
Di depan gedung Syein Biglous masih tampak ramai para wartawan berkumpul dengan penuh antusiasnya memberikan pertanyaan satu persatu. Melihat reaksi mereka wajah Nakula tampak menampilkan senyuman bangganya. Namun hal itu tidak bertahan lama ketika seorang pria datang berteriak memecah kerumunan para wartawan.
"Nakula apa yang kau lakukan?" Dengan berjalan melangkah cepat mendekati Nakula dan beberapa orang di depan itu.
"Maafkan saya Tuan," jawab Nakula tersenyum
Mendengar hal itu tanpa menunggu lama Tuan Beni dengan cepat mendaratkan tangannya ke wajah Nakula semua tampak terkejut melihat pemandangan itu dan tak lama kemudian Ibu Fidah mendorong Tuan Beni ia menangis sejadi-jadinya karena sudah mengetahui yang sebenarnya Beni lakukan pada cucunya dan tanpa menunggu lama hal itu di ungkapkan oleh Ibu Fidah di depan wartawan bahwa cucunya masih hidup dan karena Beni lah ia menghilang selama ini.
"Harus kalian ketahui hari ini bahwa Tuan Beni seorang pemimpin perusahaan Sailis Group telah menyekap cucu saya hanya untuk mendapatkan kekuasaan yang ia miliki saat ini," ucap Ibu Fidah sambil menangis di depan para kerumunan wartawan.
"Dari mana anda bisa mengetahui hal itu Nyonya?" tanya salah seorang wartawan pada Ibu Fidah.
"Saya yang sudah menderita selama ini di sekap oleh sekertaris saya sendiri hanya untuk mendapatkan jabatannya sebegai pemimpin Sailis Group karena hanya dialah satu-satunya yang menjadi kepercayaan saya selama ini," ucap Adelio Sailis dengan wajah penuh dendamnya begitu terlihat wajah tampannya yang tertutup dengan rambut yang sudah tidak terawat dan penampilan yang begitu kusam.
Sementara Beni yang merasa semuanya sudah terbongkar bergegas untuk pergi melarikan diri sementara dari kerumunan masyarakat namun di cegah oleh Jacobie, Delon dan beberapa pasukan mereka yang sukses mengelilingi kerumunan itu. Melihat hal itu wajah Beni sangat pucat ia berfikir tamatlah riwayatnya saat ini juga di tangan para mafia di hadapannya itu. Sementara Nakula masih tersenyum puas melihat pemandangan hari itu di hadapannya tanpa susah payah ia mengungkap kebenarannya semua dengan cepat.
"Bagaimana Tuan Delon?" tanya Nakula sambil merentangkan kedua tangannya merasa tugasnya telah usai.
"Pekerjaan anda memang patut saya acungkan jempol Tuan Nakula," Dengan wajah tersenyum puas Delon menatapnya
__ADS_1
"Apakah saya sudah bisa mendapatkan apa yang anda janjikan tempo hari?" tanya Nakula dengan tidak sabarannya.
"Tentu saja anda bisa Tuan," ucap Delon sambil mengambil sebuah map yang di serahkan oleh salah seorang pengacara yang termasuk dalam gabungan Syein Biglous.
Delon memberikan map coklat berisi beberapa lembar dokumen kini semua pengacara berkumpul di depan gedung itu menyaksikan pertunjukan yang di buat oleh Nakula.
"Apa ini Tuan?" tanya Nakula dengan terkejut merasa aneh dengan isi dokumen itu.
"Yah seperti yang anda baca itu adalah point-point yang sudah anda penuhi selama ini Tuan," jelas Delon tersenyum meremehkan Nakula yang masih menatapnya dengan kebingungan.
Merasa tidak sabaran melihat itu Jac langsung maju mendekati Nakula dan menjelaskan dengan lantangnya di depan wartawan yang masih membuat siaran langsung itu. Jac mengungkap sifat asli Nakula yang selama ini berusaha menggagalkan langkah Alfy pada beberapa kliennya dan pernah mengambil berkas di ruangan Alfy yang terlihat oleh Jac saat itu Jac mengambil kembali berkas yang berhasil Nakula sembunyikan hingga Alfy berhasil lagi dan lagi memecahkan masalah sampai akhirnya di kasus Ibu Fidah ini Nakula kehabisan cara sehingga dengan berani ia mencuri Ibu Fidah untuk bekerja sama dengan Beni namun ketika hal itu di ketahui Jac dan Delon akhirnya mereka merubah siasat untuk menjebak Nakula dengan muncul di depan layar sambil membawa saksi dan korban. Mendengar Delon akan memberikan Nakula hak untuk menggantikan Alfy ia dengan beraninya menunjukkan dirinya yang sebenarnya ke hadapan media tanpa berfikir kecerobohan yang sebenarnya ia lakukan. Sebelumnya Nakula memang sempat menyerah dan hanya bekerja sama dengan Beni karena di janjikan keuntungan yang di peroleh dari perusahaan Sailis Group separuhnya akan jatuh ke tangannya namun ketika Nakula mendengar ada kesempatan untuk menjadi pemimpin di Syein Biglous ia menjadi pengkhianat di belakang Beni.
"Silahkan anda tandatangani ini Tuan Nakula," ucap Jac menyerahkan berkas dan pulpen ke arah Nakula yang sudah terlihat babak belur.
Tanpa memikir lama Nakula dengan cepat menandatangani berkas itu meskipun berat rasanya ia tidak mungkin lagi berada di kantor itu kini namanya sudah tercemar terlebih lagi di media mungkin sudah sampai di ujung sudut kota berita ini menyebar.
Yah berkas itu adalah pengunduran diri Nakula dari perusahaan Syein Biglous dengan beberapa rincian point yang sudah ia akui benar adanya telah di lakukan yaitu kesalahan-kesalahannya selama ini. Mendapat tanda tangan itu Jac tersenyum sinis pada Nakula dan dengan cepat polisi pun berdatangan membawa kedua pria jahat itu sementara Adelio dan Ibu Fidah berterimakasih pada Delon dan Jacobie karena telah membantu mereka. Kini Adelio akan kembali memimpin perusahaannya lagi setelah lamanya ia di sekap rasanya sangat merindukan kebebasannya lagi.
"Apa saya bisa bertemu dengan Tuan Alfy?" tanya Adelio pada Delon.
__ADS_1
"Tentu saja bisa Tuan," jawab Delon tersenyum ramah.
"Baiklah jika begitu bisa tolong beritahu jadwal kosong Tuan Alfy pada saya," Pintah Adelio.
"Mohon maaf Tuan Alfy saat ini sedang di rumah sakit mungkin jika anda berkenan datang ke rumah sakit Tuan," jelas Jacobie lagi.
Mendengar kabar Alfy di rumah sakit Adelio terkejut begitu juga Ibu Fidah, Jacobie menjelaskan bahwa Tuan Alfy terkenan tembak oleh suruhan Tuan Beni karena telah menyelidiki kehilangan Tuan Adelio. Mendengar hal itu Adelio merasa bersalah dan tanpa berfikir panjang pria itu dengan wanita tua itu segera beranjak ke rumah sakit.
Sementara di seluruh televisi telah tersebar berita tentang perjuangan pengacara yang lagi-lagi membuat hati masyarakat tersentuh mendengar kabar Alfy Syein Biglous pengacara idaman mereka yang sempat di beritakan kegagalannya telah memepertaruhkan nyawanya yang ke sekian kalinya untuk pengungkapan kasus kliennya yang teraniaya selama ini.
Di rumah sakit Tuan Reindra yang masih terbaring di ruang rawat melihat berita anaknya yang masuk di televisi tersenyum bangga dan lagi-lagi hal itu berkat bantuan Delon dan Jacobie yang telah setia berada di samping anaknya. Sedangkan wajahnya tampak kembali sedih ketika melihat sosok pria tampan yaitu keponakannya Nakula Mahesa Biglous telah berkhianat dari sepupunya dan kantor tempat seharusnya ia mengabdikan diri.
"Papah jangan bersedih," ucap Nyonya Syein mengusap bahu suaminya yang tampak syok.
"Bagaimana bisa keluarga kita memiliki sifat seperti itu Mah," ucap Tuan Reindra merasa tidak percaya jika keturunan Biglous ada yang memiliki keserakahan seperti itu.
Tampaknya Tuan Reindra lupa siapa yang tempo hari mencelakainya dengan istrinya yaitu keluarga mereka juga dan tentu saja karena kekuasaan juga yang membuatnya berani melakukan hal itu. Namun Nyonya Syein hanya berusaha menguatkan suaminya dengan menceritakan Alfy yang beberapa kali membuat masyarakat takjub dengan ketulusan hatinya membantu masyarakat.
Sementara Adelio yang kini sudah tiba di rumah sakit bersama sang Nenek melangkah menuju ruang rawat Alfy bersama Jacobie dan Delon. Mereka tanpa sadar di ikuti beberapa wartawan sampai di dalam Adelio tersenyum melihat Alfy yang tertidur dengan memeluk sang istri yang berada di sampingnya dengan cepat wartawan meminta ijin pada Jac untuk mengabadikan moment itu sebagai bentuk terimakasih pada pengacara tampan itu. Mendengar hal itu Jac merasa tidak ada yang perlu di larang dan akhirnya memberi ijin pada mereka dan jika Tuan mudanya tahu pasti akan merasa senang dan berterima kasih pada Jac karena telah membantunya memamerkan istrinya yang begitu mesra padanya yah itulah yang sudah bisa di tebak oleh Jacobie tenang Tuan mudanya yang masih di mabuk cinta itu.
__ADS_1
Wah siapa sih yang tidak tergila-gila melihat pria tampan muda dan memiliki sifat yang rendah hati pastinya seorang Alfy Syein yang sudah bersumpah mengabdikan dirinya untuk masyarakat tanpa memandang bulu. Yuk simak terus cerita selanjutnya yah di episode berikutnya. Terimakasih telah setia menunggu kelanjutannya jangan lupa untuk like dan coment setiap episode yang sudah kalian baca yah. Assalamualaikum Wr. Wb.