
Tuan Reindra yang sudah tampak bahagia setelah mendengar kabar kehadiran calon cucunya pun mendadak terlihat tampak lebih sehat dari sebelumnya semangatnya sangat besar untuk segera pulang ke rumah dan menyiapkan berbagai perlengkapan untuk cucunya dengan sahabatnya itu. Kini Dokter bisa memastikan setelah memeriksa keadaan Tuan Reindra wajahnya tersenyum karena memang kondisi fisik Tuan Reindra semakin membaik dan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
"Sepertinya Tuan akan bisa segera pulang," ucap Dokter itu sambil melepaskan alat periksa yang menempel di kedua telinganya satu persatu,
"Benarkan Dokter?" tanya Tuan Indrawan tampak antusias.
"Benar Tuan," jawab Dokter itu.
Setelah selesai memeriksa Dokter pun meminta ijin untuk bergegas pergi menuju pasien yang lainnya kini di dalam ruangan itu tampak senyuman semuanya dengan harapan yang begitu besar agar bisa kembali ke rumah secepatnya begitu juga Tuan Indrawan yang hari-hari sebelumnya tampak tidak bersemangat saat ini sudah kembali keceriaannya melihat keadaan sahabatnya baik-baik saja di hadapannya.
Sementara di ruangan sebelah Alfy tampak mengepalkan kedua tangannya mendengarkan laporan Jac bahwa pria yang menembaknya adalah orang yang selama ini ia selidiki berdasarkan laporan klien yang bernama Ibu Fidah itu.
"Jac apa kau sudah memeriksa Ibu Fidah?" tanya Alfy yang tiba-tiba terfikir dengan keadaan kliennya itu.
"Tentu saja sudah Tuan saya memeriksanya setiap waktu," jawab Jac dengan keyakinannya.
"Bagus pastikan ia teteap terjaga sepertinya jalan kita kali ini sedikit sulit karena target kita sudah mengetahui lebih dulu," ucap Alfy yang tampak mulai berfikir mencari jalan pintas yang lebih cepat.
"Baik Tuan," jawab Jac.
Ketika mereka masih bersama di ruang rawat Alfy tiba-tiba saja ponsel Jac berdering melihat panggilan itu dengan cepat ia mengangkatnya. Dan seketika wajahnya tampak memerah mendengar laporan yang ia dapatkan.
"Bagaimana bisa?" tanya Jac dengan nada tinggi.
Mendengar hal itu Alfy tampak terkejut dan menunggu pria di hadapannya itu menjelaskan padanya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Jac?" tanya Alfy penuh dengan rasa penasaran kini feelingnya seperti telah terjadi sesuatu.
"Maafkan saya Tuan sepertinya kita kecolongan," ucap Jac menunduk penuh rasa bersalah.
"Maksudmu apa?" Dengan mata melotot tampak bingung menunggu penjelasan Jac.
"Ibu Fidah sepertinya di culik dan orang itu sudah mengetahui markas kita dan menggantinya dengan orang lain," Jelas Jac dengan badan bergemetar menahan takutnya akan amarah Tuan mudanya.
Mendengar hal itu Alfy tampal terlihat sangat kesal ia menghambur sisa makanan ke dasar lantai dengan menyapu rata menggunakan tangannya yang masih di tempel oleh selang infusan tanpa sadar infusan yang terlepas dari tangannya mengeluarkan cairan merah yang berhambur di dasar lantai. Melihat hal itu Jac tampak panik dan segera memanggil Dokter dengan tergesah-gesah sementara di ruangan sebelah yang mendengar keributan itu segera menghampiri ruangan Alfy. Semua terkejut melihat ruangan yang berantakan dengan tatapan wajah Alfy yang sangat tajam wajah putihnya tampak memerah tangannya mengepal erat dan bergemetar.
"Suamiku apa yang terjadi?" tanya Jee terlihat ketakutan.
Mendengarnya Alfy enggan menjawab wajahnya masih terlihat sangat marah Dokter yang baru saja datang sudah memahami karena baru saja Jac menjelaskan pada Dokter dengan cepat ia di pasangkan kembali oleh infusan dan menyuntikkan obat penenang ke dalam infusan itu. Setelah beberapa menit kemudian Alfy sudah terbaring kembali tanpa sadarkan diri. Semua yang menyaksikan hal itu tampak sedih termasuk Jee, ia menangis sambil menyeka dengan tangannya keringat yang bercucuran di kening suaminya itu wajahnya tampak ketakutan karena baru kali ini ia melihat pria di hadapannya itu sangat marah sampai tidak menjawab saat ia bertanya.
"Tapi Mi dia tidak pernah mau bercerita pada Jee tentang masalahnya," Jelas Jee sambil menangis tanpa hentinya.
"Karena Alfy sangat mencintaimu Jee ia tidak ingin wanita yang disayangi merasakan kesulitan yang saat ini membuatnya sangat tidak tenang," Dengan penuh kelembutan Nyonya Flora memberi peringatan pada anaknya.
"Benarkah Mi?" tanya Jee mencari tahu kejujuran dari ucapan Nyonya Flora.
"Tentu saja sayang Alfy sangat mengkhawatirkanmu dan anak kalian," ucap Nyonya Syein tersenyum sambil menyeka air mata menantunya.
Setelah mendengar kedua Nyonya itu kini hati Jee merasa jauh lebih tenang dari sebelumnya dan memandangi wajah tampan suaminya yang masih menutup kedua matanya dengan terlihat sangat tenang.
"Suamimu sangat tampan apa kau juga mencintainya, Nak?" tanya Nyonya Flora pada Jee.
__ADS_1
"Tentu saja Mi," jawab Jee tersenyum malu.
"Yasudah kau temani Alfy yah!" Perintah Nyonya Flora dan beranjak ke ruangan sebelah bersama Nyonya Syein sambil tersenyum.
Yah memang mereka tidak pernah berani mengurusi pekerjaan Alfy karena memang sejak awal Alfy bersumpah untuk mengabdikan diri pada keadilan masyarakat ia meminta untuk semua keluarga dan kerabatnya tidak pernah mencampuri pekerjaannya. Terdengar sedikit egois namun itulah yang memang membuat Alfy bisa sukses sampai saat ini tidak satupun hal tentang kliennya di ketahui oleh keluarganya terkecuali Jac dan Delon beserta pengacara yang bekerja sama di kantor Syein Biglous. Sementara Tuan Reindra saat ini sudah tidak bekerja karena Alfy membuatnya tidak bisa bekerja dan harus berada di rumah untuk menikmati masa Tuanya bersama sang istri tercinta. Karena hal itulah Tuan dan Nyonya Syein sangat mencintai anaknya karena terlalu peduli dengan orangtua sampai ia berusaha keras untuk membuat kantor Papahnya Sendiri bisa dikelola oleh negara dan membuat Tuan Reindra terpaksa pensiun.
Jac yang dengan segera melangkah beranjak pergi dari rumah sakit lagi-lagi bertemu dengan suster Syanin namun kali ini pandangan pria itu berbeda dari biasanya tatapan yang sangat tajam dan fokus menatap ke depan sampai tidak menyadari bahwa wanita itu ia lewati. Melihat tatapan tajam begitu suster Syanin tampak merinding rasanya sangat menakutkan namun berbeda sekali ketika saat ia pertama dan kedua kali bertemu tatapannya sangat hangat.
"Seram sekali pria itu," gumam suster Syanin sambil mengelus lengannya yang tampaknya bulu di lengan itu berdiri tegak karena merinding takut.
Dengan langkah cepat Jac menuju mobil dengan melajukan kendaraan itu tatapannya masih sangat tajam tanpa redup sekalipun. Setelah sepersekian menit ia tiba di markas rahasia Syein Biglous yah bangunan yang tampak luas mewah namun hanya beberapa rumah yang berjarak tidak jauh dan di kelilingi pagar tembok tinggi. Dengan langkah cepat ia memasuki dan bertemu beberapa penjaga yang bertugas di tempat itu.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Jac dengan rasa kesalnya.
"Maafkan kami Tuan," jawab mereka serentak menunduk.
Setelah melihat satu persatu dari mereka kini sepertinya Jac mendapatkan jalan dan kali ini mungkin ia harus berjalan sendiri lebih dulu tanpa persetujuan Tuan mudanya. Kini Jac menyuruh mereka untuk bubar dan jalan selanjutnya Jac menghubungi Delon yang kini berada di kantor Syein Biglous.
"Bisa kita bertemu di rumah Tuan?" tanya Jac melalu ponsel yang telah terhubung dengan Delon.
"Yah tentu saja," jawab Delon menyetujui dan langsung beranjak dari kantor itu melajukan mobilnya dan menuju kediaman Syein Biglous.
Sesampai di rumah Tuannya mereka menuju ruangan yang memang khusus untuk bekerja dengan langkah cepat mereka kini sampai di ruangannya. Setelah Jac menceritakan kronologisnya kini Delon menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan kini mereka melanjutkan langkah untuk menembus kasus ini. Setelah sudah mendapatkan jalannya mereka berpencar Jac yang pergi ke sebuah tempat yang sudah ia deteksi sedangkan Delon menuju ke kantor kembali untuk melanjutkan rencana mereka yang sudah tersusun sangat rapi. Yah mereka memang berhak mengambil keputusan di luar persetujuan Tuan Alfy jika itu menyangkut pekerjaan dan masa depan klien mereka itulah persetujuan yang di buat Alfy saat mereka pertama kali memasuki dunia pengacara Alfy.
Cerita Pengacara Tampannya sampai di sini duluyah kita akan lanjutkan di episode berikutnya lagi terimakasih karena telah setia menunggu episode yang author update jangan lupa untuk like dan coment setiap episode yang kalian sudah baca Assalamualaikum Wr. Wb.
__ADS_1