Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Mabuk di Kafe


__ADS_3

Kini di ruangan hanya ada Jac dan Zeyra yang menidurkan Zidan. “Abang juga kenapa bisa ikut-ikutan dengan delon memandikan Zidan di tengah malam seperti ini?” lanjut Zeyra yang menghakimi Jac.


Meskipun dalam hati ia tertawa sebenarnya bukan dia yang ikut-ikutan tapi dirinya lah penyebab awal dari semua ini. Memberi saran pada Delon untuk menggendong Zidan ke kamar mandi.


Aroma pup di ruangan itu kini sudah terkalahkan dengan omelan Zeyra yang seperti orang membawa ayat qur’an.


Drama malam pun akhirnya selesai sampai akhirnya tiba waktunya menyambut pagi yang tampak memberi semangat baru. Suasana di Kota itu begitu terasa segar dengan suara kendaraan yang sudah berlalu lalang di jalan sana.


Di rumah utama, Jee yang baru saja terbangun mencari suaminya di segala sudut kamar namun tidak ada hasil. Akhirnya ia beranjak ke kamar mandi membersihkan diri berharap setelah mandi suaminya muncul di hadapannya. Beberapa menit berlalu Jee sudah selesai mandi tetapi sosok Alfy masih juga belum terlihat.


Kini Jee yang merasa gelisah melihat suaminya belum menghampiri sejak malam akhirnya memilih untuk turun menghampiri keluarganya yang sarapan di meja makan.


“Jee, Alfy mana?” tanya Nyonya Syein.


“Tidak tahu Mah, semalam dia tidak tidur di kamar.” jelas Jee yang kini duduk di kursi makan.


Sementara semua tampak melihat ke arah penampilan Jee dari bawah hingga atas, “Jee, pakaianmu tidak salah?” tanya Nyonya Flora yang tampak bingung.


Jee hanya terdiam sambil tertawa kecil seperti sedang meminta permohonan maaf pada keluarganya. Pakaian yang mulai kembali seperti semula serba terbuka membuat semua merasa aneh. Beberapa lama belakangan Jee sudah mulai berpakaian sopan sesuai dengan keingin Alfy tentunya.


“Fy, ayo sarapan.” ucap Tuan Reindra yang melihat Alfy baru saja melangkah dari ruang kerjanya hendak melewati meja makan.

__ADS_1


Tanpa menjawab Alfy kini melangkah dan duduk bersama yang lain sementara matanya sudah tertuju pada istrinya yang sedari tadi memandangnya.


“Ayo tegur aku.” gumam Jee dalam hatinya sembari terus memandang Alfy seolah meminta perhatian untuk di tegur.


“Apa-apaan dia berpakaian seperti itu lagi, apa mau aku mengerjainya lagi?” umpat kesal Alfy yang melihat istirnya memakai baju-baju koleksi lamanya.


Akhirnya Alfy yang kini mulai melahap makanan di piringnya tidak mengeluarkan satu kata pun sampai selesai makan. Sementara Jee terus mengetuk-ngetuk piringnya agar terdengar berisik dengan wajah cemberutnya. Matanya yang sudah terlihat mulai memerah menahan tangisnya dengan cepat ia melangkah berlari menuju kamarnya.


“Dia tidak menegurku, dia sudah tidak peduli lagi denganku, iya dia tidak peduli denganku hiks.” gumam Jee sembaring menahan tangis uang sudah tidak bisa terbendung lagi.


Alfy yang melihat kepergian Jee hanya diam saja tanpa mau mengejar istrinya, kali ini Alfy benar-benar memberinya pelajaran agar Jee tidak lagi berani berbohong.


“Jee, kau tidak boleh menangis siapa tahu kali ini Alfy akan menegurmu jika ia melihat penampilanmu yang baik.” ucap Jee dalam batinnya mulai tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju lemari.


“Nah ini mungkin ia akan tertarik memujiku.” ucap Jee yang tersenyum di depan kaca.


Kemudian wanita itu melangkah keluar kamar untuk meminta Alfy mengantarnya ke kampus. Tanpa menjawab Alfy segera bangun dari duduknya dan menuju mobil. Wajahnya hanya fokus dengan langkahnya saja tanpa mau menatap ke arah Jee.


“Ayolah, apa yang dia fikirkan sepertinya ingin memintaku memuji penampilannya. Baguslah ia menggantinya dari pada memakai baju yang terbuka seperti tadi.” ucap Alfy dalam hati sambil masuk ke mobilnya.


Jee yang berjalan sedikit jauh dari Alfy merasa usahanya tidak ada hasil, wajah sedihnya terlihat ketika ingin memasuki mobil. “Aku tidak jadi kuliah.” ucap Jee yang berlari masuk kedalam rumah kembali sambil menangis.

__ADS_1


Alfy yang melihat tingkah istirnya hanya mendengus kesal kemudian melajukan mobilnya menuju kantor pagi itu tanpa mengatakan apa pun pada Jee. Mendengar suara mobil suaminya melaju Jee terkejut dan menghentikan langkah kakinya. Air matanya menetes melihat kepergian suaminya tanpa mengatakan apa pun padanya.


Akhirnya Jee yang merasa patah semangat dengan usahanya yang semua berakhir sia-sia kini ia mengambil kunci mobilnya dan segera menuju sebuah kafe yang tidak jauh dari rumah utama. Sesampainya Jee di kafe itu dengan cepat ia memesan minuman pada pelayan. Jee memesan wine tanpa makanan apa pun. Di kafe itu, pagi itu menjadi saksi kesedihan Jee yang terus mencaci Alfy dalam keadaan mabuk. Air matanya teus berjatuhan tanpa ada keluarganya yang tahu.


“Eh itukan istri pengacara terkenal itu yah?” ucap salah seorang pria yang berbisik pada temannya.


“Bener lu, iya bener dia istri dari Tuan Alfy Syein.” Lanjut temannya yang tidak lain adalah seorang wartawan yang tengah beristirahat di kafe itu dengan memakan hidangan steak.


Tanpa menunggu lama mereka segera mengambil gambar dan satu buah video Jee yang tengah menangis sambil menumpukan kepalanya pada tangannya yang di atas meja. Terlihat jelas wanita itu sedang menangis frustasi. Di kafe itu mereka segera membuat berita dengan cepatnya detik itu juga berita terbaru tentang Tuan Alfy Syein yang belakangan ini jarang terlihat di media kembali menjadi sorotan publik.


Seorang pengaca muda yang selalu mendapat pujian tanpa mereka ketahui memiliki seorang istri yang pemabuk. Tampak beberapa sisa minuman di atas meja Jee yang tidak bisa di pungkiri lagi ia benar sedang mabuk.


“Halo, Tuan.” ucap Jac yang masih berada di rumah sakit.


“Ada apa?” tanya Alfy yang dengan dinginnya.


“Tuan dimana? Apa Tuan tidak bersama Nyonya Jee?” tanya Jac lagi.


“Katakan!” pintah Alfy tanpa mau basa basi. Ia malas membahas istrinya dan memilih ingin mendengar apa yang Jac ingin ucapkan padanya.


Akhirnya Jac yang dengan cepat menceritakan pada Alfy jika berita tentang Jee sudah tersebar luas dengan video dan foto yang menjadi saksi berita itu. Alfy mendengarnya merasa tidak percaya dengan cepat tangannya mematikan telfon dan melihat di internet.

__ADS_1


Mata pria itu melotot tidak menyangka, sangat jauh dari dugaannya jika Jee akan melakukan hal bodoh itu. Alfy yang geram dengan pemberitaan tentang istrinya, terlebih lagi wajah Jee di foto itu pasti sudah di lihat banyak orang.


Alfy bukan hanya kesal dengan beritanya tapi ia kesal jika istirnya menjadi bahan wisata mata-mata jal*ng pria di luaran sana. Kini Alfy melangkah keluar kantor dengan cepat dan setelah tiba di mobilnya pria itu tanpa hati-hati segera melajukan mobilnya. Tentu ia tahu jelas di mana kafe yang tempat Jee saat ini.


__ADS_2