
Setelah beranjak pergi dari kampus tempat Jee kuliah kini Alfy dan Jee menuju sebuah restoran milik Syein Biglous yang di kelola oleh Ayah Sisil yah hanya restoran itulah yang biasa Alfy singgahi selain makan di rumahnya. Namun saat makanan di hidangkan tiba-tiba saja Jee merasa bau yang sangat tajam masuk menusuk hidungnya seketika ia mengeluarkan semua makanan yang ada di dalam perutnya. Melihat itu Alfy sangat terkejut.
"Istriku kau baik-baik saja?" tanya Alfy yang mulai khawatir.
"Aku tidak bisa makan di sini suamiku," jawab Jee seperti menginginkan sesuatu.
"Lalu kau mau makan di mana?" tanya Alfy yang bingung
"Aku sangat ingin makan bakso yang di pinggir jalan di dekat kampus itu yang penjualnya bapak-bapak berkepala botak," jawab Jee dengan memohon.
"Apa tidak bisa makan di rumah biar pelayan membuatkan untukmu," ucap Alfy dengan menawar.
"Tidak suamiku aku ingin yang di jual bapak itu," jawab Jee mulai memaksa.
"Baiklah ayo pergi," ajak Alfy dengan kesal karena ia sadar lagi-lagi ini keinginan anaknya yang membuatkanya mau tidak mau harus menuruti sang istri.
Setelah beberapa saat kemudian mereka pergi dari restoran kini tibalah mobil mewah berwarna hitam terparkir sempurna tepat di samping beberapa gerobak bakso di depan kampus. Setelah Alfy dan jee turun wajah wanita itu mendadak berubah cemberut ketika melihati satu persatu penjual bakso itu.
"Ayo beli tapi tidak boleh banyak," ajak Alfy dengan menggenggam pergelangan tangan istrinya.
"Tapi penjual bakso yang botak itu tidak ada suamiku," ucap Jee dengan mencari ke segala sudut tempat itu tidak ada satupun pria berkepala botak yang ia lihat biasanya ketika memasuki kampus.
"Astaga istriku ini banyak penjual bakso juga," jawab Alfy yang mulai mencoba menunjukkan istrinya.
"Tidak aku ingin bakso bapak botak itu suamiku," jawab Jee dengan wajah kesalnya.
"Baiklah akan ku cari dia," ucap Alfy dengan antusias merasa kesal dengan permintaan istrinya.
"Tuan biar saya selesaikan hal ini," ucap Jac yang kini ikut bertanya ke salah satu penjual itu.
Setelah mendapatkan alamat penjual bakso kepala botak itu akhirnya kini mereka memutuskan untuk datang ke rumah penjual bakso itu.
__ADS_1
"Permisi apa anda yang menjual bakso di depan kampus itu?" tanya Jac dengan buru-buru.
"Iya. Ada apa yah?'' Dengan wajah bingung pria berkepala botak itu menjawabnya.
"Maaf Pak, Nona muda saya sedang ngidam apa bisa anda buatkan bakso untuknya? Dengan wajah tanpa ekspresi Jac memintanya.
"Tapi tuan saya lagi istirahat hari ini," jawab Bapak itu.
"Saya akan bayar dua kali lipat dari harga anda menjual satu gerobak perhari jika membuatkan Nona muda saya bakso cukup satu mangkok, Pak," ucap Jacobie dengan santainya.
"Apa dua kali lipat dari satu gerobak?" tanya Bapak itu dengan wajah terkejut mimpi apa dia siang-siang mendapat rejeki sebanyak itu.
Tanpa ragu saat melihat Alfy dan Jee turun dari mobilnya Bapak itu dengan antusias segera membuatkan bakso semangkok wajahnya kini penuh kebahagiaan karena mendapat rejeki tak terduga seperti ini.
"Apa kau senang?" tanya Alfy pada Jee.
"Tentu saja," jawab Jee tersenyum.
"Iya suamiku," jawab Jee dengan memanyunkan bibirnya.
Kini wanita itu dengan senyum bahagianya menatap pria botak itu yang sedang mengolah pentolan sesekali ia melihat kepalanya yang botak itu lalu tersenyum. Dan Alfy yang menyadari itu mulai merasa kesal karena istrinya memperhatikan pria lain.
"Apa yang kau lihat darinya?" tanya Alfy dingin.
"Kepalanya suamiku," jawab Jee sambil terus memandangi kepala botak itu.
"Apa yang kau sukai dari kepala seperti itu?" Dengan melihat ke arah pria yang sedang merebus pentolan yang sudah ia olah.
"Senang saja melihatnya entahlah mengapa bisa," Dengan senyuman bahagia tanpa menoleh pada suaminya sekalipun.
Setelah beberapa lama kemudian kini baksonya sudah jadi dan siap untuk di santap oleh ibu hamil satu itu namun Jee sudah merasa tidak ingin memakannya saat ini yang ia inginkan adalah mengelus kepala botak itu.
__ADS_1
"Kau tidak memakannya?" tanya Alfy yang melihat istrinya hanya mengaduk-aduk bakso itu.
"Aku sudah tidak menginginkannya lagi suamiku," ucap Jee yang terlihat tidak selera makan.
"Bukankah tadi kau sangat ingin makan baksonya?" lanjut Alfy lagi.
"Aku ingin memegangi kepala botak itu suamiku," ucap Jee dengan memohon pada suaminya.
Mendengar hal itu sontak membuat Alfy dan Jac terkejut dan saling bersihtatap tanpa mengeluarkan satu katapun mereka tidak yakin mendengar hal itu dari mulut mungil istrinya.
"Kau benar ingin memegang kepalanya istriku?" tanya Alfy meyakinkan istrinya lagi.
"Tentu saja aku ingin mengelus-elusnya suamiku," jawab Jee dengan wajah tersenyum tanpa dosa.
"Apa tidak bisakah kau menggantinya dengan yang lain?" Alfy sedang berusaha tawar menawar oleh istrinya.
"Em...bisa sih. Yah bisa suamiku aku ingin kau yang di botak saat ini," ucap Jee dengan menyatukan kedua telapak tagannya dan mengangkatnya lalu tersenyum memohon.
Mendengar itu kini sukses membuat Alfy dan Jac terkejut untuk yang kedua kalinya mereka tidak habis fikir apa yang calon bayi itu fikirkan sampai begitu tega merusak citra ayah tampannya itu dengan harus membuang mahkota di kepala ayahnya.
"Istriku tolonglah jangan berbuat konyol seperti ini," ucap Alfy mulai kesal.
"Tapi aku ingin kau botak suamiku," jawab Jee dengan menunduk menahan air mata yang akan keluar hatinya sakit sekali ketika keinginannya tidak di penuhi oleh suaminya.
"Baiklah jika itu maumu," jawab Alfy dengan wajah lemasnya yang kini tidak bisa menolak permintaan istrinya.
"Benarkah?" tanya Jee meyakinkan.
"Hem," jawan Alfy singkat ia tidak bisa membayangkan wajah tampannya di hiasi dengan kepala botak dan bagaimana ia bisa menghadapi klienya dengan penampilan seperti itu rasanya untuk melihatnya di kaca saja sangan memalukan bagi Afly Syein.
Wah ngidam wanita satu ini tampaknya sangat ekstream yah bagaimanakah kisah selanjutnya tentang kepala botal Tuan Alfy Syein apakah masih tetap sama tampannya? kita bahas di episode berikutnya yah terimakasih telah mendukung karya author jangan lupa untuk like dan koment setiap episode yang sudah kalian baca yah. Assalamualaikum Wr. Wb.
__ADS_1