Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Sarapan porsi kuli


__ADS_3

Keesokan harinya di kediaman Syein Biglous Nyonya Syein bersama dengan pelayan lainnya sudah mempersiapkan sarapan untuk menyambut kedatangan putranya yang kini sedang dalam perjalanan dari rumah sakit.


"Bi, tolong bubur ini di tambah lagi yah mungkin bukan hanya Alfy saja yang memakannya," ucap Nyonya Syein.


"Maaf Nyonya memangnya ada yang makan bubur selain Tuan Alfy?" tanya Bi RIa pada Nyonya Syein.


"Tentu Bi, Tuan Reindra juga harus makan bubur untuk menemani anaknya," jelas Nyonya Syein tersenyum.


Sementara di perjalanan Jee yang tampak ceria selama di dalam mobil mendapat tatapan sinis dari sang suami.


"Ada apa denganmu?" tanya Alfy yang penasaran.


"Ah tidak apa-apa suamiku aku hanya bahagia akhirnya kita bisa pulang," jawab Jee sambil menatap ke arah luar jendela mobil yang memperlihatkan gedung-gedung mewah yang menjulang tinggi menambah keindahan Kota itu.


"Apa maksudmu kau tidak bahagia menghabiskan waktu bersamaku?" tanya Alfy yang sangat kesal.


"Tentu saja bahagia suamiku," jawab Jee berusaha berbohong karena rasanya akan sangat sulit memberi penjelasan pada suaminya itu memangnya siapa yang tidak bosan jika harus terkurung terus di dalam ruangan.


Di depan Pak Deni dan Jacobie hanya terdiam mendengar keributan-keributan di belakang rasanya sangat ingin memotong perdebatan itu namun apa boleh buat mereka hanya seorang bawahan tidak mungkin hal itu bisa terjadi tentunya.


"Ih apa yang kau lakukan!" teriak Jee yang sukses membuat semua yang ada di depan terkejut hampir saja Jac dan Pak Deni menoleh jika tidak di cegah oleh Alfy.


"Jangan ada yang menoleh!" perintah Alfy dengan cepat.


Mendengar hal itu kedua pria yang duduk di depan berhenti dan kembali fokus untuk menatap ke depan meskipun dalam hati mereka berdua sangat tidak masuk akal melihat tingkah Tuan mudanya yang begitu agresif. Sepanjang perjalanan Jee hanya sesekali memukul tubuh suaminya. Karena saat ini entah apa yang sudah di lakukan Alfy pada istrinya di belakang sana sampai tidak ada terdengar suara apapun. Yah hanya mereka berdua saja yang tahu hal itu karena kedua pria di depan kini sudah bisa menutup mata dan telinganya. Setelah lama tidak bersuara akhirnya mereka kembali mengeluarkan suara.


"Kau masih mau membuatku kesal?" tanya Alfy tersenyum lirih.


"Tidak," jawab Jee singkat merasa malu dengan perilaku suaminya itu.


Setelah beberapa lama kemudian kini mobil mewah itu terparkir dengan sempurna di depan pintu kedatangan kediaman Syein Biglous. Semua para pelayang sudah berdiri dengan rapi menyambut kedatangan Tuan dan Nona mudanya sambil tertunduk hormat sedangkan Tuan dan Nyonya Syein berdiri tepat di pintu dengan bergandengan tangan menunggu anak-anaknya mendekat menghampirinya.


"Mamah, Papah." ucap Jee sambil tersenyum lalu memeluk kedua orang tua itu dengan bergantian begitu pun juga dengan Alfy.


"Sayang mengapa wajahmu sangat terlihat kelelahan?" tanya Nyonya Syein tampak bingung.


"Ah tidak Mah ini hanya karena aku tadi tertidur di dalam mobil," jawab Jee yang sudah sangat panik namun dengan segera Alfy merangkul pinggang istrinya dan membawanya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Ada apa yah dengan mereka, Pah?" tanya Nyonya Syein yang masih terus menatap ke arah anaknya dan menantunya yang kini sudah beranjak ke dalam rumah.


"Tidak tahu Mah," jawab Tuan Reindra Syein sambil menggandeng istrinya juga untuk ikut menyusul anaknya.


Setelah berkumpul semua di meja makan kini mereka sudah berhadapan dengan menu makanan yang begitu banyak. Rasanya Jee sangat ingin melahap semuanya dengan cepat tanpa tersisa yah semua menu di meja makan adalah berbagai macam seafood dan sayuran saja. Melihat itu tanpa menunggu yang lain Jee sudah mengambil beberapa makanan di piringnya. Tuan Reindra, Nyonya Syein dan Alfy yang melihat itu tampak terkejut tidak biasanya Jee begitu terlihat rakus dan apa itu dia tidak makan nasi sama sekali bagaimana bisa di piringnya hanya di penuhi lauk saja.


"Jee apa kau tidak ingin memakan nasi?" tanya Tuan Reindra penasaran melihat isi piring menantunya.


"Nanti saja Pah, aku ingin makan lauknya dulu," jawab Jee sambil sibuk memakan udang di piringnya.


"Nanti?" tanya Alfy yang menyambung tampak terkejut mendengar jawaban istrinya.


"Tidak apa-apa Fy itu bawaan bayi," jelas Nyonya Flora untuk menenangkan kedua pria di hadapannya itu.


Sementara Jee tidak memperdulikan ocehan mereka semua yang ia fokuskan saat ini menghabiskan udang, kepiting, dan cumi bakar yang ada di piringnya masih sangat banyak tentunya. Sedangkan Alfy yang makan bubur hanya sesekali mencuri pandangan pada istrinya karena melihat Jee makan sebanyak itu saja sudah membuatnya sangat merasa kekenyangan.


"Kau tidak takut gemukyah ?" tanya Alfy yang berusaha memecah keheningan di meja makan itu


"Memangnya kenapa apa kau takut?" tany Jee balik pada suaminya.


Tanpa mau berbicara lagi pada suaminya Jee masih fokus berpetualang di piringnya yang sudah mulai menghabiskan makanannya setelah beberapa lama ia pun selesai memakan semua yang di letakkan di piringnya dengan cepatnya Jee menyendokkan nasi ke piring lalu menambahkan dengan sayur, melihat porsi makan kedua kalinya semua yang ada di meja makan dan para pelayan yang berdiri di belakang tidak jauh dari meja makan tampak terkejut bagaimana bisa badan selangsing itu mampu memasukkan makanan sebanyak itu astaga apa yang terjadi pada Jee. Wanita yang sejak dulu selalu menjaga bentuk tubuhnya bisa serakus ini sekarang sepertinya kehamilan memang bisa merubah total seseorang.


Sepersekian menit kemudian semua akhirnya selesai makan begit juga dengan Jee kini wajahnya sangat terlihat lelah sepertinya ia bekerja keras sekali saat sarapan tadi.


"Kau sudah kenyang sayang?" tanya Nyonya Syein pada menantunya.


"Tentu saja Mah," jawab Jee tersenyum sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.


Setelah Alfy dan yang lain selesai makan buah untuk penutup sarapannya kini mereka terkejut ketika melihat wanita yang tadi membuat mereka terkejut kembali sukses membuat kejutan entah yang kesekian kalinya.


"Jee bangun," ucap Alfy menggoyangkan lengan istrinya yang saat ini telah tertidur lelap di kursi dengan keadaan duduk.


"Astaga ada apa dengan anak ini Mah?" tanya Tuan Reindra pada istrinya sambil tertawa dan menggelengkan kepalanya.


"Biarkan saja Pah, apa kau lupa dulu dengan tingkahku yang suka tertidur di bethup kamar mandi?" tanya Nyonya Syein yang mengingatkan masa lalunya saat mengandung Alfy.


"Aku sampai lupa dengan tingkahmu yang suka aneh-aneh dulu," ucap Tuan Reindra yang tertawa saat mengingat masa Nyonya Syein mengandung.

__ADS_1


Flashback on


Saat malam telah menunjukkan pukul dua belas lebih tiga puluh menit wanita yang saat ini sedang hamil dengan usia kandungan enam bulan tampak merasa sakit di tulang belakangnya yah itulah yang terjadi setiap tengah malam saat ia tertidur di kasur tanpa sengaja ia bangun dan menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya agar merasa lebih segar.


"Pah, Mamah ke kamar mandi duluyah." ucap Nyonya Syein yang memberi tahu suaminya karena itulah yang selalu di peringatkan pada Tuan Reindra jika hendak melakukan sesuatu.


"Iya Mah," jawab Tuan Reindra dengan mata yang masih tertutup.


Setelah di kamar mandi Nyonya Syein membersihkan tubuhnya seketika ia melihat bethup yang sudah terisi air membuatnya ingin masuk ke dalam untuk berendam mungkin akan membuatnya lebih segar itulah yang ada di dalam fikiran Nyonya Syein. Dengan cepat ia mencelupkan seluruh tubuhnya ke dalam bethup namun tanpa ia sadari hal itu membuatnya tertidur sangat lelap.


Kini matahari sudah bersinar sangat terang menembus korden pelindung kamar utama itu Tuan Reindra yang masih tertidur merasa silau ketika matahari itu menyenter wajah tampannya. Sambil sesekali ia menggerakkan tangannya ke segala arah untuk mencari seseorang yang biasanya ia peluk saat ingin membuka matanya. Ketika telah sadar istrinya tidak ada di kasur dengan segera ia bangun lalu menelusuri ruangan di kamar itu tetapi hasilnya nihil sampai pada akhirnya Tuan Reindra mencoba mengetuk kamar mandi yang tidak terkunci namun tetap masih tidak ada suara. Tanpa menunggu lama ia segera membuka pintu kamar mandi betapa terkejutnya ketika melihat istrinya yang tidak sadarkan di dalam bethup dengan berendam air yang menutup tubuhnya sampai leher.


"Mah...bangun!" ucap Tuan Reindra menggerakkan tubuh istrinya.


Dengan cepat pria itu mengangakat istrinya ke kasur meskipun keadannya kini basah semua. Setelah menggantikan pakaian kini Tuan Reindra menelfon Dokter untuk datang ke rumahnya wajahnya tampak panik melihat istrinya yang tidak sadarkan diri. Tidak lama kemudian Dokter pun datang di antar dengan Bi Ria tanpa menunggu lama Dokter segera memeriksa keadaan Nyonya Syein. Saat mengarahkan alat periksa ke bagian dada wanita itu, semua tampak terkejut melihat Nyonya Syein yang menguap dan menepuk-nepuk mulutnya seraya mengumpulkan nyawa layaknya orang bangung tidur. Perlahan matanya terbuka dan betapa terkejutnya ketika melihat di sekelilingnya yang tampak ramai dengan wajah tegang.


"Ada apa ini Pah?" tanya Nyonya Syein.


"Apa anda baru bangun Nyonya?" tanya Dokter yang menghembuskan nafas dengan kasarnya.


"Iya Dokter. memangnya kenapa?" tanya balik Nyonya Syein.


Tanpa menunggu lama Tuan Reindra memeluk tubuh istrinya dengan menangis karena rasa khawatirnya ia tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu pada istrinya itu.


"Kau membuatku khawatir Mah," ucap Tuan Syein yang masih memeluk istrinya.


"Memangnya ada apa denganku Pah?" tanya Nyonya Syein yang masih bingung.


"Tadinya ku fikir kau pingsan," jelas Tuan Reindra.


"Maafkan Mamah yah Pah sudah membuat kalian semua cemas," ucap Nyonya Syein merasa bersalah kini ia sadar jika semalaman tertidur di kamar mandi dengan menenggelamkan tubuh di bethup.


Yah itulah salah satu dari sekian banyaknya tingkah aneh Nyonya Syein setiap harinya dan beberapa bulan kedepannya ia masih memiliki kebiasaan untuk tidur setengah malamnya di kamar mandi. Tuan Reindra yang mengetahui tingkah aneh istrinya hanya bisa pasrah jika saat ini tidak bisa memeluk istrinya tiap kali ia membuka matanya. Karena tidak mungkinkan jika Tuan Reindra juga harus ikut di kamar mandi tidur bagi orang normal pasti akan membuatnya sakit berbeda jika itu memang bawaan bayi. Mungkin kali ini adalah awal Tuan Reindra harus belajar banyak mengalah dari anaknya karena belum keluar saja anak itu sukses merebut Nyonya Syein dari Tuan Reindra bagaimana jika nanti sudah keluar pastinya akan lebih tersingkirkan bukan.


Flashback off


Nah untuk cerita keluarga Syein Biglous sampai di sini duluyah para readers semoga kalian suka dengan ceritanya. Terimakasih telah mampir di karya author ini semoga kalian bisa di beri kesehatan untuk tetap menyaksikan kelanjutan episode berikutnya yah. Jangan lupa untuk like dan komen setiap episode yang sudah kalian baca Terimakasih Asslamualaikum Wr. Wb.

__ADS_1


__ADS_2