
Sesampainya di rumah Alfy dengan cepat turun dari mobil dan masuk ke ruang kerjanya tanpa mau membukakan pintu mobil istrinya. Jee yang di bantu oleh Bi Ria hanya terdiam tanpa protes, begitu juga dengan tatapan Bi Ria padanya merasa ada yang aneh dengan mereka berdua.
Kini Jee memasuki rumah bersama Bi Ria sambil terus menatap punggung suaminya yang sudah tidak terlihat lagi di balik ruangan kerjanya.
“Bi, kalau suami marah apa yah yang harus istrinya lakukan?” tanya Jee memberanikan diri.
“Mungkin bisa minta maaf dengan masakin kesukaan suami, Nyonya.” jawab Bi Ria dengan menebak.
Jee yang mendengar kini tersenyum dan menepuk tangannya karena bahagia, sepertinya dia tahu akan memasakkan Alfy apa. Sedetik setelah tersenyum wajahnya kembali menekuk memperlihatkan dahinya yang mengerut.
“Memangnya hanya dengan masakan yah, Bi?” tanyanya lagi dengan tampang yang tidak yakin.
“Mungkin, Nyonya hehe.” jawab Bi Ria dengan wajah tertawa kecilnya penuh dengan kebimbangan.
“Loh kok mungkin sih, Bi?” Suara kecewa Jee.
“Habis Bibi cuman sering liat di televisi begitu.” jawab Bi Ria dengan wajah penuh permintaan maafnya.
Mendengar jawaban Bi Ria Jee kembali kecewa ia memutarkan bola matanya dengan sekali putaran kemudian membungkukkan tubuh berjalan menuju kamarnya. Menaiki anak tangga dengan terlihat lemas.
“Maafkan Bibi yah.” gumam Bi Ria yang merasa bersalah pada Jee sambil memandangi tubuh belakang wanita cantik itu yang melangkah ke lantai atasnya.
Sesampainya Jee di kamar ia terus berfikir harus bagaimanakah dia meminta maaf pada suaminya, apa hanya mengatakan maaf akan bisa menyelesaikan masalah? Tentu saja tidak, Alfy adalah orang yang sulit memaafkan jika hatinya benar-benar kecewa.
“Ah sepertinya aku tau harus mencari cara di mana?” ucap Jee yang tampak senang menemukan ide barunya. Kali ini ia tidak perlu bertanya ke sana kemari karena sudah ada pedoman yang biasa ia baca.
__ADS_1
Novel, yah Jee sangat gemas membaca novel romantis tentu saja di sana banyak sekali cara menaklukkan kemarahan suami.
“Ini meminta maaf dengan memanjakan suami, ah tidak...tidak bagaimana aku bisa memajakannya wajahnya saja seperti singa.” ucap Jee sambil membaca novel terus berbicara sendiri.
“Apa lagi ini caranya meminta maaf dengan membuatnya semakin cemburu kemudian mengatakan jika semua terjadi karena dia. Ah jika seperti ini aku akan benar-benar di buat tidak bisa berjalan seumur hidupku. Mungkin bukan hanya semalam dia menghukumku tetapi setiap malam.” lanjut Jee lagi membuka novel yang lainnya.
“Hah? Memakai pakaian yang super seksi di depan suami dan menari-nari. Astaga apa iya aku harus melakukan hal itu? Jika aku melakukannya di depan Alfy tentu bukan karena kesalahanku dia menghukumku tapi karena aku sudah menggodanya untuk bangung dari hasratnya kan.” Jee terus berbicara untuk mencari jawaban dari suaranya.
Cukup banyak novel romantis yang ia baca tapi belum ada satu pun cara meminta maaf yang benar dari cerita itu. Kini Jee berbaring dengan wajah putus asanya menatap langit-langit kamarnya dengan wajah cemas. Entah harus bagaimana ia meminta maaf pada suaminya, andai saja ia tahu jika akan seperti itu mungkin Jee lebih memilih jujur dari awal saja.
“Sepertinya aku tahu caranya.” Jee yang terbangun dari tidurnya kemudian tersenyum genit dan menepuk tangan dengan girangnya.
Langkah wanita itu kini menuruni kasur kemudian melangkah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah beberapa menit ia membersihkan tubuhnya kini tiba waktunya Jee memilih piyama yang transparan.
Beberapa kali wanita itu terus membuang-buang pakaian karena tidak ada yang sesuai dengan keinginannya. “Nah ini dia super seksi pasti dengan aku memakai piyama ini terus meminta maaf mungkin Alfy akan memaafkanku.” ucapnya sembari tersenyum nakal.
Kini pria itu melangkah menuju kamar, perlahan tangannya membuka gagang pintu dan menatap ke araha kasur. Matanya sempat membulat kaget ketika menangkap sosok wanita yang sudah tersenyum nakal padanya sambil berbaring dengan pakaian yang sangat terbuka. Hampir di bilang pakaian belum jadi.
Jee berbaring dengan membuka rambutnya yang menutupi dadannya kemudian memperbaiki posisi tidurnya dengan menyamping. Alfy yang hampir gagal fokus kini tersadar dengan pancingan istrinya, kali ini ia tidak akan termakan dengan rayuan istrinya. Biarkan saja dia merasakan tidak enaknya jika Alfy tidak menegurnya.
Kini langkah Alfy yang mendekat ke arah Jee di sambut dengan senyuman hangat oleh wanita itu, ketika tangannya sudah ingin meraih tubuh suaminya ternyata Alfy melangkah menuju kamar mandi. Jee kecewa dengan reaksi Alfy yang tidak tergoda dengannya, wajahnya menekuk sedih usahanya kali ini tidak berhasil. Sepertinya Alfy benar-benar marah padanya kali ini tanpa mau berbicara apa pun.
Cukup lama Alfy berada di kamar mandi untuk berendam di bethup, fikirannya seketika terbayang kemolekan tubuh istrinya. “Ah sial mengapa tubuhnya menggoda sekali sih sampai membangunkan juniorku ini.” ucapnya dengan kesal.
Akhirnya Alfy berusaha berendam dengan waktu yang cukup lama agar bisa mengendalikan diri saat menemui Jee nanti. “Kemana sih kok lama banget?” Jee yang merasa lelah menunggu terus menggerutu kesal.
__ADS_1
Tak lama kemudian Alfy pun keluar dari kamar mandi, ia segera menuju ruang ganti baju dan setelahnya segera membaringkan tubuhnya di kasur empuk tanpa mau berbicara pada Jee satu kata pun.
“Sayang,” ucap Jee yang mulai menggoda Alfy lagi.
Alfy tidak melirik hanya saja gerakan Jee terus terlihat dari pandangan mata Alfy yang menuju ke depan namun masih bisa melihat Jee yang di sampingnya terus menggeliat di atas kasur. Tidak ada jawaban dari panggilan Jee pada Alfy hanya wajah datar saja yang Alfy tunjukkan.
“Sayang, maafkan aku.” ucap Jee dengan lembut sambil menempelkan tubuhnya pada Alfy.
“Sial, mengapa menggoda sekali sih bagaimana ini?” gumam Alfy yang terus berusaha menahan dirinya yang mulai merasa gerah seperti ingin segera meraih tubuh istrinya.
“Apa caraku masih kurang bagus yah?” gumam Jee yang merasa Alfy tidak meresponnya.
Sebenarnya Jee merasa geli dengan perlakuannya kali ini
namun di dalam novel yang ia baca seperti itulah menaklukkan suami yang sedan
marah. Akhirnya ia menggunakan cara terakhirnya untuk duduk di depan suaminya yang terbaring dengan menaiki tubuh Alfy.
“Beginikah yang di maksud bergoyang menari yah, apa benar harus seperti ini?” ucap Jee dalam hati.
Perlahan tubuhnya menari dengan gemulai di iringi baju piyama yang sesekali terbuka dan memperlihatkan kemolekan tubuhnya.
“Aduh aku malu sekali seperti ini ayolah maafkan aku biar cepat ku selesaikan gerakan menjijikkan ini.” gumam Jee yang terus menari menatap wajah Alfy.
Alfy yang semakin tidak bisa menahan birahinya kini merasakan sesuatu di bawah sana sudah terbangun. Jee yang merasakan ada yang mengganjal ketika ia duduk merasa usahanya akan berjalan lancar.
__ADS_1
“Minggirlah.” ucap Alfy yang mendorong tubuh Jee dari pangkuannya dan beranjak menuju ruang kerjanya.