Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Kepanikan Menantu


__ADS_3

“Maaf, Mah.” Jee yang dengan kasarnya segera menutup pintu sampai ia membuat jidat Nyonya Syein terhantuk.


“Aw...” suara rintihan Nyonya Syein.


Jee yang begitu gugup kini kembali membuka pintu kamarnya untuk mengecek keadaan mertuanya yang tampak benjolan di jidat.


“Jee apa yang kau lakukan?” ucap Nyonya Syein yang kembali membelakangi kamar mereka karena lagi-lagi Jee membuka pintu dengan lebarnya.


“Aduhh...maafin Jee, Mah.” Ucap Jee yang menutup pintu lalu keluar mendekat pada ibu mertuanya.


Nyonya Syein yang merasa aneh dengan tingkah menantunya hanya menggelengkan kepalanya saja lalu memberitahukan Jee jika ada Sisil yang menunggunya di bawah. Kini Nyonya Syein yang melangkah menuruni anak tangga sambil terus mengelus jidatnya yang terasa sangat sakit.


“Mah, maafin Jee.” Teriak Jee lembut karena merasa tidak tega.


Nyonya Syein yang menjauh darinya hanya mengangguk dan melangkah turun meninggalkan Jee dengan perasaan yang bersalah.


“Astaga, Tante kenapa?” tanya Sisil yang terkejut.


“Hanya kecelakaan kecil saja kok.” Jawab Nyonya Syein berusaha menahan sakitnya.


Nyonya Flora yang mendengar kecemasan Sisil berlari kecil mendekat pada sahabatnya dan betapa terkejutnya ketika ia melihat jidat Nyonya Syein.


“Astaga, apa yang terjadi?” tanya Nyonya Flora panik.


“Hanya terhantuk pintu saja.” Jawab Nyonya Syein tanpa mau menjelaskan semuanya.


Sejak kapan Alfy bisa tidur dengan keadaan seperti itu? Astaga bagaimana bisa anak jaman sekarang sangat ceroboh seperti mereka. Setauku Alfy adalah anak yang sangat pemalu tidak bisa ku sangka tingkahnya sangat masa bodoh seperti itu.


Nyonya Syein yang terus terbayang tubuh putranya merasa geli jika mengingat kejadian yang baru saja ia alami.


Dengan cepat Nyonya Flora mengambilkan obat untuk mengobati jidat Nyonya Syein, setelah selesai mengobatinya kini Jee yang baru turun ke lantai dasar melihat Sisil bersama kedua ibunya.


“Mah, maafin Jee yah.” Ucap Jee pada Nyonya Syein dengan wajah yang masam.


“Sudahlah tidak apa-apa sayang.” Jawab Nyonya Syein.


Nyonya Flora yang penasaran kini bertanya pada Jee apa yang terjadi sebenarnya, dan tidak mungkin jika Jee melakukan kekerasan pada Ibu mertuanya.

__ADS_1


Akhirnya Jee menceritakan tentang kejadian saat di depan kamar, semua karena kegugupannya melihat kehadiran Nyonya Syein yang tiba-tiba dan membuat Jee tanpa sengaja membuka pintu lebar.


Nyonya Flora dan Sisil yang mendengar cerita Jee merasa terkejut mereka tidak habis fikir dengan kepolosan wanita itu menceritakan tentang suaminya yang akhir-akhir ini selalu menginginkan untu tidur tanpa busana. Dan terlebihnya lagi Alfy selalu meminta Jee untuk menepuk-nepuk bokongnya agar tertidur.


“Apa segila itu suaminya, Jee?” tanya Nyonya Syein yang tidak percaya dengan cerita menantunya.


“Iya Mah, kadang Alfy kalau terbangung selalu membangunkan Jee untuk kembali menidurkannya.” Jelas Jee dengan santainya.


“Apa kau terlalu biasa memanjakannya?” tanya Nyonya Flora pada Nyonya Syein.


“Hah? Astaga tidak sama sekali bahkan Alfy sejak kecil selalu bersikap dewasa dan sama sekali tidak manja.” Jelas Nyonya Syein yang membantah tentang putranya.


Jee yang tertawa setelah menceritakannya baru menyadari rasa malunya dan kini ia hanya menahan diri agar tidak lebih jauh mempermalukan suaminya yang tingahnya sangar berbeda ketika di luar dan ketika di dalam kamar. Bagi Jee memanjakan suaminya seperti bayi tua sangatlah menyenangkan tapi untuk wanita yang sudah paham tentu sangatlah menggelikkan.


“Baiklah kalau begitu Tante tinggal dulu yah, sayang.” Ucap Nyonnya Syein yang mengajak Nyonya Flora meninggalkan Sisil dan Jee.


Kini Sisil mulai mengatur kalimat pertama yang harus ia ucapkan pada Jee untuk memastikan hubungan Fiky dan Dara. Ia dengan ragu bertanya apakah Fiky dan Dara memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman belajar.


“Aku rasa mereka tidak memiliki hubungan, karena selama ini Sisil juga tidak pernah cerita lagi tentang pelajaran yang ia terima.” Jawab Jee.


“Tapi mereka terlihat sangat dekat akhir-akhir ini, Jee.” Bantah Sisil yang kini sudah terlihat menangis.


“Mengapa menangis? Aku tidak memarahimu.” Ucap Jee yang kebingungan.


“Heeeeeeemmmm.” Suara Sisil yang menangis semakin keras.


Jee terlihat panik tidak karuan entah mengapa jika tentang perasaan wanita itu sangatlah bodoh lebih dari apa pun.


“Ayo diamlah, kau salah paham denganku.” Lanjut Jee lagi.


Sisil semakin menangis karena sakit hatinya yang sudah sejak lama tertahan di tambah lagi Jee yang di ajak bicara bukannya membuatnya tenang justru semakin kesal.


“Aku tidak menangis karenamu Jee, berhentilah berlagak polos.” Ucap Sisil yang sudah tidak bisa menahan kemarahannya.


Jee perlahan memeluk sahabatnya dan berusaha menenangkan Sisil. Setelah memastikan wanita itu tenang kini Jee kembali bertanya apa yang terjadi sebenarnya. Belum berapa lama Sisil terdiam Jee baru terfikirkan dengan


ucapan terakhir Sisil sebelum menangis.

__ADS_1


“Apa kau menyukai Kak Fiky?” tanya Jee yang menduga dengan tatapan tidak percayanya.


Sisil yang ragu menjawab kini hanya menganggukkan kepalanya saja karena tidak sanggup untuk mengatakannya. Jee kembali memeluknya dan mengusap-usap punggun wanita itu dengan lembut, namun belum usai persoalan Sisil dan Jee tiba-tiba mereka di kejutkan dengan tang yang begitu cepatnya melepas pelukan kedua wanita itu.


“Apa-apaan kalian berpelukan?” tanya seorang pria dengan wajah kesalnya.


Jee yang terkejut melihat sosok Alfy yang tampak menatap tajam ke arah mereka. Jee tidak tahu lagi apa kesalahan yang ia perbuat sampai membuat wajah tampan suaminya menjadi wajah yang terlihat penuh dengan taburan bara api itu.


“Ada apa?” tanya Jee.


“Siapa yang mengijinkanmu memeluk istriku?” tanya Alfy dengan dinginnya pada Sisil.


Sisil yang mendengarnya merasa sangat kesal air matanya sudah semakin tak terbendung dan berjatuhan terus menerus tanpa suara. Jee yang melihat merasa kesal pada suaminya yang membuat keadaan semakin kacau.


“Aku hanya berpelukan dengan Sisil memangnya salah?” tanya Jee.


“Salah.” jawab Alfy dengan membuang tatapannya.


Jee yang lebih waras kini mengalah dan menjauh dari Sisil memberi jarak antara mereka untuk berbicara lagi.


Alfy yang sudah memastikan jarak mereka kini melangkah menuju ruang kerjanya. Sisil yang melanjutkan curhatannya mendapat pendengar yang begitu antusias seperti Jee. Jee tidak menyangka jika sahabatnya ini menyukai Fiky sejak lama. Dan ia juga tidak tahu sudah sejauh mana hubungan Dara dan Fiky sampai saat ini.


“Baiklah jangan menangis lagi, aku akan mencoba menanyakannya besok di kampus.” Ucap Jee yang menenangkan Sisil.


Sisil yang merasa tertolong dengan adanya Jee, kini sudah menghentikan tangisannya dan memilih untuk bersantai dulu dengan sahabatnya.


***


Kini di sisi lain tampak seorang pria yang sedang menjelaskan dengan detail mengenai wanita cantik yang saat ini berprofesi sebagai suster. Tuan Farhan begitu antusias mendengarkan paparan dari orang suruhannya.


“Benar, dia putriku.” Gumam Tuan Farhan yang merasa sangat yakin dan sesekali ia meremas lembut tangannya.


Setelah mendapat ijin untuk keluar ruangan orang suruhan Tuan Farhan menunduk dan perlahan beranjak meninggalkan pria itu seorang diri di ruang kerjanya.


Tuan Farhan merasa sangat legah dengan penemuannya saat ini, ternyata tanpa ia ketahui telah lahir seorang gadis yang cantik dan tumbuh dewasa tanpa mengandalkan kekayaannya yang berbeda dengan Wenda.


“Terimakasih Tuhan, kau memberikanku kebahagiaan yang tidak kusangka-sangka.” Gumam Tuan Farhan yang memejamkan matanya membayangkan wajah putrinya yang sangat cantik.

__ADS_1


Author mengucapkan banyak terimakasih pada kalian semua readers yang sudah setia membaca karya ini, berkat kalian alhamdulillah karya author naik level bulan ini. Semoga kedepannya author bisa membua cerita yang lebih baik untuk kalian semua yah. Auhtor juga mau kasih tau nih kalau author juga buat dua novel baru judulnya "Ayah Peluk Aku" dan yang kedua "Perjuangan Indira Mahesa” jika kalian berkenan silahkan mampir yah. Terimakasih.


__ADS_2