Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Misi Berhasil


__ADS_3

“Oh Tuhan tolong bantu aku keluar dari masalah ini.” Gumam Jee sambil mencari-cari alasan.


“Aduh...” ucap Jee berakting sakit kepala.


“Ada apa sayang?” tanya Alfy yang sudah terlihat panik.


Jee yang merebahkan tubuhnya perlahan ke dada bidang suaminya sesekali memegang kepalanya.


“Maaf Tuan kami ada-“ (ucapan salah satu pelayan yang ingin memberikan minyak untuk menciumkan pada Jee terhenti saat melihat mata Jee yang mengedip padanya).


“Apa ?” tanya Alfy penasaran.


“Em tidak ada Tuan, maafkan saya.” Jawab pelayan itu.


“Kau pusing?” tanya Alfy pada Jee.


“Iya.” Jawab Jee berbohong.


Dengan segera Alfy berlari menggendong tubuh istrinya menuruni eskalator dan menuju mobil. Jee yang trus berakting sakit kini merasa legah akhirnya alasannya kali ini berhasil, selanjutnya ia harus memikirkan cara untuk menghentikan paksaan suaminya itu.


Semua para pelayan di butik tertawa melihat tingkah Jee yang berakting sampai membuat suaminya begitu sangat panik. Sepertinya ia tidak tahu jika aktingnya ternyata justru membuat boomerang untuknya.


Di dalam mobil Alfy terus menyetir dengan laju sambil sesekali ia memegang tubuh istrinya menanyakan bagian mana yang sakit.


“Aku sudah tidak apa-apa sayang.” Jawab Jee yang berusaha meyakinkan Alfy.


“Tidak, kau pasti sakit sampai bisa pusing seperti tadi, kan?” tanya Alfy yang tidak percaya.


“Astaga aku benar tidak apa-apa saat ini.” Bantah Jee.


Namun Alfy yang merasa sangat khawatir tetap bersih keras membawa istrinya menuju rumah sakit. Jee yang merasa kesal bingung harus melakukan apa lagi kali ini, bagaimana jika Alfy tahu bahwa dia hanya berpura-pura? Apakah dia akan marah pada Jee.


Tidak butuh waktu lama untuk tiba di rumah sakit, kini Alfy yang berlari menggendong Jee masuk ke ruang khusus mereka. Dokter yang sudah melihat kepanikan Alfy dengan cepat berlari, tentu mereka sangat sigap tiap kali melihat kehadiran Tuan muda itu.


“Periksa apa pun itu Dokter, jangan biarkan satu pun terlewatkan!” pintah Alfy.


“Baik Tuan.” Jawab Dokter Adeline.


Jee yang panik ketika di periksa memberi kode pada Dokter Adeline untuk bekerja sama. Ia mengedipkan sebelah matanya membuat Dokter Adeline kebingungan apa maksudnya.

__ADS_1


“Maaf Tuan, apakah anda bisa keluar sebentar?” tanya Dokter Adeline setengah memerintah.


“Apa katamu? tidak, bagaimana bisa saya keluar sedangkan istri saya sedang sakit.” Bantah Alfy.


“Tapi Tuan, saya akan memeriksa bagian yang lebih intim rasanya tidak nyaman jika anda berada di sini.” Jelas Dokter Adeline sedikit ragu.


Alfy yang masih tidak ingin keluar membuat Jee merasa harus memberinya pelajaran. Perlahan kedua kakinya membuka lebar dan sedikit berlutut sedangkan ia saat ini berbaring. Alfy yang melihat posisi istrinya tampak


melotot.


“Sayang, apa yang kau lakukan?” tanya Alfy yang panik.


“Memang seperti ini untuk memeriksanya.” Jawab Jee dengan serius.


“Tapi tidak harus terbuka seperti itu juga kan?” tanya Alfy protes.


Dokter Adeline yang melihat pertengkaran mereka hanya terdiam menahan tawanya.


“Kali ini kekuasaan kalian lah, aku tidak ingin masuk di antara kerumitan kalian berdua.” Gumam Dokter Adeline.


“Jika tidak terbuka seperti ini bagaimana Dokter bisa memeriksa dengan baik, kan gelap.” Bantah Jee berbohong.


Alfy tentu tidak bisa melihat jika Dokter Adeline menelusuri ar*a int*m istrinya tepat di hadapannya. Bagaimana bisa seorang pria tidak punya malu untuk ikut menyaksikannya. Akhirnya Alfy mengalah dan memilih untuk keluar dari ruangan dengan berat hati.


“Astaga aku tidak mengerti, apakah rumah tangga anda segila itu?” ucap Dokter Adeline yang terdengar sangat akrab.


“Aku juga bisa gila lama-lama menghadapinya, Lin.” Ucap Jee.


“Lalu apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Dokter Adeline.


Jee akhirnya menceritakan dengan detail tanpa terlewatkan satu pun mulai dari awal Alfy yang ingin ia memakai pakaian oversize dan mereka pergi ke mall untuk membeli pakaian syar’i sampai akhirnya Jee pura-pura pusing agar tidak jadi membeli pakaian itu. Dokter Adeline yang mendengar setengah mati menahan perutnya karena tertawa.


“Jika seperti itu, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Dokter Adeline lagi.


Jee yang mengedipkan mata memberi isyarat jika Dokter Adeline saat ini harus bekerja sama dengannya. Jee meminta agar memberitahukan pada Alfy tentang keadaannya yang tidak boleh tertekan apa pun alasannya. Dan


jika Jee merasa tertekan ada kemungkinan kesehatannya akan terganggu.


Mendengar permintaan Jee, sebenarnya Dokter Adeline ragu untuk menerima namun bagaimana jika ia menolak? Tentu kasihan nasib wanita malang itu.

__ADS_1


“Baiklah aku akan membantumu, tapi untuk hal lain tidak boleh berbohong pada suami yah?” Dokter Adeline memperingati Jee.


“Terimakasih yah.” Ucap Jee tesenyum dan menyetujuinya.


Kini Dokter Adeline mempersilahkan Alfy masuk untuk memberitahu keadaan istrinya yang sebenarnya tidak terjadi apa-apa.


“Bagaimana Dok?” tanya Alfy yang sangat antusias.


“Seperti hasil pemeriksaan saya, sepertinya istri anda mengalami tekanan Tuan dan itu tidak baik untuk fisiknya.” Jelas Dokter Adeline berusaha terlihat yakin.


Alfy yang merasa masih bingung maksud dari perkataan Dokter Adeline kembali bertanya yang lebih spesifik.


“Maksudnya tekanan bentuk apa yah Dok?” tanya Alfy.


“Mungkin istri anda tidak menyukai sesuatu, dan anda memkasanya begitu.” Jelas Dokter Adeline yang terdengar sangat konyol.


Dadanya begitu berdetak tak karuan takut jika Alfy sadar dengan kebohongannya, secara pria di hadapannya ini sangatlah cerdas dan kecerdasannya sudah tidak di ragukan lagi.


Alfy yang mendengar merasa sadar jika Jee selalu ia marahi jika mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan keinginannya. Perlahan pria itu mendekat pada istrinya dan meminta maaf karena telah memaksanya sampai


membuat Jee sakit.


Jee yang mendengar ucapan maaf berkali-kali dari suaminya berusaha terlihat lemas dan tersenyum sesekali ia mengangguk tanda permintaan maaf suaminya di terima. Alfy bisa melihat wajah Jee yang sangat lemas.


“Mulai sekarang aku tidak akan lagi melarangmu memakai baju yang ingin kau pakai, sayang. Yang terpenting kau sehat dan tidak meninggalkan aku yah.” Ucap Alfy penuh dengan ketulusan.


“Wah... akhirnya semua rencanaku berhasil yes. Akhirnya...baju kesayanganku, tangtop warna putihku, celana pendekku, rok mini ku akhirnya aku bisa memakaimu lagi.” Gumam Jee sambil membayangkan pakaian yang sangat ia rindukan.


“Sayang.” Ucap Alfy yang membuyarkan Jee dari lamunannya.


“Eh iya sayang.” Jawab Jee tersadar.


“Kau baik-baik saja?” tanya Alfy.


“Ehem.” Jawab Jee singkat.


Kini Alfy dan Jee sudah di persilahkan pulang oleh Dokter Adeline. Jee yang di gandeng oleh suaminya meninggalkan ruangan itu menoleh ke belakang mengedipkan matanya sekali dan mengacungkan jempol pada Dokter Adeline.


“Astaga sungguh licik sekali anda hehe.” Gumam Dokter Adeline sambil menatap punggung kedua pasangan itu.

__ADS_1


“Mengapa sepertinya saat ini penyakitmu terdengar aneh yah, Sayang?” tanya Alfy yang menyadarinya.


“What? Apa dia menyadari jika aku berbohong aduh bagaimana ini?” gumam Jee yang mulai panik.


__ADS_2