Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Pria Siaga


__ADS_3

Zeyra yang semakin lama semakin dekat dengan Delon hampir setiap waktu kosong Delon selalu membawa Zeyra pergi mencari makanan yang ia inginkan.


Sepertinya Delon yang sudah tanpa sadar merasa nyaman menjadi pria siaga di samping Zeyra beberapa waktu belakangan ini.


"Aku pulang awal hari ini, kau mau makan apa?" tanya Delon melalui pesan singkatnya pada Zeyra.


"Tringgg...." suara ponsel milik Zeyra yang sukses membangunkannya dari tidur siang.


"Siapa sih?" tanya Zeyra yang tampak malas-malasan mengambil ponsel di atas mejanya.


Sekilas matanya tersenyum melihat isi pesan dari Delon wajahnya tampak malu-malu lalu dengan cepatnya ia mengetikkan balasan pesan singkat.


"Sudahlah aku tidak ingin merepotkanmu." ucapnya.


Delon yang melihat balasan singkat itu hanya tersenyum lirih.


"Cih dasar wanita selalu berbicara tidak tapi dalam hati menginginkannya." ucap Delon sambil meletakkan ponsel di saku jasnya.


"Aku pulang duluan." ucap Delon pada Jacobie yang tanpa menunggu sautan langsung pergi lebih dulu.


Jacobie yang melihat tingkah Delon hanya menggelengkan kepalanya saja.


Yah lihatlah sekarang isi gedung ini penuh dengan orang-orang yang sesuka hati jika bekerja, cihh dasar atasan dan bawahan tidak jauh beda.


Jacobie yang terus menggerutu kesal karena ia tinggal sendirian bekerja di ruangan itu. Merasa bosan akhirnya ia menelfon suster Syanin.


Wajahnya tampak kesal karena beberapa kali ia menelfon namun tetap tidak ada jawaban entah perasaan apa yang membawanya sampai berani menelfon wanita menggemaskan itu.


"Apa yang dia lakukan mengapa tidak mengangkat ponselku sih?" gumam Jacobie sambil menggenggam erat benda kecil itu.


Wajahnya merasa kesal begitu banyak dugaan-dugaan yang terus terbayang di dalam fikirannya. Sampai akhirnya Jacobie memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.


Beberapa lama setelah menempuh jarak dari kantor kini Jacobie telah sampai di rumah sakit. Langkahnya dengan lebarnya memasuki rumah sakit dan belum saja ia sampai di dalam matanya terarah pada seorang wanita.


Iyah wanita itu adalah suster Syanin yang sedang membawa pasien pria memutari taman di samping rumah sakit dengan kursi roda.


Wajah mereka tampak tertawa ceria, pria itu memang tidak tua wajahnya masih terlihat muda setara jika di pasangkan dengan suster Syanin.


Jacobie yang melihat dengan cepat menghentikan langkahnya dan menatap ke arah dua orang itu sambil mematung.


Tangannya mengepal dengan sangat erat wajahnya tampak tersenyum sakit.


Jadi ini alasannya tidak mengangkat telefonku ternyata wanita memang seperti itu sifatnya sangat mudah untuk dekat dengan pria mana pun.

__ADS_1


Jacobie terus menduga-duga tanpa ia sadari suster Syanin yang tidak sengaja tertawa menoleh ke arahnya dengan terkejut.


"Ngapain dia di sini?" gumam suster Syanin heran.


"Ada apa, Sus?" tanya pasien pria itu.


"Eh maaf tunggu saya sebentar di sini yah." ucap suster Syanin.


Ia melangkah ke arah Jacobie dengan wajah penasarannya.


"Tuan, anda sedang apa di sini apa ada yang sakit lagi?" tanya suster Syanin.


"Tidak ada." jawab Jacobie singkat lalu pergi meninggalkannya dengan tanya di wajahnya.


Suster Syanin yang tidak mengetahui sikap Jacobie akhirnya kembali menghampiri pasiennya dan mendorongnya masuk ke ruang rawat.


Sementara Jacobie yang masih sangat kesal beberapa kali memukul setir mobilnya ia memejamkan matanya sesaat untuk menenangkan fikirannya.


Di kediaman Syein Biglous tampak terparkir dengan sempurna mobil mewah Delon yang sudah dengan cepatnya membuka pintu mobil.


Delon melangkah dengan senyum di wajahnya menuju rumah belakang tentu ia menghampiri Zeyra. Sesampainya di depan kamar wanita itu dengan tidak sabaran Delon mengetuk beberapa kali pintunya.


"Iya...iya sebentar, siapa sih?" gerutu Zeyra yang kesal sambil menggulung rambutnya sedangkan tangannya sebelah membuka pintu.


"Hey..." ucap Zeyra yang melambaikan tangannya tepat di hadapan Delon.


"Eh iya." jawab Delon dengan tersenyum kaget.


"Ada apa?" tanya Zeyra lagi.


Dengan cepat Delon menarik tangan wanita itu ke halaman depan dan memasukkannya ke dalam mobil. Zeyra yang terduduk di dalam mobil merasa bingung dengan tingkah Delon.


"Mau kemana?" tanya Zeyra.


"Aku akan membawamu keliling hari ini." jawab Delon tersenyum.


Dengan cepat ia mengemudi mobilnya ke jalan utama, cukup lama di perjalana Delon terus memperhatikan Zeyr yang menatap ke arah pinggir jalan.


Matanya terus tidak berhenti menatap ke pinggir jalan namun semua terlewatkan dengan pandangan yang tampak tidak tertarik.


Namun saat mereka melewati tempat makan mie ayam pinggiran Zeyra terlihat begitu antusias menatapnya sampai mereka lewati mata Zeyra terus menatap dan kepalanya memutar ke belakang mengikuti arah gerobak mie ayam itu.


Delon yang tersenyum menggelengkan kepala sangat mengerti jika cara ini adalah cara yang paling ampun. Tanpa bertanya ia pun memutar balik mobil lalu kembali ke jalan tadi.

__ADS_1


"Loh kenapa mutar terus lewat sini lagi sih?" tanya Zeyra yang bingung.


Delon lagi-lagi tidak menjawabnya dan setelah mereka sampai tepat di depan gerobak mie ayam Delon memarkirkan mobilnya.


Ia melangkah turun dan membukakan pintu Zeyra tangannya menarik pergelangan tangan Zeyra.


"Duduklah." perintah Delon.


Zeyra yang tampak bingung hanya menurut saja sebenarnya ada rasa bingung di wajahnya mengapa Delon bisa satu selera dengan keinginannya saat ini.


Tidak lama kemudian pesanan Delon pun tiba dua mangkok mie ayam dan es kelapa muda rasanya sangat segar dengan suasanya sejuk di tempat itu.


Zeyra yang melihat santapan di hadapannya kini tidak bersuara lagi dengan cepat ia melahap makanan itu. Melihat begitu lahapnya Zeyra menimbulkan tawa kecil di wajah Delon.


Ternyata trik ini berhasil di lakukan oleh Delon dan buat kalian semua yang sangat sulit memahami keinginan wanita boleh di coba.


Jika wanita itu menginginkan benda yang ia lihat tentu matanya akan lebih tertarik untuk terus memandangi benda itu.


Setelah isi mangkok kedua itu habis Zeyra merasakan mual yang luar biasa lagi, Delon yang sangat sigap secepat mungkin mengambil kantong plastik yang ia bawa entah sejak kapan.


Tangannya membuka lebar kantong plastik itu dan Zeyra mulai mengeluarkan semua isi perutnya di bantu dengan pijatan-pijatan di punggung lehernya dari Delon.


"Kau tidak papa?" tanya Delon yang miris melihat wajah Zeyra karena lemas.


"Iya tidak apa-apa." jawab Zeyra berusaha kuat.


Akhirnya Delon membayar makanan mereka dan menuntun Zeyra ke mobil tanpa sengaja Jacobie yang lewat melihat mereka berdua.


"Apa yang mereka lakukan di sini?" tanya Jacobie heran.


Ia melihat Delon yang menuntun tubuh Zeyra dan tampak jelas mereka baru saja meninggalkan tempat makan yang letaknya di pinggir jalan itu.


Tanpa sadar Jacobie mengangguk mengerti melihat perhatian Delon pada adiknya sepertinya pria itu menyukai Zeyra.


Bagi Jacobie, Delon adalah sosok pria yang baik dan bertanggung jawab namun sangat tidak pantas rasanya jika ia menyukai Zeyra yang saat ini statusnya tidak jelas dan sedang mengandung anak pria lain.


Tapi selama Zeyra dekat dengan orang baik Jacobie tidak akan melarangnya karena Zeyra bukanlah anak kecil bagi Jacobie yang harus di tekan-tekan.


Selama Zeyra dekat dengan orang baik tentu tidak akan pernah membuat adik perempuannya itu mendapatkan hal buruk lagi.


Halo readersku sayang berjumpa lagi nih di episode yang menceritakan kisah asmara adik dan kakak angkat yang sama-sama sedang di mabuk cinta tidak jelas sepertinya.


Selamat membaca dan menikmati yah salam sayang dari author buat kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2