Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Menggagalkan Saksi


__ADS_3

Setelah Zeyra dan Nakulan menghabiskan waktu selama seharian kini tidak terasa jam menujukkan pukul lima sore mereka yang baru saja terbangun akhirnya memutuskan untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi keduanya memakai baju santai untuk turun ke bawah menuju kafe yang letaknya tidak jauh dari apartemen Zeyra.


Setibanya di kafe mereka makan dengan santainya Zeyra memang wanita yang sangat cantik dengan bentuk tubuhnya yang tidak begitu tinggi namun sangat padat di bagian-bagian tertentu.


"Makanlah," Nakula yang menyodorkan sendok yang ia pegang ke mulut mungil wanita itu.


Zeyra terkejut melihat sikap Nakula yang begitu romantis padanya merasa begitu jatuh ke dalam hati yang paling dalam wanita itu tersenyum menatap Nakula.


Membuka mulutnya perlahan dan menyantap makanan yang sudah Nakula berikan padanya.


Selesai makan mereka memutuskan untuk tetap bersantai sejenak di kafe itu, Zeyra yang tampak begitu penasaran dengan kasus nakula belakangan itu membuatnya ingin bertanya.


Dengan penuh pertimbangan akhirnya ia memberanikan diri mulai membuka pertanyaan pada Nakula.


"Em aku ingin bertanya, apakah boleh?" tanya Zeyra dengan ragunya.


Mendengar wanita itu dengan suara yang terputus-putus Nakula tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Memangnya apa yang tidak boleh untukmu?" gombal Nakula yang benar kali itu membuat Zeyra yang masih sangat polos semakin jatuh hati padanya.


"Ayolah tanyakan," perintah Nakula yang sudah menghadap pada wajah Zeyra begitu dekatnya.


Deg...


Jantung Zeyra begitu ingin meloncat mendapat posisi sedekat itu padahal mereka baru saja melakukan hal yang lebih jauh dari itu mengapa masih sangat gugup.


Wajar saja Zeyra merasakan itu tentu semua karena perasaannya yang begitu dalam pada Nakula tentunya dan pria itu pasti sudah tahu.


"Sebenarnya kau melakukan kejahatan apa sampai mendapatkan hukuman seberat itu?" tanya Zeyra yang menunduk tanpa berani menatap wajah Nakula.


Pria itu menghela nafas dengan kasar lalu menarik nafas dalam-dalam untuk bersiap menceritakan kejadian yang mungkin sebenarnya bukanlah yang benar-benar terjadi.


Nakula mulai menceritakan bahwa ia di jebak oleh grup pengacara ternama di Kota itu dengan menyuruhnya untuk mencari korban dan pelaku dari kejahatan yang akan di tangani oleh Alfy Syein.


Namun tanpa Nakula tahu sebenarnya mereka telah menjebaknya dengan menuduh bahwa dia telah bersekongkol oleh pelaku untuk menghilangkan barang bukti itu.


Yah mereka semua melakukannya untuk mengelurkan Nakula dari kantor itu berhubung ia selalu menentang keadilan yang sebenarnya tidak membutuhkan uang namun grup pengacara Syein Biglous tidak setuju karena bagaimana pun mereka membutuhkan bayaran meskipun sangat privasi.


Karena itulah Nakula di jebak dan akhirnya di pecat secara tidak hormat oleh kantor itu dan terlebih lagi yang mengambil keputusan itu adalah Jacobie orang kepercayaan Alfy Syein.


"Hah...benarkah yang kau ucapkan itu?" tanya Zeyra yang begitu terkejut tidak percaya mendengar cerita Nakula.


Nakula yang berakting dengan wajah sangat sedih membuat hati Zeyra mulai tergoyahkan wajah wanita itu tampak tidak bisa percaya namun perasaannya kali iniĀ  mampu membutakan akal dan fikirannya.


"Kau tidak percaya yah?" tanya Nakula dengan tatapan memohon pada Zeyra.

__ADS_1


"Bukan, bukan tidak percaya tapi..." ucapan Zeyra tidak berlanjut wajahnya seketika melamun.


Bagaimana ia bisa menyangkan hal itu terjadi karena campur tangan Kakak angkatnya sendiri yaitu Jacobie rasanya sangat sulit memahami ini semua.


Selama ini yang gadis itu tahu Jacobie adalah pria dan Kakak yang patut ia panuti karena kebaikannya benar-benar jauh dari hal buruk.


Dan bagaimana bisa Kakaknya sendirilah yang membuat pria yang ia cintai mendekam di dalam penjara dengan kehidupan yang begitu sengsara.


"Em iyah aku percaya padamu," lanjut Zeyra yang berusaha mempercayai Nakula.


Mendengar jawaban itu hati nakula begitu senang wajahnya penuh senyuman kemenangan. Kini satu kunci sudah mampu ia taklukkan selanjutnya tentu jauh lebih lancar tentunya.


Memastikan semua sudah selesai Nakula mengajak Zeyra untuk kembali ke apartemen dengan meninggalkan beberapa lembar uang di meja itu tentu jika di hitung jumlahnya lebih dari yang mereka makan.


Sesampainya di kamar Zeyra yang belum begitu siap seketika menerima serangan lagi dari Nakula dengan brutalnya membuat wanita itu tampak sulit mengimbanginya.


Sesekali Zeyra di beri waktu untuk mengatur nafasnya oleh Nakula yang sudah menguasai tubuh wanita itu yang kini ia ti*dih dengan tubuh kekarnya.


Setelah begitu lama mereka berdua saling melepaskan has*atnya akhirnya secara bersamaan berbaring dengan rasa lelah dan keringat di sekujur tubuhnya yang sudah menyampur menjadi satu.


Nakula yang sudah bisa mengendalikan lelahnya perlahan mendekati kembali tubuh wanita itu dengan tatapan lembutnya.


"Kau mencintaiku?" tanya Nakula yang membuat mata Zeyra saat itu terpejam seketika terbuka lebar.


"Apa...aku tidak mimpikan mendengarnya bertanya tentang cinta?" gumam Zeyra yang menatap kaget pada Nakula.


Karena merasa itu hanyalah halusinasinya saja mungkin karena terlalu menginginkan ucapa itu dari mulut Nakula,


"Apa kau mencintaiku?" Nakula mengulang pertanyaannya lagi demi meyakinkan Zeyra.


Zeyra terus menatapnya dalam. "Hah...benarkan dia bertanya padaku? iya benar ini benar suaranya," Tanpa berkata wanita itu berperang dengan hati dan fikirannya.


"Zey," panggil Nakula dengan menge*up bibir mungil itu.


"I...ya." jawab Zeyra dengan kagetnya.


"Apa kau tidak mencintaiku?" tanya Nakula dengan raut wajah kecewanya.


Medengar hal itu Zeyra dengan cepat memeluk erat tubuh pria itu yang masih sedikit basah dengan keringatnya.


"Aku mencintaimu...aku sangat mencintaimu Nakula." Dengan begitu penuh perasaan wanita itu mengutarakan hatinya.


Kini jawaban yang di nanti Nakula akhirnya terdengar juga dan tentu sekarang wanita itu sudah berada di dalam perangkapnya.


"Aku juga mencintaimu, Zey." ucap Nakula dengan membalas pelukan wanita itu.


Setelah memastikan perasaan wanita itu akhirnya Nakula mengatur jalan permainan selanjutnya.

__ADS_1


"Aku besok akan pergi pagi yah," ucap Nakula dengan sedikit sedih.


Zeyra yang mendengarnya terkejut. "Kau mau kemana?" tanyanya.


"Aku ingin berlibur menghirup udara segar di sebuah pulau besok." jawab Nakula memancing wanita itu.


Mendengar pria itu akan pergi ia merasa takut jika di tinggalkan lagi karena mengingat waktu yang begitu lama memisahkan mereka rasanya Zeyra tidak rela jika harus berpisah lagi.


Wajahnya tampak sedih namun tidak berani mengatakan apa-apa.


"Zey, mengapa sedih?" tanya Nakula.


"Em tidak apa-apa," berpura-pura tersenyum Zeyra menutupi kecewanya.


Melihat respon Zeyra yang belum berani mengutarakan pikirannya dengan sangat paham Nakula akhirnya membuat wanita itu jujur.


"Kau ingin ikutyah?" tanya Nakula.


"Apa boleh?" Zeyra yang berfikir tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk jujur.


"Tentu saja boleh," Nakula yang tersenyum puas.


Zeyra seketika melamun memikirkan bagaimana ia bisa pergi sedangkan besok adalah hari persidangan yang mangharuskan ia hadir sebagai saksi.


Tapi setelah mengingat kejahatan Alfy dan Kakaknya ia merasa kesal dan mungkin akan lebih baik jika ia tidak membantu kedua pria itu.


Dan terlebih lagi Nakula adalah orang yang mereka buat sengasara selama ini apa salahnya jika Zeyra membahagiakan Nakul bukan kedua pria itu.


Sementara sibuk berfikir Nakula yang mengerti dengan fikiran wanita di pelukannya itu sudah bisa menebak pasti ia memikirkan Alfy dan Kakaknya.


Sebelum Nakula bebas ia sudah menyelidiki melalui Bram jika Zeyra adalah adik angkat kesayangan Jacobie dan Bram juga sudah menceritakan bahwa Zeyra mengkhianati Nona Friska.


"Baiklah aku akan ikut denganmu besok," jawab Zeyra yang sudah mantap dengan keputusannya.


"Yasudah ayo kita istirahat agar bisa berangkat pagi besok," jawab Nakula.


Kali ini ia akan menghabiskan liburan dengan fasilitas yang terjamin dari Nona friska tentu membuatnya sangat puas terlebih lagi dengan wanita yang berada di sampingnya.


Menurut Nakula meskipun Zeyra begitu bod*h menyerahkan semua padanya tetaplah ia adalah wanita yang satu-satunya memberikan ketulusan pada Nakula.


Sementara di kediaman Syein Biglous Alfy tampak menyiapkan beberapa berkas bersama Delon dan Jacobie untuk persidangan besok.


Setelah memastikan semua sudah beres ketiga pria itu kembali ke kamarnya masing-masing sesampai di kamar Alfy melihat Jee yang sudah tertidur lelap di kasur sambil memegang ponselnya.


Ia mengambil ponsel istrinya melihat layar ponsel itu yang masih menyala ternyata Jee sedang membaca ovel online sampai tertidur begini.


Ia meletakkan benda tipis itu lalu ikut berbaring di sebelah istrinya dengan cepat ia tertidur lelap, Jee yang merasa kehadiran suaminya tanpa ragu mengarahkan tangannya di dada suaminya begitu eratnya pelukan wanita itu pada suaminya.

__ADS_1


Hai lovers selamat membaca jangan lupa like, komen, vote da rating bintang limanya yah. Terimakasih Assalamualaikum Wr. Wb.


__ADS_2