
Setelah melewati seharian di kamar Alfy dan Jee memutuskan untuk keluar menikmati suasana sore di pantai dengan menggunakan pakaian yang senada berwarna putih dengan perpaduan hitam mereka keluar dari kamar terlihat tampak serasi. Bergandengan tangan melangkah menelusuri dermaga yang panjang untuk menuju pantai karena memang Resort mereka berada di atas laut.
Sementara Bi Ria, Delon, dan Jac sudah berdiri dari jarak yang tidak begitu jauh dari mereka saat ini ketiga orang itu hanya menikmati pemandangan hangan yang ada di hadapan mereka yah siapa lagi jika bukan Tuan dan Nona mudanya yang tampak bahagia sampai-sampai mereka tidak bisa menahan tawa di wajah mereka sambil saling melempar tatapan. Sudah bisa terlihat jelas bahwa Jee saat ini sangat mencintai suaminya lebih dari apapun bagaimana tidak seorang pria yang selalu bersifat dingin namun menyimpan sejuta kejutan romantis untuk sang istri.
"Suamiku kita kemana ini kan pantainya?" tanya Jee yang penasaran.
"Sudah ikuti saja langkahku," jawab Alfy dengan terus melangkah di depan istrinya dengan tetap terlihat tegas tanpa menoleh.
"Bisakah kau tidak membuatku penasaran seperti ini?" gumam Jee yang merasa sulit sekali berbincang hangat pada suaminya itu.
Saat pelayan menyambut mereka dan mengarahkan menuju tempat yang sudah di persiapkan Jacobie seperti pesan dari Tuan Alfy yaitu dinner romantis. Jee yang melihat meja dengan tertata sangat rapi dan indah terkejut ia berhenti melangkah lalu menutup mulutnya yang setengah terbuka dengan kedua tangannya seakan tidak menyangka suaminya bisa melakukan hal seromantis itu.
"Suamiku ini indah sekali," ucap Jee tersenyum tanpa sadar ia memeluk suaminya.
"Kau suka?" tanya Alfy dengan menatap pemandangan indah itu.
"Suka sekali," jawab Jee yang masih memeluk suaminya namun apa yang terjadi pada Alfy yang melihat dengan menatap datar istrinya karena memang tidak ada tatapan lain lagi yang bisa ia tunjukkan selain tatapan khasnya itu.
"Baiklah jika kau menyukainya kita akan pergi ke sini dan melakukannya setiap akhir pekan," jawabnya dengan seenak jidatnya tanpa memikirkan terlebih dahulu.
"Apa?" tanya Jee yang sedikit berteriak karena terkejut.
__ADS_1
"Yah setiap akhir pekan," jawab Alfy dengan santainya.
"Bukan begitu suamiku tapi jika setiap akhir pekan ke sini bagaimana aku bisa menikmati tempat indah lainnya?" tanya Jee yang berusaha mencari alasan untuk mencegah rencana konyol suaminya itu.
"Baiklah biar Jac yang akan mengatur jadwal bulan madu kita nanti," ucap Alfy yang lagi-lagi sukses membuat Jee dan beberapa pelayan di samping mereka terkejut hampir saja salah satu pelayan itu menumpahkan gelas berisi air di atas meja karena terkejutnya.
"Suamiku bulan madu itu hanya ada sekali," Dengan lembut Jee menjelaskan pada suaminya agar bisa lebih mengerti.
"Tidak, bagiku bulan madu itu akan selalu ada untuk kita istriku," Dengan membantah Alfy berusaha mempertahankan pendapatnya.
Jee yang memahami sifat suaminya yang kadang-kadang sedikit kusut seperti kaset hanya bisa menghela nafas kasar karena ia sadar yah lagi-lagi yang muda harus menjadi dewasa untuk bayi tuanya ini. Biar bagaimana pun Alfy akan sulit di beri pemahaman jika menyangkut tentang istrinya. Baginya lebih mudah untuk menghafal seluruh peraturan di negeri ini dari pada memahami semua tentang wanita karena memang ia tidak pandai dalam urusan hati.
"Dan aku ingin kau memberikanku seorang baby yah?" tanya Alfy yang menunjukkan tatapan setengah memohon pada istrinya.
"Bisakah sekali saja kau menurut padaku tanpa membuatku kesal?" tanya Alfy yang mulai menekuk wajahnya menahan amarah.
"Iya baiklah aku akan setuju padamu suamiku," jawab Jee dengan lemas.
Rasanya untuk saat ini aku belum siap untuk hamil di masa awal kuliahku ini aku ingin menjadi mahasiswi berprestasi dan aku ingin menyelesaikan pendidikanku dengan cepat tanpa harus mengambil cuti lagi. Tapi bagaimana cara memberi pemahaman pada Alfy rasanya tidak mungkin ia bisa menuruti keinginanku jika menyangkut hal ini. Yasudahlah nanti aku fikirkan cara yang lain saja untuk jalan keluar ini intinya aku harus bisa menyelesaikan kuliahku tanpa tertunda-tunda.
Setelah beberapa waktu mereka berdiskusi akhirnya kini tiba sunset yang mulai memancarkan cahaya silaunya ke arah meja mereka semua terlihat tampak sempurna sesuai dengan yang di perintahkan Alfy meja sudah di atur dengan setepat mungkin di titik yang pas jika untuk mengambil gambar. Kini fhotografer yang sudah di sediakan mulai mengambil gambar Alfy dan jee ia terlihat sangat menguasai karena memang berasal dari perusahaan khusus jasa fhotografer ternama. Jee yang melihat hanya bisa tersenyum tanpa bisa mengeluarkan satu kata pun lagi-lagi suaminya sukses membuatnya takjub dengan segala kejutan ini.
__ADS_1
Kejutan yang bisa di bilang bukan kejutan kecil karena semua benar-benar seperti hal yang di persiapkan dengan matang, hal ini tidaklah sulit bagi seorang Alfy Syein. Setelah beberapa kali mengambil foto kini sesi pemotretan pun selesai fhotografer meminta ijin untuk meninggalkan tempat itu karena masih banyak klien yang menunggunya karena seorang Alfy yang memintanya dengan terpaksa ia menunda segala meetingnya dengan beberapa klien penting.
Tentu saja jika ia berani menolak permintaan dari Alfy mungkin bukan hanya karirnya yang hancur namun perusahaan yang menaunginya juga bisa segera di tutup dengan mudahnya oleh Alfy. Selain itu juga hal yang mustahil jika ada jasa fhotografer yang mau menolak untuk mendapat kesempatan mengambil fhoto Tuan muda yang berada di depannya itu. Karena percaya pada kemampuannya saja sebuah satu kehormatan bagi mereka. Tidaklah mudah bisa mengambil gambar pengacara muda itu ia adalah seorang yang sangat benci jika ada yang berani mengambil gambarnya saja semua wartawan sekalipun sudah tahu akan hal itu.
"Suamiku kau melakukan ini semua untuk apa?" tanya Jee yang ingin tahu sebenarnya di dalam fikiran suaminya itu.
"Hanya sebuah fhoto prewedding istriku," jawab singkat Alfy dengan meneguk wine yang ada di dalam gelas itu.
"Terimakasih," ucap Jee sembari tersenyum lebar.
"Kau suka?" tanya Alfy lagi.
"Tentu saja aku suka sekali malah," jawab Jee lembut.
"Kita kan belum ada berfoto saat mau menikah," jawab Alfy mengenang pernikahan singkat mereka yang langsung dengan pesta besar.
"Iya aku juga berfikir seperti itu maka aku ucapkan terimakasih lagi kau sudah mengerti impianku," jawab Jee dengan puas. Yah wanita itu memang memiliki impian untuk memiliki foto prewedding di sebuah pulau dengan tema putih.
"Dan setelah ini kau harus mengganti semua profil sosmedmu dengan salah satu foto tadi yah!" Perintah Alfy tanpa mau mendengar tolakan dari sang istri.
"Iya suamiku baiklah," jawab Jee yang menurut saja.
__ADS_1
Yah tentu saja Alfy menginginkan hal itu agar istrinya tidak memasang foto dirinya sendiri untuk di lihat banyak pria di luar sana rasanya dadanya seperti terbakar setiap kali Jee memposting foto di instagram miliknya dan mendapat banyak komentar itu yang selalu di tunjukkan oleh Jacobie ketika jam istirahat di kantor. Karena memang Alfy tidak memiliki akun sosmed satu pun. Ia tidak memiliki kesempatan untuk bermain di dalam ponselnya yang ia lakukan hanya semata-mata untuk menghubungi orang-orang penting saja terlebih lagi ponselnya selalu di saku jas Jacobie.
Hai pembaca setia terimakasih telah mampir di karya aku yah jangan lupa untuk mendukung author dengan like dan coment setiap episode yang kalian baca. Dan untuk mendapat pemberitahuan jika episode selanjutnya telah update kalian bisa tekan tombol love yah. Terimakasih dukungan kalian sangat memotifasi author untuk terus berkarya. Assalamualaikum wr.wb