Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Bertahan Untuk Calon Cucu


__ADS_3

Di ruangan rawat masih dengan suasana yang mengharukan perlahan menggerakkan jarinya dan mulai membuka matanya wanita tua yang masih terlihat segar namun saat ini terbaring lemas dan belum bisa bebas bergerak.


"Mamah!" Teriak Jee yang terkejut melihat mertuanya sudah sadarkan diri.


"Mah," ucap Alfy dengan segera mendekat meraih tangan wanita itu lalu menciumnya di punggung tangannya.


"Kalian sudah pulang?" tanya Nyonya Syein pada Alfy dan Jee.


"Iya Mah kami sudah pulang," menjawab dengan senyuman yang di iringi kesedihan di wajah pria tampan itu.


"Mamah cepat sembuh yah sama Papah kita membawakan calon cucu untuk kalian," ucap Alfy yang berusaha menghibur Ibunya.


"Benarkah sayang kalian bawa cucu Mamah?" tanya Nyonya Syein dengan penuh antusias.


"Iya Mah Jee hamil," Dengan tersenyum dan menyeka air mata di pipinya.


Kini mereka bertiga berpelukan bahagian sementara Mami Flora dan Papi Indrawan juga terkejut mendengarnya mereka berdua saling berpelukan bahagia.


"Pi kita sudah mau gendong cucu," ucap Mami Flora yang bahagia.


"Iya Mi sebentar lagi kita tidak kesepian," ucap Papi Indrawan.


Mereka saling melempar pandangan bahagia begitu juga Nyonya Syein rasa sakit di tubuhnya tidak begitu ia perdulikan hanya menatap senyum pada suaminya yang masih belum sadarkan diri di ranjang bersebalahan padanya.


"Pah sadarlah apa kau tidak ingin melihat cucu kita lahir nanti kau sangat menantikan kehadirannya kan kini waktu itu sudah tiba bangunlah," gumam Nyonya Syein sambil tidak terasa meneteskan air matanya saat memandangi suaminya itu.

__ADS_1


Saat beberapa lama kemudian Jacobie datang dan memberi isyarat Alfy untuk keluar ikut bersamanya.


"Tuan pelaku dari semua ini adalah Paman Tuan," ucap Jac dengan penuh keraguan untuk mengatakannya.


"Apa maksudmu kau bicara apa!" Teriak dengan mencengkram kerah baju Jacobie ia tidak percaya jika benar yang di katakan Jacobie.


"Benar Tuan saya sudah menyelidiki pelaku dan mengapa ia melakukan hal ini," jelas Jac dengan yakin.


"Apa dan mengapa?" tanya Alfy yang masih belum mengerti.


"Paman Tuan memiliki dendam pada Tuan Reindra karena kekuasaan yang di miliki sama sekali tidak di bagi padanya ketika Kakek Tuan meninggal hal itulah yang membuat Paman Tuan dendam dan melancarkan aksinya ketika kita sudah lengah," Jelas panjang lebar Jacobie sampai akhirnya terjadi insiden kecelakaan yang di sengaja oleh Paman Alfy.


Ketika kedua orang tua Alfy pulang dari rumahnya ternyata Pamanya sudah membayar beberapa orang bayaran untuk melakukan aksinya tanpa rasa takut sekalipun karena dendamnya segera terlampiaskan. Meskipun kedua orangtua Alfy sangat baik padanya namun rasa dendam itu tidak bisa terhapuskan begitu saja menurutnya orangtua Alfy penyebab ia tidak mendapat kepercayaan dari Kakek Alfy saat meninggal dulu. Dan ternyata Pamannya juga yang telah mencelakai Kakek Alfy ia berfikir jika sudah tiada Kakek Alfy akan memberikan kekuasaannya pada dirinya penuh. Namun saat pengacara tiba ia terkejut ketika sudah di bacakan surat warisan sepenuhnya jatuh ke tangan Tuan Reindra. Mendengar itu Tuan Reindra dengan segera melepaskan warisan itu untuk di sumbangkan ke negara dan membiarkan negara yang mengelola karena Tuan Reindra lebih menyukai kekuasaannya yang berasal dari kemampuannya sendiri.


Sampai akhirnya Syein Biglous menjadi salah satu kantor yang terkenal dan terpercaya untuk mendapat keadilan perusahaan yang sudah terkumpul di dalamnya para pengacara handal dari kelaurga Syein yang menjalankan misi untuk membantu segala kasus tanpa memandang uang. Kalangan tinggi maupun rendah mereka tetap berusaha keras untuk mendapatkan hasil yang benar. Dari situlah mereka terkenal dengan pribadi pahlawan dimana pun mereka selalu di segani oleh kalangan atas maupun kalangan bawah sekalipun. Alfy yang mendengar sangat murka pada pamannya.


"Baik Tuan," dengan penuh tanggung jawab Jac melangkah pergi meninggalkan rumah sakit dan menuju kediaman Paman Alfy.


"Alfy cepat masuk," Panggil Nyonya Flora pada menantunya.


"Ada apa Mi?" tanya Alfy yang terkejut dan berlari melangkah masuk ruangan.


"Pah bertahan Pah Alfy mohon," ucap Alfy menggenggam erat tangan Ayahnya yang sudah mengejang.


"Jaga ke...dua wanita Pa...pah yah." Ucap Tuan Reindra yang dengan suara terputus-putus menahan sakit di dadaya.

__ADS_1


"Pah tolong bertahanlah keinginan Papah memiliki cucu sudah terwujud Pah," ucap Alfy berusaha menyemangati Tuan Reindra.


Melihat hal itu Tuan Indrawan segera melangkah mendekat pada Reindra yang terbaring dengan nafas yang terputus-putus.


"Reindra bertahanlah bukankah kau ingin kita bermain bersama cucu kita?" tanya Tuan Indrawan dengan meneteskan air matanya.


Bagaimana ia bisa membayangkan kehilangan sahabat dekatnya secepat ini ia selalu berusaha untuk kesembuhan Reindra sampai setuju untuk menikahkan anaknya dengan putri kesayangannya dengan waktu yang cepat jauh dari perkiraan perjodohan mereka. Selama ini mereka berdua seperti adik kakak yang selalu saling menyemangati di kala ada yang terjatuh dalam masalah selalu menyelesaikan bersama rasanya Indrawan tidak sanggung jika menghadapi hidupnya tanpa sosok sahabat sekaligus Kakak di sampingnya.


"Ku mohon bertahanlah kau pasti bisa Reindra," ucap lirih Tuan Indrawan dengan menangis sejadi-jadinya ia sudah tidak bisa menahan rasa sedihnya lagi.


"Jaga cu...cu kita berikan semua yang ia inginkan," ucap Tuan Reindra dengan menangis dan suara yang sulit terdengar kini nafasnya sudah seperti muncul hilang bergantian.


Semua yang ada di dalam ruangan itu mulai khawatir tidak lama kemudian Dokter pun tiba dan memeriksa, namun saat di periksa Tuan Reindra sudah tidak sadarkan diri semua menangis keras tanpa bisa menahan begitu juga Nyonya Syein menangis dan rasa sakit di tubuhnya sudah tidak bisa ia rasakan lagi hanya rasa takut kehilangan suaminyalah yang ia rasakan.


"Pah jangan tinggalin Mamah," ucap Nyonya Syein sambil menangis terbaring lemah berusaha bangun namun di cegah oleh Jee dan hanya berpelukan dengan Nyonya Flora sambil menangis bersama.


"Dokter ada apa ini?" tanya Alfy yang panik.


"Tuan Reindra kembali kritis Tuan detak jantungnya sangat lemah namun tubuhnya terlihat masih mampu menerima perawatan ini," Jelas Dokter itu dengan suasana tegang antara harus memberhentikan perawatan atau tidak.


"Dokte tetap lakukan yang terbaik buat Papah aku yakin pasti akan membaik tidak mungkin Papah merelakan pergi dengan tidak melihat cucunya," ucap Alfy dengan berusaha menguatkan diri untuk orang di sekelilingnya.


"Kau benar Fy Reindra pasti berusaha untuk bermain dengan cucu kami nanti," tambah Tuan Indrawan tersenyum memegang lengan sahabatnya itu.


Bertahanlah Reindra kita akan menikmati masa tua kita bersama kan itu janji kita dulu akan bersama dengan cucu bermain di taman yang sudah kau siapkan di depan rumah bukan? yah kau tidak boleh menyerah semua sudah kita lewati ini masanya kita bahagia bersama keluarga besar kita bagaimana bisa aku melepas kepergianmu Reindra apapun yang terjadi kau harus sembuh. Kau tidak boleh meninggalkanku sendiri Reindra sudah banyak perjalanan kedepan yang kita rencanakan menikmati masa tua keliling dunia kan dengan istri tercinta kita.

__ADS_1


Hai pembaca setiaku bagaimana episode kali ini apakah Tuan Reindra akan sadar atau bahkan pergi untuk selamanya tanpa melihat cucunya yang sudah jauh hari ia atur dengan sahabat sejatinya itu akan menghabiskan masa tuanya bermain di taman. Saksikan episode selanjutnya yah dukung terus author untuk berkarya jangan lupa like dan koment jika kalian suka dengan cerita ini bisa tekan tombol love untuk dapat pemberitahuan ketika episode baru sudah update. Terimakasih Assalamualaikum Wr. WB.


__ADS_2