Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Suster Syanin


__ADS_3

Malam pun telah tiba kini Alfy bersama istrinya di ruangan rawat pribadinya yang bersebelahan dengan ruangan Tuan Reindra Syein. Setelah Jee selesai membersihkan tubuh suaminya kini ia beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya yang tengah lelap tertidur. Perlahan melangkahkan kakinya mendekati pria itu ia menatap dengan penuh kasih sayang membelai lembut rambut Alfy namun saat tengah asyik mengelus rambut suaminya tiba-tiba saja Jee terkejut.


"Apa aku terlihat sangat tampan?" tanya Alfy yang sukses membuat istrinya terkejut dan kembali duduk di kursi samping suaminya terbaring.


"Kau tidak tidur suamiku?" tanya Jee balik dengan wajah malunya.


"Bagaimana aku bisa tidur jika istriku saja belum ada di sampingku," jawab Alfy dengan tersenyum pada istrinya dan menepuk tempat tidur di sebelahnya memberi isyarat untuk ikut tidur bersamanya.


Melihat hal itu Jee hanya menghela nafas kasar lalu dengan pasrahnya ikut tidur bersama suaminya padahal di sebelah juga ada kasur yang di sediakan untuk istrinya itu yah ruangan mereka memang tergolong sangatlah mewah karena sudah di persiapkan untuk keluarga Syein pemilik rumah sakit itu harus mendapat ruangan dan pelayanan yang berbeda. Kini malam semakin larut Alfy yang masih bermain dengan rambut indah istrinya sudah melihat Jee yang tertidur nyenyak di sandaran dada bidangnya. Perlahan ia mengelus pipi istrinya dengan punggung tangannya dan tersenyum.


"Kau sunguh cantik istriku saat  tidur saja wajahmu mampu membuatku tenang seperti ini," gumam Alfy sembari menatap penuh teduh ke arah istrinya itu.


Kini mereka sudah tertidur pulang dengan saling membalas pelukan sampai akhirnya pagi pun tiba mereka berdua masih terlelap dengan kenyamanan bersama. Seketika suster masuk mengetuk pintu dengan sangat pelan untuk menghindari pasien terganggu lalu membawakan makanan yang sudah siap untuk di santap dan beberapa obat beserta vitamin untuk Alfy. Saat suster itu masuk ia terkejut melihat pasangan itu yang masih tidur berpelukan dengan nyenyaknya sampai tidak bisa mendengar ada yang masuk. Dengan perlahan suster itu bergegas keluar tanpa di ketahui Alfy dan Jee.


Astaga mimpi apa semalam ngelihat pasangan serasi itu tidur dengan mesranya sunggu pemandangan yang benar-benar bikin adem hati rasanya. Semoga kelak bisa mendapatkan keberuntungan dan bisa hidup bahagia seperti mereka. Demi apapun rasanya fikiranku kali ini sudah terlalu jauh tidak mungkin hidupku bisa seperti mereka sangat jauh jika di bandingkan aku hanya krikil kecil yang bertebaran dari pembuangan sisa bangunan mewah tentunya.


Sambil melangkah suster itu tanpa sadar ia menabrak seorang pria berpenampilan seperti seorang mafia wajah datar tanpa ekspresi tubuh kekar tinggi dan memakai jas lengkap berwarna hitam di temani dengan kacamata hitam yang menempel tepat di tulang hidungnya yang tinggi terlihat sangat sempurna.


"Maafkan saya Tuan," ucap suster itu dengan gugupnya.


Sementara Jac yang melihatnya tidak berkata-kata hanya menoleh sebentar lalu beranjak pergi menuju ruangan Alfy. Suster yang melihat itu mengepal tangannya melayangkan dari jauh seperti akan memukul pria itu benar-benar pria angkuh apakah begitu sulit untuk mengeluarkan suaranya walaupun hanya sedikit, itulah yang ada di dalam fikiran suster mungil itu wajahnya cantik natural tanpa polesan make up sedikitpun begitu juga dengan bibirnya yang merah muda tanpa lipstik membuat wajahnya terlihat sangat muda. Rasa kesal memenuhi fikiran suster cantik itu namun segera ia membuang fikirannya dan melangkah memasuki ruangan pasien yang lainnya.


"Eh suster cantik datang," ucap salah seorang pasien Nenek-nenek yang sejak dari tadi menunggu kehadiran suster itu.


"Mohon maaf Nek saya terlambatyah?" tanya Suster itu namanya adalah Syanindia Putri biasa di panggil Syanin.

__ADS_1


"Tidak Suster hanya saya saja yang kurang sabaran heheh," ucap Nenek itu sambil melihatkan gusinya yang dengan senyuman terindahnya tanpa ada kehadiran gigi satu pun di sana.


"Baiklah saya periksa Nenek duluyah," ucap suster Syanin dengan ramahnya.


"Silahkan suster," Dengan menyodorkan tangannya pada suster Syanin yang hendak mengontrol tekanan darahnya.


Setelah lama berbicara sambil bercanda suster Syanin tidak menyadari kehadiran seorang pria yang dari tadi berdiri memperhatikan kedua wanita di ruang rawat sedang bercerita dengan terlihat sangat seru, tanpa sadar pria itu juga ikut tersenyum ketika melihat ekspresi dua wanita di dalam sana bercanda sambil suster cantik itu berjoget-joget.


"Cantiknya," gumam pria itu yang tidak lain adalah Jac.


Ketika sudah selesai melaporkan perkembangan penyelidikannya tentang insiden penembakan Tuan mudanya ia bergegas untuk melanjutkan rencananya sesuai persetujuan Alfy tentunya namun tanpa sengaja ketika melewati ruangan yang terbuka pintunya ia mendengar tawa dua wanita yang begitu terdengar menarik di telinganya tanpa ragu ia perlahan mendekati sumber suara itu dan benar saja ia melihat sosok wanita yang tadi menabraknya dengan penuh tatapan rasa bersalah dan takut saat menatapnya yang tanpa ekspresi. Saat tengah melamun Jac tanpa sadar sudah tertangkap basah oleh dua wanita itu tengah berdiri dan melamun. Dengan cepat suster cantik itu menghampirinya di depan pintu.


"Maaf Tuan apa ada yang anda cari?" tanya Syanin dengan sopannya.


"Tidak ada," Jawaban singkat Jac yang sukses membuat wanita itu bingung.


"Ternyata wajahnya juga manis," ucap Syanin membayangkan senyuman pria itu.


"Suster suka dengannya?" tanya Nenek di dalam ruangan yang tidak sengaja mendengar ucapan kecil suster Syanin tadi.


"Ah tidak, Nek," Jawabnya berbohong dengan wajah yang kebingungan.


"Jangan bohong nanti jodohnya di ambil orang loh," Dengan menggoda suster Syanin Nenek itu tertawa.


"Hehe Nenek bisa saja," ucap Syanin pura-pura masa bodoh.

__ADS_1


Setelah merasa tugasnya selesai kini Suster Syanin berpamitan pergi dari ruangan itu dan membantu Dokter untuk memeriksa pasien yang lainnya. Sementara di ruangan Alfy dan Jee kini mereka sudah membersihkan diri yah mereka berdua baru terbangun ketika Jac datang mengetuk pintu mereka dengan kerasnya. Jee yang merasa malu dengan secepat mungkin bangun lalu beranjak pergi ke kamar mandi berbeda dengan Alfy wajahnya yang tampak senyum-senyum seperti usai memenangkan undian saja. Ia memamerkan pada bawahannya yang baru datang jika semalam sudah bisa menghabiskan waktu bersama istrinya lagi setelah sekian lama.


Flashback on


"Tok...tok...tok." Bunyi pintu yang di ketuk dengan lumayan kuat.


"Masuklah," jawab Alfy dengan cepat menginginkan siapapun itu bisa melihat momennya yang sedang berpelukan dengan istrinya.


"Baik Tuan," jawab Jac dengan menekan gagang pintu ruangan Alfy.


Sementara Jee yang mendengar langsung terkejut dan bangun tanpa menunggu persetujuan Alfy ia langsung berlari ke kamar mandi namun hal itu percuma karena Jac sudah lebih dulu melihatnya.


"Maafkan saya Tuan," ucap Jac merasa bersalah namun sebenarnya ada rasa kesal di dalam hatinya tentu ia sangat paham yang ada di dalam fikiran Tuan mudanya itu yah ia ingin di lihat ketika bermesraan dengan istrinya "cihh apa itu gunanya untuk saya lihat," gumam Jac sambil menunduk pada Alfy.


"Tidak apa-apa Jac," jawab Alfy sambil tersenyum.


"Suamiku mengapa kau tidak mencegahnya dulu sih?" tanya Jee yang barusan keluar dari kamar mandi untuk memberihkan tubuhnya.


"Apa yang harus di sembunyikan istriku dia harus melihatnya agar fikirannya terbuka untuk segera menikah," jawab Alfy sambil meledek pria itu.


"Astaga jadi karena itukah kau membiarkannya masuk sementara aku masih tidur?" tanya Jee terkejut.


"Tentu saja," Dengan entengnya Alfy menjawab tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Padahal jika Jac sedikit saja melirik ke arah istrinya pasti ia akan lebih marah lalu apa itu menyuruh Jac untuk melihat istrinya yang sementara tertidur pulas di dalam pelukannya. Bagaimana bisa ia tidak terfikirkan hal itu demi memamerkan kemesraan mereka pada orang lain. Ada-ada saja tingkah Alfy ini bisa jadi orang di sekelilingnya mendadak stress jika mengikuti permintaannya.

__ADS_1


Flashback off


Nah untuk ceritanya di episode ini cukup sampai di sini duluyah tunggu update selanjutnya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kalian pada author untuk terus berkarya. Dan jika berkenan silahkan like dan koment setiap episode yang sudah kalian baca Terimakasih Assalamualaikum Wr. Wb.


__ADS_2