Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Hari Kehangatan


__ADS_3

“Mamah ada apa?” tanya Tuan Reindra yang melihat istrinya melamun.


“Itu Pah, Mamah cuman tidak habis fikir dengan anak kita.” Jelas Nyonya Syein.


“Yah untuk pria seperti Alfy itu wajar ketika mendapatkan istri secantik anak kita yah Mi.” Sahut Tuan Indrawan yang kembali terkekeh.


“Papi, itu tidak wajar. Sangat berbahaya Pi.” Bantah Nyoya Flora yang kesal mendengar suaminya.


“Sssst...ayo Mami ke kamar sama Papi.” Ajak Tuan Indrawan sambil mengedipkan mata pada istrinya.


Nyonya Flora yang kesal hanya menurut saja pada suaminya, sedangkan Tuan Reindra dan Nyonya Syein yang melihat hanya saling melempar pandangan dan tentu mereka tahu tujuan Tuan Indrawan mengajak istrinya ke kamar.


“Apaan sih, Pah?” Nyonya Syein yang menegur suaminya ketika menaikkan alisnya beberapa kali.


“Ayo Mah seperti mereka.” Ajak Tuan Reindra yang juga ikut menarik Nyonya Flora ke kamar.


Entah setan apa yang masuk ke rumah itu pagi-pagi sampai membuat seisi rumah jadi ikut tidak waras juga.


 


***


“Ayo kita pulang.” Ajak Delon yang sudah selesai memakai pakaian sehabis mandi.


Zeyra yang sudah terlihat rapi tanpa make up terlihat sangat natural dan membuat Delon semakin terpukau dengan kecantikannya.


“Ada apa?” tanya Zeyra yang melihat tatapan dalam suaminya.


“Kau cantik.” Jawab Delon.


Mendengar ucapan suaminya Zeyra hanya tersenyum malu tanpa mengatakan apa-apa.


“Kau tidak ingin mengucapkan terimakasih padaku?” tanya Delon yang membuat Zeyra mengkerutkan dahinya.


“Untuk apa?” tanya Zeyra.


“Karena aku telah memuji satu-satunya wanita dari mulutku.” Ucap Delon dengan sombongnya.


Zeyra yang mendengar kejujurannya memanyunkan bibirnya tidak percaya meskipun dalam hatinya terasa senang mendengar pujian yang tampak spesial baginya.


“Ah sudahlah ayo kita pulang.” Ajak Zeyra yang menarik tangan suaminya.

__ADS_1


“Kiss.” Ucap Delon yang bermanja-manja dan tidak melangkah ketika di tarik oleh Zeyra.


“Ihh...apa sih.” Bantah Zeyra yang merasa geli dengan tingkah suaminya.


Delon masih enggan melangkah dari kamarnya karena tidak mendapat morning kiss, akhirnya Zeyra yang merasa tidak ingin membuang-buang waktu segera memberikan kiss di bibir suaminya. Seketika wajah wanita itu memerah karena malu sedangkan Delon tersenyum penuh kemenangan.


Di perjalanan mereka saling menggenggam tangan saat Delon sedang menyetir terlihat sangat bahagia di raut wajah keduanya.


“Loh mengapa jalannya kesini?” tanya Zeyra yang penasaran.


“Kita harus bertemu dengan Tuan dan Nyonya Syein dulu untuk mengucapkan terimakasih setelah itu baru kita kembali ke rumah.” Jelas Delon.


Zeyra yang mengerti kini mengangguk dan menikmati perjalanan mereka dengan senyuman yang terpancar di wajah cantiknya.


“Kau ingin kita bulan madu kemana?” tanya Delon pada Zeyra.


“Apa, bulan madu?” Zeyra yang terkejut mendengar pertanyaan suaminya.


“Iya, kau pasti ingin ke suatu tempat kan?” lanjut Delon.


Zeyra yang tertawa merasa geli dengan ucapan suaminya terkekeh cukup lama, sampai akhirnya ia mengelus perutnya yang sudah semakin membesar.


“Kau mengatakan aku gendutyah?” Zeyra yang merasa kesal dengan ucapan suaminya.


“Ti-dak, aku tidak mengatakan kau gendut.” Suara Delon yang gelagapan karena tanpa sengaja ucapannya menyinggung istrinya.


Zeyra yang merasa kesal hanya terdiam dengan wajah cemberutnya.


“Kau sangat sempurna bagiku, hanya saja kali ini perutmu sedang besar jadi-“ ucapan Delon yang kembali terpotong oleh Zeyra.


“Tuh kan kau mengatakan aku gendut karena perutku besar.” Ucap kesal Zeyra.


Delon yang merasa pusing dengan tanggapan istrinya merasa pusing dan menggaruk kasar kepalanya yang tidak gatal.


“Zey, ayolah aku tidak bermaksud seperti itu bagiku tubuhmu masih sangat langsing sungguh.” Gombal Delon yang membuat Zeyra tersenyum puas.


Puas kan jika aku berbohong mengatai tubuhmu yang sangat langsing, memangnya langsing dari mana pinggan sudah tidak terlihat begitu di tambah lagi perut lebih menonjol dari yang atasnya hahaha. Tapi biarlah yang terpenting dunia bisa damai sementara waktu percayalah ucapanku akan selalu salah jika berkata jujur kali ini.


Delon yang mengejek Zeyra dalam hati sambil sesekali menatap istrinya yang masih tersenyum malu-malu padanya.


Kini mereka sudah tiba di kediaman Syein mobilnya terparkir dengan sempurna di halaman yang  luas. Delon yang berlari kecil membukakan pintu mobil Zeyra dan menggandeng tangan istrinya memasuki rumah utama.

__ADS_1


“Selamat datang, Tuan dan Nyonya.” Sambut salah satu pelayan di depan pintu.


“Tuan Reindra di mana, Bi?” tanya Delon yang mencari keberadaan para penghuni rumah karena tampak sangat sunyi.


“Em...mereka sedang di kamar, Tuan.” Jawab pelayan itu sambil menunduk sopan.


Delon merasa aneh tidak biasanya rumah itu tampak sepi seperti hari ini ruang tengah sama sekali tidak ada yang duduk di sana.


“Baiklah Bi terimakasih kami akan menunggu saja.” Jawab Delon yang mengajak Zerya untuk duduk di ruang tengah.


Tidak lama Delon duduk bersama Zeyra, Nyonya Syein yang baru saja keluar sambil merapikan rambutnya terkejut melihat sosok pengantin baru.


“Kalian dari tadi di sini?” tanya Nyonya Syein yang terkejut.


“Tidak, Nyonya kami baru saja sampai.” Jawab Zeyra.


“Mengapa tidak meminta Bibi untuk memanggil kami?” tanya Nyonya Syein lagi.


“Tidak apa-apa Nyonya.” Jawab Zeyra dengan cepat.


Kini Nyonya Syein yang memberi tahu Tuan Reindra untuk keluar karena ada Delon bersama istrinya di ruang tengah.


“Wah...wah sepertinya wajah kalian pada baru-baru nih.” Ejek Tuan Reindra sambil tertawa.


Delon hanya tertunduk hormat menyambut kedatangan Tuan Reindra dan kembali duduk bersama. Ia mencari sosok Tuan mudanya.


“Kau mencari Alfy?” tanya Tuan Reindra.


“Iya Tuan.” Jawab Delon.


“Dia sedang memiliki tugas negara.” Sahut Tuan Reindra sambil mengedipkan mata pada Delon.


Delon yang mendapat kode tampak mengerti dan kembali fokus dengan tujuannya datang ke rumah itu. Delon mengucapkan terimakasih dengan sangat pada keluarga Syein karena sangat berbaik hati memberikannya segala kebutuhan pernikahan. Dan memberikannya hidup yang sangat layak selama ini.


Tuan Reindra benar-benar sangat baik dan rendah hati pada semua orang yang di bawah pimpinannya dan juga Alfy. Begitu pun dengan Nyonya Syein yang sangat perhatian pada mereka layaknya seorang Ibu pada anak-anaknya.


Delon yang merasa sangat berhutang budi kini berlutut di depan Tuan Reindra sebagai tanda terimakasihnya sambil meneteskan air mata. Rasanya dengan berlutut pun semua tidak bisa ia balas jasa keluarga besar yang telah mengantarnya sampai kebahagiaan saat ini.


Zeyra yang baru saja ingin menyusul dengan suaminya untuk berlutut sudah lebih dulu di cegah oleh Tuan Reindra dan menyuruh Delon untuk kembali duduk. Mereka khawatir dengan kandungan Zeyra yang semakin besar jika berlutut dan menekuk perutnya.


“Kami semua sudah menganggap kalian sebagai anak kami sama seperti Alfy, jadi tidak perlu untuk melakukan hal seperti ini lagi.” Sahut Tuan Reindra sambil tersenyum penuh haru.

__ADS_1


__ADS_2