Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Senjata Rayuan


__ADS_3

Setelah lama merasakan puasnya istirahat kini Jee mulai merasa jika waktunya istirahat rasanya sudah cukup, perlahan ia membuka matanya dan menoleh ke arah samping melihat ekspresi suaminya yang diam mematung dengan wajah penuh dengan amarah.


"Suamiku ada apa denganmu?" tanya Jee yang penasaran dan memberanikan diri bertanya.


"Kau tidak pernah cerita jika banyak pria di luar sana yang menggodamu," jawab Alfy dengan tetap menatap ke arah lain tanpa menoleh pada istrinya.


"Apa maksudmu suamiku?" tanya Jee yang masih belum mengerti semuanya.


"Ini ada pria menggodamu," Dengan kasar Alfy menyodorkan ponsel milik istrinya sementara layar ponsel itu masih terlihat jelas bahwa ada salah seorang pria yang mengomentari postingannya.


"Itu hanya bercanda biarkan saja," jawab Jee dengan sedikit terkejut karena melihat postingan foto di instagram miliknya dan pasti sudah tau jawabannya jika itu ulah suaminya yang pamer kemesraan.


"Aku sudah suruh Jac untuk mengurusnya," jawab Alfy dengan mudahnya tanpa dosa di wajahnya.


"Astaga apa yang kau lakukan suamiku?" tanya Jee yang terkejut ketakutan.


"Mungkin hanya memberi pelajaran sedikit pada tangannya yang berani mengetik pesan pada istriku," jawab Alfy dengan seenaknya.


"Suamiku ku mohon batalkan ini tidak seperti yang kau fikir," Dengan memohon Jee pada Alfy karena merasa hal itu tidak wajar jika harus di besar-besarkan.


"Kau membelanya yah?" tanya Alfy yang mulai emosi.


"Tidak, aku sama sekali tidak membelanya namun jika kau benar mencintaiku pasti kau percaya padaku bukan?" tanya Jee yang berusaha meyakinkan hati suaminya.


"Baiklah akan ku suruh Jac membatalkannya," jawab Alfy dengan mengalah karena ia paling tidak mau jika di anggap Jee tidak mencintai istrinya.

__ADS_1


Yah mungkin ini adalah salah satu kelemahan Alfy yang bisa di gunakan untuk melunakkan hati suaminya yang sulit di atur itu.


Lain kali jika ada kesulitan cara ini pasti akan ampuh untuk menjadikannya alasan utama agar mendapat kemenangan kapan lagi bisa membuat Tuan Alfy Syein mengalah.


Dengan lembut Jee kini mulai memberanikan diri mendekat pada suaminya perlahan ia duduk menggeserkan tubuhnya mendekati suaminya yang tengah duduk di pinggir kasur.


"Suamiku apakah kau mencintaiku?" tanya Jee dengan penuh kelembutan.


"Hem," jawab Alfy singkat.


"Hanya begitu?" tanya Jee lagi.


"Lalu kau mau bagaimana?" tanya balik Alfy lagi.


"Apakah kau tidak bisa berbicara sedikit hangat padaku?" Pintah Jee dengan wajah sedihnya.


"Aku mencintaimu istriku," ucap Alfy lirih.


"Benarkah?" tanya Jee tersenyum lalu memeluk tubuh suaminya.


"Jika tidak mengapa aku meminta anak darimu," jelas Alfy dengan membalas pelukan istrinya dengan erat.


"Aku juga sangat mencintaimu maka dari itu ku mohon bersikaplah ramah padaku aku tidak bisa jika berhadapan dengan orang sedingin dirimu suamiku," ucap Jee memohon.


"Iya baiklah aku akan lakukan sesuai keinginanmu," Dengan berusaha Alfy mencoba menuruti keinginan istrinya.

__ADS_1


Yah meskipun rasanya mustahil baginya tapi demi cintanya baiklah ia akan mencoba sekuat tenaganya.


Setelah lama mereka berbincang hangat kini Alfy mengajak Jee untuk menyantap makanan yang sudah di antar Bi Ria dari tadi semenjak Jee tidur.


Sementara Jacobie yang menerima pesan dari Tuan mudanya hanya tersenyum akhirnya ia batal untuk melakukan hal konyol yang di perintahkan oleh Tuan Alfy untuk mematahkan jari-jari pria yang sudah berani menggombal istrinya itu, yah tentu saja bukan hal yang sulit untuk seorang Jacobie menemukan identitas pria itu.


Selesai Jee dan Alfy makan, rasanya pria itu sangat betah jika berkurung diri di dalam kamar setahun sekalipun jika bersama sang istri, namun berbeda dengan Jee rasanya kedua kaki miliknya sangat gatal ingin berjalan di luar menghirup udara malam pantai pasti akan menyenangkan bukan? dengan penuh kelembutan lagi-lagi ia merayu suaminya untuk keluar kamar karena rasa penasarannya dengan suara ombak yang semakin terdengar kencang.


"Suamiku ayo kita bermain di luar," ajak Jee dengan sedikit manja pada suaminya.


"Tidak nanti kau akan sakit angin di luar sana sangatlah dingin," ucap Alfy yang menolak dengan cepat ajakan istrinya.


"Tapi aku ingin sekali," ucap Jee dengan menundukkan wajahnya memulai akting bersedih mungkin akan berhasil.


"Baiklah," jawab Alfy singkat dan bergegas mengambil baju hangat untuk mereka gunakan.


Menuju pintu keluar kini Alfy memeluk erat tubuh istrinya sambil menuntuk keluar layaknya orang yang akan jatuh pingsan yang di pegang dengan erat.


"Suamiku aku baik-baik saja," ucap Jee yang merasa tidak bisa bergerak bebas dengan perlakuan suaminya itu.


"Menurutlah jika tidak kau akan kembali ke kamar," Dengan tetap melangkah melewati dermaga panjang yang di sinari lampu-lampu remang menambah suasa romantis yang semakin sempurna.


Sementara Jee hanya terdiam ketika mendengar ancaman suaminya itu.


"Nanti setelah keluar aku ingin menghabiskan malam denganmu lagi kau jangan tidur duluyah," ucap Alfy memecah keheningan seketika saat tengah melangkah menikmati angin pantai itu.

__ADS_1


"Baiklah suamiku," jawab Jee yang hanya pasrah mau bagaimana lagi itu adalah kewajibannya tidak mungkin ia akan menolaknya kan.


Hai pembaca setiaku terimakasih yah sudah mampir di karyaku dukung terus author untuk menjadi penulis berbakat yah dan jangan lupa untuk like dan coment setiap episode yang kalian sudah baca. Terimakasih assalamualaikum wr.wb.


__ADS_2