
Setelah menunggu lama di luar ruang rawat suaminya kini Jee tampak duduk sambil bersandar di kursi itu sementara kini para pengawal yang berdiri di depan ruangan itu sesekali mencuri pandangan pada Nona mudanya itu karena wajah wanita itu tampak menggemaskan saat memanyunkan bibir mungilnya karena kesal menunggu terlalu lama. Tidak berapa lama kemudian terbukalah pintu ruangan itu dan tampak Jac merapikan jasnya yang tidak kusut dan mempersilahkan Jee untuk masuk ke dalam ruangan kembali.
"Maafkan saya Nona anda menunggu lama," ucap Jacobie sambil tertunduk dan mempersilahkan Jee masuk.
"Yah apa begitu banyak masalah kalian sampai selama ini?" tanya Jee yang tampak marah.
"Pastinya banyak sekali Nona saya harus mengajari suami anda tentang pelajaran SD tentu akan menyulitkan sekali bagi saya mungkin jika anda mengetahui masalah yang sebenarnya pasti anda sendiri tidak akan berhenti selama sehari menertawakan suami tampan anda itu," gumam Jac sambil menatap ke bawah di hadapan Jee.
"Yasudahlah jika tidak ingin memberi tahuku," ucap Jee dengan kasarnya melangkah ke dalam sambil sesekali menghentakkan kakinya ke lantai.
Mendengar suara hentakan itu Alfy tampak terkejut saat melihat kehadiran istrinya yang menampakkan wajah marahnya.
"Ada apa istriku?" tanya Alfy yang penasaran.
"Kau membuatku kesal menunggu di luar hingga berjam-jam," ucap Jee sambil langsung menaiki kasur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Apa kau bilang berjam-jam?" tanya Alfy yang terkejut karena memang tidak selama itu yang sebenarnya hanya sekitar dua puluhan menit lamanya mengapa istrinya begitu melebih-lebihkan keadaan sih.
"Rasanya memang seperti berjam-jam," jelas Jee dengan masih menutup seluruh tubuhnya dan membelakangi suaminya.
Melihat tingkah istrinya Alfy tersenyum dan langsung segera memeluk tubuh wanita di sampingnya dengan selimut yang masih tertutup.
"Kau merindukanku yah?" tanya Alfy yang berulang kali mendaratkan bibrnya ke arah wajah istrinya yang terlindung oleh selimut tebal.
"Aku tidak mau!" Teriak Jee sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya namun lagi dan lagi tenaganya terkalahkan oleh tenaga Alfy yang memang super kuat dalam segala hal tentunya.
"Berikan aku hukuman dong kali ini karena sudah membuatmu kesal," ucap Alfy memohon pada istrinya.
"Hukuman?" tanya Jee yang bingung maksud suaminya itu dan seketika membuka selimut yang menutup di wajahnya lalu menoleh ke arah suaminya.
"Iya hukuman," jawab Alfy sambil menatap penuh arti pada istrinya itu.
__ADS_1
"Tapi aku tidak mau menghukummu suamiku," jelas Jee yang tampak masih tidak mengerti.
Mendengar hal itu Alfy hanya terdiam sambil terus menatap wajah cantik istrinya sampai akhirnya Jee yang belum ada persiapan segera terkejut saat mendapatkan serangan hukuman dari suaminya yah tentu saja yang di artikan hukuman oleh Alfy akan membuat Jee senang. Perlahan wajah dan tubuh mereka menempel dengan sempurna sampai akhirnya mereka menghabiskan waktu lagi di ruangan itu dan di kasur itu tentunya. Sampai beberapa lama kemudian saat mereka tengah asyik melakukannya pintu terbuka dengan wajah pucat wanita yang memakai seragam putih dengan cepatnya kembali menutup pintu ruangan itu yah dia adalah suster Syanin.
"Ada apa Nona?" tanya salah satu pengawal di pintu itu.
"Ah tidak ada apa-apa," ucap suster Syanin sambil berdiri dengan tangan bergemetar menahan rasa takutnya bagaimana jika Alfy murka dan memecatnya seketika. Lalu apa ini yang ia saksikan barusan astaga adegan itu kenapa harus ia yang melihatnya mengapa tidak pengawal yang lainnya saja sepertinya hari ini adalah adalah sial untuk suster cantik itu.
Sementara di dalam ruangan mereka yang sedang menikmati tadinya berhenti seketika wajah Jee memerah menunduk dengan malunya. Namun Alfy yang sudah terlanjur melakukannya tetap melanjutkannya tanpa perduli orang lain termasuk ekspresi istrinya. Setelah beberapa lama kemudian tubuhnya ambruk dan terlihat sangat kelelahan.
"Suamiku apa kau tidak apa-apa?" tanya Jee yang memastikan keadaan suaminya.
"Iya aku baik-baik saja istriku," jawab Alfy.
"Maksudku ada yang melihat kita," jelas Jee karena Alfy menyangka istrinya mengkhawatirkan keadaannya.
"Sudah biarkan saja dia mungkin itu rejekinya melihat kita," ucap Alfy tanpa rasa malunya.
"Aku sangat malu istriku namun mau bagaimana lagi jika aku memikirkannya terus bisa saja nasib wanita itu tidak akan berakhir baik di tanganku tentunya," ucap Alfy yang berusaha melupakan kejadian tadi.
Yah memang hal itu terjadi karena kesalahan Alfy dia ia tidak ingin membuat orang tidak bersalah menjadi pelampiasannya jadi ada baiknya jika Alfy berpura-pura tidak mengetahuinya itu akan jauh lebih baik pastinya. Dan jika ia selalu mengingatnya pasti nasib suster Syanin akan berakhir buruk di tangan Alfy bukan hanya di pecat mungkin ia akan di asingkan agar lebih menjauh dari kehidupan Alfy. Namun kali ini Alfy bisa berfikir lebih baik selama bersama istrinya sikapnya jauh lebih hangat dari sebelumnya.
Setelah beberapa lama Alfy berbicara dengan Jee kini fikiran wanita di hadapannya sudah mulai bisa menerima alasan Alfy dan usaha Alfy meyakinkan istrinya untuk tidak memikirkan rasa malunya yang baru saja terjadi sukses mengembalikan mood istrinya itu. Dan menyadari hari sudah siang mereka sadar jika suster Syanin barusan pasti sudah mengantarkan makanan dan obat untuknya.
"Masuklah!" Perintah Alfy pada orang yang sejak tadi masih ada di depan pintu tanpa berani masuk lagi.
Perlahan wanita itu membuka pintu dan dengan wajah tertunduk tidak berani menatap kedua orang di hadapannya meskipun hanya senyuman tidak bisa ia keluarkan karena terlalu takutnya.
"Kau tidak perlu takut," ucap Alfy memecahkan ketegangan.
"Tidak Tuan," jawab suster Syanin dengan tubuh bergemetar tidak bisa ia kendalikan lagi.
__ADS_1
"Maafkan kami," jawab Jee mendekati suster Syanin dan memegang bahunya.
"Apa yang kau lakukan istriku?" tanya Alfy terkejut melihat tingkah istrinya yang begitu rendah hati meminta maaf pada orang lain.
"Kita bersalah suamiku," jawab Jee perlahan tersenyum mengumpulkan nyali yang sejak tadi menciut karena malu.
"Baiklah suster saya minta maaf," ucap Alfy yang menuruti perintah istrinya dari sorot matanya.
Mendengar hal itu suster Syanin semakin tidak enak hati karena membuat mereka melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan, apa itu minta maaf tidak sepantasnya seorang Alfy Syein meminta maaf pada orang seperti suster Syanin yang perbandingannya seperti langit yang begitu tinggi dengan akar pohon yang sudah berserakan tidak beraturan di dasar tanah.
"Maaf Tuan dan Nyonya kalian tidak sepantasnya mengatakan hal itu saya yang bersalah tidak mengetuk pintu lebih lama," ucap suster Syanin yang berusaha merendahkan diri.
"Sudahlah kau tidak perlu takut begitu dan sekarang kau bisa pergi sus," Perintah Alfy dengan nada bicara yang pelan.
"Baik Tuan terimakasih," ucap suster Syanin dan beranjak pergi dari ruangan itu dengan langkah begitu cepat.
Di dalam ruangan Alfy yang tampak lahap makan dengan suapan yang di berikan oleh Jee sampau akhirnya makanan itu habis tanpa sisa dan saatnya Alfy meminum obatnya. Sepersekian menit kemudia Dokter pun datang untuk mengecek keadaan Alfy satu persatu dari tekanan darah sampai memeriksa keadaan yang masih di perban bekas operasi itu dengan tersenyum Dokter itu melihatnya.
"Keadaan anda sudah jauh lebih baik Tuan besok anda sudah bisa pulang," jelas Dokter itu sambil tersenyum.
"Benarkah Dokter?" tanya Jee yang begitu antusiasnya terlihat wajah bahagianya mendengar itu karena jika suaminya pulang itu pertanda bahwa Jee sudah bisa kembali untuk kuliah lagi dan bertemu dengan teman-temannya.
"Iya Nona Tuan sudah bisa pulang besok," jawab Dokter dengan meyakinkan sekali lagi pada wanita cantik itu.
"Kau senang karena aku atau karena kuliahmu?" tanya Alfy dengan tatapan ingin menerkam.
"Yah tentu saja karena kau suamiku," jawab Jee yang berusaha menutupi rasa senangnya untuk berkuliah lagi.
"Baguslah," jawab singkat Alfy yang tampat meragukan ucapan Jee saat itu.
Mendengar pertengkaran itu Dokter hanya tertawa kecil sambil sesekali menggelengkan kepalanya ia heran apa begini sekarang pasangan suami istri yang masih mudah sangat suka membesar-besarkan masalah sepertinya.
__ADS_1
Hai untuk cerita Tuan Alfy yang tampan sampai di sini duluyah jangan bosan menunggu episode berikutnya author pasti akan update terus tentunya. Dan untuk para pembaca yang sudah mendukung author memberikan like, komen dan manambahkan novel ini di favorit kalian author mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya yah berkat kalian karya author tidak terlihat sepi. Semoga kalian semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa agar tetap bisa mengikuti perjalanan karya ini sampai selesai. Assalamualaikum Wr. Wb