
Jacobie benar-benar terkejut dengan apa yang ia lihat suster Syanin yang menyambutnya dengan senyuman membuat Jac kehilangan kesadaran. Dengan cepat ia berlari menaiki anak tangga dan mau memukul pria yang bersama suster Syanin saat itu, namun dengan segera suster Syanin melangkah lebih depan dari Tuan Farhan.
Sampai Jacobie lupa dengan tujuan awalnya yang ingin menghajar pria itu karena melihat wanita di depannya dengan segera ia memeluk tubuh wanita mungil itu.
“Kau tidak apa-apa kan? Kau baik-baik saja? Mana, bagian mana yang sakit Syanin?” tanya Jacobie yang telah melepaskan pelukannya dan berpindah memeriksa setiap lekuk tubuh wanita itu dengan teliti.
“Iya aku baik-baik saja.” Jawab suster Syanin.
“Bagaimana bisa Syanin kau di sukai pria yang cengeng seperti ini?” ejek Tuan Farhan yang melihat Jac sudah meneteskan air mata tanpa sadar di depan mereka karena khawatirnya pada suster Syanin.
Jac yang kembali memeluk tubuh mungil suster Syanin kini begitu tampak legah.
“Eheemmm.” Tuan Farhan yang berdehem berharap bisa membuyarkan kepanikan Jacobie namun nyatanya masih belum di respon oleh Jac.
Sementara suster Syanin yang merasa sangat di khawatirkan oleh Jac hanya tersenyum-senyum malu, baru kali ini ada orang yang begitu mencemaskannya.
“Kau berani sekali menyentuh putriku, kalian kan belum muhrim.” ucap Tuan Farhan.
Jacobie yang mendengar ucapan Tuan Farhan tampak terkejut dan menatap dengan bingung ke arah suster Syanin. Meminta penjelasan dari sorot matanya tentang ucapan Tuan Farhan rasanya tentu hal yang membingungkan.
Suster Syanin lagi-lagi hanya tersenyum malu melihat ekspresi Jac yang tampak kebingungan mendengar itu semua.
Akhirnya kini Tuan Farhan mengajak Jac untuk duduk di ruang tengah bersama dengan suster Syanin, Tuan Farhan menceritakan semua tentang pencarian ibunyanya Syanin selama ini sampai akhirnya ia menemukan data tentang kematian Syafirah dan hanya meninggalkan satu orang putri.
Merasa sangat penasaran dengan putri dari Syafirah akhirnya Tuan Farhan mengumpulkan semua data tentang suster Syanin dan benar dugaannya bahwa suster Syanin adalah putrinya bersama Syafira.
Tuan Farhan yang takut jika ternyata dugaannya salah dan menimbulkan gosip yang tidak-tidak akhirnya memilih jalan untuk menculik suster Syanin demi memastikan semuanya. Dan ternyata tanpa ia duga putrinya juga sedang mencarinya sampai akhirnya mereka bertemu dan suster Syanin menceritakan kronologisnya sebelum Ibunya meninggal.
Flashbac on
Di rumah sakit tampak dua orang wanita yang tengah menangis di ruang rawat, seorang ibu dan anak yang sudah sejak lama menderita dengan hidup yang sangat susah.
__ADS_1
“Ibu Syanin mohon jangan tinggalin Sya, Bu.” tangis gadis kecil yang terus memeluk tubuh wanita yang terlihat sudah sangat lemah.
“Sa-yang, jangan mena-ngis yah, kau harus kuat.” ucap Ibu Syafirah yang juga meneteskan air matanya.
“Ibu, Syanin mohon bertahanlah.” Suara tangin gadis kecil itu terdengar semakin keras ketika melihat sang Ibu yang sudah kesulitan bernafas.
Akhirnya Ibu Syafirah yang merasa dirinya tidak kuat lagi bertahan memilih untuk memberikan putrinya wasiat yang harus ia jalankan.
“Syanin, jika ibu sudah tidak ada lagi kau harus mencari Ayahmu sayang, namanya Farhan katakan padanya jika kau putri Ibu dan istrinyalah yang memaksa ibu untuk meninggalkan Ayahmu karena mereka akan menikah.” jelas Ibu Syafirah yang terdengar sangat berat suaranya.
“Dimana bu Syanin harus mencarinya?” tanyanya lagi.
“Alamatnya di-“ (belum sempat menyebut sayangnya Ibu Syafirah sudah lebih dulu berhenti bernafas dan itu membuat suster Syanin semakin tidak kuasa menangis.
Ia bingung harus kemana sekarang tidak ada satu pun keluarga yang ia miliki selain Ibunya yang kini juga ikut meninggalkannya. Sementara Dokter yang melihat kesedihan suster Syanin saat itu merasa tidak tega dan akhirnya ia memutuskan untuk merawat suster Syani seperti putrinya sendiri. Kebetulan Dokter itu yang sudah merawat Ibu Syafira di rumah sakit. Namanya Dokter Wilda dia seorang wanita yang tidak memiliki anak karena memang belum menikah.
Namun saat suster Syanin selesai sekolah kesehatannya Dokter Wilda juga meninggal karena serangan jantung. Sampai akhirnya suster Syanin bekerja di rumah sakit milik Syein Biglious.
Flashbak off
Jacobie yang sudah mendengar semua ucapan itu kini mulai mengerti dan paham siapa pria di hadapannya itu.
“Kau boleh tinggal di sini.” ucap Tuan Farhan pada suster Syanin.
Suster Syanin yang mendengarnya terkejut karena tentu ia tidak akan bisa mengiyakan permintaan Tuan Farhan.
“Maaf Papah Farhan, tapi Syanin memiliki tugas untuk menjaga adiknya.” jelas Syanin yang menatap ke arah Jacobie.
“Kau menjaga adiknya atau ingin menjaganya?” goda Tuan Farhan yang melihat tatapan putrinya begitu dalam pada Jac.
“Papah Farhan, dia tidak tinggal bersama kami di rumah itu hanya ada adiknya dan juga suaminya beserta satu pelayan.” jelas suster Syanin yang tidak ingin Tuan Farhan salah paham padanya.
__ADS_1
Tuan Farhan yang mendengar kepolosan putrinya tertawa terkekeh sembari mengelus kepala suster Syanin layaknya bocah kecil.
“Baiklah jika begitu Papah biar tinggal di rumah ini sendirian saja dan menghabiskan masa tua Papah dengan seorang diri.” ucap Tuan Farhan yang menggoda putrinya.
Suster Syanin mendengarnya tidak tega namun mau bagaimana lagi kewajibannya sebagai seorang suster adalah merawat pasien.
“Tapi Papah-“ (ucapan suster Syanin terpotong).
“Papah hanya bercanda sayang, kau boleh pergi, dan datanglah kemari ketika kau ada waktu Papah akan selalu stay di Indonesia sekarang.” ucap Tuan Farhan yang membuat suster Syanin merasa legah.
Akhirnya setelah cukup lama mereka saling memeluk kini suster Syanin kembali ke rumah Zeyra di antar dengan Jac yang sejak tadi tampak diam mematung tanpa satu kata pun.
Di perjalanan suster Syanin yang tampak senyum-senyum sendiri terbayang dengan pria yang saat ini berada di sampingnya. Ia masih ingat sangat jelas ketika Jac memeluk tubuhnya dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
“Dia sudah gila yah senyum-senyum sendiri?” gumam Jac yang melirik ke arah suster Syanin.
“Hemmm sepertinya aku tahu pasti dia sedang mengingat saat aku memeluknya tadi hahaha.” lanjut Jac sambil ikut tersenyum dalam hati.
Dengan cepat Jac menghentikan mobilnya di pinggir jalan sampai ia membuat suster Syanin tampak kaget dan hampir saja kepalanya terkena benda di depan.
“Ada apa sih?” tanya suster Syanin yang kesal.
“Kau senyum-senyum begitu ada apa memangnya?” tanya Jac yang tampak ingin memastikan tebakannya.
“Em...tidak, tidak ada apa-apa.” jawab suster Syanin tampak gugup.
“Kau masih ingin memeluk ku yah?” tanya Jac dengan percaya dirinya.
“Idih siapa yang ingin memeluk anda?” tanya suster Syanin berusaha menyembunyikan tatapan gugupnya.
“Ayo jika kau masih ingin memelukku lakukanlah!” pintah Jac yang terkesan memaksa.
__ADS_1
Suster Syanin merasa aneh dengan tingkah pria di hadapannya saat ini mengapa begitu percaya diri sekali dia jika wanita itu ingin memeluknya.
“Cepat peluklah, jika tidak kau akan ku buang ke pulau.” ucap Jac yang mengejutkan suster Syanin.