Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Menghabiskan Malam Bersama


__ADS_3

Setelah begitu banyak pertimbangan akhirnya Jac menyerah dan memilih untuk menghubungi suster Syanin lebih dulu karena ia bingung harus menjawab apa saat membaca pesan singkat itu.


"Halo..." jawab suster Syanin lembut.


Jacobie yang baru saja mendengar suara wanita itu dari ponsel terdiam membisu betapa lembutnya suara wanita itu ia baru bisa menyadarinya.


Meskipun sudah sering mendengar suara itu secara langsung namun rasa gerogi Jacobie saat berhadapan dengannya selalu menghilangkan fokusnya dan baru kali ini ia bisa begitu menikmati suara indah itu.


"Tuan, anda mendengar saya?" tanya suster Syanin sopan.


"Apa-apaan wanita ini memanggilku Tuan, sedangkan Delon ia memanggilnya begitu akrab cihhh," gumam Jacobie sambil terus mematung.


Delon yang melihat ekspresi Jacobie mendapat tatapan tajam dari pria itu akhirnya Delon kembali bekerja lagi sementara suster Syanin merasa bingung di seberang sana.


"Halooooo..." ucap suster Syanin lagi.


"I...ya." jawab Jacobie gugup.


Mendengar suara Jacobie membuat tawa kecil di wajah suster Syanin sebenarnya ia juga menyukai jika pria itu menghubunginya.


Namun mengingat eksresi Jacobie tiap kali bertemu dengannya selalu acuh suster Syanin tidak berani berharap lebih tentunya.


"Bagaimana Zeyra?" tanya Jacobie yang tampak sulit mencari pembahasan lainnya.


"Nona Zeyra sudah tertidur Tuan tubuhnya masih tampak lemas." jelas suster Syanin.


Setelah Jacobie melihat jam mewah yang melingkar di tangannya akhirnya ia memutuskan untuk memberi tahu Delon.


"Kau tidak apa-apa kan jika aku lebih dulu nanti keluar?" tanya Jacobie.


"Tentu saja, kau jaga Zeyra saja aku akan pulang sendiri nanti." ucap Delon dengan terus menatap layar laptopnya.


Setelah berbicara dengan Delon Jacobie melanjutkan komunikasinya lagi pada suster Syanin.


"Sus, tolong jaga adikku duluyah." ucap Jacobie.


"Baik Tuan anda tidak perlu khawatir.


"Nanti malam aku akan ke sana." lanjut Jacobie lagi.


Lalu memutuskan sambungan telepon itu dan kembali bekerja entah kenapa dadanya begitu terasa berdetak kencang merasa senang.

__ADS_1


Namun pria itu tidak tahu perasaan senang atas hal apa masih tidak bisa terjawab sampai saat ini.


Kini malam semakin mencekam ruangan kerja yang sudah tampak sunyi itu hanya menyisakan dua orang pria di dalam yang sedang sibuk dengan layar laptopnya masing-masing.


Jacobie yang tadinya ingin meninggalkan Delon sendirian merasa tidak enak dan akhirnya ia tetap di kantor mengingat Zeyra yang juga sudah tertidur.


"Kau pulang saja." ucap Delon.


"Tidak, kita sama-sama." jawab Delon singkat.


Mendengar itu akhirnya Delon menutup laptopnya dan beranjak dari kursinya menyusun beberapa berkas yang sudah siap untuk besok meeting.


"Ayo." ajak Delon.


"Pulang?" tanya Jacobie.


Delon yang enggan menjawab melangkah keluar ruangan sementara Jacobie yang melihat dengan cepat ia mengemasi barangnya lalu mengikuti langkah Delon.


Kini kedua pria itu bergegas pulang ke tujuan yang berbeda, Delon menuju kediaman Syein Biglous sementara Jacobie menuju ke arah rumah sakit.


Sementara di rumah utama tampak seorang wanita cantik menggunakan piyama sedang duduk di ruang tengah, Dokter Adeline yah wanita itu sedang menunggu kepulangan Jacobie.


Setelah hampir satu jam lamanya akhirnya kini tampak terlihat sorot lampu mobil terparkir di depan rumah dengan cepat ia berpura-pura ttertidur di sofa.


Dengan sedikit membuka piyama bagian depan berharap Jacobie akan mendekatinya cukup lama ia memejamkan matanya.


Setelah terdengar langkah kaki memasuki dan mulai mendekat wajah Dokter Adeline sangat tampak seperti orang tidur.


Sepertinya wanita itu memiliki bakat akting yang luar biasa saat ini entah sejak kapan bakat terpendamnya bisa keluar.


Cukup lama Dokter Adeline menutup mata namun langkah itu sudah hilang dari pandangannya dan akhirnya ia membuka perlahan matanya.


Mengintip keadaan sekitar memastikan tidak ada orang setelah jelas ia berdiri perlahan melangkah menuju dekat ruang kerja di rumah itu.


Di pintu tampak Delon sedang bercakap-cakap dengan Alfy sementara pria yang Dokter Adeline tunggu sejak tadi tidak ada terlihat.


Wajahnya kecewa akhirnya dengan rasa penasarannya ia memutuskan untuk menunggu Delon agar mengetahui keberadaan Jacobie.


Delon yang sudah selesai akhirnya bergegas keluar menuju rumah belakang, namun sebelum ia jauh Dokter Adeline sudah lebih dulu mengejarnya.


"Tunggu..." teriak Dokter Adeline.

__ADS_1


"Ada apa Dok?" tanya Delon polosnya.


Wajah Dokter Adeline tampak ragu mengatakannya Delon yang merasakan keraguan itu semakin penasaran sementara wanita di hadapannya terus mengucek ujung bajunya karena tidak tenang.


"Em...Jacobie kemana?" Ucapan yang tertahan akhrinya keluar juga.


"Oh...dia ke rumah sakit menjaga Zeyra." jelas Delon lalu pergi meninggalkan wanita itu yang masih berdiri.


Kini tampak raut kecewa Dokter Adeline karena tidak bisa melihat wajah pria idamannya malam itu wajahnya tampak cemberut.


Sementara Jacobie yang baru saja tiba di rumah sakit pelan ia mengetuk pintu rumah sakit namun tidak ada jawaban.


Ruangan juga tampak begitu remang karena Zeyra yang tadi terbangun mematikan lampu utama ruangan itu karena suster Syanin sudah tertidur di samping ranjang rawat Zeyra.


Entah Zeyra melihat wajah perempuan itu sangat teduh ketika kedua matanya tertutup memunculkan aura ketenangan tersendiri.


Jacobie kini masuk perlahan ke dalam ruangan ia menambah sedikit keterangan lampu ruangan itu karena memang bisa di atur.


Ia terkejut melihat suster Syanin yang tertidur tadinya berfikir jika wanita itu sudah pulang karena jam kerjanya sudah terlalu lewat.


Wajah Jacobie tersenyum kecil melihat suster Syanin yang begitu ia rindukan sejak lama tidak menyangka jika dengan kehamilan adiknya bisa mempertemukan mereka lagi.


Dan kali ini bukan hanya mempertemukan saja namun membuat mereka memiliki waktu bersama cukup lama tidak bisa di sangka sama sekali oleh Jacobie jika menghabiskan malam itu dengan suster Syanin.


Ac di kamar rawat itu tampak semakin dingin Jacobie yang baru saja selesai keluar kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya merasa sangat dingin.


Tatapannya terarah pada wanita yang tidur di kursi akhirnya ia memutuskan untuk memakai pakaian terlebih dahulu setelah itu baru melangkah menuju suster Syanin.


Pelan Jacobie melangkahkan kakinya dengan ragu ia menepuk-nepuk pundak suster Syanin namun tidak mendapatkan respon.


Setelah yakin jika wanita itu terlelap akhirnya Jacobie menggendongnya ke sofa untuk menidurkannya di sana.


Jacobie yang tengah melangkah dengan menggendong tubuh mungil wanita itu tidak sadar jika ada kedua mata yang sedang mengawasinya.


Wajah Zeyra nampak tersenyum kecil baru kali ini ia melihat Kakak angkatnya tampak memiliki rasa perhatian pada wanita lain selain dirinya.


Sepertinya melihat hal itu tentu Zeyra sudah cukup paham bahwa Jacobie memiliki perasaan pada suster Syanin terlebih lagi saat Jacobie memberinya selimut sampai menutup batas leher.


Saat memakaikan selimut ia terus menatap wajah suster Syanin yag sudah terlelap di alam bawah sadar sana perasaannya begitu tenang melihat wanita itu tidur dalam pengawasannya.


Selamat membaca yah para readersku sayang semoga kalian suka selanjutnya author akan mengadakan konflik yang menegangkan lagi tentunya. Beberapa episode sudah cukup melegahkan bukan? jadi kita buat yang lebih seru lagi yah. Terimakasih telah setia membaca yah

__ADS_1


__ADS_2