Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Hilang Semangat


__ADS_3

Di sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun tampak mewah seorang wanita yang cantik sedang sibuk rebahan di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Jee apa kabar yah?" gumam Dara yang tiba-tiba terfikirkan dengan keadaan sahabatnya.


Dengan cepat ia bangun dari tidurnya lalu masuk ke kamar dan mengambil tas kecil miliknya dengan kunci mobil yang tidak ia lupakan.


Dara kini menuju kediaman Syein Biglous untuk menjenguk Jee yang kini keadaannya semakin memburuk selama liburan semesater.


Beberapa menit perjalanan di tempuh oleh Dara, kini ia telah tiba di kediaman Syein Biglous dengan pakaian santainya namun tetap modis.


"Eeh Dara apa kabar?" sapa Nyonya Syein sambil memeluk tubuh mungil gadis itu.


"Baik Tan, Tante apa kabar?" tanya Dara balik.


"Yah Tante juga seperti yang kamu lihat baik." jawab Nyonya Syein.


Kini mereka berbincang sambil melangkah masuk ke dalam rumah lalu duduk di ruang tengah bersama yang lainnya. Namun hanya Alfy dan Jee yang tidak terlihat di sana, mata Dara terus menatapa ke segala ruangan mencari keberadaan pasangan tersosweet itu.


Namun hasilnya masih nihil tidak ada sosok yang ia cari sejak tadi dan akhirnya Dara bertanya pada Nyonya Syein.


"Tan, kemana Alfy sama Jee?" tanya Dara.


Mendengar pertanyaan Dara mendadak semua wajah yang ada di ruangan itu berhenti tersenyum dan tampak raut sedih di wajah mereka.


Dara yang menyaksikannya saat itu semakin bingung dan takut apakah dia mengeluarkan kata-kata yang salah namun jika di ingat sepertinya tidak ada yang salah dengan ucapannya.


Akhirnya Dara menunggu beberapa waktu jawaban dari mereka siapa tahu dengan menunggu mereka akan menceritakannya sendiri tanpa terdesak oleh Dara.


Nyonya Flora kali itu yang membuka cerita jika sejak saat Jee liburan keadaannya semakin memburuk begitu juga dengan mentalnya.


Semakin lama Jee sudah tidak bisa memberi semangat pada dirinya sendiri dan selalu ingin menyerah terlebih lagi keinginannya untuk berpisah dengan Alfy.


Dan sekarang Alfy hanya terus berusaha menjaga Jee setiap waktu akan selalu bersama Jee di dalam kamar menghabiskan waktu mereka.


Alfy terlalu takut jika Jee meninggalkannya hidup ataupun mati mengingat kejadian terakhir saat Jee meminta untuk berpisah darinya.


Sepertinya dalam fikiran Alfy sewaktu-waktu Jee bisa saja pergi menjauh darinya untuk menghindar maka dari itu Alfy tetap berada di samping Jee tanpa terlewatkan satu detik pun.


Dan sepanjang hari keluarga mereka hanya menunggu kehadiran Jee saat pagi untuk turun sarapan bersama mereka. Tetapi semuanya sampai saat ini belum melihat Jee turun dari kamar sedangkan Alfy terus setiap hari menyuruh Bi Ria untuk mengantarkan makanan.


Semua hanya bisa melihat Jee saat datang bersama Dokter Adeline ke kamar untuk memeriksa keadaan Jee. Karena terapi yang seharusnya rutin Jee lakukan kini sudah berhenti di tengah jalan semua tidak bisa memaksanya untuk terus menlanjutkan terapi itu.


"Begitu ceritanya Dara." tambah Nyonya Syein.


Dara yang mendengar hanya tertegun dengan wajah tidak mengertinya ia sama sekali miris mendengar keadaan sahabatnya saat ini.

__ADS_1


"Tante dan semuanya kalo boleh Dara bisa tidak minta waktu bertemu dengan Jee sebentar saja." ucap Dara dengan wajah memohon.


Dengan berani akhirnya Dara meminta waktu untuk menemui Jee di kamar, sebenarnya keluarga merasa berat hati untuk mengijinkannya tetapi ketika Tuan Reindra mengedipkan mata tanda isyarat semua terdiam dan hanya mengangguk pada Dara.


Akhirnya setelah Dara mendapatkan ijin kini ia beranjak dari duduknya dan melangkah menaiki anak tangga menuju kamar Jee dan Alfy.


"Tok...tok...tok" terdengar ketukan pintu yang membuyarkan lamunan Alfy dan Jee.


Dengan cepat Alfy berdiri membuka pintu matanya tampak terlihat sembab dan jika di perhatikan bentuknya sudah seperti mata panda.


Selama beberapa hari Alfy memang tidak teratur untuk tidur ia selalu menjaga Jee jika sewaktu-waktu Jee kabur dari rumah.


Bayangan itu selalu menghantui fikiran Alfy karena terakhir perdebatan mereka adalah pisah dan Alfy tidak menerima permintaan Jee.


"Dara." ucap Alfy terkejut.


Dara yang menatap wajah pria di hadapannya tampak merasakan kesedihan yang Alfy rasakan saat ini ia sangat paham perasaan Alfy.


Dara yang sudah lama dekat dengan Jee sangat tahu sifat sahabatnya yang ceria dan saat ini tiba-tiba keceriaan itu hilang lalu berubah menjadi kesedihan.


Perlahan Alfy menyingkirkan dirinya memberi isyarat Dara untuk masuk ke kamar menemui istrinya, sedangkan Alfy pergi keluar dan duduk di tangga sambil menyandarkan kepalanya di tiang tangga.


Dara yang sudah menutup pintu kamar itu dengan pelan melangkah mendekati Jee yang terbaring lemas di kasur wajahnya sangat pucat.


Jee yang melihat kehadiran Dara tersenyum dengan penuh kekuatan yang ia paksakan.


"Jee." balas Dara sambil memeluk Jee yang masih terbaring.


Belum sempat Jee bicara lagi kini ia sudah kembali mengarahkan wajahnya menunduk ke samping kasur yang sudah Alfy sediakan kotak muntahannya.


Dara yang terkejut segera membantu mengurut punggung leher Jee, terus beberapa kali ia muntah sampai akhirnya seluruh isi perutnya habis ia keluarkan.


Kini Jee kembali baring dengan lemasnya sementara Dara membantu menyeka wajah sahabatnya dengan tisu basah yang terletak di meja.


"Hiks...hiks...hiks..." suara tangis Darah yang terdengar tertahan untuk keluar lebih keras.


"Dara, kamu kenapa?" tanya Jee.


"Kenapa bisa seperti ini Jee? aku tidak tega melihatmu sakit begini." ucap Dara sambil terus mengusap air mata di wajahnya.


"Sudahlah jangan seperti ini aku tidak tahan jika melihatmu sedih juga." ucap Jee yang berpura-pura kuat.


"Ku mohon Jee bertahanlah demi kami semua, kau tega yah meninggalkan kami semua karena keinginanmu untuk menyerah." celoteh Dara yang kini masuk di dalam fikiran Jee.


Namun Jee terus berfikir dengan sakit di tubuhnya ini benar-benar membuatnya lemah dan selalu ingin menyerah terlebih lagi setiap hari ia harus berulang kali muntah itu sangat menyiksa dirinya.

__ADS_1


Akhirnya Jee yang berusaha mengalihkan pembicaraan mereka agar tidak selalu membahas sakitnya, kini Jee bertanya pada Dara.


"Sebenarnya ada apa kok tumben sih kamu ke sini?" tanya Jee denga tersenyum.


"Aku tadi tiba-tiba kepikiran kamu dan akhirnya langsung datang kesini aja." jawab Dara.


"Kenapa kamu tidak pergi liburan?" tanya Jee lagi.


"Entahlah aku sedang tidak enak untuk liburan suasana hatiku sedang tidak bersahabat sepertinya." jelas Dara yang tampak sedih.


Jee yang melihat Dara sedih tampak penasaran apa sebenarnya yang sahabatnya itu fikirkan sekarang.


"Hey apa yang kau fikirkan?" tanya Jee penasaran.


"Aku bingung sebentar lagi kita akan kuliah dan aku akan memulai belajar Akuntansi lagi." ucap Dara.


"Memangnya kenapa?" tanya Jee.


"Kau tahu kan aku sangat sulit memahaminya tapi Ayah memintaku untuk meneruskan S2 sesuai jurusan S1ku." jelas Dara.


Jee yang kini mengerti keluhan Dara merasa menemukan jalan keluar untuk sahabatnya itu wajahnya pun tersenyum.


"Ada apa?" tanya Dara yang melihat Jee tersenyum seperti memikirkan sesuatu.


Tanpa Jee menjawab pertanyaan Dara dengan cepat ia meraih ponselnya dan menelefon seseorang.


"Halo." ucap Fiky di seberang sana.


"Halo Kak,"jawab Jee.


"Ada apa Jee?" tanya Fiky yang penasaran.


Halo readers ceritannya sampai di sini dulu yah kalian yang sabaryah mmenunggu episode selanjutnya dan jangan pernah bosan menunggu happy endingnya yah. Jangan lupa bantu vote poinnya untuk author yah seiklas kalian kok hehe. Terimakasih.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2