Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Hamil


__ADS_3

Di Pulau White beberapa pekerja yang dengan cepatnya menyelesaikan pekerjaan yang di bawah pengawasan Delon dan jacobie karena mereka sendiri tentunya yang harus memastikan tidak ada kesalahan satu pun yang boleh terlewatkan di mata mereka.


Setelah semalaman mereka tidak tidur akhirnya pekerjaan itu pun telah selesai kini pagi telah tiba mentari mulai menerangi ruangan kamar Tuan dan Nona muda yang masih terlelap dalam balutan selimut.


Sementara perlahan wanita cantik yang mengusap-usap perlahan mulai membuka mata idahnya kini terlihat dua bola kristal berwarna coklat bersinar memancarkan aura sejuk yang tengah asyik menikmati pemandangan indah di depannya yah pemandangan apa lagi yang lebih indah dari wajah suami tampannya itu.


"Apa kau tidak ingin menciumnya?" tanya Pria yang masih menutup matanya sambil bersuara serak.


"Suamiku kau sudah bangun?" tanya balik Jee yang terkejut.


"Tentu saja," ucap Alfy tersenyum dan membuka kedua matanya. Tanp menunggu lama ia memeluk erat tubuh istrinya lalu mengecup kening istrinya.


"Jika kau sudah bangun seharusnya membangunkan ku kita bisa melihat suasana pantai di pagi hari tadi," ucap Jee yang memajukan bibir mungilnya merasa kesal.


"Aku melihat kau sepertinya kelelahan," ucap Alfy setengah menggoda.


"Tentu saja aku sangat kelelahan karenamu," Dengan wajah cemberut ia membuang wajahnya dari hadapan suaminya.


Karena sesuai perjanjian mereka semalam adalah mengahabiskan waktu untuk berdua Alfy yang benar-benar ingin memiliki anak tampaknya bekerja keras saat bulan madu mereka di Pulau White.


Bagaimana tidak, baru semalam saja mereka di tempat itu entah sudah berapa kali mereka melakukannya dan wanita yang bersamanya hanya bisa pasrah dan pasrah saja mau bagaimana lagi itu sudah menjadi kewajibannya jika tidak mungkin ia harus bersedia melihat suaminya bersama wanita lain meskipun sebenarnya itu hal yang mustahil bagi seorang Alfy.


Ia tidak akan mungkin mau mengotori pernikahannya dengan perempuan lain itulah komitmen Alfy pada dirinya sendiri.


"Untuk hari ini kau akan ku bebaskan bermain di luar tapi untuk sehari sajayah," ucap Alfy memberi pengertian pada Jee.


"Benarkah suamiku?" tanya Jee dengan penuh antusias wajahnya tersenyum bahagia karena akhirnya hari yang ia tunggu tiba juga.


"Iya bersiaplah kita akan pergi snorkling setelah sarapan," jelas Alfy lagi yang beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh.


Dengan cepat wanita itu beranjak menyusul suaminya tanpa rasa malu lagi ia sudah masuk ke kamar mandi wajahnya penuh kegembiraan yang terpancar membuat wajahnya menjadi sangat sempurna.


Setelah selesai mereka bersiap kini telah beranjak menuju cafe yang sudah terbuka sejak subuh menyediakan berbagai makanan yang sangat enak.


Meskipun hanya dua orang yang mereka layani tetapi persiapan sudah melebihi dari pelayanan untuk hari libur yang akan menyambut para wisatawan.


"Nona tampaknya anda akan bersenang-senang hari ini yah?" tanya Bi Ria yang sudah tahu jadwal mereka sesuai yang di susun oleh Jacobie.


"Tentu saja Bi aku hari ini akan menghabiskan waktunya di luar kamar," ucap Jee tanpa merasa bersalah jika kata-katanya membuat Alfy kesal.


Sepertinya menghabiskan waktu di kamar bersama suami membuat Jee tersiksa sampai akhirnya ia bisa seceria itu ketika di luar kamar.

__ADS_1


"Apa kau tidak ingin bersamaku?" tanya Alfy dengan raut wajah kesalnya.


"Tidak suamiku aku sangat senang bersamamu namun rasanya mataku gatal melihat air seindah ini tidak aku rasakan," jelas Jee yang sudah mulai bisa memahami tingkah suaminya.


Kini mereka sudah selesai menyantap sarapan dan bergegas untuk menyelam di laut Alfy dan Jee masih tetap di awasi oleh Jacobie dan Delon dengan beberapa orang yang membantu memantau mereka menyelam bersama demi keamanan Tuan dan Nona mudanya.


Seharian mereka menikmati tanpa merasa lelah kini wajah Jee yang putih mulai memerah karena efek cuaca yang begitu terik di laut itu.


Keasikan berenang Jee yang di ajak Alfy untuk makan siang pun menolak dan memilih tetap melanjutkan petualangnya di bawah laut sana dengan memainkan ikan yang sangat ramai terlihat indah di batu karang dasar laut.


Alfy yang melihat kegembiraan di wajah istrinya pun tidak kuasa untuk merusak pemandangan di hadapannya itu.


Namun tiba-tiba saja ia melihat tubuh istrinya yang mulai bergerak tidak beraturan kakinya terdiam seketika, melihat itu ia panik dan mendekat tubuh istrinya yang kali ini sudah tidak bergerak dengan cepat ia membawa Jee naik ke atas permukaan dan diikuti beberapa orang yang bersama mereka.


"Jee sadarlah!" Suara Alfy yang setengah berteriak karena panik.


"Tuan dokternya sudah datang,"ucap Delon sambil buru-buru ia mengikuti langkah Alfy yang menggendong istrinya ke kamar.


"Dokter lakukan yang terbaik," ucap Alfy yang sudah tidak bisa mengontrol dirinya wajahnya memucat karena dingin bercampur takut jika istrinya kenapa-kenapa.


Sementara menunggu kabar dari dokter ia pun berjalan membolak-balikkan langkah dengan menggigit ujung jarinya jempolnya itu.


Dadanya terasa sangat sakit melihat keadaan istrinya ini semua karena ia tidak tegas pada Jee sampai bisa kejadian seperti ini. Dokter kini mengambil darah untuk di periksa apakah perkiraannya benar adanya. Karena keadaan Jee saat ini tengah tidak sadarkan diri. Dan untuk tes darah jauh lebih akurat memang di bandingkan dengan tes urine.


"Tuan Alfy tidak ada yang perlu anda khawatirkan saat ini," ucap Dokter itu tersenyum.


"Apa maksud dokter istri saya keadaannya begini dan dokter bilang apa barusan tidak ada yang perlu saya khawatirkan?" tanya Alfy yang sedikit menahan emosi.


Baru saja ia mau beranjak memanggil Delon untuk memanggil dokter lain namun langkahnya terhenti ketika mendengar dokter mengucapkan,


"Nona muda hamil Tuan," ucap dokter itu dengan cepat sebelum pria itu melangkah jauh darinya.


Seketika langkah Alfy terhenti dan kini raut wajah cemasnya berubah menjadi wajah yang bingung seperti tidak menyangka dan dengan cepat ia membalikkan tubuhnya lalu melangkah mendekat pada dokter itu.


"Apa dokter bilang istri saya hamil?" tanya Alfy meminta keyakinan pada wanita di hadapannya itu.


"Iya Tuan, Nona Jee hamil." jelas dokter itu dengan pelan dan ramah.


"Benarkah dokter?" bertanya lagi seakan tidak percaya yang ia dengar barusan.


"Iya Tuan dan sebentar lagi Nona muda pasti akan sadar dan untuk saat ini saya harap anda bisa menjadi suami siaga karena usia kandungannya yang begitu mudah masih sangat lemah," Dengan memberi penjelasan pada Alfy yang terlihat masih terkejut dengan kebahagiaan yang Tuhan berikan padanya.

__ADS_1


"Baik Dokter," ucap Alfy singkat.


"Hei apakah kalian ingin tahu kabar ini?" Teriak Alfy keluar kamar dengan tertawa sambil mendatangi Jacobi dan Delon.


"Ada apa Tuan?" tanya mereka serempak dengan wajah bingung.


"Sebentar lagi aku akan jadi ayah," jawab Alfy sambil tertawa lepas menghadap kedua pria itu sesekali ia berjoget tidak aturan.


Jacobie dan Delon yang melihat hal itu saling melempar pandangan dan dengan cepat mereka mengikuti gerakan tuannya itu yah bergoyang lutut ke kiri dan ke kanan bergantian di iringi kedua tangan yang goyangannya berlawanan arah pada kakinya.


Mereka tertawa bersama mendengar akan mendapat Tuan muda junior dalam waktu dekat meskipun tugas mereka akan semakin berat namun kehadiran anak kecil pasti akan menyenangkan tentunya.


Hanya Bi Ria lah yang bisa menikmati pemandangan langka itu ia tertawa sesekali menggelengkan kepalanya melihat ketiga pria yang berparas dingin sulit tersenyum bisa bertingkah seperti anak kecil menang taruhan seperti itu.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Alfy seketika mengheningkan suasana.


"Tidak Tuan kami hanya ikut senang saja," jawab Jacobie yang tertunduk sopan lagi.


"Baiklah karena ini hari bahagiaku ku ampuni kalian," Dengan wajah tersenyum ia melangkah kembali menuju kamarnya.


Setelah lama ia berfikir kini baru ingat apa yang seharusnya di tanyakan pada dokter mengingat keadaan mereka sedang berbulan madu saat ini.


"Dok, jika untuk melakukan hal itu apakah tidak apa-apa saat ini?" tanya Alfy yang perlahan dengan nada bicara yang sedikit ragu.


"Tentu saja tidak apa-apa namun Tuan harus berhati-hati gunakan kelembutan untuk menghindari hal yang tidak di inginkan nantinya," jawab Dokter yang sudah mengerti fikiran pria di hadapannya itu.


"Baik Dok saya akan berhati-hati," jawab Alfy yang sedikit legah.


Beberapa saat kemudian wanita yang tadi terbaring lemas tak berdaya mulai sadarkan diri perlahan ia bersuara, "Suamiku," ucap Jee yang masih lemas.


"Iya aku di sini apa kau merasa sakit?" tanya Alfy yang khawatir.


"Tidak suamiku tapi apa yang terjadi padaku?" tanya Jee kembali yang penasaran.


"Kata Dokter kau hanya kelelahan dan apa kau ingin mendengar kabar bahagia?" tanya Alfy yang membuat istrinya penasaran.


"Tentu saja," jawab Jee yang menunggu jawaban dari sang suami.


"Ada cinta kita di dalam sini," Dengan memegang lembut perut istrinya yang masih rata itu.


"Benarkah?" tanya Jee tidak percaya bagaimana bisa secepat ini fikirnya.

__ADS_1


Wah kini impian Alfy sudah terwujud bulan madu yang indah dan mendapatkan hasil yaitu anak baru semalam mereka bulan madu namun jawabannya sudah lebih dulu dikasih bahagia yah jadi seorang Alfy semua keinginannya dengan mudah ia bisa dapatkan. Nantikan terus ceritanya yah reader jangan lupa untuk like dan coment yah.


Tekan tombol love untuk mendapat notifikasi update episodenya author akan berterimakasih dengan dukungan yang diberikan. Terimakasih


__ADS_2