Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Kelelahan


__ADS_3

Beberapa hari Alfy di rawat di rumah sakit Jee terpaksa lagi-lagi tidak kuliah karena suaminya sangatlah manja selama sakit tidak ingin Jee beranjak darinya sedetik pun. Walaupun merasa sedikit kesal pada tingkah Alfy namun ia juga tidak tega untuk meninggalkan Alfy yang masih sedang lemas meskipun sudah tidak terlalu parah dari hari sebelumnya. Pagi telah tiba matahari memancarkan sinar dengan cerahnya menembuh jendela kaca yang terlindungi korden putih bersih di dalam ruangan rumah sakit itu ketika menyadari hari sudah pagi Jee dengan cepat menyingkirkan selimut di tubuhnya untuk melangkah menuju kamar mandi. Namun belum sempat ia menginjakkan kaki di lantai tangan Alfy sudah lebih dulu menahan pinggang langsing milik sang istrinya.


"Kau mau kemana istriku?" tanya Alfy dengan mata yang masih tertutup.


"Aku ingin ke kamar mandi membersihkan badan suamiku," jawab Jee dengan lembutnya.


"Nanti saja yah temani aku dulu," Rengek Alfy sambil mengeratkan pelukannya pada pinggang istrinya sementara wajahnya ia benamkan pada perut rata milik istrinya.


Mendapat perlakuan seperti itu dari sang suami Jee merasa tidak bisa apa-apa selain menuruti kemuan suaminya kini perlahan ia merebahkan kembali tubuhnya ke kasur dan mereka kembali tidur lagi. Setelah sekitar beberapa menit tertidur seorang suster masuk membawakan sarapan dan beberapa obat untuk Alfy. Melihat kedua orang itu masih tertidur dengan cepat suster itu menaruh di meja lalu pergi dari ruangan itu.


"Astaga mengapa lagi-lagi mereka terlihat sangat mesra begitu sih tidak bisakah aku bergantian dengan suster yang lain untuk tidak masuk dalam ruangan itu rasanya membuat jiwa jombloku ingin berteriak apa iya setiap pagi aku harus sarapan dengan pemandangan seperti itu sungguh menyedihkan," gumam suster Syanin yang beberapa kali menggaruh tengkuk lehernya yang tidak gatal itu.


Setelah kepergian suster Syanin beberapa menit Jee yang tampak merasa sudah cukup tidurnya kembali membuka matanya dan melihat makanan yang sudah tersimpan rapi di atas meja. Perlahan tapi pasti ia menggerakkan tangan suaminya untuk membangunkan dan sesekali mendaratkan bibirnya di kening suami tampannya itu.


"Suamiku bangunlah aku akan membersihkan tubuhmu," ucap Jee dengan lembutnya pada Alfy.


"Apa aku tidak boleh tidur lagi?" tanya Alfy yang masih memejamkan matanya.


"Tentu saja boleh tapi nanti setelah kau meminum obat," ucap Jee tersenyum dan mengambil alat seka badan yang sudah tersedia.


Sementara membersihkan tubuh suaminya yang masih terbaring kini Alfy mulai berfikiran hal yang tentunya sudah sangat di pahami oleh sang istri. Ia menatap wajah Jee yang tengah asyik menyeka tubuhnya yang putih bersih itu dengan sangat lembut namun hal itu sukses membuat Alfy merasakan hal yang mulai menjalar di sekujur tubuhnya tatapan matanya berubah menjadi tatapan penuh makna. Melihat sang suami menatapnya seperti itu Jee sudah mengerti sepertinya akan terjadi sesuatu yang mereka inginkan meskipun sebenarnya Jee ragu namun hal itu tidaj bisa membuatnya sanggup menolak yah selama wanita itu hamil ia selalu menginginkan sentuhan dari suaminya entah mengapa bisa hal itu terjadi yang jelas itulah yang ia rasakan saat ini begitu juga dengan Alfy. Belum selesai Jee menyeka tubuh suaminya kini tangan Alfy sudah sukses membuat istrinya terlihat keseluruhan tanpa perlindungan satu pun kain dan akhirnya mereka melakukannya di pagi hari sebelum Alfy sempat sarapan. Setelah selesai ttiba-tiba tubuh pria itu kembali lemas dan tatapannya terlihat sangat gelas seketika ia tidak sadarkan diri dan membuat Jee sangat panik.


"Panggilkan Dokter!" Teriak Jee dengan panik pada salah satu penjaga yang berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Baik Nona," jawab salah satu pria itu.


Tidak lama kemudian seorang pria datang memakai jas putih dan dengan cepat ia memeriksa keadaan pasiennya saat itu pula ia melihat obat dan makanan yang di taruh diatas meja masih utuh dan belum tersentuh. Dokter itu menghela nafas kasarnya sesekali menggelengkan kepalanya.


"Maaf Nona apakah Tuan tidak ingin sarapan dan meminum obatnya?" tanya Dokter itu penasaran.


"Tidak Dok suami saya mau kok," jawab Jee dengan antusiasnya.


"Tuan tidak sadarkan diri sepertinya ia kelelahan Nona dan belum sarapan keadaan fisiknya saat ini masih sangat lemah jadi jangan biarkan ia berfikir terlalu berat," Jelas Dokter itu dengan polosnya karena berfikir Alfy kelelahan saat memikirkan pekerjaannya.


Sedangkan Jee yang mendengar itu terdiam gugup karena merasa malu jika Dokter itu mengetahui sebab Alfy kelelahan adalah karena melakukan kewajibannya.


"Astaga apa yang aku lakukan barusan?" tanya Jee dalam hatinya.


"Istriku!" Panggil Alfy sambil mulai membuka matanya perlahan.


"Apakah tadi kita sudah selesai melakukannya?" tanya Alfy menatap istrinya tanpa mengetahu masih ada Dokter yang berdiri di sampingnya.


"Iya suamiku," jawab Jee dengan cepat saat melirik Dokter itu dengan rasa malu bercampur gugup.


Mendengar hal itu Dokter hanya tersenyum dan menggelengkan kepala ia tidak menyangka jadi ini sebab pasiennya bisa tidak sadarkan diri bagaimana ia bisa salah analisa kali ini jika pasiennya pingsan karena terlalu banyak berfikir. Kali ini Dokter salah analisa ia lupa jika pasiennya yang selalu berfikir berat selama ia kenal sudah memiliki istri yang bisa membuat fikirannya jauh lebih berat dari pada kasus yang selama ini ia tangani. Yah begitulah tepatnya seorang pengacara tampan muda yang selalu membelakangkan kepentingan dirinya sendiri demi kliennya kali ini sudah mempunyai fikiran yang terbagi dua apalagi jika bukan menyangkut istrinya yang sangat sempurna bak bidadari itu. Mengetahu hal itu Dokter dengan cepat memberi peringatan pada Alfy demi kesehatan pasien ia harus bisa tegas pada pria itu.


"Tuan saya sarankan untuk saat ini anda tidak melakukan hal-hal yang membuat anda kelelahan karena jika tidak kesembuhan anda akan jauh lebih lambat," ucap Dokter itu sambil berbicara dengan sangat pelan.

__ADS_1


"Baik Dokter," jawab Alfy singkat dengan wajah datarnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu Nona dan Tuan," Dengan melangkah keluar ruangan itu Dokter sesekali menggelengkan kepalanya baru kali ini ia mendapati pasien seperti ini seharunya ia sudah beberapa hari yang lalu bisa sembuh.


Melihat tingkah Dokter itu Jee dan Alfy saling melempar pandangan tanpa berkata apapun seketika Alfy memecah keheningan.


"Apa kau mau terus menatap Dokter itu?" tanya Alfy yang cemburu.


"Bukan begitu suamiku aku malu padanya," jawab Jee dengan wajah jujurnya.


"Kau tidak perlu malu kita sudah menikah bukan?" Dengan wajah santainya Alfy membuka jalan fikiran istrinya itu.


"Iya aku tahu tapi tidak seharusnya kita melakukan saat keadaanmu masih lemah suamiku," jelas Jee dengan pelan.


"Apa kau tidak merasakannya sehingga kau bilang apa tadi itu aku masih lemah?" Kini Alfy mulai tampak kesal karena ucapan istrinya sukses membuatnya salah paham lagi.


"Astaga bukan seperti itu suamiku maksudku..." ucapan Jee tergantung ketika melihat Alfy yang tampak kesal kembali baring dan membelakangi istrinya.


Melihat hal itu Jee mencoba mendekati tubuh suaminya lalu memeluk erat dan berulang kali mengucapkan kata maaf karena ucapannya membuat suaminya salah paham, namun di balik itu sebenarnya ia hanya khawatir dengan kesehatan Alfy bukan maksudnya lemah dalam melakukan hal itu jelas Jee dengan panjang lebar. Mendengar hal itu Alfy tersenyum puas meskipun sang istri yang memeluknya dari belakang tidak mengetahui hal itu dengan cepat ia membalikkan tubuhnya menghadap istrinya dan membalas pelukannya.


"Maafkan aku," ucap Jee mengulangi kata-katanya lagi.


"Tidak istriku aku yang salah paham padamu," Balas Alfy sambil mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Kini mereka berpelukan sambil menatap satu sama lain dengan senyuman bahagia sampai akhirnya Jee kembali ingat bahwa suaminya belums sarapan, dengan cepat ia bangun dan menyuapi makanan yang sudah terasa dingin namun Alfy tetap memakannya apapun itu asalkan istrinya yang menyuapi untuknya pasti akan terasa menyenangkan tentunya. Setelah selesai sarapan satu persatu Alfy meminum obatnya dan kini mereka sudah duduk sambil berbicara satu sama lain menceritakan hal-hal yang mereka lewati sebelum menikah terkadang ada tawa bahagia dan sesekali juga mereka sedih ketika meneceritakan bagian hidup berat mereka.


Nah untuk cerita Alfy dan Jee sampai di sini dulu yah semoga kalian masih setia menunggu episode berikutnya yang author tulis. Jangan lupa like dan coment di setiap episode jika menurut kalian ada yang perlu di tambahkan di episode berikutnya terimakasih. Assalamualaikum Wr. Wb.


__ADS_2