Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
First Time Jee Membantah


__ADS_3

Sesampainya di rumah Alfy yang terus mengomel tanpa henti karena cemburu dengan istrinya baru tersadar jika hari ini adalah persidangan kliennya. Meskipun bukan tanggungannya lagi ia tetap penasaran dengan hasil sidangnya. Dengan cepat ia melajukan mobilnya untuk menuju ke pengadilan.


Di kampus Jee yang baru saja selesai jam kuliah pertamanya sudah di hampiri oleh Mira dan Dara.


“Jee ada apa denganmu?” tanya Mira yang tampak heran melihat penampilan Jee cukup aneh hari itu.


“Ada apa apanya sih?” tanya Jee yang tidak sadar dengan tatapan sahabatnya.


Tiba-tiba Dara dan Mira saling menatap mereka menebak-nebak sesuatu terjadi pada sahabatnya.


“Kau hami Jee?” tanya keduanya bersamaan.


“Ha-mil? Tidak.” Bantah Jee.


 


Kini ia menyadari penampilannya memanglah seperti orang hamil memakain rok yang tidak sepadan dengan pakaian atasnya terlihat sangat aneh.


“Ini semua perintah Alfy, aku tidak bisa melawannya.” Jelas Jee sambil memanyunkan bibirnya kesal.


“Astaga...kasihan kau Jee sabaryah punya suami seperti dia.” Ucap Dara mendukung sahabatnya.


“Jee, apa kau sudah sembuh yah?” tanya Dara.


“Iya nih.” Jawab Jee.


Fiky yang baru saja keluar kelas segera bergabung dengan mereka sambil sesekali melemparkan pandangan pada Dara.


“Kak Fiky, gimana Dara pintar tidak?” tanya Jee yang penasaran.


“Iya pintar sekali, pintar tidurnya hehe.” Ledek Fiky.


Dara yang mendengarnya memperlihatkan wajah cemberutnya yang membuat Fiky semakin gemas dan mencubit bibirnya.


“Kak, apaan sih?” ucap Dara.


“Ehem...ehem sepertinya ada yang udah dekat nih.” Goda Mira pada Fiky dan Dara.


Jee yang melihatnya tertawa dan ia baru tersadar jika Sisil tidak ada di antara mereka.


“Oia Dar, Sisil kemana?” tanya Jee yang penasaran.

__ADS_1


“Tau tuh dia sudah sangat jarang, malah tidak pernah dekat sama kita lagi.” Ucap Dara.


Jee merasa ada yang aneh yang belum ia ketahui dari Sisil karena selama ini Jee benar-benar sibuk dengan masalah rumah tangganya sendiri sampai lupa dengan sahabatnya.


Alfy yang menuju ke persidangan selama perjalanan fikirannya terus berkecamuk antara memikirkan persidangan dan juga panggilan istrinya pada security di kampus tadi.


“Ah apasih maksudnya memanggil seperti tadi pada situa itu?” gerutu Alfy sambil beberapa kali menggaruk kasar kepalanya yang tidak gatal itu.


Sepersekian menit tibalah sosok pria tampan yang dengan ekspresi datarnya turun dari mobil dan segera menuju ruang persidangan untuk menyaksikan hasil putusan hakim pada mantan kliennya.


Matanya tertuju pada sosok Nakula yang saat itu berada tidak jauh darinya.


“Mau apa lagi manusia itu?” gumam Alfy sambil menatap tajam pada Nakula.


Seketika mata Alfy terbelalak saat melihat Nakula dan Hengky bersalaman, sepertinya ia bisa menebak apa yang terjadi akhir-akhir ini. Tentu Alfy berfikir jika Nakula sudah melakukan hal yang sama lagi seperti sebelum-sebelumnya padanya. Bekerja sama dengan musuhnya untuk menjatuhkan nama Alfy demi mendapatkan kekuasaan.


Persidangan kini sudah berlangsung semua barang bukti yang sudah terkumpul dari tangan Hengky telah di sebutkan satu-persatu, dan barang bukti yang terakhir adalah video rekaman tentang seorang wanita yang di suruh


menjebak klien tersebut.


Namun sebelum rekaman video itu terputar ada video awal yang lebih dulu muncul dan memperlihatkan Hengky yang berbicara pada anggotanya di sebuah ruang kerja untuk mengamankan barang bukti yang sudah mereka curi dari tangan Alfy.


terkejut melihat video itu termasuk Alfy dan mantan kliennya.


Hengky yang begitu marah berusaha membantah jika itu adalah kebenaran namun selang beberapa menit Nakula yang geram dengan kebohongan Hengky segera berdiri meminta waktu untuk berbicara. Kini Nakula menjelaskan


bahwa video itu dialah yang memasukkannya agar bisa mendapatkan keadilan untuk Tuan Alfy.


Alfy yang mendengarnya terkejut dan segera ia ingin meninggalkan tempat itu, namun klien tersebut berlari dengan cepat dan bersujud padanya.


“Tuan, maafkan saya sudah tidak percaya dengan anda.” Ucap pria itu.


“Sudahlah anggap saja semua sudah selesai.” Jawab Alfy yang kini melangkah keluar.


Saat itu juga Hengky di cabut ijin profesinya sebagai pengacara karena sudah melanggar peraturan yang sudah di tetapkan. Mata Hengky begitu tajam menatap Nakula ia merasa benar-benar di tipu kali ini. Bagaimana bisa Hengky percaya begitu saja saat Nakula datang padanya mengajak kerja sama.


Di depan sudah sangat ramai para wartawan ingin meliput namun Alfy yang menatap mereka seperti tidak memberikan ijin untuk mendekat membuat semuanya hanya berani mengambil gambar Alfy dari kejauhan. Kini berita yang baik sudah kembali mengharumkan nama Alfy Syein di seluruh penjuru Kota.


Melihat jam di tangannya Alfy teringat jika Jee sudah saatnya untuk pulang kuliah, rasanya masih sangat kesal jika harus bertemu dengan security itu lagi.


Setibanya di gerbang kampus, Alfy enggan menatap pria yang berdiri di depan gerbang dan segera melangkah menuju kelas Jee. Ia melihat Fiky yang sedang menutup pertemuan di kelas itu dengan santainya. Jee yang begitu

__ADS_1


antusias memperhatikan Fiky di depan kembali membuat kemarahan Alfy semakin jadi.


Kini waktunya Jee sudah pulang kuliah, ia melihat ke depan pintu tampak sosok pria yang menatapnya dengan tajam.


“Astaga ada apa lagi dengannya?” gumam Jee.


Kini Jee melangkah keluar kelas tanpa menyapa Fiky karena melihat suaminya sudah ada di hadapannya. Tangan Jee dengan segera di pegang oleh Alfy dan mereka beranjak pergi menuju mobil. Jee yang melangkah terburu-buru sudah tidak sempat lagi menyapa security di depan kampus itu.


“Lucunya mereka.” Gumam security yang memandang Alfy dan Jee bergandengan tangan.


Namun matanya seketika terheran saat melihat langkah Jee yang seperti tergesa-gesa di tarik oleh suaminya. Di dalam mobil hanya kesunyian tanpa berani Jee berbicara pada Alfy sedikit pun.


“Ada hubungan apa kau dengan pria itu?” tanya Alfy yang memecah keheningan.


“Hu-bungan?” tanya Jee yang tidak mengerti.


Astaga jangan bilang dia marah lagi melihat Kak Fiky mengajar di kelasku? Ahhh malas sekali jika


terus berdebat tentang dia.


“Mengapa kau memanggilnya apa tadi? Pak Han?” lanjut Alfy.


“Hah...jadi pak security itu?” Jee yang terkejut mendengar pertanyaan Alfy.


“Memangnya siapa lagi yang kau fikirkan selain pria tua itu?” tanya Alfy mengintimidasi.


“Tidak ada.” Jawab Jee.


“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan security itu.” Lanjut Jee.


“Lalu mengapa kau memanggilnya juga sama denganku?” Alfy yang terus mencari jawaban demi kepuasan hatinya.


“Memangnya aku memanggilnya apa?” tanya Jee yang tidak sadar.


“Kau memanggilnya Han, kan?” bentak Alfy yang tidak bisa menahan emosinya.


Jee terkejut mendengar suara bentakan Alfy yang menggelegar di telinganya.


“Aku tidak boleh lemah, aku tidak salah.” Gumam Jee yang merasa kesal dengan Alfy.


“Namanya memang Pak Han, lalu aku harus memanggilnya apa?” bantah Jee yang menatap marah pada Alfy.

__ADS_1


__ADS_2