
Masih cerita di rumah sakit kini Jee sudah berada di ruangan suaminya. Setelah sekitar satu jam mereka menunggu sadarnya Alfy akhirnya kini waktunya telah tiba. Perlahan Alfy membuka matanya dengan samar-samar ia menatap ke arah langit-langit ruangan itu yang tampak polos berwarna putih setelah ia yakin bisa membuka matanya dengan baik kini memutar perlahan kepalanya ke samping dimana terlihat wanita cantik yang dari tadi setia menggenggam tangannya erat sambil tertidur di perutnya.
Perlahan Alfy mengangkat tangannya yang sebelah dan memegang kepala istrinya mengelus rambutnya. Merasakan ada hal yang menyentuh kepalanya wanita itu terkejut dan langsung bangun.
"Suamiku kau sudah sadar?" tanya Jee dengan terlihat sangat antusias menunggu jawaban suaminya.
"Iya istriku," jawab Alfy sambil melihatkan senyuman terindahnya.
"Kau ingin makan apa?" tanya Jee yang mulai dengan gelisah.
"Tidak ada aku hanya ingin kau di sini denganku terus," Dengan lemas Alfy menjawabnya namun tetap sukses menggoda istrinya.
"Jangan bercanda suamiku," Mendengar hal itu Jee tampak kesal dan yah ia sukses mendaratkan tangannya di perut Alfy dengan memutarnya.
"Aww sakit istriku apa yang kau lakukan?" tanya Alfy yang berusaha berteriak meringis meskipun sebenarnya tidak ada rasa sakit hanya membuat istrinya tersenyum saja.
Tidak lama kemudian datanglah seorang dokter untuk memeriksa keadaan Alfy dengan beberapa alat bantuan medis dan di susul juga seorang suster yang membawakan makanan untuk Alfy di lengkapi berbagai buah dan sayuran yang tampak terlihat membosankan untuk Alfy.
"Terimakasih suster," ucap Jee tersenyum ramah.
"Sama-sama Nona Jee," jawab suster itu kembali membalas senyuman itu.
"Tuan Alfy untuk sementara masih harus di rawat karena keadaan fisiknya masih sangat lemah," jelas Dokter dengan wajah seriusnya.
"Berapa lama lagi yah kira-kira Dok?" tanya Jee dengan wajah penuh penasarannya.
"Kurang lebih empat harian lagi Nona," jawab Dokter dengan sopannya.
"Baik Dokter terimakasih yah," Dengan tersenyum dan mengangguk itu yang di lakukan oleh Jee.
"Saya permisi dulu Nona dan Tuna," Bergegas keluar ruangan sambil menunduk sopan Dokter itu pun meninggalkan mereka di ruangan.
Melihat di ruangan hanya ada Alfy dan Jee saat ini sementara semua berjaga di luar dan Jac yang sudah lama pergi dari rumah sakit untuk menyelidiki kejadian penembakan itu.
Kini Alfy sudah mulai menggoda istrinya lagi dengan mengedipkan matanya sesekali lalu menaikkan kedua alisnya. Jee yang melihat tingkah suaminya itu tidak mengerti apa maksudnya.
__ADS_1
"Ada apa denganmu?" tanya Jee dengan polosnya.
"Kemarilah," Dengan menepuk dada bidang Alfy menyuruh Jee untuk berbaring di dadanya.
"Tidak mau kau masih sakit suamiku bagaimana jika itu membuatmu sakit lagi," ucap Jee dengan berusaha menolak
"Kau ingin aku cepat sembuh bukan?" tanya Alfy yang mulai melakukan tawar menawar lagi.
"Tentu saja suamiku," jawan Jee dengan wajah seriusnya.
"Jika ingin sembuh kemarilah bersandar di sini lalu aku akan sembuh," Dengan meminta Jee untuk menyandarkan kepalanya di dada bidang miliknya lagi.
Dengan perlahan tapi pasti Jee yang sedang duduk di samping kasur itu dengan kursi menyandarkan kepalanya di dada bidang milik suaminya. Alfy yang melihat kekhawatiran istrinya hanya tersenyum merasa bahagian memiliki istri yang bisa membuatnya sesenang itu.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Jee sedikit khawatir jika suaminya kesakitan.
"Tentu saja aku baik istriku," jawab Alfy sambil mengelus rambut indah milik istrinya.
"Tidurlah setelah itu kau harus makan!" Perintah Jee yang tegas pada Alfy seperti seorang Ibu pada anaknya.
"Rasanya sulit untukku bisa tidur istriku," ucap Alfy yang mulai memainkan otak nakalnya.
"Aku tidak bisa tidur dengan keadaan seperti ini," Dengan menatap ke arah istrinya dan sukses membuat Jee semakin bingung.
"Aku sungguh tidak mengerti suamiku ada apa?" Menunjukkan wajah bingungnya yang entah ada salah apa pada suaminya itu.
"Kau tahu tentunya aku tidak bisa tidur tanpa kau tidur di sebelahku bukan?" tanya Alfy yang mulai melancarkan rencana nakalnya lagi.
Mendengar hal itu Jee terkejut apa iya dia harus tidur di kasur itu juga seperti pasien yang di rawat begitu astaga Alfy tolonglah kondisikan fikiran nakalmu itu ini tempat umum yang kapan saja akan ada orang masuk apa tidak bisakah kau menunggu keadaanmu pulih dan pulang kerumah.
"Tapi suamiku..." Ucapan Jee menggantung ketika Alfy berusaha menarik tangannya dan mengarahkannya perlahan ke sampingnya.
"Nah begini kan enak aku akan bisa tidur dengan nyenyak istriku terimakasih yah," ucap Alfy tersenyum penuh kemenangan dan kini ia sudah mulai bertingkah aneh-aneh lagi.
"Suamiku apa yang kau lakukan?" tanya Jee yang terkejut ketika Alfy melancarkan aksinya.
__ADS_1
Dan kini wanita itu hanya menurut apa yang dilakukan oleh Alfy karena takut jika ia melawan dan terkena bekas operasi suaminya bisa jadi akan membuat Alfy kesakitan. Terlebih lagi Alfy yang sudah sangat merindukan sentuhan istrinya semenjak mengidam yang tidak masuk akal ia sama sekali sulit menyentuh Jee dan ini adalah kesempatan emas untuk Alfy memintanya. Tentu saja Jee tidak akan tega menolak apa dia rela jika suami tampannnya itu merasa kesal dengan keadaan yang masih belum sehat itu pastinya tidak akan sanggup Jee menyakiti hatinya.
Kini Alfy sudah sangat jauh di perjalanan petualangan yang ia buat di ruang rawat itu perlahan tapi pasti dan Jee yang hanya pasrah mengikuti perintah suaminya pun juga ikut merasakan kebahagiaan. Permainan pun sudah berakhir setelah Jee membersihkan suaminya dan dirinya kini sudah terlihat senyuman bahagia di wajah pria tampannya itu.
"Istriku terimakasih yah," ucap Alfy dengan senyumannya yang sukses membuat jantung Jee selalu berdetak tidak karuan.
"Iya suamiku sekarang kau makan dulu yah," ucap Jee sambil mengarahkan tangannya yang memegang sendok itu ke mulut suaminya.
Dengan cepat Alfy menghabiskan makanan itu tanpa merasa tidak enak karena hal yang baru saja mereka lakukan sukses membangunkan selera makan suaminya itu. Alfy benar-benar sangat merindukan istrinya karena sejak ia hamil muda sangat sulit untuk mendekatkan diri pada istrinya. Jee selalu saja merasa mual jika bersama Alfy dan hal itu sudah hilang saat beberapa hari terkahir ini. Yang terjadi justru sebaliknya Jee selalu ingin bersama suaminya meskipun suaminya tidur ia selalu membangunkan untuk menemaninya hingga tertidur yah itulah yang terjadi pada Jee saat ini semua berbanding terbalik dari ngidam awalnya itu.
"Wah kau sangat lapar yah?" tanya Jee tersenyum bahagia melihat Alfy sudah kekenyangan.
"Tentu saja kau sudah memberiku napsu makan bukan," jawab Alfy dengan tersenyum lalu mengedipkan matanya.
"Huh dasar matamu suka sekali bermain padaku suamiku," ucap Jee kesal.
"Memangnya apa salah mataku?" tanya Alfy yang berpura-pura tidak tahu.
"Berapa banyak wanita yang sudah kau goda dengan mata genitmu itu?" tanya Jee tampak cemberut di wajahnya.
"Em mungkin seratus atau bisa jadi lebih," ucap Alfy yang berbohong.
"Baiklah jika begitu jangan sentuh aku lagi," Dengan menghempas tangan yang menggenggam tangan mungilnya itu Jee beranjak menjauh dari Alfy.
"Aku hanya bercanda istriku kemarilah," ucap Alfy yang menyadari kecemburuan Jee.
"Kau jahat," ucap Jee yang sudah menunjukkan mata berkaca-kaca.
"Aku tidak seperti itu sekalipun aku tidak pernah menggoda wanita di luar sana istriku hanya kau satu-satunya," jelas Alfy yang mulai terlihat panik ketika istrinya menahan tangis itu.
Kini Jee masih tetap terdiam sambil menahan air mata yang hendak jaut namun usahanya sekeras apapun tidak mampu membuat air matanya itu menghilang justru sebaliknya mengalir sangat deras Alfy yang merasa sifat cengeng istrinya seperti bukan sifat aslinya mulai panik dan memohon untuk memaafkannya sepertinya Jee terlihat sangat lebih sensitif saat ini.
"Istriku ku mohon maafkan aku tadi hanya berbohong percayalah," ucap Alfy dengan beberapa kali menggoyangkan bahu istrinya meminta untuk mengahadap padanya.
"Janji kau tidak berbohong?" Dengan menaikkan jari kelingkingnya di hadapan Alfy.
__ADS_1
Iya janji," jawab Alfy membalas melingkarkan jari kelingkingnya di jari kelingking istrinya.
Sampai di sini duluyah cerita Alfy dan Jee untuk selanjutnya tunggu episode berikutnya terimakasih telah mampir di karya ini author sangat membutuhkan dukungan dari kalian jika bersedia pembaca boleh tinggalkan like dan koment di setiap episode yang sudah kalian baca yah. Ikuti terus ceritanya yah karena akan banyak kejutan kedepannya setelah ini. Assalamualaikum Wr. Wb.