belum cuci muka." Jee yang merasa ogah untuk menuruti permintaan Alfy.
"Cium." ucap Alfy sekali lagi.
Malas menghadapi sikap Alfy tanpa sabar Jee segera menarik tangan suaminya untuk turun dari kasur namun tenaganya yang tidak begitu kuat menarik beban yang terasa amat berat karena memang tubuh Alfy yang atletis membuat beban tubuhnya sangat padat.
Tanpa putus asa Jee terus menarik tubuh suaminya yang entah sejak kapan keringatnya mulai keluar namun tidak sedikitpun Alfy bergeser dari tempat semulanya.
"Ayo bangun nanti kau terlambat," ucap Jee yang tampak kesal.
"Peluk." Alfy berusaha manja lagi.
"Astaga kau kenapa sih?" tanya Jee yang merasa aneh sekali dengan tingkah suaminya.
Dengan pasrah akhirnya Jee mendekatkan diri pada suaminya tanpa menunggu lama Alfy langsung menerkamnya mengunci tubuh padat Jee ke dalam pelukannya.
"Hey lepaskan! lepaskan aku." Jee berteriak tanpa di gubris oleh Alfy.
Pria itu mendaratkan berkali-kali bibirnya di seluruh wajah istrinya di kening, mata, pipi, dan bibirnya dengan begitu rakusnya.
Jee yang mendapat serangn seperti itu merasa tidak bisa melindungi diri kecuali hanya berdiam pasrah itulah jalan satu-satunya.
"Sudahkan?" tanya Jee kesal.
"Belum." jawab Alfy yang terus memeluk erat tubuh istirnya.
Menunggu beberapa lama Jee terdiam dalam pelukan suaminya membuat Alfy menikmati pelukannya itu dan tidak ada suara apa pun.
"Ayo bangun." ucap Jee yang membangunkan suaminya lagi.
Astaga entah ada apa dengan Alfy pagi itu perasaannya benar-benar tidak ingin beranjak meninggalkan istrinya rasanya sangat berat.
"Aku tidak mau pergi," ucap Alfy manja.
Jee yang mendengar ucapan suaminya terkejut matanya melotot.
"Cepatlah Jac bersama Delon sudah menunggumu sejak tadi," Jee yang terus berusaha melepaskan diri dari pelukan Alfy.
Akhirnya merasa kasihan dengan istrinya Alfy takut jika Jee akan kelelahan kalau terus memberontak seperti itu perlahan ia melepaskan pelukannya.
Jee yang merasa dapat jalan dengan segera berdiri dan kembali menarik tubuh Alfy.
"Astaga ayo bangun sudah siang." ucap Jee yang khawatir akan terlambat ke pengadilan sesuai yang di beri tahu Jac.
"Mandikan," ucap Alfy lagi.
Mendengar suaminya Jee terkejut bukan main apa yang terjadi semalam pada suaminya sih sampai harus segila ini pagi-pagi.
"Apa katamu? tidak...tidak." Jee berusaha membantah,
Mendengar ucapan Jee Alfy kembali mengambil selimut dan menutup seluruh tubuhnya dan kembali melanjutkan tidurnya.
"Apa yang kau lakukan, Han?" tanya Jee yang benar-benar habis kesabarannya.
__ADS_1
Alfy sama sekali tidak menjawab istrinya ia berusaha mencari cara untuk mendapatkan kembali semangatnya bekerja melalui Jee.
Melihat suaminya tertidur lagi Jee mendekat padanya.
"Ayo ku mohon bangunlah." ucap Jee dengan lembut.
Mendengar suara lembut itu Alfy tanpa putus asa masih berusaha menawar lagi. "Mandikan."
Sudah merasa habis kesabaran akhirnya Jee menuruti permintaan suaminya mendengar itu Alfy tampak senang dengan segera ia bergegas bangun lalu memeluk tubuh Jee sambil melangkah ke kamar mandi.
Anggap saja pagi ini Jee berlatih untuk memandika bayi, iya bayi tua yang entah sejak kapan tingkahnya begitu aneh dan memuakkan.
Di kamar mandi Jee merasa gugup saat memberi sabun di tubuh suaminya selama menikah baru kali ini melakukannya di pagi hari lagi.
"Apa yang kau takutkan?" tanya Alfy menatap wajah Jee yang dengan ragu untuk membersihkan area sensitif suaminya.
"Em tidak," ucap Jee dengan terkejut.
"Ayo bersihkan," perintah Alfy sembari tertawa dalam hati.
Ia benar-benar puas melihat ke gugupan istrinya saat memandikannya benar-benar hiburan yang menyenangkan untuk membangun semangat pagi.
Setelah Jee nekat menelusurinya untuk ia bersihkan tiba-tiba wajah Alfy memerah berubah seperti ingin menerkam istrinya.
Jee yang melihatnya dengan segera berlari keluar kamar mandi jika ia tidak menghindar sudah pasti Alfy akan mengulur waktu lagi pagi itu.
Beberapa menit berlalu Alfy yang sudah selesai dari kamar mandi menuju ruang ganti di sana sudah tertata rapi baju hem, jas, celana, rumpi, jas, dan dasi yang Jee siapkan saat ia di kamar mandi.
Mencari-cari keberadaan istrinya di segala sudut ruangan itu namun ia tidak menemukannya.
Alfy yang sibuk memakai sepatunya melihat kehadiran Jee yang sudah tampak selesai mandi dan memakai baju.
"Han, kau habis mandi?" tanya Alfy bingung.
"Iya, aku mandi di kamar Mami." jawab Jee.
Flashback on
"Tok...tok...tok"
"Mi, buka pintunya dong." Suara dari luar kamar membuat Nyonya Flora dengan cepat berdiri dari meja hiasnya menuju pintu.
"Jee, ada apa?" tanya Nyonya Flora yang terkejut meliaht kehadiran putrinya yang membawa beberapa lipatan kain dan handuk.
Dengan tersenyum malu Jee permisi masuk dan meminjam kamar mandi Nyonya Flora.
"Jee mau mandi di sini Mi, soalnya Alfy lagi mandi." jelas wanita cantik itu.
Mendengar ucapan putrinya Nyonya Flora sangat bingung memangnya tidak boleh jika suami istri mandi bersama mengapa harus mengungsi ke sini itulah yang ada di dalam fikiran Nyonya Flora.
Namun malas berdebat denga putrinya akhirnya ia diam dan memilih keluar untuk melihat ke dapur biasanya membantu membuat sarapan juga.
Jee yang baru selesai mandi dan bersiap seketika membuat Tuan Indrawan terkejut saat masuk ke dalam kamarnya.
Saat melihat putrinya di kamar itu dengan cepat Tuan Indrawan keluar melihat pintu kamar dan sekelilingnya fikirannya yakin jika ia tidak salah memasuki kamar.
Setelah memastikan ia memasuki kamar yang benar akhirnya kembali masuk dan melihat putrinya yang tertawa.
"Papi, nggak salah kamar kok." ucap Jee yang menggelengkan kepala melihat tingkah Tuan Indrawan.
"Lalu kok kamu di sini, Sayang?" tanya Tuan Indrawan dengan bingungnya.
"Iya Pi, tadi Alfy lagi mandi soalnya jadi Jee numpang di sini deh," jelas Jee dengan santai lalu bergegas keluar kamar meninggalkan seorang pria yang diam mematung.
Tuan Indrawan masih memikikan tentang ucapan putrinya memangnya tidak boleh jika suami istri mandi bersama yah tentu fikiran Tuan Indrawan sama persis dengan Nyonya Flora tadi.
Flashbak off
__ADS_1
"Ayo kita sarapan," ajak Jee pada Alfy yang baru saja selesai memakai sepatunya.
"Aku malas pergi," Lagi-lagi Alfy membuat kesal Jee.
"Kau harus pergi hari ini." ucap Jee sambil menaring tangan suaminya.
Semua mata yang ada di meja makan tampak heran melihat tingkah Alfy yang memanyunkan bibrinya dengan wajah melasnya lalu Jee yang berusaha menariknya seperti seorang Ibu menarik anaknya.
Sampai di meja makan Jee mengarahkan tubuh suaminya untuk duduk di kursi lalu mengambilkan sarapan setelah memastikan sarapan itu lengkap ia kembali mengambil untuknya sendiri.
Alfy yang terus diam membuar Jee memutar bola mata karena kesalnya yang tidak henti-henti Alfy buat.
Tanpa menunggu lama akhirnya Jee menyuapi Alfy dengan cepat Alfy melahap makanan itu.
"Kau sakit Fy?" tanya Nyonya Syein yang melihat wajah anak prianya sangat lemas.
"Tidak Mah." jawab Alfy.
"Lalu?" tanya Nyonya Syein lagi.
"Aku hanya lagi malas pergi dari rumah," jawab Alfy dengan ekspresi tanpa dosanya itu.
Mendengar itu semua tampak heran mengapa Alfy seperti ini kemana Alfy yang dulu selalu penuh semangat apa ini juga termasuk bawaan bayi.
Sedangkan Jacobie yang mendengar hanya menatap dengan tajam namun tidak ada yang memperhatikannya.
"Cih... ini pasti karena Nona muda lagi membuatnya selalu ingin bersamanya," gumam Alfy yang tampak mengejek karena lagi-lagi pria di perbudak oleh cinta.
Tenang Jac mungkin saat ini kau belum mengerti apa itu cinta sebentar lagi mungkin bukan Alfy yang akan menertawakanmu, melainkan dirimu sendiri ketika mengingat ucapanmu saat ini.
Setelah sarapan selesai Jee dengan segera mengambil obat yang sudah di sediakan oleh Dokter Adeline bersama dengan beberapa minuman herbal.
"Kau pergi denganku, kan?" tanya Alfy pada istrinya.
"Tidak Han, aku nanti perginya kuliahku hari ini hanya ada satu dan itu siang." jelas Jee dengan tersenyum.
Alfy yang mendengar itu semakin malas untuk pergi dari rumah apalagi masih ada istrinya di rumah tentu membuatnya lebih betah.
Dengan cepat Alfy bergegar pergi dari meja makan itu sementara Jee yang sudah lebih dulu menahan tangannya tampak bingung.
"Kau mau kemana?" tanya Jee.
"Mau ganti baju," ucap Alfy seenaknya.
"Ganti baju?" Jee yang merasa tidak ada yang salah dengan baju yang ia siapkan.
"Ganti baju aku akan di rumah saja." ucap Alfy singkat.
Mendengar itu semua kelaurga merasa terkejut namun seketika semua tertawa saat melihat Jee berusaha menarik Alfy untuk ke luar rumah.
"Aku tidak mau kerja," ucap Alfy yang terus di tarik oleh istrinya.
"Tidak, kau harus kerja." Teriak Jee.
"Aku benar-benar lemas, Han." Mencoba beralasan berharap Jee akan menerimanya.
Namun Jee yang sudah tahu niat Alfy dari awal terus menarik tanpa hentinya meskipun sebenarnya ia kelelahan tapi demi suaminya ia harus bisa.
Semua yang ada di meja makan hanya tertawa melihat pemandangan lucu itu begitu juga dengan Jac ia terus menatap sambil mengikuti langkah Alfy dan Jee sampai ke dalam mobil.
"Aku tidak ingin kerja," lagi-lagi Alfy mencoba keluar dari mobil.
Dengan cepat Jee menahan pintu mobil dan menyuruh Jacobie melajukan mobil dengan cepat akhirnya selesailah drama pagi itu.
Jee yang memasuki rumah kembali hanya menggelengkan kepalanya saat mendapat tatapan tawa dari keluarganya.
Halo para pembaca kesayanganku selamat membaca yah author sangat berterimakasih pada kalian yang sudah setia menunggu update episodenya. Jangan lupa untuk terus mampir setiap hari karena author selalu update dan jika bersedia kalian bisa kasih saran untuk author yang mungkin akan author pertimbangkan untuk di masukkan ke dalam cerita ini. Mohon kritik dan sarannya yah jika berkenan.
__ADS_1
Terimakasih Assalamualaikum Wr. Wb.