Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Melahirkan Bayi Tampan


__ADS_3

Tentu Delon tidak akan lupa kejadian di masa lalu saat ia melihat Jee yang hampir tidak terselamatkan saat kandungannya sudah terlambat di tolong. Fikirannya berkecamuk dengan hal-hal yang tidak ia inginkan. Sementara Zeyra terus berusaha menahan rasa sakitnya dengan tidak terlalu bersuara karena ia takut jika hal itu justru membuat Delon melakukan hal-hal yang di luar dugaannya.


“Zey, kau tidak apa-apa?” tanya Delon dengan wajah khawatirnya yang bingung saat melihat Zeyra tidak begitu kesakitan. Zeyra yang hanya tersenyum memandang wajah suaminya yang kini berada di atas kepalanya. Delon yang membaringkan Zeyra di pangkuannya begitu terlihat ketulusannya di saat-saat kondisi Zeyra seperti itu.


“Ehem, aku baik-baik saja.” jawab Zeyra begitu terlihat tegar. Entah bagaimana bisa wanita itu kuat menahan sakit yang luarr biasa di perutnya demi menenangkan Delon. Sungguh kekuatan cinta yang luar biasa pada pasangan yang satu ini.


Beberapa menit setelah perjalanan yang begitu terasa singkat kini Delon yang sudah tiba di rumah sakit segera menggendong tubuh istrinya dan berlari menuju ruang persalinan. Semua tim medis tampak antusias menyambut kedatangan mereka.


Mata di sekeliling lorong rumah sakit tampak berbeda kali ini, biasanya mereka menatap dengan wajah tegang setiap kali melihat anggota keluarga Syein bergantian sakit. Dan kali ini suasananya berbeda pertama kalianya setelah sekian lama mereka melihat seorang wanita yang hamil besar akan menghadapi perjuangan persalinan.


Delon yang terus mengikuti Zeyra kini ikut masuk sampai ke ruang persalinan matanya sudah tampak berkaca-kaca. Ketakutannya yang selama ini membuatnya cemas kini sudah di depan matanya, Delon selalu cemas memikirkan jika Zeyra menghadapi masa persalinan.


“Semuanya baik-baik saja.” ucap Zeyra yang tersenyum sembaring menggenggam erat tangan suaminya.


Entah di ruangan itu para suster dan Dokter merasa seperti dunia terbalik, mereka melihat ketakutan di wajah pria dan sebaliknya di wajah sang istri justru tersenyum menguatkannya. Sebenarnya siapa sih yang ingin melahirkan mengapa sangat aneh seperti ini.


Sementara di depan ruangan sudah nampak lengkap keluarga besar yang baru saja tiba dengan nafas yang memburu. Mereka semua terkejut ketika mendapat telfon dari suster Syanin yang juga baru di beri kabar oleh Dokter Adeline.


“Bisa-bisanya dia tidak memberi tahu kita.” ucap kesal Tuan Reindra.


“Sabar Pah, mungkin Delon juga dengan keadaan panik tadi.” bujuk Nyonya Syein yang mengusap-usap dada suaminya.

__ADS_1


Sedangkan yang lain hanya berdiri dengan wajah tegangnya. Tuan Reindra yang memandangi wajah Alfy dan Jee tampak ingin mengatakan sesuatu. Alfy yang melihat tatapan sang Ayah merasa bingung.


“Ada apa, Pah?” tanya Alfy yang penasaran.


“Kapan kalian memberikan kami cucu?” tanya Tuan Reindra yang kembali membuat wajah cemas Alfy hadir. Pria tampan itu masih belum menjawab wajahnya begitu bingung untuk mengucapkan sesuatu. Terlihat jelas di matanya hanya ada pandangan penolakan dari keinginan orang tuanya.


Namun saat ia melihat wajah Jee kemarahan kembali muncul, semua kelurga dan yang lainnya bisa melihat raut wajah Alfy. Jee tentu menyadari kesalahannya pada Alfy sampai satu kata pun tidak berani ia lontarkan selain menundukkan wajahnya.


Suasana tegang kini berubah menjadi canggung melihat tatapan tajam Alfy pada istrinya. “Ada apa kalian?” tanya Tuan Reindra.


Jee yang berusaha menutupi masalah mereka dengan cepat menyaut mertuanya. “Tidak ada apa-apa, Pah.”


Meskipun Jee sudah berbohong semua masih bisa memastikan jika terjadi sesuatu di antara mereka berdua. Biasanya Alfy selalu mengatakan pada mereka jika terjadi sesuatu, tapi kali ini mengapa ia hanya bediam saja tanpa mau menyelesaikan semuanya.


“Alhamdulillah.” ucapnya bersamaan.


Sementara di dalam ruangan Delon yang tersenyum legah melihat Zeyra berhasil melahirkan bayinya dengan baik.


“Haus.” ucap Zeyra dengan suara lemasnya.


Mendengar Zeyra meminta minum Delon dengan cepat menyodorkan minuman pada istrinya semua sudah siap di meja dengan berbagai macam makanan juga. Wanita itu terus makan dengan rakusnya seperti isi perutnya benar-benar kosong dengan makanan. Delon hanya tertawa melihat tingkah istrinya terlihat seperti orang puasa setahun.

__ADS_1


Setelah Dokter keluar dan mengijinkan keluarga untuk masuk melihat keadaan Zeyra dan bayinya, dengan cepat mereka memasuki ruangan Zeyra. Anak bayi laki-laki yang sangat tampan, hidung mancung bibir merah tipis dan mata yang tampak sipit. Seperti keturunan chinese saja jika di lihat dari kedua orang tuanya tidak ada mirip-miripnya. Tapi Zeyra mengatakan jika hal itu terjadi mungkin karena selama hamil dia selalu menonton film korea sampai-sampai keinginannya untuk memiliki anak seperti wajah mereka terkabulkan.


“Apa bisa hanya dengan mengagumi seseorang anak kita jadi mirip mereka?” tanya Nyonya Syein yang tidak percaya.


“Entahlah Nyonya, yang jelas setiap kali aku ingin tidur pasti mengatakan pada bayiku di dalam perut jika ia lahir nanti jangan seperti wajah Ayahnya tapi ikutlah dengan wajah Ayah impiannya.” Jelas Zeyra tertawa.


“Jadi aku bukan suami impianmu yah?” tanya Delon yang kesal memandang Zeyra.


“Tidak...tidak bukan seperti itu. Siapa sih yang tidak ingin dengan mereka aku yakin di dunia ini fansnya pasti menginginkan hal yang sama denganku.” bantah Zeyra yang sangat jujur.


Delon hanya mendengus kesal lagi-lagi istrinya mengatakan jika tidak menginginkan dirinya, akhirnya ia memilih untuk duduk menepi bersama Tuan Reindra dan Tuan Indrawan di sudut ruangan itu.


Jee yang begitu atusias melihat bayi Zeyra ingin sekali menggendongnya namun karena bayinya masih sangat lemah ia tidak berani. Lagi pula Jee sama sekali belum memiliki pengalaman menggendong bayi.


Setelah mereka cukup lama di ruangan itu, kini keluarga Syein bergegas pergi meninggalkan Delon dan Zeyra di rumah sakit. Sebelum pulang Tuan Reindra kembali mengingatkan Delon untuk pindah ke rumah utama. Zeyra tidak keberatan jika mereka pindah tapi bagaimana dengan rumah pemberian Delon sangat sayang jika harus di tinggalkan.


***


Di perjalanan Alfy dan Jee yang memakai mobil terpisah dengan keluarganya, suasana di mobil itu tampak tegang. Jee yang tidak berani berkata apa pun kini hanya sesekali mencuri pandangan pada suaminya.


“Kali ini marahnya sangat berbeda, astaga apa nanti malam dia akan membuatku benar-benar tidak akan bisa berjalan lagi?” gumam Jee yang ketakutan ketika mengingat kemarahan Alfy saat di acara pernikahan Delon dan Zeyra. Ia sampai demam tinggi hanya karna Alfy terus menghajarnya sepanjang malam tanpa memberi waktu untuk Jee beristirahat.

__ADS_1


Seketika bulu tangan yang tidak terlihat itu berdiri di seluruh bagian tubuh wanita itu. Fikirannya sudah bekecamuk ketakutan Alfy benar-benar sulit di tebak jika sedang marah.


“Tuhan tolong aku malam ini jangan kau siksa aku lagi.” Jee yang berkata dalam batinnya dengan penuh harapan. Sementara Alfy terus fokus menyetir mobilnya tanpa mau menghiraukan Jee yang terlihat terus mencuri tatapan ke arahnya.


__ADS_2