Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Pulang


__ADS_3

Di acara Jee dan Alfy masih menimati hidangan yang di sediakan sambil beberapa kali Alfy mendapat sapaan dari para petinggi. Malam yang begitu asing membuat Jee semakin penasaran dengan suasana maupun makanan yang di hadapannya.


“Sayang, aku boleh makan ini?” tanya Jee bertanya dengan Alfy yang tengah berbicara dengan salah seorang Direktur perusahaan di Kota itu.


“Em kalau begitu saya tinggal dulu Tuan Alfy, selamat menikamti acara ini.” Pria yang bersama Alfy segera pergi ketika mendengar Jee memanggil suaminya.


“Ada apa, Sayang?” tanya Alfy yang mendekat pada Jee.


Tanpa bertanya lagi ia melihat tangan Jee yang menunjuk ke arah makanan dengan bentuk yang sangat menarik. Alfy segera menyuapi istrinya di tengah padatnya para tamu undangan itu, Jee sangat senang wajahnya tersenyum sembari menatap suaminya dengan lembut.


Belum lama mereka berduaan kini datang lagi beberapa orang yang menyapa Alfy, Jee yang tidak ingin mengganggu suaminya kini melangkah menjauh dan mencari apa lagi yang membuatnya penasaran.


“Ah itu dia minuman di gelas sepertinya menarik, eh tidak. Aku tidak boleh meminum alkohol kan kata Alfy tadi, baiklah kau meminum air mineral yang ada di gelas itu saja.” gumam Jee yang melangkah mendekati arah meja. Tangannya meraih gelas berisi air bening, tanpa menunggu lama tangannya segera menegukkan minuman ke mulutnya.


“Sayang, kau di sini ternyata.” ucap Alfy yang menarik tangan Jee sambil mengajaknya ke arah kumpulan para teman-temannya.


Beberapa pria tampan berdiri di hadapan Jee dengan menatap kagum, mata mereka memandangi dari arah bawah sampai ke atas. Begitu sempurna wanita cantik di hadapannya ini akhirnya satu persatu menyapa Jee. Belum sempat mereka bergantian mengulurkan tangan, Alfy sudah lebih dulu menyambut tangan mereka bergantian.


“Maaf, istriku tidak menyentuh selain mukhrimnya.” jelas Alfy yang membuat Jee dan para pria itu tercengang. Melihat penampilan Jee yang tidak memakai pakaian syar’i sunggu langka jika hanya bersalaman saja ia tidak mau.


“Em baiklah.” jawab salah satu pria itu lalu memundurkan langkahnya menjauh dari Jee. Alfy yang kembali tenang hanya bisa tertawa dalam hati. Sungguh pintar akalnya kali ini demi membohongi temannya tanpa memperlihatkan sikap posesifnya.


***


Tanpa terasa acara malam itu pun telah usai, Alfy dan Jee kini mulai kembali ke hotel. Di perjalanan Jee merasa perutnya seperti tidak enak. Alfy yang menyadari wajah istrinya berbeda segera menanyakannya.


“Sayang, ada apa denganmu?” tanya dengan wajah cemasnya sambil beberapa kali tangannya memegang tangan Jee yang meremas perutnya.

__ADS_1


“Perutku tidak enak rasanya mual.” ucap Jee terdengar berat.


“Hah mual? Bukankah ini pertanda?” gumam Alfy yang menduga-duga terjadi sesuatu pada istrinya. Selama di perjalanan ia terus memegangi perut istrinya dengan menahan senyuman di wajahnya. Sementara Jee yang merasa benar-benar tidak enak hanya menyandarkan kepalanya di pundak sang suami.


Malam itu sesampainya mereka di hotel Jee merasa benar-benar tidak enak perutnya mual dan kepalanya juga terasa pusing. “Sepertinya aku pernah merasakan hal ini tapi kapan yah?” gumam Jee berusaha mengingat terakhir kali ia pusing dan mual.


Alfy yang merasa senang kini menyuruh Jee untuk segera beristirahat, setelah memastikan istrinya sudah terlelap dengan cepat ia mengemasi barang-barang ke koper. “Akhirnya selesai juga, haah saatnya aku juga tidur.” ucapnya dengan wajah terus tersenyum tanpa bisa menghentikannya.


Malam itu mereka lewati dengan cepat, tanpa terasa pagi sudah menyambut kedua wajah mereka cahaya matahari kembali untuk kesekian kalinya menyorot ke arah kamarnya.


“Morning, Sayang.” Cup...terdengar suara kecup*n di kening wanita itu kemudian beranjak ke kamar mandi dengan wajah bahagianya. Jee yang merasakan tidurnya terganggu segera bangun menyusul Alfy ke kamar mandi.


Pagi itu keduanya mandi berdua. “Ah si*l apa aku harus melakukannya lagi pagi ini tapi rasanya sungguh tidak bisa menahan tapi jika aku melakukannya nanti takut bayiku kenapa-kenapa lagi.” gumam Alfy yang terus memandangi tubuh istrinya yang terguyur dengan shower.


Sekuat tenaga Alfy berusaha menahan hasratnya demi mempertahankan anak di kandungan istrinya, belum lagi tiket pesawat yang sangat mepet ia pesan. “Ayo sayang.” ajak Alfy yang menggandeng tangan istrinya keluar kamar mandi.


“Iya, kau pakai yang sudah kusiapkan di sana yah,” jawab Alfy sambil menunjuk ke arah lemari pakaian gantung.


“Maksudku mengapa koper sudah siap?” tanya Jee yang penasaran.


Alfy yang tersenyum kini memegang kedua bahu istrinya. “Kita harus pulang sekarang, Sa-“ (ucapannya belum selesai Jee sudah berlari ke kamar mandi memuntahkan seluruh isi perutnya).


Wajah tersenyum kembali lagi terpancar di raut tampan pria itu, ia benar-benar yakin kali ini istrinya tentu sudah hamil. Jee yang baru keluar dari kamar mandi terlihat cemberut memandang suaminya, Alfy yang tersadar dengan kehadiran istrinya segera membantunya duduk di kasur.


“Kau jahat sekali sih.” ucap Jee yang membuat wajah Alfy seketika menekuk bingung.


“Jahat kenapa, Sayang?” tanyanya dengan polos.

__ADS_1


“Aku mual malah asik tertawa saja di situ bukannya membantuku.” jelas Jee dengan wajah kesalnya.


Alfy yang tidak bisa menutupi raut bahagianya kini memilih untuk membantu istrinya memakai baju setelah itu mereka langsung keluar sarapan. Belum sempat Jee menyodorkan sendok ke mulutnya Alfy sudah lebih dulu menahan tangan wanita itu.


“Biar aku yang menyuapimu, Sayang.” Ucapnya sambil mendaratkan sendok di mulut istrinya, beberapa mata yang berada dekat dengan mereka terlihat ikut menikmati pemandangan romantis pagi itu.


Satu kali sendokan Alfy memberikan satu kali kecup*n di kening istrinya, Jee yang terkejut dengan tingkah suaminya mengernyitkan dahinya dengan dalam.


“Sayang, apa yang kau lakukan?” tanyanya.


“Makan saja Sayang,” ucap Alfy kembali menyuap diikuti dengan kecup*n di kening wanita cantik itu. Jee yang merasa risih dengan tingkah suaminya menahan bibir Alfy dengan tangannya memintanya untuk berhenti melakukannya.


Alih-alih Alfy menghentikan perlakuannya justru ia berpindah


mengecup tangan yang menutup mulutnya itu. “Emuaah...emmuaahh.” suara bibir itu


terus mendaratkan berulang kali sampai akhirnya Jee menarik kembali tangannya.


“Ayo makanlah anggap saja aku menyuapimu sekaligus memberi vitamin kecup*n di kening ini lagi pula ini juga bisa menjadi lauk tambahan untukmu.” jelas Alfy sambil menyentuh kening sekali lagi dengan bibirnya.


Jee hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya memangnya sejak kapan kec*pan bisa jadi lauk tambahan. akhirnya Jee memilih mengikuti gerakan tangan suaminya yang menyodorkan sendok sambil membuka mulutnya, kali ini Alfy benar-benar membuatnya semakin jatuh hati.


“Huh kalau saja tidak banyak orang pasti sudah ku cium suami tampanku ini hihi.” ucap Jee dalam hati sambil tersenyum memandangi wajah suaminya.


“Ada apa?” tanya Alfy datar.


“Em ti-tidak, tidak ada apa-apa.” jawab Jee gelagapan.

__ADS_1


Pertunjukan romantis tak berhenti sampai di situ saja, kini keduanya menuju mobil Alfy yang dengan cepat melingkarkan sebelah tangannya pada pinggang langsing Jee dan menuntun hingga duduk di mobil. Supir melajukan kendaraan itu dengan kecepatan sedang, keduanya terlihat sangat menikmati perjalanan menuju bandara.


__ADS_2